THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Luka


__ADS_3

Di rumah, Cinta berusaha untuk tetap berpikiran positif tentang suaminya. walaupun dalam hatinya masih merasa gusar karena ada banyak pertanyaan yang belum ia ketahui jawabannya.


Sudah mulai malam, namun Sabda belum juga pulang. bahkan saat Cinta mengirimkan beberapa pesan singkat untuknya, juga tidak ada balasan.


Cinta terus memandangi Handphone miliknya dan berharap setidaknya Sabda membalas pesan darinya. namun tetap saja tidak ada balasan. bahkan Sabda pun belum membaca pesan dari Cinta itu.


Sudah pukul 22.00, Cinta mulai merasa mengantuk. tapi ia masih cemas. rasa khawatirnya semakin menjadi saat Sabda belum juga datang.


"Kamu kemana Sabda? Kenapa kamu nggak memberi kabar kepadaku?" Gumamnya yang semakin merasa cemas.


Ia sudah menunggu sampai tidak sadar malah ketiduran di sofa ruang tamu. sedangkan Delia sudah berulang kali mengingatkan Cinta untuk segera tidur. namun ia tetap menunggu Sabda.


Saat Cinta ketiduran di atas Sofa panjang ruang tamu. terdengar suara pintu terbuka. Cinta menyipitkan matanya. lalu ia melihat Pria yang tidak lain adalah Suaminya itu, sedang berjongkok di hadapannya, sambil terus menatap matanya.


"Sayang, kenapa kamu tidur disini?" Tutur Sabda dalam keadaan berantakan. rambut yang acak-acakan bahkan ada Noda darah di bajunya. juga luka kecil di ujung bibirnya. sontak melihat hal itu membuat Cinta terkejut.


"Sabda kamu kenapa?" Ucap Cinta menutup mulutnya. ia merasa panik melihat kondisi Sabda yang seperti habis berkelahi itu.


Sabda terrsenyum manis. seolah tidak terjadi apa-apa.


"Masuk kamar yuk, udah malem." Tuturnya lembut kepada Cinta namun Cinta malah semakin kesal melihat hal itu.


"Kamu kenapa sih Sabda? Kenapa nggak mau cerita sama aku? kalau begitu aku nggak mau tahu urusan kamu. kamu nggak usah pulang deh. aku mau ke kamar sendiri." Ucap Cinta yang marah. sesekali ia mengusap airmata di pipinya. ia sangat kesal dengan tingkah Sabda yang menutupi banyak hal kepadanya. padahal ia sudah merasa sangat cemas sedaritadi.


Sabda memijat kening. ia merasa bersalah terhadap cinta. namun ia hanya tidak ingin membuat Cinta cemas. tapi ternyata malah sebaliknya. ia membuat Cinta marah. pikirnya.


Secepatnya Sabda menyusul cinta ke dalam kamar. namun Cinta mengunci pintu kamarnya.


Tok.. Tok..


"Sayang buka pintunya, maafin aku.." Ucap Sabda berulang kali. karena suaranya yang cukup kencang itu, sampai membangunkan Delia yang sudah tidur di kamar sebelahnya.


Delia segera beranjak menghampiri asal suara Sabda.

__ADS_1


"Sabda, kamu kenapa kok babak belur begini? kamu berantem lagi?" Tanya Delia sambil menyentuh ujung bibir sabda yang terluka.


"Aww,, pelan-pelan Ma," Tutur Sabda meringis.


"Kamu ngapain sih pulang malam terus sampe rumah malah babak belur? kamu tahu nggak istri kamu dari pagi cemas mikirin kamu, nungguin kamu. kamu nggak kasih kabar dia? keterlaluan kamu Sabda. kamu udah menikah kenapa belum juga berubah sih!" Ujar Delia kecewa.


"Maafin Sabda Ma, Sabda mau menjelaskan kepada Cinta. tapi Cinta nggak mau bukakan Pintu." Sahut sabda menyesal. ia mengacak acak rambutnya sendiri. merasa kesal dengan dirinya sendiri.


"Biar Mama yang bicara sama Cinta, kamu minggir dulu sana!" Celetuk Delia. Sabda pun mengikuti kemauan Mamanya itu.


Tok.. tok..


"Cinta, sayang.. ini Mama Nak. boleh Mama Masuk?" Tanya Delia. Lalu pintu itu pun terbuka dengan sendirinya. Cinta tidak menampakkan wajahnya hanya membuka pintu saja. Delia pun masuk kedalam. sedangkan Sabda hanya duduk di depan pintu kamarnya dengan rasa menyesal.


**


"Mama, kok belum tidur?" Tanya Cinta yang berusaha menutupi airmatanya.


"Ma, tapi Sabda sendiri yang tidak mau cerita masalahnya kepada Cinta, lalu untuk apa lagi kalau sudah begitu. cinta sangat cemas dengan keadaanya tapi dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa." Tutur Cinta.


Delia menghela napas.


"Sabda memang seperti itu sayang, dia seringkali menutupi masalahnya dari orang yang ia sayang. ia tidak mau membuat kamu cemas. tapi caranya yang salah. kamu tolong maklumi ya, sekarang biarkan Sabda masuk dan menjelaskan semuanya kepada kamu." Ujar Delia seraya menghapus airmata menantu kesayangannya itu. Cinta pun mengangguk.


Delia keluar kamar Cinta. Sabda mendongakkan wajahnya yang sempat tertunduk. "Gimana Ma?" Tanya Sabda berharap Cinta mau memperbolehkan dirinya masuk.


"Masuk sana! Jangan buat istri kamu sedih. awas kamu!" Ujar Delia menatap Sabda dengan mata melotot. Sabda pun mengiyakan.


"Makasih Mamaku tersayang." Sabda langsung segera masuk ke dalam kamarnya. ia melihat Cinta yang sedang terduduk diatas tempat tidur. matanya bengkak karena menangis. Sabda bertambah merasa bersalah melihat hal itu.


Ia mendekati istrinya yang masih terlihat dingin itu. ia bersimpuh menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat sayu. napasnya sesunggukan karena terus menangis. saat itu Sabda merasa kalu dirinya tidak berguna sebagai seorang suami. sampai membuat istrinya sedih.


"Sayang.." Ucapnya lirih ia mengecup lembut jari jemari Cinta yang gemetar saat itu. ia remas perlahan lalu tidak kuasa untuk tidak memeluk istrinya itu. dipeluknya tubuh kecil Cinta dengan erat. ia kecup ujung kepala itu dengan lembut.

__ADS_1


"Maaf.. Maafkan aku Nta," Tuturnya lirih.


Cinta menatap lekat mata suaminya. ia sentuh lembut pipi Sabda, lalu ia menyentuh ujung bibir Sabda yang luka.


"Sakit?" Tanya Cinta lemah.


Sabda menggeleng.


"Enggak kok. disitu nggak sakit. tapi ada bagian lain yang sakit.." Ucapnya lirih.


Cinta mengerutkan kening.


"Dimana yang sakit?" Tanya Cinta.


Sabda meraih tangan Cinta dan menempelkan di dadanya.


"Disini, Sakit banget. ngeliat kamu nangis. aku merasa terluka." Tutur Sabda. Cinta memalingkan wajahnya. ia tidak sanggup menatap wajah suaminya saat itu.


"Aku ambilin obat, buat luka kamu." Tutur Cinta.


Sabda mencegahnya.


"Aku nggak perlu obat. aku butuh kamu.." Ucap Sabda dengan sigap langsung memeluk lagi tubuh Cinta. Cinta tidak kuasa menolak pelukan itu. ia juga merasa sakit. sakit karena ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya itu.


"Kamu mau cerita nggak sama aku?" Tanya Cinta yang masih berada didalam pelukan Sabda.


"Aku bakal cerita semuanya kok. tapi aku butuh memulihkan kondisi aku saat ini. dan cuma ini caranya. aku harus terus meluk kamu, Sampai rasa sakitnya mereda dengan sendirinya." Tutur Sabda. Cinta hanta terdiam tidak menjawab. ia hanya semakin mengeratkan pelukan itu.


"Aku mencemaskan kamu. jangan pernah sembunyikan hal apapun dariku. kalau kamu memang menganggapku, kecuali jika semua yang kamu katakan hanyalah kebohongan." Cinta meneteskan airmata kesedihan sampai membuat baju Sabda basah karena airmatanya.


Sabda terus menciumi ujung kepala istrinya itu.


"Aku Cinta kamu, aku janji akan cerita ke kamu semuanya..." Ucapnya lirih.

__ADS_1


__ADS_2