THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Hari Pernikahan


__ADS_3

Akhirnya Tiba juga saatnya dimana Hari pernikahan Sabda Dan Cinta akan dilaksanakan.


Para Tamu yang sudah hadir menikmati suasana Pesta Yang Megah.


Tamu yang datang adalah Tamu Penting keluarga Pramana Grup.


Tak Lupa pula para sahabat dan kenalan Sabda yang juga datang menghadiri Pesta Pernikahan Sabda.


Hal yang cukup mengagetkan saat itu dimana seorang pewaris Tunggal Pramana Grup akhirnya Menikah dengan Seorang wanita dari kalangan biasa. Meskipun begitu Keluarga Pramana sendiri menghargai keputusan Sabda Memilih Cinta sebagai calon pendampingnya.


Cinta yang sudah bersiap di ruangan Rias masih menunggu Sabda datang menjemputnya.


Tiba tiba seseorang datang menemui cinta. dia adalah Sharena Carla Mantan Pacar Sabda. Rupanya Sharena Datang bersama dengan Reyhans. Sabda tentu tidak tahu kalau Sharena akan datang juga. kalau tahu mungkin ia akan marah.


"Hai.. Kamu Cinta ya? Kenalin aku Sharena" Senyuman manis dari bibir Sharena


"Hm, Hai Sharena.. Aku Cinta" Cinta tersenyum tipis sementara Reyhans bergeming memandang Cinta yang ternyata baru ia sadari kalau Cinta memang sangat cantik. pantas saja Rama sampai memanggilnya Bidadari. pikir Rey saat itu.


"Kamu Cantik banget Cinta, Pantas Saja Sabda sangat menyukaimu, aku cukup kaget seorang Sabda akhirnya memiliki istri juga. padahal dulu dia sendiri yang bilang kalau menikah itu merepotkan" Terang Sharena.


"Udah ah kenapa Lo jadi curhat Ren! kasian Cinta dia nggak paham masalah itu. lagian itu dulu. kita semua tahu kalau Sabda udah berubah buktinya dia mau merried hari ini kan Cinta, Kamu cantik bangeet. aku baru sadar" Ucap Rey terkekeh.


"Modus Lo Rey!" Suara Rama yang baru datang.


"Ngapain Lo bilang cinta cantik segala. gue aduin Sabda baru nyaho Lo!" Rama menyikut Rey.


"Hahaha nggak lah gue kan cuma ngomongin Fakta." Sahut Rey.


Tiba Tiba Sabda datang menemui Cinta. bermaksud menjemput Cinta karena acaranya Akan segera di mulai.


Sabda melihat ada Sharena disana. ia merasa sangat kesal. kehadiran Sharena merusak suasana hatinya saat itu. namun ia teringat kata kata Cinta yang bilang kalau memang sudah tidak ada perasaan sebaiknya tidak perlu menyimpan dendam. ia berusaha bersikap sewajarnya dan tidak mau membuat keributan.


"Cinta, Kamu udah Siap?" Tanya Sabda yang sama sekali tidak menatap wajah Sharena. Sabda hanya terus tersenyum kearah Cinta.

__ADS_1


"Wih pangeran Sabda ganteng banget sumpah dah! gue sampai Pangling gini!" Ujar Rey terkekeh. sedangkan wajah Sharena sudah pucat. ia menyadari bahwa dirinya sudah tidak mungkin bersama dengan Sabda. akhirnya ia memilih untuk pergi dari ruangan itu.


"Sorry gue keluar dulu ya"


"Sharena tunggu.." Rey menyusul Sharena.


"Sab! Selamat Ya Bro! Gue ikut seneng karna Lo akhirnya nemuin Cinta sejati Lo juga. Mana namanya Cinta. Cantik lagi" Seru Rama sambil merangkul sahabatnya itu.


"Makasih Ram Lo udah mau datang!" Ucap Sabda.


"Pasti Gue datang Lah Sab. Lo kan sahabat Gue dari kecil!" Sahut Rama.


Sabda langsung menggandeng tangan Cinta yang sejak tadi hanya terdiam.


Cinta merasa aneh dengan dirinya. di satu sisi ia merasa ini semua hanya kepalsuan. senyuman Sabda. kelembutan yang Sabda tunjukkan hari ini hanyalah sebuah Peran yang harus dimainkan. begitu juga dirinya yang harus berakting seolah olah sedang berbahagia.


"Gue dan Cinta pergi dulu ke tempat Acara ya. Lo Nikmati acaranya ya Ram!" Ucap Sabda pada sahabatnya itu. Rama hanya melemparkan senyuman untuk Sabda.


"Kamu kok diem aja daritadi Nta?" Tanya Sabda yang terus berjalan menggandeng Cinta menuju tempat Acara.


"Nikmati Pestanya. aku bukan orang Jahat. kamu nggak perlu tertekan hanya satu tahun setelah itu kamu bebas." Bisik Sabda pada Cinta. Cinta tersenyum kecut pada Sabda.


Hari itu akhirnya Berakhir. Sabda dan Cinta sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang Sah.


Saat Pesta sudah selesai Sabda Dan Cinta kembali ke kamar pengantin yang sudah di siapkan untuk mereka.


Kamar yang sudah di hias dengan sedemikian rupa agat terlihat indah dengan nuansa yang Romantis. Lagi lagi Cinta merasa Takjub. Padahal belum hilang ketakjuban cinta akan pesta mewah barusan.


"Kamu nggak mau Mandi?" Tanya Sabda.


"kenapa kamu tanya tanya. kalau mau mandi ya mandi aja" Jawab cinta jutek.


"Biasa aja dong. gue kan cuma nanya doang. Lo semenjak resmi jadi istri gue kok malah jadi galak banget sih. nggak ada senyum senyumnya sama Suami. giliran sama Rama aja Lo senyum mulu"

__ADS_1


"Kamu apa apaan sih kok ngomongnya gitu seolah olah aku ini istri beneran kamu aja!"


"Lo emang istri gue. kan udah sah juga tadi. surat nikah juga udah ada kita udah resmi."


"Tapikan ini semua cuma kontrak!"


Sontak perkataan Cinta barusan membuat Sabda berdecak dan menjadi kesal. entah kenapa ia merasa tidak suka saat cinta menyebut kata Kontrak. padahal dia sendiri yang minta Cinta agar menjadi istri kontraknya saja. mungkinkah Sabda mulai menyukai Cinta? Hanya Tuhan yang Tahu...


Malam itu Cinta dan Sabda sudah selesai berbenah diri. mereka bermaksud pergi tidur. namun cinta mengurungkan diri untuk tidur bersebelahan dengan sabda dalam satu ranjang. ia mengambil selimut dan bantal lalu tidur di sofa.


sabda yang melihat hal itu langsung beranjak dari posisinya.


"Lo ngapain tidur di sofa?"


"Mau tidur lah. mana mungkin aku mau tidur dikasur sama kamu" Sahut Cinta.


"Tidur diatas. jangan macem macem. Gue mau lo tidur di samping gue sekarang!" Ucap Sabda dengan penuh penekanan.


"Nggak Mau"


"Cinta Lo tuh susah banget dibilangin. gue nggak akan ngapa ngapain lo."


"Huuuh.. tapi kamu jauh jauh. jangan sampai nempel kena aku" Ucap Cinta yang langsung membawa kembali selimut dan bantalnya.


"Bawel banget sih Lo! Emang Lo nggak mau banget ya jadi istri Gue? padahal yang mau sama gue banyak" Ujar Sabda sesumbar.


"Aku nggak mau jawab pertanyaan kamu. aku ngantuk" Sahut Cinta malas.


Sejujurnya Cinta merasakan ada getaran yang berbeda setiap berada di samping Sabda. tapi Cinta tidak mau terbuai oleh perasaanya sendiri yang menurutnya tidak benar. Bagaimanapun Sabda tidak akan mungkin serius menjadikanya istri.


Sabda hanya terus menatap Cinta dari belakang. menatap punggung Cinta yang sudah tertidur. jujur Sabda ada keinginan ingin memeluk cinta. di saat seperti itu malah membuatnga teringat Ciuman pertamanya dengan Cinta. seketika itu pikiranya buyar. ia merasa sudah semakin tidak mengenal dirinya lagi.


"Kendalikan diri Lo sabda! Lo dan Cinta itu cuma nikah sementara doang!" gumam Sabda dalam hati.

__ADS_1




__ADS_2