THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
EXTRA PART 1


__ADS_3

"Papa, tolongin dong ambilin popok Andra, dia habis pup nih." seru Cinta pada suaminya.


"Iya Mam, sebentar papa lagi menghangatkan Asi buat Andra dulu." sahut Sabda.


Cinta pun tersenyum senang, suaminya tidak pernah mengeluh dan selalu ringan tangan dalam membantu pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga, Sabda sendiri sudah menyewa beberapa babysitter untuk menjaga Baby Andra tapi Cinta bilang ia ingin melihat perkembangan Baby Andra secara keseluruhan, karena itu ia ingin lebih banyak memiliki bagian dalam mengurus baby Andra.


"Sayang, papa udah bawain susu buat kamu, uluu lucunya baby Andra papa," tutur Sabda sambil menjawil pipi Baby Andra yang chubby.


"Sini popoknya Pa, biar Mama pakaikan dulu ya," ucap Cinta sambil memakaikan popok yang sudah di bawa oleh Sabda tadi.


"Kamu pasti lelah ya sayang, kasian Mama Cinta, aku suka nggak tega kalau lihat kamu kecapekan Sayang.." tutur Sanda sambil memijat pelan bahu Cinta.


"Aku nggak capek kok sayang, aku malah senang karena bisa mengurus Andra sendirian, aku sudah cukup terbantu karena ada yang memasak dan membersihkan rumah." jawab Cinta sambil tersenyum pada suaminya.


"Padahal aku bisa minta sepuluh orang sekaligus buat khusus jaga Andra sayang, supaya kamu nggak capek." ucap Sabda sambil mengecup lembut bahu Cinta.


"Buat apa sayang, nanti Andra malah nggak mengenal aku, kalau Andra lebih dekat dengan babysitter bagaimana?" pertanyaan Cinta itu langsung membuat Sabda terdiam membisu, tidak berani menjawab.


"Sayang, makasih ya kamu udah jadi Mama yang terbaik buat Andra, aku Cinta banget sama kamu Nta, terlalu mencintai kamu, sampai aku nggak ingin buat kamu kelelahan, tapi kalau kamu memang senang melakukan ini, mengurus anak kita dengan tanganmu sendiri, aku sangat bangga sayang.." ucap Sabda sambil memeluk tubuh Cinta dari belakang.


Baby Andra terlihat sudah tertidur lelap, Cinta pun membaringkannya diatas box tempat tidurnya.


"Sayang, aku ikhlas melakukan ini semua, aku sangat bahagia karena Tuhan telah mempercayakan seorang Putra yang di nantikan oleh semuanya, aku juga bangga memiliki suami seperti kamu sayang, aku juga cinta kamu." tutur Cinta sambil memeluk tubuh suaminya.


Sabda semakin mengeratkan pelukan itu, ia kecup kening Cinta cukup lama, menyalurkan rasa hangat ke sekujur tubuh Cinta.


"Sayang, kamu mau aku masakin?" tanya Cinta pada suaminya.


Sabda menggelengkan kepalanya cepat.


"Enggak sayang, kamu capek, lagian makanan kan udah di siapkan sama orang dapur, kamu mau makan? aku temenin yuk.." ucap Sabda.


"Hmm.. aku tuh kadang kangen masakin kamu sayang.." Cinta menyandarkan kepalanya pada dada suaminya.


"Sayangku, kamu udah capek, aku nggak mau bikin kamu jadi sakit kalau tenaga kamu sampai di forsir."


"Di forsir gimana sayang, nggak lah masa masakin aja dibilang di forsir."


"Tapi sayang makanan di dapur kalau nggak dimakan, bukannya kata kamu mubazir?" ucap Sabda sambil tersenyum kecil.


"Hmm.. iya juga ya sayang, yaudah yuk kita makan, mumpung Andra lagi bobo," ucap Cinta.


"Iya sayang, aku minta orang nemenin Andra dulu ya."

__ADS_1


"Iya sayang.."


Mereka berdua pun beranjak ke ruang makan, setelah seorang pelayan membantu menjaga Andra sebentar, Andra baru berusia 5 bulan jadi masih lucu-lucunya, setiap siapa saja yang melihatnya pasti merasa gemas.


Cinta dan Sabda sedang makan berdua di ruang makan.


Sabda tiba-tiba mengambil sendoi dan garfu yang di pegang Cinta.


"Sayang kok di ambil?" tanya Cinta terheran.


"Sayang, aku mau suapin kamu boleh?" ucap Sabda sambil tersenyum manis, lengkungan yang selalu berhasil membuat hati Cinta berdesir.


"Hmm tumben kamu mau nyuapin aku?" tanya Cinta membalas senyuman Sabda.


"Iya, aku pengen manjain kamu, derajat kamu kan lebih tinggi dari seorang ratu di hatiku." ucap Sabda memuji Istrinya itu.


Cinta terkekeh mendengarnya, meskipun begitu, pujian Sabda barusan berhasil membuat Pipi Cinta berubah memerah.


"Kok muka kamu merah sih? kamu malu ya?" Sabda mencubit pelan pipi merah muda Cinta.


" Siapa yang nggak merona sih, kalau di puji cowok ganteng kayak kamu sayang." jawab Cinta sambil tercengir.


"Hmmm.. aku kan serius sayang.. kamu memang melebihi Ratu di hatiku.." tutur Sabda merayu Cinta lagi.


"Mau tahu nggak siapa yang ada di posisi ratunya?" Sabda mencondongkan wajahnya mendekat ke arah Cinta.


"Hmm.. siapa?"


Cinta mencubit kedua pipi Sabda yang sangat menggemaskan.


"Anak perempuan kita." ucap Sabda sambil tersenyum kecil.


"Ha?"


Cinta mengernyitkan kening.


"Anak kita kan laki-laki sayang, kok kamu bilang anak perempuan?"


Cinta tidak mengerti maksud suaminya itu.


"Hm.. maksudku, kita buatkan Andra seorang adik perempuan yang lucu, maka dia akan menjadi ratu di hatiku, dan Andra menjadi raja di hatiku, sedangkan kamu yang menguasai seluruh hatiku sayang.." bisik Sabda sambil mengecup bibir Cinta sekilas.


Cinta semakin salah tingkah mendengar perkataan manis Sabda barusan.

__ADS_1


"Andra masih keci sayang, masa mau di kasih adik lagi?" tanya Cinta sambil tersenyum kecil.


"Nunggu Andra satu tahun ya sayang?" sahut Sabda.


"Nggak lah sayang, nunggu Andra sudah bisa mengurus dirinya sendiri sayang, agar Andra tidak kekurangan kasih sayang dan perhatian kita." jawab Cinta.


"Terlalu lama sayang, aku pasti perhatian sama semua anakku sayang,"


Sabda mengecup jari jemari Cinta dengan lembut.


"Luka operasiku belum kering betul sayang, minimal dua tahun baru bisa."


"Astaga, aku sampai lupa sayang... kita bisa menundanya kok, maafkan aku ya aku malah memaksamu," ucap Sabda.


"Kamu nggak salah sayang, yaudah katanya kamu mau nyuapin aku?" ucap Cinta.


"Oh iya, sampai lupa aku." Sabda pun menyuapi Cinta, perlahan Cinta membuka mulutnya lalu mengunyah makanan itu.


"Makan yang banyak ya sayang, kamu kan harus menyusui Andra." Ucap Sabda pada istrinya.


"Iya sayang, untunglah stok asi banyak, jadi tidak perlu cemas kalau Andra kehausan." Senyum Cinta terus mengembang menyiratkan suasana hatinya yang selalu bahagia berada di samping Sabda.


"Kamu wanita terhebat." Sabda menatap dua bola mata indah yang di miliki istrinya.


"Kamu Pria terhebat." sahut Cinta.


Keduanya saling memberi perhatian satu sama lain, membuatnya terlihat selalu mesra dan harmonis.


Sabda tersenyum sambil memasukkan suapan berikutnya ke dalam mulut Cinta.



__________________


Author : Ini Extra Part ya.


Akan ku usahakan memberikan beberapa Extra Part disini.


Ku gabisa janji berapa banyak, tapi yang jelas masih ada lagi ya. sambil nunggu sekuel Sabda Cinta ku buat. 😊😊


Makasih yang udah baca ya... 😘😘


NOTE : CINTA OPERASI BUKAN OPERASI CAESAR YA. NEXT PART KU KASIH INFO CINTA OPERASI APA 😊

__ADS_1


__ADS_2