
Sabda yang sudah merasa segar setelah Mandi. lalu ia merasa lapar jadi ia memutuskan untuk pergi ke dapur.
Saat ia menuruni anak tangga rumahnya suasana di rumah itu terlihat sangat sepi. hanya ada para pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.
"Kemana Mama Bi?" Tanya Sabda kepada salah satu pelayan di rumahnya.
"Nyonya sedang keluar rumah Tuan Muda, Sudah sejak 20 menit yang lalu"
"Cinta kemana?"
"Nona Cinta sepertinya saya lihat ada di Taman Tuan"
"Oke"
Sabda yang merasa lapar akhirnya mengambil beberapa lembar roti dan mengoles selai lalu memakanya. ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat seperti ini. rasanya bosan di rumah saja. tapi mau apa lagi. biasanya dia punya hiburan melihat cewek cewek yang mengejar ngejar dia tunduk patuh terhadap apapun yang ia perintahkan.
"Kelakuam Gue kalau di inget inget emang parah si, pantes aja gue kena semprot terus ama tu cewek cewek. dendam banget pasti mereka. dipikir Sabda itu romantis kali jadi seneng di jadiin pacar. nggak taunya... hahah.." Sabda terkekeh sendirian di meja makan.
"Gue samperin si cinta aja ah. ngapain tuh anak sendirian di taman. mana tau kesambet setan aja ntar" Gumamnya.
ia langsung menghampiri cinta yang ternyata benar sedang duduk di bangku yang ada di taman rumah sabda yang cukup luas dan indah. banyak bunga bunga yang cantik tumbuh subur karena memang keluarga sabda memiliki tukang kebun yang terbaik yang diminta mengurus taman itu.
"Cinta Lo ngapain disitu sendirian? Tiati kesambet lo ntar" Celetuk Sabda yang langsung duduk di sebelah cinta.
"Apa sih kamu sabda" Ia hanya menyunggingkan senyumnya yang lagi lagi membuat hati sabda berdesir ketika menatapnya.
"Fix Lo udah bucin kali sekarang Sab! Gila Lo!" Kata hati sabda saat ini.
"Kamu kenapa ngeliatin aku begitu banget?" Tanya Cinta sambil memiringkan kepalanya menatap Sabda.
__ADS_1
"Gue nggak liatin Lo. gue liatin ada nyamuk tadi di atas kepala Lo tuh!" Sanggah Sabda.
"Masa sih? Aku daritadi disini nggak ada nyamuk deh" Ucap Cinta.
"Yaudah nggak usah bahas nyamuk" Sabda yang sudah duduk di samping Cinta saat ini.
"Kamu nggak bosen nta?"
"Hmm.. Bosen sih aku kan nggak biasanya di rumah aja kayak gini. biasanya aku kerja"
"Kerja di Bar yang waktu itu?" Tanya Sabda mengeryitkan kening.
"Iya dimana lagi. aku kan kerjaanya memang disitu." Jawab Cinta santai.
"Lo waktu itu kenapa bisa kerja di tempat kayak gitu? Bukanya bahaya buat cewek kerja di tempat begituan?"
"Iya sih, tapi gimana lagi kesempatan aku waktu itu ada disitu. kalau aku nggak kerja siapa yang mau ngasih aku makan. aku kan nggak punya siapa sjapa lagi." Cinta tersenyum simpul mendandakan kalau ia adalah wanita yang tegar dan mandiri.
"Lo nggak pernah di lecehin gitu sama cowok yang datang ke bar? kebanyakan kan mereka brengsek semua" seru sabda merasa penasaran.
"Memang banyak yang kurang ajar sih. tapi aku punya cara tersendiri biar mereka nggak kurang ajar sama aku. dan nggak semua cowok kurang ajar kok yang dateng ke tempat itu" Jawab Cinta.
"Jadi lo beneran nggak pernah di sentuh atau apa gitu sama cowok?"
"Kenapa kamu curiga aku ini perempuan nggak bener ya?" Cinta lagi lagi tersenyum simpul.
"Bu-bukan gitu kok nta. lo jangan salah paham. gue cuma nggak habis pikir aja kalo lo bisa ya hidup semandiri itu nta. kagum gue" Ucap Sabda.
"Kalau aku nggak mandiri gimana caranya aku bertahan hidup. orang tuaku cuma kasih aku peninggalan rumah. lagipula aku bukan lulusan sarjana kayak kamu sabda. aku cuma lulus SMA jadi pekerjaan apa lagi yang bisa aku dapatkan selain pekerjaan yang seperti itu yang upahnya menurutku lumayan apalagi kalau lembur sampai malam" tutur cinta. sesekali ujung matanya basah. ia menangis ketika mengingat selama ini ia sangat kesepian hidup sendirian tanpa keluarga di sampingnya.
__ADS_1
"Lo nangis nta?" Tanya Sabda yang melirik ke arah Cinta melihat sudut mata cinta yang berair.
"Enggak kok aku nggak nangis" Cinta berpaling lalu mengusap ujung matanya yang berair tadi.
"Sorry kalau Gue bikin Lo jadi sedih"
"Nggak apa apa Sabda, kamu sendiri suka datang ke bar buat apa?" Tanya Cinta mengalihkan pembicaraan tadi.
"Gue cuma sekedar nongkrong aja sama temen temen biar keliatan keren gitu" Tutur sabda. Cinta terkekeh mendengar ucapan sabda itu.
"Kamu lucu banget sabda. masa datang ke bar biar keliatan keren sih. disana kan cuma tempat orang buat mabuk mabukan aja sab" Sahut Cinta yang masih terkekeh.
"Tapi Gue nggak pernah mabok. gue kan nggak minum. karna itu juga gue nggak pernah ngelecehin perempuan. setahu gue tuh ya kalau orang suka mabok minum alkohol tuh bikin otaknya jadi stress lupa diri karna nafsu. jadi sering tuh kejadian cowok mabok akhirnya ngelecehin perempuan. gue nggak gitu ya sorry.."
Cinta tersenyum mendengar perkataan Sabda barusan. ia tidak menyangka kalau Sabda ternyata tidak minum alkohol. memang saat di bar itu Sabda dan Temanya juga hanya memesan Soda saja, bahkan Cinta sempat terheran karena tidak biasanya cowok memesan soda bukan alkohol.
"Lo nggak percaya ya Nta?" Sabda memiringkan senyuman kearah cinta.
"Percaya kok. buktinya kamu pesen soda bukan alkohol." Jawab Cinta santai.
Sabda tidak menjawab perkataan Cinta hanya senyumanya terlihat jelas saat cinta meliriknya.
"Nta.." Sabda menatap mata cinta lekat. membuat cinta merasa tertawan bergeming dan terperanjat.
"Kenapa?"
"Lo Cantik" Sabda langsung mengalihkan pandanganya dari cinta. entah apa yang mendorong ia mengatakan itu. dia hanya merasa bahwa cinta adalah cewek yang paling cantik dibandingkan cewek manapun yang pernah ia temui. termasuk Sharena cinta pertamanya.
Cinta terdiam tidak menjawab. Pipinya sudah bersemu merah muda saat ini.
__ADS_1
ia tidak menyangka kalau sabda memuji dirinya cantik. padahal sebelumnya sangat sulit buat sabda untuk sekedar berbicara lembut saja kepada cinta.