THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Aku bukan budak Cinta


__ADS_3

Sabda yang sudah sampai di Cafe Tempat biasa ia berkumpul dengan kedua sahabatnya itu langsung bergegas masuk ke dalam.


Namun saat ia hendak masuk ke dalam ia bertemu dengan salah satu mantan Pacarnya yang bernama Ghina. Ghina adalah mantan pacar sabda yang kesekian. meskipun sebenarnya mantan Pacar Sabda hanya dijadikan seorang pesuruh saja bagi sabda.


"Sabda?..." Panggil ghina.


Sabda menoleh kearah sosok cewek yang tadi memanggilnya.


"Siapa Lo?" Tanya Sabda yang seolah tidak mengingat mantan pacarnya sendiri.


"Sabda Gue Ghina mantan lo masa lo lupa?"


"Oh.." Sabda enggan menanggapi perempuan manapun saat ini. ia masih merasa pusing menghadapi perasaanya sendiri terhadap Cinta.


"Sabda kok Lo sombong banget sih? Mentang mentang gue cuma mantan lo terus sekarang lo nggak ngenalin gue Sab? Tega banget ih.." Ghina berusaha mendekati sabda namun sabda merasa geli dan menghindar.


"Nggak usah coba coba deketin gue deh. lo tahu kan pacar gue itu cuma sebutan halus buat pesuruh gue yang lebih cocok disebut Budak. jadi lo nggak perlu bangga juga. lagian sekarang gue udah nggak butuh budak lagi. dah lo mendingan pergi deh jauh jauh.." Ujar Sabda yang langsung pergi begitu saja tidak menghiraukan ghina sama sekali.


"Jahat Kamu sabda kayak nggak butuh wanita aja! Gue sumpahin Lo bakalan jadi budak cinta nantinya Sab!"


Ghina pun pergi meninggalkan Sabda dengan hati kesal.


"Cih!! Mana mungkin gue jadi bucin!" Ucap Sabda dengan penuh keyakinan bahwa ia tidak akan pernah menjadi budak cinta demi siapapun juga.


"Sabda! wiihh.. dateng juga lo. ngapain lo kesini. bukanya penganten baru betah di rumah ya seharusnya? Hahaha" Ledek Rey yang melihat wajah Sabda kusut saat datang.


"Ngapa lo kusut banget sab?" Tanya Rama yang masih serius dengan Gamenya namun sekilas melihat muka sabda yang hanya di tekuk tidak seperti biasanya.


"Pusing gue di rumah. pengen kabur aja rasanya"


Rey yang mendengar perkataan sabda barusan langsung tergelak "Hahaha omongan lo udah kayak anak perawan yang ogah di jodohin sama bapak emaknya Sab! Ngapa sih Lo kok jadi lebay gitu?"

__ADS_1


"Iya Lo nggak kayak biasanya omongan lo bikin gue merinding Sab! Njirr beneran kata Rey, lo kayak anak perawan yang kagak mau di kawinin paksa" Lagi lagi rama dan rey keduanya tertawa dengan begitu lepas meledek Sabda yang terlihat seperti orang bodoh saja saat ini.


"Sialan lo semua, gue serius nih gue lagi ngerasa males banget pulang ke rumah."


"Emang kenapa sih Sab? Ceritalah sama kita kita" Ujar Rama yang sudah menghentikan permainan game online-nya.


"Lo ada masalah sama istri Lo sab?" Sahut Rey.


"Maksud lo cinta?" ucap Rama.


"Siapa lagi coba Ram. ya Cintalah kan dia istrinya si kunyukk ini!" Sahut Rey terkekeh.


" Diem Lo semua! gue serius,


Gue ngerasa aneh sama diri gue sendiri kenapa sekarang gue jadi lembek banget. bukan kayak sabda yang dulu lagi."


"Lah kenapa bisa gitu Sab? Ada juga ternyata orang yang aneh sama dirinya sendiri?" Rey lagi lagi terkekeh.


"Iya iya Tumben otak lo nggak geser Ram!" Sahut Rey menepak ujung kepala Rama.


Rama mengaduh menyentuh kepalanya sendiri. "Sialan Lo !"


"Gue mau kasih tahu sesuatu sama Lo. tadinya gue mau rahasiain ini karena takut ketauan bokap nyokap. tapi karena mereka udah tahu jadi nggak ada gunanya gue rahasiain ini ke lo pada." Tutur Sabda yang sedang menyandarkan tubuhnya di sofa.


"Rahasia apaan Sab? Gue jadi penasaran gini"


"Masalah Lo dan Cinta?" Tanya Rama penasaran.


"Iya gue dan cinta pada awalnya udah sepakat kalau kita bakalan nikah kontrak selama setahun." Ucap Sabda yang sudah merasa tidak sanggup merahasiakan ini pada kedua sahabatnya itu.


"Apa? Nikah Kontrak?" Rama dan Rey terkaget bersamaan.

__ADS_1


"Iya tapi semua berantakan Bokap gue malah tahu semuanya. dan ternyata kebetulan banget si cinta itu adalah anak dari sahabat bokap gue yang sebenarnya mau di jodohin sama gue. kan nggak jelas banget bro! pusing gue jadinya!" Sabda mengacak acak rambutnya lalu meneguk minuman yang ada dihadapanya sampai habis tak bersisa. sedangkan kedua sahabatnya masih mencoba mencerna kata kata sabda barusan.


"jadi lo sekarang ketahuan sama bokap lo kalo lo cuma nikah kontrak sama cinta? lo kok bisa sih nikah kontrak segala Sab? Si cinta itu kan cantik kenapa nggak lo nikahin beneran aja."Ujar Rama yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran Sabda saat itu.


"Benar kata Rama Sab, kenapa nggak lo nikahin yang bener aja sih. lagian lo nikah kontrak segala ngapain?" Rey menimpali ucapan rama. ia juga merasa heran dengan jalan pikiran sabda.


"Ceritanya panjang. gue males bahasnya capek ah. yang jelas sekarang bokap nyokap udah seneng banget sama si cinta. mereka mau gue sama cinta bener bener jadi pasangan suami istri yang normal." Tutur Sabda.


"Ya baguslah kalau bokap lo nggak marah. terus apa masalahnya Sabda?" Tanya Rama.


"Lo gak tau sih ram. gue sama cinta itu nggak ada perasaan apapun satu sama lain. gue memang ngerasa simpati sama dia. udah itu aja nggak lebih."


"Mungkin sekarang belom sabda. nanti lama lama juga cinta bakalan tumbuh karena terbiasa. lo tenang aja. sekarang lo cukup jalani aja semuanya. biarin mengalir aja seperti air..." Tutur Rama. sedangkan Rey malah terkekeh mendengar ucapan sok bijak Rama barusan.


"Anjiiirrr.. Sok banget bahasa Lo Ram dah kayak pujangga aja lo. jomblo karatan aja belagu!"


"Lo juga jomblo Mbing..."


Seketika itu Sabda terkekeh. "Haah yaudahlah biarin aja mungkin bener kata Lo Ram sekarang gue harus biasain diri gue kalau gue udah ada istri. terlepas cinta atau nggaknya itu urusan belakangan deh." Ucap sabda yang seolah sudah merasa lebih baik setelah bercerita dengan teman temanya itu.


Sabda yang merasa kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya akhirnya memutuskan untuk pulang.


"Gue balik lah!" Ucap Sabda pada kedua sahabatnya itu.


"Katanya Lo males balik sab haha" Sahut Rey.


"Tarohan Yok.. kalau kata gue nanti Lo bakalan suka beneran sama si cinta!" Ujar Rama terkekeh.


"Hahah gue juga udah ngira nanti bakalan gitu. Tos dulu lah kita!" sahut Rey.


"Sialan Lo pada. Sok Tau banget! dah lah gue balik duluan!" Sabda akhirnya pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih sibuk meledek Sabda.

__ADS_1


"Jangan jangan bener lagi yang si Rama bilang. masa iya gue suka beneran sama si cinta??" Gumam Sabda dalam hati.


__ADS_2