THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
EXTRA PART - 6


__ADS_3

Malam harinya Cinta sedang memberikan asi untuk Andra, seharian ini Andra sudah bersama dengan opa dan omanya, tetap saja saat Delia ingin mengajak Andra tidur bersama dengannya, Andra malah menangis mencari Cinta, alhasil Andra tidak jadi tidur bersama dengan oma dan opanya, padahal oma dan opanya sangat ingin tidur bersama dengan Andra.


Sabda merasa sangat gemas dengan Andra, ia tidak berhenti menciumi Andra padahal Andra sedang menyusu.


"Sayang, jangan ganggu Andra dulu, kalau ia tersedak bagaimana?" ucap Cinta sambil menajamkan matanya.


Sabda pun menghentikan tangannya.


"Habisnya aku gemes sama Andra sayang." sahut Sabda tercengir.


"Iya gemes, tapi kalau Andra lagi nyusu kamu jangan ganggu dulu, bahaya loh kalau sampai ia tersedak."


"Iya sayang, maaf ya.." Sabda mencium puncak kepala Cinta kemudian meraih ponselnya, ia menatap layar ponselnya tersebut, ternyata ada panggilan masuk dari sahabatnya Rey.


"Rey menelpon? padahal aku sudah bilang kalau aku ada di LA, kenapa ya dia nelpon, tumben tuh anak." ucap Sabda.


"Telepon balik aja sayang, siapa tahu ada yang penting kan," Sahut Cinta.


"Biar aja deh dia nelpon lagi, kalau penting dia pasti akan mencoba menelpon lagi," ucap Sabda menaruh lagi ponselnya.


Tidak berapa lama setelah itu, ponsel Sabda pun kembali berdering, benar saja ternyata Rey menelpon Sabda kembali.


"Tuh kan bener, dia bakalan nelpon lagi." Gumam Sabda sambil menggeser layar ponselnya.


"Hallo Rey! ngapain lo nelponin gue?" tanya Sabda pada sahabatnya itu.


"Sab, gue ada berita gembira buat lo!" ucap Rey yang terdengar sedang senang.


Sabda mengernyitkan keningnya.


"Berita gembira apa?" tanya Sabda penasaran.


"Sab lo inget melisa nggak? teman seangkatan kita waktu SMA?" tanya Rey.

__ADS_1


Sabda pun terdiam sejenak, sampai akhirnya ia ingat dengan nama itu.


"Kenapa memangnya Rey? lo jadian sama dia?" sahut Sabda sambil terkekeh.


"Lo tahu nggak, dia kan dulunya gendut banget Sab!"


"Iya gue tahu, karena itu gue tadi ketawa pas inget, tapi sorry gue nggak maksud ngetawain dia karena dia gendut, malahan bagi gue dia lucu." ucap Sabda, Cinta tidak menghiraukan sama sekali pembicaraan suaminya itu, ia masih sibuk dengan Andra.


"Iya, tapi sekarang dia tuh langsing banget gila! mana cantik udah kayak model sumpah!" tutur Rey terdengar serius.


"Masa sih?" ucap Sabda seolah tidak percaya.


"Iya beneran, gue tuh baru aja ketemu dia, dan lo tahu nggak Sab! dia tuh ternyata selama ini naksir gue tapi nggak berani bilang, karena dia nggak pede sama badan dia yang dulu," ujar Rey memberitahu Sabda.


"Waah.. nggak salah tuh dia naksir jones macam lo?" sahut Sabda malah meledek Rey.


"Sialan Lo Sab! heran gue sama lo kayaknya nggak bisa seneng dikit liat gue seneng!"


"Hahaha, iya iya sorry, yaudahlah langsung aja lo deketin dia, kata lo kan dia cantik, siapa tahu lo dan dia jodohkan!"


"Hahahha, lo sendiri ngerasa kan kalau lo tuh jones!" Sabda malah semakin tekekeh.


"Males gue cerita sama lo Sab, gila ya gue punya temen nggak ada yang bener, Rama juga gue ajak cerita dia malah sibuk molor aja terus! kesel gue sumpah, mendingan gue ngobrol sama Cinta ajalah Sab, gue yakin dia mau dengerin curhatan gue ketimbang lo!"


"Enak aja lo, udah gue dengerin lo curhat nih, ngapain lo curhat sama Cinta, yang ada nanti lo naksir lagi."


"Ya kali gue naksir istri sahabat gue sendiri Sab! dikira gue nggak ada akhlak apa!"


"Ya kali aja lah, sekarang kan jaman tuh yang begitu."


"kebanyakan nonton sinetron lo ya Sab semenjak nikah!"


"Ngapain amat! udah mendingan lo langsung aja deketin si Melisa itu, daripada ketikung tar lo sakit hati lagi!"

__ADS_1


"Ya, gue tadi udah sempet ngobrol sebentar dan tukeran nomor telepon juga, eh ini ada chat masuk dari Melisa. gue tutup dulu telponnya ya!" Dan telpon pun terputus.


"Hadeeeh.. si Rey kelamaan jomblo sampe norak begini." gumam Sabda.


"Kenapa sayang?" tanya Cinta.


Sabda menghampiri Cinta yang sudah selesai menyusui Andra, dan Andra pun sudah tidur nyaman di tempat tidurnya.


"Tadi si Rey nelpon, biasalah curhat, dia bilang ketemu temen lama waktu sekolah dulu, terus dia bilang tuh cewek udah naksir si Rey sejak dulu, tapi malu ngungkapin, dulunya si cewek itu gendut, cuma kata Rey tadi, sekarang tuh cewek jadi langsing." tutur Sabda menceritakan obrolannya tadi.


Cinta pun mengangguk pelan.


"Mungkin itu jodohnya Rey, mudah-mudahan aja deh itu jodoh Rey, aku kasian juga semenjak dia patah hati dengan Sharena, dia kan nggak pernah dekat lagi dengan wanita manapun." sahut Cinta.


"Iya sayang, semoga aja deh memang jodohnya Rey, sebenarnya Rey tuh tipe setia banget!"


"Kalau kamu setia nggak?" tanya Cinta.


"Kamu masih ragu? aku udah pasti setia!" jawab Sabda dengan penuh keyakinan.


"Setia tapi kok mantan pacarnya udah kayak koleksi gitu dulunya."


"Itukan dulu sayang, Astaga.. kamu kok malah ingetin yang dulu-dulu sih?" Sabda mencubit pipi Cinta gemas.


"Iya iya Maaf sayang.." Cinta pun memeluk suaminya erat.


"Aku tuh cuma cinta sama kamu, aku janji untuk selamanya, cuma kamu satu-satunya Cinta dalam hidupku." ucap Sabda bersungguh-sungguh.


"Kamu juga satu satunya untukku sayang." sahut Cinta kembali membenamkan wajahnya pada dada suaminya.



______________

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Komentarnya ya.


Baca juga Karyaku yang berjudul My Husband Is Cold ya. 😘😘😘


__ADS_2