THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - MABUK


__ADS_3

"Kita jalan sekarang?" ajak Andra sambil menggandeng tangan Alya.


Alya mendadak terbengong, saat Andra malah menggenggam tangannya, Andra memiringkan kepalanya, memperhatikan Alya yang tidak merespon kata-katanya sama sekali.


"Alya?"


Alya tersentak langsung tersadar, wajahnya memerah, Andra tertawa kecil memperhatikan wajah Alya yang terlihat polos.


"Udah siap kita jalan sekarang ya?" Andra mengulang kata-katanya lagi.


"Ah iya Mas, maaf." sahutnya.


Alya menghela napas panjang, ia menyentuh dadanya yang terus berdebar sejak melihat Andra.


"Silahkan masuk." Andra membuka pintu mobilnya, Alya tersenyum tipis.


"Makasih." jawabnya.


Di dalam mobil Alya hanya terdiam tidak berbicara sepatah katapun, Andra fokus menyetir, sesekali memerhatikan Alya yang tampak kikuk.


"Hm, Mama Papa kamu udah tahu kalau kamu mau pergi sama aku?"


"Mama Papa tadi nggak ada di rumah, aku udah coba telpon tapi nggak aktif, jadi aku titip pesan sama orang rumah aja, nanti pasti di sampaikan ke mama dan papa."


"Oke, asalkan udah ijin jadi nggak bikin mereka cemas," sahut Andra.


"Iya Mas," Alya memalingkan wajahnya, rasanya ia tidak sanggup kalau harus berlama-lama menatap wajah Andra, ia seperti mau meledak, wajahnya memerah, ia menyentuh wajahnya kemudian mengeceknya di kaca yang ada di dalam mobil.


'Astaga mukaku, udah seperti udang rebus, merah banget, malu-maluin!'


Alya melirik ke arah kaca lagi, Andra memperhatikan Alya sambil tersenyum kecil.


"Udah cantik, nggak perlu cemas." celetuk Andra mengangetkan Alya.


Alya tercengir.


"Mas Andra ngagetin aja," sahut Alya malu.


"Kamu santai aja, nanti disana kamu terus sama aku, nggak bakal ada yang gangguin kamu, kalau ada yang berani biar berurusan sama aku." tutur Andra, membuat Alya meleleh seketika.


"Iya Mas," Alya menghela napas lagi, ia gugup setengah mati, bukan karena akan menemui banyak orang, tapi setiap ada di sebelah Andra, Alya selalu merasa salah tingkah.


Beberapa saat kemudian, akhirnya Alya dan Andra tiba di acara pesta tersebut.


Andra membukakan pintu, kemudian menggandeng tangan Alya, beberapa orang memperhatikan mereka berdua, menatap dengan tatapan berbeda-beda.


"Jangan gugup, ini cuma pesta biasa." ucap Andra sambil menyentuh puncak kepala Alya, Alya malah semakin gugup.


'Aku tuh gugupnya sama kamu Mas, Astaga.. dia tuh manusia apa malaikat sih, ganteng banget, aku nggak kuat kalau begini, tahan Alya, kamu harus jaga imej, jangan malu-maluin.'


Andra pun masuk bergandengan dengan Alya, ia menemui sahabatnya Rangga yang saat ini sedang merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke lima.


"Andra!" suara Rangga memanggilnya.


Andra menengok, ia menyapa Rangga.


"Hei Rang, selamat ya.. mana Letisha?" tanya Andra.


"Letisha lagi sama teman-temannya, eh siapa nih cantik banget, kenalin lah!" sahut Rangga, ketika melihat Alya.


"Kenalin ini Kalya, panggil aja Alya, dia calon istri gue." tanpa ragu Andra menyebut Alya sebagai calon istrinya, hal itu membuat Alya terkejut, pasalnya ia kira Andra tidak akan memperkenalkan dirinya sebagai seorang istri, melainkan hanya teman.

__ADS_1


"Astaga, yang bener lo Ndra?" Rangga juga terkejut, ia tidak menyangka kalau calon istri Andra masih anak remaja, ia pikir Andra tidak serius dengan ucapannya saat itu.


"Iya, oh iya Alya kenalin ini Rangga, teman kuliah, dia udah nikah dan punya satu anak, ini acara anniversary dia dan istrinya Letisha yang ke-5." ucap Andra memberitahu Alya.


"Hai, aku Alya, selamat hari ulang tahun pernikahan ya, ku kira ini acara ulang tahun biasa bukan ulang tahun pernikahan, semoga bahagia selalu ya Mas Rangga dan istri." tutur Alya sambil mengulurkan tangannya, Rangga pun menjabat tangan Alya.


"Makasih doanya Alya, kamu manis banget, kamu masih sekolah ya?" tanya Rangga, Andra menajamkan matanya melotot ke arah Rangga, Rangga menutup mulutnya, menyadari kalau Andra tidak suka ia bertanya seperti itu pada Alya.


"Maaf Al, aku ngga maksud kepo," tambah Rangga.


"Iya nggak apa-apa kok, aku memang masih sekolah, bulan depan aku baru lulus." jawab Alya.


"Alya kamu mau minum?" tawar Andra.


"Hm, boleh deh."


"Rang, gue dan Alya kesana dulu, jagain Letisha entar di goda pria lain, baru tahu lo!" celetuk Andra.


"Sialan Lo Ndra!"sahutnya.


Andra mengajak Alya minum di sebuah meja yang kosong, Alya merasa sangat haus, belum lagi ia sejak tadi merasa gugup sekali, terus berada di samping Andra, membuatnya dehidrasi.


Alya meneguk minuman yang ada di hadapannya, tanpa melihat lagi apa yang ia minum.


"Alya, kamu bisa minum Alkohol?" tanya Andra terkejut, saat melihat Alya meneguk habis anggur yang ada kandungan alkohol itu sampai habis.


Alya memicingkan matanya, ia merasakan kalau minuman yang masuk kedalam mulutnya itu terasa agak aneh.


"Ini apa Mas?" tanya Alya merasa aneh saat minuman itu menyentuh lidahnya.


"Ini anggur, kamu salah ambil, itu kan ada minuman lain yang nggak ada kandungan alkoholnya, Astaga.." Andra menggaruk tengkuknya.


"Apa? ya Allah mas, Alya nggak tahu, Alya tadi haus banget, duh kepala aku kok jadi pusing ya,"


"Kamu nggak apa-apa Alya?"


"Hm, nggak apa-apa Mas, Alya mau minum air putih, tapi nggak ada." sahut Alya.


"Bentar ya, aku ambilin kamu air putih, kamu tunggu disini,jangan salah ambil minum lagi ya,"


"Iya Mas." jawabnya.


Andra pun pergi mengambilkan segelas airputih untuk Alya, ia celingukan melihat di sekitarnya, semua terlihat orang-orang yang penting, tampilan mereka, cara mereka berbicara, Alya merasa sendirian disana.


Tiba-tiba ada seorang pria yang datang menghampirinya, ia tersenyum ramah pada Alya.


"Permisi nona, nona tahu tidak kalau toilet dimana?"tanya pria itu.


"Hm, maaf aku kurang tahu, soalnya aku disini sama seseorang." jawabnya kaku.


Pria itu duduk di sebelah Alya, Alya menjauh sedikit karena pria itu terlalu dekat menurutnya.


"Aku boleh duduk disini kan?" tanya pria itu yang kira-kira usianya lebih muda dari Andra.


"eh, iya boleh silahkan." jawabnya bingung.


"Kamu sama siapa kesini? sama pacar?" pria itu semakin mendekat membuat Alya tidak nyaman.


perlahan Alya merasa kepalanya semakin pusing, mungkin karena Alya menenggak habis minuman tadi sekaligus, membuatnya agak mabuk.


"Hei kamu kenapa? kamu pusing?" tanya pria itu.

__ADS_1


Alya pun mulai kehilangan kendali, tubuhnya mulai tidak seimbang dan ia pun menjatuhkan tubuhnya ke pelukan pria itu.


Pria itu menyeringai, ia sepertinya memang memiliki niat yang buruk terhadap Alya, Alya masih sedikit sadar, ia mencoba menjauhi pria itu saat ia sadar kalau pria itu berusaha menyentuhnya.


"Kamu ikut aku aja ya?" ucap Pria itu sambil menyentuh bahu Alya.


Alya memejamkan matanya rapat, lalu mencoba membuat dirinya sadar, tapi pengaruh alkohol tadi sepertinya baru bekerja.


Andra datang membawa segelas air putih, ia kaget saat melihat ada seorang pria yang sedang berusaha menyentuh Alya.


"Woy! mau apa lo!" teriak Andra, ia reflek langsung menarik pria itu, menyentuh kerah bajunya, dan menghajar wajah pria itu dengan cukup keras.


"Lo siapa sih dateng-dateng main pukul?" sahut pria itu sambil menyentuh ujung bibirnya yang berdarah terkena pukulan Andra.


"Lo mau apain dia hah?" teriak Andra.


Orang-orang pun mendengar teriakan Andra yang cukup keras. sehingga mereka semua menengok ke arah Andra yang masih terus menghajar pria tersebut.


Rangga pun menyadari kalau ada keributan, ia segera menghampiri kerumunan itu.


"Astaga Ndra! lo apain anak orang?" tanya Rangga terkejut melihat pria tersebut sudah pingsan.


"Dia kurang ajar sama Alya, gue lihat dia mau coba nyentuh Alya, sial!" Maki Andra.


"Gue matiin sekalian!" timpalnya lagi.


Rangga mencoba menghentikan kemarahan Andra.


"Sabar Ndra, gue akan minta security buat bawa orang ini keluar, udah lo tahan emosi, ini Alya kenapa bisa pingsan?" tanya Rangga heran.


"Alya mabuk, dia salah minum, dia habisin alkohol dalam satu kali teguk, gue cari air buat dia, tiba-tiba si brengsekk tadi udah ambil kesempatan dalam kesempitan." tutur Andra masih terlihat kesal.


"Astaga kenapa bisa salah minum? yaudah sekarang lebih baik lo bawa Alya ke kamar deh, gue ada satu kamar disini, biar dia istirahat sampai sadar." sahut Rangga.


"iya, gue bawa Alya kesana dulu." Andra pun segera menggendong Alya, masuk ke dalam sebuah kamar, Andra membaringkan Alya yang masih pingsan.


Ia menyelimuti tubuh Alya, lalu ia bermaksud meninggalkan Alya karna tidak ingin kehilangan kendali, sejak ia memandangi Alya, pandangannya selaly tertuju pada bibir merah Alya. ia menelan salivanya, mencoba berfikir jernih.


'Ni anak ceroboh banget ternyata, Astaga kalau tadi gue nggak dateng apa yang udah terjadi? gue nggak bisa ajak dia ke pesta kayak gini lagi.'


Andra beranjak dari posisinya, tapi tiba-tiba Alya menahan tangannya.


Sepertinya ia setengah sadar, ia menarik tubuh Andra, mendekati wajah Andra, Andra membelalak, ia terkejut saat Alya tiba-tiba mencium bibirnya.


'Gila ni anak mabuk!'


Andra tidak bisa melepaskan ciuman Alya yang semakin dalam, ia meremas telapak tangannya, mencoba menahan untuk tidak merespon ciuman itu.


Tapi ia hanya pria dewasa yang normal, akhirnya ia tidak tahan, ia menyentuh kedua pipi Alya dan mulai memberikan lumataan kecil sehinga ciuman itu semakin panas.


'Astaga apa yang gue lakuin!'


Ia segera melepas menjauhkan tubuh Alya yang kembali tertidur.


"Andra, lo ********! bisa gila gue kalau begini." Andra pun segera keluar dari kamar itu meninggalkan Alya sendirian tertidur, ia menyentuh dadanya yang terus berdegub.



Aku mau juga lah kalau cowoknya macam gini 🙄😘🤗


__ADS_1


Jangan lupa like dan Komentarnya yaaa.. 🥰🥰😘


__ADS_2