THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Mengidam


__ADS_3

Tidak terasa usia kandungan Cinta sudah memasuki bulan ke lima, selama ini Cinta tidak pernah meminta sesuatu yang aneh-aneh pada Sabda, bahkan Sabda seringkali bertanya, kira-kira ada hal yang sedang sangat di inginkan Cinta atau tidak, namun Cinta bilang ia tidak ingin apapun.


Sore ini, Delia sudah seminggu berada di rumah bersama dengan Papanya Sabda yaitu Pramana, Delia sangat perhatian terhadap Cinta, ia selalu memperhatikan setiap makanan yang di konsumsi Cinta, begitu juga vitamin yang harus di konsumsi oleh Cinta, semuanya di siapkan oleh Delia.


Praman pun sangat senang, karena menurut hasil USG, bayi dalam kandungan Cinta di prediksi berjenis kelamin laki-laki. ia merasa sangat bahagia, karena sebentar lagi akan memiliki seorang pewaris tahta yang baru, yaitu cucu laki-lakinya.


"Sayang, kamu nggak mau makan sesuatu atau apa gitu? biar aku cariin nih." ucap Sabda, sambil mengelus ujung kepala istrinya.


Cinta berpikir sejenak, "Aku mau kamu buatin krim sup sayang.." jawabnya sambil menelan salivanya, seolah sangat ingin sekali memakannya.


Sabda menggaruk tengkuknya.


"Maksud kamu aku buat sendiri? aku beli aja ya sayang, biar aku pergi sekarang juga deh." jawabnya bersemangat.


Cinta menggeleng.


"Enggak, aku maunya kamu yang masak." jawabnya tegas.


Sabda membulatkan mulutnya, "Aku?" ia menunjuk dirinyaa sendiri, ia tidak mungkin memasak, seumur hidupnya ia belum pernah memasak sama sekali.


"Iya, kenapa? kamu nggak mau buatin ya?" raut wajah Cinta berubah murung.


Sabda menghela napas, ia memeluk tubuh Cinta lembut.


"Mana mungkin aku nggak mau buatin, aku bakalan bikinin, tapi aku nyontek di youtube ya cara masaknya?" Sabda tercengir.


Cinta mengangguk secepat mungkin.


"Oke deh." jawabnya tersenyum manis.


Sabda mengusap rambut istrinya, lalu mengecupnya. "Oke, kamu mau ikut ke dapur atau nunggu di ruang makan?" tanya Sabda.


"Aku mau liatin kamu masak." jawabnya bersemangat.


Sabda menggaruk alisnya, " Oke deh, yukk.." ajaknya pada Cinta.


Sesampainya di dapur, Sabda bingung apa yang harus ia lakukan sekarang, ia meminta Cinta duduk manis dan menunggunya memasak.

__ADS_1


"Kamu duduk disini ya sayang, biar aku konsentrasi masaknya, kalau kamu liatin aku masak, yang ada aku jadi nggak konsentrasi." ucapnya lagi-lagi sambil tercengir memperlihatkan gigi putihnya.


Cinta pun ikut tercengir. "Oke deh papa.." jawabnya manis.


"Gemesss deh aku! gimana bisa nolak permintaan kamu kalau begini." tuturnya langsung mengambil handphone dan melihat tutorial cara memasak krim sup.


Sabda mengenakan apron agar tidak kotor. Cinta terus menatap suaminya yang malah terlihat semakin tampan saat di dapur.


"Sayang, kamu tambah ganteng deh kalau lagi masak." ucapnya dengan senyuman bahagia.


Sabda terkekeh. "jangan bilang kamu mau aku masakin kamu terus ya? aku nggak bisa, ini aja demi kamu dan lovey aku mau bersusah payah seperti ini." ucapnya sambil fokus menyimak video masak di layar ponselnya.


"Love you papa.." ucapnya pada pria yang sebentar lagi akan menjadi seorang papa itu.


"Love you too sayang.." jawabnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Cinta terduduk manis menunggu hasil masakan suaminya.


sesekali ia melirik suamina yang sedang mengelap peluhnya yang bercucuran.


"Mau aku bantu nggak sayang?" tanyanya pada Sabda.


"Nggak usah sayang, ini sebentar lagi jadi. ternyata mudah kok membuatnya, untung bahan-bahannya ada, kalau Mama lihat bisa takjub dia." tuturnya sesumbar pada Cinta.


Cinta terkekeh.


"Bagus mama nggak ada sekarang, jadi kamu nggak di omelin karena berantakin dapurnya sayang.." jawabnya pada Sabda.


Sabda terkekeh juga.


"Iya ya, Mama semangat banget sih cariin rumah buat kita, sampai survey aja harus dia sendiri." ucapnya.


"Iya, padahal aku nggak mau di beliin rumah segala, aku lebih suka tinggal sama mama dan papa." tuturnya.


"Nggak papa sayang, kalau di rumah sendiri lebih bebas. nggak dengerin omelan mama juga akunya, semenjak kamu hamil tahu sendiri kan aku yang di omelin terus sama mama." ucapnya sambil terus mengaduk krim sup yang ada diatas kompor. ia memasaknya dengan api kecil sesuai petunjuk di video.


Cinta mendengus, "Kamu nggak boleh ngomong gitu sayang, mama cerewet karena perhatian, aku malah senang kok." ucapnya pada suaminya.

__ADS_1


"Ya kamu senang, karena mama nggak pernah sekalipun ngomel sama kamu sayang, aku terus yang kena omelan. tapi nggak apa-apa sih aku juga seneng karena mama sayang banget sama kamu, banyak kan mertua yang galak sama menantunya, untung mama malah lebih sayang sama kamu dibanding aku, meskipun kedengerannya miris juga jadi aku, ibaratnya tuh kayak anak tiri." ucapnya dengan nada putus asa.


Cinta malah tertawa mendengar ucapan suaminya barusan.


"Kamu lucu banget sih sayang, mama tuh sayang sama kamu lah, mana mungkin sih dia anggep kamu seperti anak tiri. ada-ada aja kamu ih." tuturnya.


Sabda tersenyum kecil. "Iyaa deh mama Cinta." ucapnya.


"Gimana udah jadi belum Pa?" tanyanya tidak sabar ingin merasakan masakan suaminya.


Sabda membawa semangkuk krim sup yang sudah susah payah ia buatkan khusus untuk istri tercintanya.


"Sudah jadi.. Taraaa.. lihat deh bagus kan tampilannya, aku udah cobain tadi sedikit, dan rasanya enak loh. nggak sangka aku ternyata ada bakat terpendam jadi koki nih sepertinya." ucapnya sambil membusungkan dadanya bangga.


"Nggak boleh ah kamu jadi koki. kalau kokinya gantengnya kebangetan kayak kamu, nanti bisa-bisa bukan makanan yang mereka pesan. tapi kamu.." ucapnya sambil mencebik.


Sabda terkekeh, "Kamu pinter ngegombal ya semenjak hamil, jangan-jangan Lovey bakalan jadi playboy lagi nantinya!" ucapnya masih tertawa geli.


Cinta bergidik merinding.


"Amit amit deh jangan sampe." ucapnya sambil mengelus perutnya yang terlihat membuncit.


"Haha iya iya, aku cuma becanda kok sayang. yaudah nih cobain masakan aku, udah nggak panas lagi sepertinya. aaaaa.. buka mulutnya sayang.." ucapnya sambil menyodorkan sesendok krim sup buatanya pada Cinta.


Cinta pun tersenyum lalu membuka mulutnya. ia perlahan merasakan sup buatan suaminya yang begitu lembut di lidah.


"Gimana sayang rasanya? enak nggak?" tanyanya tidak sabar mendengar pendapat istrinya.


"Enaaak banget sayang, papa pinter deh masak, lovey pasti seneng banget keinginannya udah di turutin sama Papanya. makasih papa Sabda.." ucapnya dengan senyuman manis.


Sabda tersenyum bahagia.


"Beneran sayang? seneng banget aku tuh karena kamu bilang enak. kamu nggak bohong kan?" tanyanya memastikan.


Cinta menggelengkan kepalanya.


"Enggak, beneran enaaak. jujur deh aku sayang." jawabnya yakin.

__ADS_1


Sabda langsung mengecup lembut bibir Cinta sekilas.


"Aku seneng kalau kamu suka, yaudah habisin yaa.." Sabda terus menyuapi Cinta sampai sup di mangkuk itu tidak bersisa sama sekali.


__ADS_2