THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta - Bersitegang


__ADS_3

"Apa? Maksud kalian apa sih? Kesepakatan Pranikah itu maksudnya kalian berdua hanya menikah kontrak??" Delia Lemas seolah kenyataan itu mengerjap lamunanya membuatnya merasa penuh dengan rasa kecewa kepada putra semata wayangnya itu. juga kepada menantunya barunya itu.


"Mama, Dengarkan Papa sampai selesai. Mama mungkin kecewa dengan Sabda dan Cinta tapi Papa juga punya fakta yang harus Papa sampaikan bahwa Papa sudah menyelidiki Siapa Cinta sebenarnya. Papa sudah tahu dari awal kamu dan Cinta melakukan Nikah Kontrak.


Lalu Papa juga sudah tahu ternyata Cinta kamu adalah Putri dari Sahabat Lama Papa yang bernama Adi Prasetyo Baskara. awalnya saat Cinta memberikan keterangan Kartu keluarga miliknya. Papa sudah merasa terkaget melihat ada nama yang mirip dengan nama sahabat Papa itu. ternyata benar Adi Prasetyo Baskara Ayah Cinta itu adalah Sahabat Lama Papa. yang selama ini Papa cari. karena Papa memiliki Hutang Budi kepadanya."


Cinta mendengar penuturan Pramana itu langsung terkesiap. ia tidak menyangka kalau dunia begitu sempit. ternyata Ayahnya adalah sabahat lama Pramana yaitu Papa mertuanya saat ini.


Sementara Delia sudah tampak pucat. ia semakin tidak mengerti apa yang sudah terjadi. ia hanya berusaha mendengarkan Penuturan Pramana sampai selesai.


"Lalu kalau Papa sudah Tahu semuanya. Apa yang saat ini Papa inginkan? Biar bagaimanapun Surat Kontrak itu belum di tandatangani Oleh Cinta Pa. karena bahkan setelah Sabda resmi menjadi suaminya. Sabda belum memberikan Surat kontrak itu. dalam artian Pernikahan yang Sabda lakukan kemarin adalah Pernikahan yang Sah. bukan pernikahan Kontrak." Tutur Sabda yang lagi lagi membuat Cinta kembali Terkesiap mendengarnya. ia melirik kearah Sabda yang terlihat serius. namun ia masih tidak berani mengeluarkan suara. hanya terdiam mematung.


"Papa Mau kalian tidak perlu menikah Kontrak. Lagipula kalian memang menikah secara Sah kemarin. benar yang Sabda katakan Pernikahan kalian Sah karena kamu Cinta belum menandatangani surat apapun. dan mengenai kesulitan kamu yang membuat kamu menerima tawaran Sabda untuk menikah itu. Papa cukup mengerti keadaan kamu saat itu sangat sulit. kamu terpaksa menerima tawaran itu karena kamu terlilit hutang yang cukup besar. Papa sudah tahu semuanya.." Ujar Pramana yang ternyata sama sekali tidak marah terhadap Cinta


Justru saat ini kekecewaan tergambar jelas di mata Delia. Mama Mertua Cinta yang awalnya merasa sangat menyukai Cinta. namun setelah mendengar semuanya ia jadi merasa Cinta hanya memanfaatkan anaknya saja. tentu saja karna Delia belum benar benar mengerti keadaanya.


"Jadi Maksud Papa, Papa tidak marah terhadap Cinta?" Tanya Sabda memastikan lagi ucapan Papanya barusan.

__ADS_1


"Tidak, Papa memang berniat menjodohkan kamu dengan anak dari sahabat Papa yaitu yang tidak lain adalah Ayah Cinta. tapi karna satu hal yang lain Ayah belum berhasil menemukan keberadaan dia. Ternyata Cinta justru malah datang sendiri kesini dan sekarang dia adalah bagian dari keluarga Pramana juga"


"Apa? Jadi secara tidak langsung ini namanya Sabda sudah menerima perjodohan yang akan dilakukan oleh Papanya." benar benar Ajaib pikir Sabda.


"Mama kecewa sama kalian berdua sabda cinta. kenapa kalian tega membohongi Mama. kamu juga Cinta kenapa kamu seperti itu. Mama sangat menyukai Kamu tapi kamu malah membohongi Mama dengan berpura pura menikahi Sabda?" Delia akhirnya buka suara. ia sejak tadi sudah menahan kekesalanya mengetahui semua kejadian itu saat Cinta menerima tawaran Sabda menikah kontrak.


"Mama, Papa Tahu Mama kecewa tapi coba Mama mengerti keadaan Cinta saat itu Ma, Dia benar benar dalam keadaan sulit kalau dia tidak membayar hutang maka rumahnya akan disita" Ujar Pramana yang mencoba memberi pengertian terhadap istrinya.


"Oke Tapi untuk apa pernikahan di lanjutkan kalau diatara mereka belum ada perasaan cinta satu sama lain. Cinta hanya menikahi Sabda karena terpaksa. begitu juga Sabda. iya kan?" Lagi lagi Cinta tidak bisa menjawab pertanyaan Delia saat itu. ia memang terpaksa menikahi Sabda tapi bukan berarti ia ingin memanfaatkan kekayaan Sabda pikirnya.


"Cinta apa kamu mau mengatakan sesuatu? Katakan apa kamu menikahi Sabda hanya karena Harta?" Tanya Delia yang sedikit berteriak kepada Cinta.


"Sabda biarkan Cinta menjawab pertanyaan Mamamu." Ucap Pramana dengan sangat tenang. ia mengusap punggung istrinya pelan. "Tenanglah sayang, dengarkan menantumu bicara"


Cinta melirik kearah Sabda dan ia berusaha tersenyum. "Aku bakal jelasin semuanya" ucap Cinta lirih kepada Sabda. Entah kenapa jantung Sabda berdebar debar saat mendengar ucapan Cinta barusan. ia merasa begitu takut kalau Cinta akan mendapatkan kesulitan karenanya. ada perasaan bersalah yang kian menyeruak hingga membuat Sabda ingin melindungi Cinta saat ini.


"Tuan Pramana dan Nyonya Delia yang Terhormat. Saya minta maaf karena saya lancang sudah berani membohongi Tuan dan Nyonya. saya terpaksa menerima tawaran Sabda karena kondisi saya yang sangat mendesak. tapi satu hal yang perlu Tuan dan Nyonya Tahu. kalau Saya tidak pernah sekalipun berniat ingin mengambil keuntungan lebih dari itu. saya tahu bagaimanapun saya sudah salah membohongi kalian. saya akan menerima konsekuensinya. saya akan menerima hukumanya bila perlu" Tutur Cinta dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


"Ini bukan salah Cinta Ma, Pa, Tolong jangan hukum dia. Hukum sabda saja" Entahlah kenapa sabda mengatakan hal itu. Cinta merasa tidak menyangka bahwa Sabda malah melindunginya.


Delia meneteskan airmatanya. ia memang sangat kecewa namun dibalik kekecewaan itu ada rasa sayang yang sudah mulai tumbuh pada menantunya. ia sangat menyukai menantunya itu. ia mengepalkan tangan lalu menghembuskan nafasnya perlahan. lalu menghambur kearah cinta dan memeluk menantunya itu dengan erat.


"Cinta, Mama sudah terlanjur menyayangimu Nak, Mama sangat ingin memiliki anak perempuan lalu mama melihatmu sangat cantik dan lembut.


Mama merasa kecewa mendengar kalian ingin menikah kontrak, Mama tidak mau kalian melakukan itu. Mama sudah sangat menyanyangi kamu sebagai menantu Mama"


Air mata Delia seolah tidak bisa terbendung lagi. Begitu juga dengan Cinta yang sudah menangis sesunggukan di dalam pelukan delia.


"Maafin Cinta Ma, Maaf.. Cinta juga menyayangi Mama, Cinta sudah lama ingin merasakan kasih sayang seorang Ibu yang selama ini Nggak sempat Cinta rasakan. Maafin Cinta Ma, Cinta sudah mengecewakan Mama.."


Pramana tersenyum melihat pemandangan itu. ia melihat Sabda yang hanya diam terus memandangi Cinta.


Delia melepas pelukanya perlahan. lalu ia mengapit dua pipi Cinta dan menatap mata cinta yang sudah basah.


" Tetaplah Jadi Menantu Mama, apa kamu Mau?" Tanya Delia.

__ADS_1


Cinta terdiam lagi. ia hanya melirik Sabda. ia tahu Sabda tidak mencintainya. diantara mereka berdua belum ada rasa cinta satu sama lain.


Namun mengejutkan Sabda malah mengangguk menatap Cinta seolah memberitahu Cinta Agar menerima tawaran Delia tadi.


__ADS_2