THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Sebuah Penjelasan


__ADS_3

Tok Tok Tok..


"Cinta! Buka pintunya gue mau ngomong penting banget nta.."


"Mau ngomong apa. udah selesai semuanya. Aku nggak mau ngomong sama kamu. aku bakal usahain bayar hutang aku ke kamu tapi aku nggak mau jadi istri kontrak kamu!" Sahut cinta dari balik pintu rumahnya.


"Cinta gue tahu gue udah keterlaluan tadi. nggak seharusnya gue gituin Lo. tapi gue mohon dengerin gue dulu. lo jangan marah sama gue Nta. kita kan udah sepakat!" ucap Sabda yang mulai bingung bagaimana cara membuat cinta mau memaafkan dirinya.


Cinta terus menangis ia kembali mengingat saat Sabda menciumnya secara paksa. padahal selama ini cinta selalu menjaga kesucian dirinya. tapi Sabda malah menodainya. meskipun hanya sebuat ciuman saja tidak lebih.


Tapi ia teringat bahwa ia sudah sepakat untuk membantu Sabda. bahkan ia sudah menerima imbalanya di muka. Cinta akhirnya membukakan Pintu rumahnya untuk Sabda.


"Masuklah" Ucap Cinta. Sabda pun akhirnya Masuk ke dalam rumah cinta.


"Duduk"


Cinta yang sudah terduduk di kursi mempersilahkan sabda untuk ikut duduk.


"Gue minta maaf sama Lo. kelakuan gur tadi udah bener bener salah. Sumpah gue gak ada maksud ngerendahin Lo"


Sabda menatap wajah cinta yang sudah memerah dengan mata sembab seperti habis menangis.


"Lo nangis ya?"


Sabda melihat raut wajah Cinta yang penuh dengan kesedihan jadi merasa tidak tega. ia merasa sudah benar benar keterlaluan tadi.


"Aku udah Maafin kamu"


Cinta hanya tertunduk tidak menatap Sabda. ia terus memainkan jari jemarinya yang lentik itu. ia merasa gugup dan tidak ada keberanian untuk marah saat ini. entah kenapa dia selalu merasa takut dan berdebar debar saat ada di dekat Sabda.


"Lo nggak marah kan sama Gue?"


Sabda memastikan apa Cinta benar tidak marah atau hanya karena merasa memiliki hutang saja.

__ADS_1


"Nggak, aku cuma mau tahu alasan kamu apa. kenapa kamu menciumku seperti tadi. kamu tahu kan itu ciuman pertama buatku. tapi kamu melakukanya dengan paksa. Kita juga belum menikah jadi belum boleh melakukan itu. dan nggak seharusnya juga kita berciuman. sampai kapanpun nggak boleh karena pernikahan kita nanti juga bukan atas dasar cinta kan" Tutur Cinta mengatakan hal itu panjang lebar berharap Sabda mengerti maksudnya.


"Gue akan jelasin ke Lo. Asal Lo ikut Gue pulang ke rumah Gue sekarang."


"Buat apa?" Cinta lagi lagi merasa keberatan. ia tidak mau tinggal di rumah Sabda.


"Cinta, Kita bakalan nikah lusa. Mama dan Papa minta Lo buat tinggal di rumah Gue yang nantinya bakal jadi rumah Lo juga"


"Apa maksud kamu? Kamu tahu kan pernikahan ini cuma diatas kertas aja nantinya" Tegas Cinta membuat penekanan.


"Siaaall... Kenapa sih gue jadi ngoceh nggak jelas gini! Udah Rusak Otak Lo sab!"


"Kenapa kamu diam?" Tanya Cinta.


"Maksud Gue. Lo ikut pulang sama Gue sekarang ini kemauan Mama dan Papa. udah itu aja. dijalan gue bakal jelasin semuanya Ke Lo deh gue janji"


Cinta mencoba memikirkan ajakan Sabda. ia sebenarnya tidak ingin pergi bersama sabda. tapi mengingat lagi bahwa ia sudah berhutang pada sabda. ia tidak bisa menolak.


"Tunggu disini. aku mau siapin baju baju aku dulu"


"Maaf tapi aku nggak ingin mengingatnya. bagiku ini bukan pernikahan ini hanya sebuah cara untukku bisa melunasi hutang hutang aku" Sahut Cinta yang masuk ke dalam kamar untuk membawa beberapa baju dan keperluan dia yang lain.


Sabda yang mendengar penuturan Cinta barusan merasa tidak mengerti. Padahal maksudnya Cinta bebas mengambil keuntungan apapun darinya. karena Cinta juga sudah bersedia membantunya untuk menikah kontrak. tapi ternyata Cinta malah sama sekali tidak mau mengambil keuntungan apa apa sama sekali.


**


**


Beberapa menit kemudian Cinta sudah selesai membereskan barang barangnya. ia membawa satu tas yang tidak terlalu besar. ia hanya membawa beberapa pakaian tidur dan baju santai saja.


"Lo udah siap?"


Cinta hanya mengangguk mengiakan.

__ADS_1


"Yaudah Ayo kita berangkat sekarang. Udah malem juga nih." Ucap Sabda.


akhirnya mereka berangkat menuju rumah Sabda.


di perjalanan Sabda melirik Cinta yang sedang termenung menatap jalanan dari jendela mobil.


"Cinta.."


"Ada apa?" Sahut cinta yang masih terus memandangi pemandangan jalanan dari dalam jendela mobil sabda.


"Gue Mau jelasin alasan Gue tadi cium lo kayak gitu. apa Lo masih mau denger?"


"Iya ceritakan saja kalau kamu memang punya alasan atas itu semua" Sahut Cinta yang memandang Wajah Sabda sekilas lalu kembali memalingkan wajahnya lagi.


"Lo liat kan cewek yang tadi ada disana?"


"hmm.. kenapa memangnya? Dia cantik kok"


"Bukan itu makdsud Gue Nta, Cewek itu mantan pacar gue. bisa dibilang dia itu Cinta pertama Gue." Tutur Sabda sambil terus serius menyetir. ia tidak tahu kenapa dia malah menceritakan hal itu kepada Cinta saat ini.


"Jadi dia mantan terindah kamu gitu ya?" Cinta tiba tiba terkekeh sendirian.


"Jangan bilang gitu. itu cuma masa lalu" Sahut Sabda.


"Kalau masalalu kenapa kamu masih keliatan kesal gitu. aku memperhatikan kamu melihat dia seperti masih ada sesuatu yang kamu simpan. apa kamu masih menyukai dia?" Tanya Cinta seolah penasaran.


"Gue tuh jijik sama dia Asal Lo tahu aja. Gue cium Lo didepan muka dia cuma untuk buat dia kesel. Gue tahu dia datang nyari Gue karna dia lagi butuh. Tapi dia nggak pernah nyadar yang udah dia lakuin ke Gue itu nggak akan bisa gue maafin"


Sabda yang seolah mengingat lagi apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan Sharena dulu. ia merasa sangat Kesal.


"Shit!!"


"Jadi kamu cuma jadikan aku sebagai pelarian kamu gitu? Dan sebagai alat untuk membuat Dia cemburu?" Ujar Cinta yang kembali merasa kesal dengan apa yang baru saja ia dengar.

__ADS_1


"Bukan gitu Nta, Najiisss gue mana mungkin mau bikin dia cemburu. Gue sama dia udah nggak mungkinlah kayak dulu. lagi juga asal Lo tau ya Nta. tolong lo inget dengan baik. Gue memang punya banyak Pacar tapi gue itu bukan cowok brengsek yang kerjanya nidurin sembarang cewek. ciuman aja gue nggak pernah. Gue nyium Lo itu baru pertama kali buat gue. sumpah!"


Cinta terkesiap mendengar apa yang barusan Sabda katakan. "Apa jadi maksud dia tadi itu ciuman pertama dia juga?" Gumam Cinta dalam Hati.


__ADS_2