THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
EXTRA PART 8


__ADS_3

"Astaga, aku harus bagaimana, pasti Cinta sangat marah, dia pasti mengira aku sengaja masih menyimpan nomor telpon Sharena." Sabda terburu-buru memakai pakaianya, ia ingin segera menjelaskan semuanya pada Cinta.


Sabda pergi mencari Cinta, ternyata Cinta sedang duduk sendirian di depan rumah, tidak terlihat Delia dan juga Andra, padahal tadi katanya Delia ingin mengajak Andra jalan-jalan bersama.


"Sayang.. kamu kok sendirian? mana Mama dan Andra?" tanya Sabda sambil duduk tepat di samping istrinya.


"Mama dan Andra pergi duluan, Mama udah bawa asi dan keperluan Andra yang lain, Mama bilang aku dan kamu kalau mau bisa nyusul." ucap Cinta dengan wajah dingin.


Sabda menyentuh kedua tangan Cinta, namun Cinta malah menjauhkan tangannya itu.


"Sayang, kamu marah?" tanya Sabda.


"Enggak."jawab Cinta singkat.


"Kalau nggak marah, kenapa kamu malah menghindar tadi, terus kamu nggak mau lihat aku, apa karena aku udah nggak ganteng lagi menurut kamu?" Ucap Sabda bermaksud mengajak Cinta bercanda, tapi Cinta tidak tertawa sama sekali.


"Sayang, kamu kok malah diemin aku?" Sabda semakin merasa bingung harus melakukan apa agar Cinta mau berbicara padanya.


"Ini nih yang horror, kalau wanita udah diam aja, kamu ngomong dong sayang, aku tuh nggak bisa di giniin sama kamu." ucap Sabda lagi.


"Kenapa nomor Sharena masih kamu simpan? segitu pentingnya kah untuk kamu, sampai nggak rela menghapusnya?" Cinta masih tidak mau menatap wajah Sabda saat berbicara.


"Sayangku, Cintaku, Sumpah aku nggak ada maksud apapun, aku cuma lupa hapus sayang, aku nggak ada niatan lain." tutur Sabda bersungguh-sungguh.


Cinta hanya terdiam sampai handphone Sabda berdering lagi.


Ternyata panggilan dari nomor yang tidak dikenal.


"Nomor siapa sih kok nggak ada namanya?" gumam Sabda.

__ADS_1


"Angkat, loudspeaker!" ucap Cinta.


Sabda terkejut mendengar Cinta tiba-tiba berbicara.


"Oke siap bos." jawab Sabda langsung menggeser layar ponselnya.


"Hallo, Sabda?" terdengar suara wanita.


Cinta menghela napas panjang, ia sepertinya tahu kalau itu adalah suara Sharena. ia mengisyaratkan agar Sabda menjawabnya.


Sabda hanya terpaksa mengikuti kemauan Cinta.


"Iya, ini siapa?" jawab Sabda sambil tercengir memperhatikan Cinta yang terus cemberut saja sejak tadi.


"Sabda, apa nomorku sudah kamu hapus? kenapa nggak tahu kalau ini aku. Sharena." tutur wanita itu.


Sabda mengusap wajahnya sambil membuang napas kasar.


"Sorry, ada apa Sharena?" tanya Sabda sambil memperhatikan Cinta yang masih menekuk wajahnya.


"Sabda, aku mau menikah minggu depan. kamu datang ya sama Cinta." ucap Sharena.


Cinta tiba-tiba tersentak mendengar hal itu, sedangkan Sabda malah merasa lega.


'nggak jadi tamat riwayat gue, aman.'


"Oh, minggu depan ya? gue dan Cinta masih di LA, tapi nanti gue tanya Cinta ya." ucap Sabda kali ini ia tersenyum karena melihat wajah Cinta yang tadinya cemberut berubah jadi canggung.


"Oh gitu, oke deh Sabda, tapi ku harap kalian mau datang ya, aku juga pengen ketemu sama baby Andra, Rey bilang dia itu lucu banget." ucap Sharena.

__ADS_1


"Rey? sorry nih Sharena, lo nikah sama Rey kah?" Tanya Sabda merasa curiga.


"Hahaha bukanlah Sabda, Rey kan udah ada yang punya." celetuk Sharena.


"Siapa? gue nggak tahu sama sekali." jawab Sabda bingung.


"Rey kan jadian sama Melisa, dia cerita sih sama aku, kalau calon suamiku. kamu nggak akan kenal, makanya datang ya kenalan." ucap Sharena terdengar akrab.


Sabda sejujurnya tidak terlalu tertarik. ia malah tertarik pada Rey yang ternyata tidak bilang-bilang kalau sudah jadian dengan Melisa.


'Dasar tu anak! jadian nggak bilang-bilang!'


"Sabda, kamu masih disana?" tanya Sharena memecah lamunan Sabda.


"Eh iya, Sorry, oke deh kalau sempat gue dan Cinta sama Andra juga bakalan dateng. tapi sorry kalau nggak bisa janji ya."


"Oke Sabda, makasih ya, aku tutup dulu telponnya, salam buat Cinta." dan sambunganpun terputus.


Sabda langsung menghampiri Cinta yang masih diam termenung. entah apa yang sedang ada di pikirannya saat ini.


"Sayang, kamu kenapa kok bengong?" tanya Sabda.


Cinta menatap mata Sabda sambil mencebik, kemudian ia malah langsung memeluk suaminya.


"Maaf ya, aku malah curiga sama kamu. aku nggak tahu kalau Sharena malah mau nikah. maaf sayang.." ucap Cinta merasa menyesal.


"Ya Ampun Nta, udah nggak perlu minta maaf, salahku juga nggak hapus nomornya. maaf ya sayang.."


"Enggak, kamu nggak salah. kita harus datang ke acara nikahan Sharena sayang." ucap Cinta.

__ADS_1


"Hmm.. iya itu terserah kamu aja." jawab Sabda singkat.


__ADS_2