
*Kamu tidak akan tahu, kapan datangnya perasaan Cinta..
Sampai dimana kamu mencoba membuka hatimu dengan sempurna..
Tak ada salahnya menerima Cinta
Jika dia datang menghapus Luka..
Tak ada salahnya menerima Cinta
Jika dia datang melukis asa dan tercipta
Aku memilihmu karena Cinta telah bersabda..
Bahwa Sabda akan menemukan Cinta..
~ Apple Cherry*
___________________
PAGI HARI
Saba terbangun lebih dulu daripada Cinta, sejenak ia pandangi wajah cantik istrinya itu, ia rapikan anak rambut yang ada di pipinya, lalu ia kaitkan ke belakang telinganya.
"Aku sayang banget sama kamu, Nta.." ucapnya lirih. namun Cinta ternyata mendengar perkataan Sabda itu, ia menyipitkan matanya dan beranjak dari tidurnya, lalu terduduk menatap sosok pria yang sedang bersimpuh di hadapannya.
"Sabda, kamu udah bangun duluan ya.. kenapa nggak bangunin aku ?" ucapnya sambil mengucek matanya.
Sabda hanya tersenyum manis.
"Aku sengaja nggak mau bangunin kamu, soalnya kamu kelihatan lelah banget. kamu capek banget kayaknya. Maafin aku ya Nta," tuturnya masih dengan tatapan yang sama, yang sanggup membuat hati Cinta menjadi luluh lantak karenanya.
"Minta maaf untuk apa sih kamu.. aku nggak apa-apa, cuma ngantuk aja nggak seperti biasanya, nggak tau nih kenapa." sahutnya.
"Mungkin kamu kecapean karna semalam aku..." Cinta dengan sigap menutup mulut Sabda, seolah tahu apa yang akan di ucapkan oleh suaminya itu.
"Aku tahu kamu mau ngomong apa, udah jangan suka bahas yang begitu deh. aku malu." tuturnya dengan wajah memerah.
__ADS_1
Sabda melepaskan tangan Cinta yang menutupi mulutnya.
"Ya ampun Nta, aku nggak bisa napas tahu. kamu kok tega banget sih. lagian aku mau ngomong apa juga, aku cuma bilang semalam kamu..." Cinta kembali menutup mulut Sabda.
"Sabda kamu nggak ngerti ih, aku bilang jangan bahas apapun tentang semalam. aku bilang aku malu. udah aku mau mandi deh." tuturnya seraya meninggalkan Sabda yang sedang terkekeh sendirian.
"Gimana nggak gemes coba gue sama dia, pengen gue cium aja rasanya. Astaga.. nggak terasa udah hampir tiga bulan usia pernikahan gue sama Cinta, gue harap nggak ada lagi masalah yang bisa ngerusak hubungan gue dan Cinta. sore ini gue harus datang ke Cafe Persona, terpaksa gue harus penuhin janji gue sama Cinta, kalau gue harus minta maaaf sama semua mantan gue." tuturnya sambil memijat kening.
Drrtttt
"Siapa sih yang nelpon?" gumamnya meraih ponsel yang ada di sakunya.
ternyata Rama sahabatnya yang menelpon.
Rama : Woy Sab! lo jangan kelonan mulu lah, nanti sore jadi kan? gue dah kumpulin nih koleksi mantan lo yang super banyak ! gila lo Sab! nggak blenger apa lo sama cewek sebanyak ini.
Ujar sahabatnya itu, terdengar suara Rey yang ikut menimpali dengan candaan serupa. dan mereka berdua menertawakan Sabda bersamaan.
Sabda menjauhkan ponselnya dari telinganya, ia merasa kesal mendengar ledekan dua sahabatnya itu.
Sabda mengancam sahabatnya karena kesal. kalau bukan karna Cinta, sudah pasti Sabda tidak akan mau melakukan hal ini. batinnya.
Rama : Sellooooow.. gitu aja marah lo, udah pokoknya semua udah gue atur. mereka semua bakalan datang ke cafe sore ini, kecuali mantan pertama lo, sorry dia nggak gue undang. malesin!
Sabda mengernyit.
Sabda : Nggak usah bahas yang nggak penting. masalah itu udah berlalu dua bulan yang lalu. dan masalah gue yang mau minta maaf sama mantan gue itu, kalau bukan karena Cinta yang nagih janji ini, gue juga ogah minta maaf sama mereka semua.
"Ekhem" suara Cinta berdekhem. ia baru saja selesai mandi, dan sudah berpakaian rapi. ia mendengar ucapan Sabda barusan. lalu ia menatap tajam kearah Sabda, membuat Sabda jadi merinding.
Rama : ****** Lo ketauan sama bini. sukurin ! pasti abis lo setelah ini. nggak dapet jatah malam dah.. hahahaha
Rama tergelak, di susul oleh Rey yang juga tertawa tanpa henti. Sabda menyadari kalau Cinta pasti mendengar ucapannya barusan. dengan segera ia mematikan teleponnya.
Sabda : Sialan lo bedua !
Sabda langsung mematikan panggilan tersebut. dan menghampiri Cinta yang masih menatapnya tajam.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa kok liatin akunya serem gitu sih? jangan cemberut gitu dong. mata kamu juga jangan melotot gitu, aku takut. suerr!" tuturnya sambil menaikkan dua jarinya.
"Jadi kamu terpaksa minta maaf sama semua mantan kamu, dan itu karna aku?" tanya Cinta masih menatap tajam kedua mata suaminya itu.
Sabda menghela napas.
"Bukan begitu sayang," jawabnya cemas kalau-kalau ia salah bicara lagi setelah ini.
Namun diluar dugaan, Cinta malah memeluk suaminya itu.
"Makasih ya, kamu udah mau lakuin itu demi aku, aku nggak sangka kamu mau melakukannya. aku kira kamu bakalan marah karena permintaan aku itu, aku meminta kamu untuk minta maaf sama mereka semua, agar mereka tidak benci dengan kamu lagi, aku cuma nggak mau mereka dendam dengan kamu.." tuturnya.
Sabda terkejut mendengar ucapan Cinta, yang menurutnya sangat manis itu.
"Kamu manis banget sayang, nggak kuat aku. kenapa sih kamu selalu aja bikin aku jadi nggak karuan gini. aku cium boleh nggak?" ucapnya sambil menyentuh dagu istrinya itu.
Cinta mengalihkan pandangannya dan berbalik.
"Kamu kebiasaan deh, kalau aku serius kamu malah bercanda." tegasnya bermaksud pergi meninggalkan Sabda. namun ternyata Sabda malah memeluknya dari belakang. ia mengecup lembut bahu istrinya itu.
"Aku nggak becanda kok, tiap deket kamu rasanya aku jadi nggak karuan. itu bener. aku udah bilang kan kalau bohong itu dosa. kamu malah nggak percaya." Ucapnya masih memeluk tubuh mungil istrinya dari belakang.
Cinta diam-di tersenyum, ia juga merasa tidak karuan setiap kali suaminya itu mengucapkan kata-kata lembut dan manis kepadanya. rasanya ia seperti akan terbang melayang, seperti ada kupu-kupu yang bertebangan didalam hatinya, yang membuatnya senantiasa berdesir hebat.
***
***
Flashback dua bulan lalu
Saat dimana Sabda dan Rey bertengkar hebat karena seorang cewek yang bernaa Sharena, dan akhirnya Rey menyadari kekeliruannya terhadap sosok Sharena yang ternyata bukan wanita yang baik. setelah itu Sabda dan Rey berbaikan. itu semua berkat Rama yang membantu meluruskan.
Di Malam itu Sabda meminta maaf pada Cinta karena tidak berterus terang. setelah cinta mengetahui yang sebenarnya akhirnya Cinta memaafkan Sabda.
Sebulan kemudian hari-hari mereka berjalan manis, sampai dimana Cinta menagih janji Sabda untuk meminta maaf kepada semua Mantam kekasih yang dulu di perlakukan tidak baik oleh Sabda, mau tidak mau Sabda harus memenuhi janjinya itu. terlebih ini adalah permintaan istri tercintanya.
Flasback Off..
__ADS_1