THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta - Janji ?


__ADS_3

Setelah Mereka berdua menghabiskan waktu bersama di Taman Bermain.


Akhirnya mereka pulang ke rumah mereka.


Saat Sabda membuka Pintu Rumah mereka. Mereka berdua terkejut saat di sambut oleh pelukan hangat dari Delia yang merasa sangat Rindu kepada Cinta.


Bukannya memeluk Sabda tapi Delia malah lebih dulu memeluk Cinta menantunya.


"Cintaaa... Anak Mama, Mama Kangeen sekali sayang.." Ucap Delia yang menghambur memeluk menantu kesayangannya itu.


"Ma-Mama? Mama kok pulang nggak beritahu Cinta dan Sabda dulu Ma?" Tanya Cinta yang merasa terkejut tapi juga merasa sangat bahagia. baru saja tadi pagi ia merasa sangat rindu dengan Mama mertuanya itu.


"Iya Ma, Kok Mama tiba-tiba udah ada disini aja sih? Belum ada seminggu Mama di LA," Tutur Sabda yang biasa-biasa saja.


"Kalian nggak Kangen sama Mama? Yasudah Mama akan kembali lagi ke LA kalau begitu." Tuturnya sedih.


"Maa... jangaaan.. Cinta sangat rindu dengan mama, Baru saja pagi tadi cinta membatin kalau Cinta rindu Mama.." Cinta memeluk Mama mertuanya itu. tidak terasa air matanya pun menetes dari sudut matanya.


Sedangkan Sabda hanya terdiam saja. tidak berekspresi.


"Cinta, Kamu Sabar kan menghadapi suami kamu yang Nggak ada romantisnya sama sekali ini? Lihat deh Masa Mamanya pulang dia biasa-biasa saja." Celetuknya kesal.


Sabda Mengernyit.


"Please deh Ma.. jangan mulai lagi. Kayak nggak tahu anak Mama yang tampan ini kan memang Cool. apa mama maunya Sabda nangis-nangis seperti Cinta? Kan nggak keren banget Ma!" Sahut Sabda terkekeh.


"Dasar kamu!" Delia mendengus.


"Kamu nggak boleh begitu Sabda. ayo cepat peluk Mama." Pinta Cinta kepada suaminya. dengan sigap Sabda langsung menuruti kemauan Cinta.


"Oke sayang.." Ucapnya manja.


Delia terheran tidak menyangka kalau putranya sudah mulai bersikap manis pada istrinya. tentu saja ia merasa sangat senang.


"Mama, Sabda mau peluk tapi jangan di tabok yaa.. awas loh!" Celetuknya bercanda.


"Sini biar mama jewer kamu yaa.." Delia menjewer telinga sabda lalu menciumi pipinya bertubi-tubi.


"Stop Ma, dikira Sabda anak kecil di ciumin kayak gitu!" Sabda mendengus. Cinta terkekeh bersama Delia.


Mereka berdua mengobrol di ruang tengah. Cinta mencari-cari Pramana namun ia tidak menemukan Papa mertuanya itu.


"Ma, Papa mana?"


"Iya nih Ma, Kok Papa nggak ada?" Sabda menimpali pertanyaan Cinta.


"Hmm.. Papa kalian masih di LA, mama nggak betah disana. Mama kangeen. terus Papa bilang Mama boleh disini sama kalian. setelah Cinta hamil, Mama akan ajak Cinta ke LA bersama Mama," Tutur Delia merasa senang.


"Apa? Hamil?" Sabda dan cinta terkaget bersamaan.


"Ih kalian pura-pura nggak ngerti deh. kalian kan udah gitu belum sih? pasti nggak lama lagi Cinta hamil dong.." Tutur Delia terkekeh.


Sabda dan Cinta salinf bersitatap.


"Ma, nggak secepat itu lah. baru juga sekali." Tutur Sabda polos.


"Ya Tuhan.. Sabda kamu apaan sih!" sahut Cinta merasa malu.


"Duuuh.. baru sekali Toh.." Delia menahan tawanya.


Cinta membulatkan matanya ke arah Sabda.


"Ampun sayang..." Sabda tercengir.


"Hahah kalian lucu banget sih berdua. intinya Mama masih akan menemani kalian disini. Sabda Cinta kalian kalau mau istirahat boleh kok. ini kan udah malam." Tutur Delia.


"Oke deh Ma, Selamat Malam.." Ucap Sabda sambil menggandeng tangan Cinta.

__ADS_1


"Selamat Malam Mama," Ucap Cinta.


"Selamat Malam sayang..." Delia tersenyum. ia merasa sangat senang melihat Putranya sudah mulai berubah. padahal sebelumnya Sabda jarang sekali tersenyum begitu ceria.


**


Di dalam kamar Sabda yang merasa sekujur tubuhnya sudah lengket karena keringat. begitu juga sama halnya dengan Cinta. mereka memutuskan untuk pergi mandi.


"Sabda kamu mandi duluan deh, Biar aku mandi setelah kamu." Tutur Cinta yang sudah membaringkan tubuhnya di ranjang.


Sabda Menyeringai.


"Nta, Gimana biar cepet sebaiknya kita mandi bareng aja? Kan nggak perlu gantian." Sabda membaringkan tubuhnya tepat di samping Cinta.


Cinta menggeleng.


"Nggak ah ngapain mandi barengan. kamu duluan aja sabda. kalau kamu nggak mau duluan yasudah aku aja yang duluan." Tegasnya sambil menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.


"kamu malu ya sayang?" Tanya Sabda yang malah semakin mendekatkan wajahnya kearah telinga Cinta yang sudah memerah.


DEG


"Astaga Jantungku.." Gumamnya dalam hati. Cinta sudah tidak bisa mengendalikan dirinya saat ada di dekat Sabda. entah kenapa ia malah mematung tidak bisa bergerak.


"Hm.. kamu malu ya?" Sabda mengulangi pertanyaanya itu. yang lagi-lagi tidak bisa Cinta jawab.


"kamu mau mandi apa nggak Sabda? Aku duluan aja deh." Cinta beranjak dari posisinya namun Sabda malah menghalanginya.


"Aku maunya bareng sama kamu. kumohon yaa.." Sabda memelas. membuat Cinta jadi merasa serba salah. ia tak mungkin menolaknya namun ia juga merasa sangat malu.


"Sabda tapi aku..." Cinta menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kenapa sayang? Kamu malu ya? Nggak papa kok lagian sama aku. aku kan suami kamu. Yuk! Cuma mandi bareng aja kok. aku janji!" Tuturnya sambil menunjukkan jari kelingking.


"Hmm.. Janji ya cuma mandi aja?" Cinta menautkan jari kelingkingnya. Sabda bersorak kegirangan. Entahlah mungkin saja dia sudah gila. namun ia merasa sangat bahagia. Batinnya berkata demikian.


"Sabda kamu jangan lihat aku dong. kamu tutup mata sampai aku masuk kedalam Bathub," Tutur Cinta yang saat ini tidak bisa lagi menyembunyikan rasa malunya.


Sabda menahan tawa merasa Cinta sangat lucu. padahal dirinya juga baru pertama kali bersama dengan wanita di dalam kamar mandi seperti sekarang.


"Kenapa gue jadi seneng begini ya. Njirrr mesum banget gue ya. tapi bodo amat lah! Gue sama dia kan udah sah ini!" Batin Sabda.


"Sabda kamu kenapa malah senyum-senyum sih. cepet tutup mata kamu. terus jangan pernah buka mata sampai aku bilang buka." Tutur Cinta dengan nada mengancam.


"Hm.. iya iya yaudah aku tutup mata deh," Tutur Sabda Terkekeh.


"Hm.. kamu berbalik deh aku curiga!" Ucap Cinta.


"Ya Ampun Nta.. sama suami sendiri juga sih!" Lagi lagi Sabda memohon.


"Nggak! kalau kamu nggak mau ikutin aku yaudah aku mau keluar aja. mandi di kamar Mama juga nggak masalah." Tuturnya Kesal.


"Iya iya Jangan dong. baru seneng juga. yaudah aku berbalik deh." Sabda akhirnya terpaksa menuruti kemauan Cinta dan berbalik tidak mengintip.


Beberapa saat kemudian..


"Sabda aku udah di dalam sini," Ucap Cinta yang sudah menyembunyikan tubuhnya di balik gelembung sabun yang melimpah.


"Hmm.. yaudah aku gantian deh yang buka baju." Tutur Sabda bersemangat. Cinta dengan sigap menutup wajahnya dengan tangan. lalu berbalik.


"Nta nggak usah berbalik. lihat aja aku nggak malu kok." Tutur Sabda gemas melihat tingkah Cinta.


"Cepetan ah. mau sampai kapan kita di dalam kamar mandi. buruan sabda jangan becanda terus!" Ujar Cinta yang sebenarnya merasa sangat malu.


"Iya iya sayang.." Sabda menahan tawa.


Akhirnya setelah melepas pakaiannya. sabda pun masuk ke dalam bathub.

__ADS_1


DEG DEG DEG


Cinta tidak berhenti berdebar-debar bahkan sekarang wajahnya sudah memanas dan aliran darahnya tidak berhenti berdesir hebat.


"Nta.. kamu nggak mau berbalik?" Sabda menyentuh punggung Cinta yang terbuka.


lalu mengecupnya lembut. Cinta sudah tidak bisa mengontrol lagi. demi apapun saat ini ia merasa jantungnya nyaris copot.


"Sabda kamu janji kan kita cuma mandi?" Ucap Cinta yang sedikit gemetar.


"Nta, kamu jangan grogi gitu dong. aku jadi ngerasa bersalah deh kalau gitu. kamu berbalik deh lihat wajah aku." Pinta Sabda lembut.


Akhirnya Cinta memberanikan diri untuk berbalik.


"Kamu jangan memejamkan mata. buka dong matanya. tatap aku." Pinta Sabda lagi.


Cinta perlahan membuka matanya dan ia melihat sosok yang ada di hadapanya. itu adalah suaminya yang ternyata memang sangat mempesona. berulang kali cinta mencoba memandangi wajah suaminya itu namun ia tidak pernah sanggup memandangnya berlama-lama karena merasa jantungnya tidak bisa terkontrol.


"Cinta, kamu Cantik.." Sabda membelai lembut pipi istrinya itu. lalu mereka berdua terhanyut dalam suasana yang tidak bisa mereka kuasai lagi.


Janji tinggallah Janji. yang terjadi ternyata berbeda dengan janji yang sempat mereka buat sebelumnya. untuk tidak melakukan apa apa selain mandi bersama saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hayo siapa yang jadi Omes? 😂😂😂


Jangan Lupa Like dan Komentar yaa..


Selanjutnya aku buat lebih seru lagi deh


😆😆✌


__ADS_1


Tatap mata aku dong 😂😂


__ADS_2