
Cinta akhirnya masuk ke dalam rumah ia terduduk diatas sofa ruang tamu.
ia terus terpaku masih merasa gemetar karena Sabda yang tiba tiba mengecup keningnya tadi.
"Sabda kenapa kamu jadi bersikap manis terhadapku?" Gumamnya
ini semua sejujurnya tidak masuk akal untuknya. meskipun sabda sudah seringkali menunjukkan sikap lemah lembutnya itu kepada cinta.
Sejak dirinya dan sabda ketahuan ingin menikah kontrak oleh papanya. sabda terus bersikap manis kepada cinta. ia juga teringat saat dimana ia mengatakan bahwa ia akan berusaha menyukai sabda.
"Apa memang sabda menyukaiku?" cinta bertanya tanya dalam hatinya.
*****
Perusahaa Pramana Grup
Sabda yang baru tiba di kantornya di sambut hangat oleh para karyawan yang sebelumnya sudah diberi tahu oleh pramana kalau Sabda akan menggantikan posisinya di perusahaan itu.
"Selamat Pagi Tuan Sabda.." Sapa para karyawan.
"Pagi" Jawab Sabda singkat.
Namun saat sabda memasuki kantornya tiba tiba ia tercengang melihat dua orang yang tidak asing lagi.
"Dua demit ngapain lo disini?" sabda berdecak ia terkejut karna dua sahabatnya Rama dan Rey yang sudah berpakaian rapi terduduk di dalam kantornya itu.
"Widih presdir udah dateng nih.. gimana gimana jadi apa kerjaan kita selanjutnya nih bos?" Rey terkekeh sambil menghampiri Sabda yang terkejut ketika melihat dua sahabatnya itu ada di kantornya.
"Yang sopan anda kalau berbicara dengan atasan Anda. apa anda tidak pernah di ajarkan sopan santun" Sahut rama yang bersikap sok bijak namun malah membuat Sabda dan Rey tergelak.
__ADS_1
"Najissss!!! Ngapain lo pada disini? Kurang kerjaan lo ngintilin gue!" Celetuk Sabda yang langsung duduk di kursinya disusul oleh Rey dan Rama yang masih sij bersikap elegant.
"Biasa aja lo stress.. Merinding gue lihat sikap lo yang kaku udah kayak kanebo kering!" Celetuk Sabda terkekeh melihat tampang rama saat ini.
"Anjirr.. kagak tahan gue bersikap elegan begini woy!!" Akhirnya Rama ikut terkekeh bersama kedua sahabatnya yang sama sama gesrek itu.
"Woy sab, gue sama rama diminta bokap lo buat bantu bantu lo di kantor!" Ujar Rey. Rama mengangguk angguk saja.
"Ngomong lo jangan manggut doang woy!" Seru Rey Pada Rama.
"Iya itu maksud Saya juga" Rama bersikap kaku lagi malah membuat Sabda sakit perut karna tertawa terus.
"Jadi lo berdua di minta sama bokap buat bantu gue di kantor?" Tanya Sabda lagi.
"Yoi, gue juga kaget sih pas Bokap lo nelpon gue waktu itu gue ama rama lagi di tempat biasa. tiba tiba bokap lo bilang minta bantuan katanya. dia takut lo kikuk gitu di kantor. padahal mah beuuhh betah gue. lo juga pasti betah kan disini sab! secara banyak yang bening bening.
"Muka lo biasa aja Omes!!" Seru Rama.
"Gila Lo kayak Lo nggak omes aja mbing!"
Sabda tergelak merasa terhibur. ia tidak menyangka kalau Papanya sangat pengertian terhadapnya hingga meminta sahabatnya untuk menemaninya bekerja di kantor juga.
Akhirnya Sabda menempatkan kedua sahabatnya itu di salah satu divisi di kantornya tentu saja di sela sela keseriusan mereka bekerja selalu saja ada bahan yang menjadi tertawaan mereka. namun itu malah membuat Sabda tidak merasa canggung berada di kantor itu.
***
Cinta sedang membuat bekal yang ia siapkan khusus untuk makan siang Sabda. ia sengaja ingin mengantar makan siang untuk suaminya itu.
ia berencana meminta supir mengantarnya ke kantor sabda. cinta sudah memutuskan kalau dia tidak akan menghindar lagi dari sabda. dia akan membuktikan kata katanya kalau ia mau mencoba belajar menyukai sabda. meskipun sebenarnya cinta sudah menyukai Sabda. hanya ia merasa malu mengutarakanya.
__ADS_1
Selesai menyiapkan makan siang Cinta langsung meminta supir untuk mengantarnya ke kantor Sabda.
Sepanjang perjalanan ia terus tersenyum mengingat sikap manis Sabda pramaditya yang menurutnya sangat manis itu.
***
Di kantor Sabda kedatangan seorang wanita yang tidak lain adalah sekertaris pribadinya. namun Sabda terkejut ternyata sekertaris pribadinya itu tidak lain adalah Sharena Carla Mantan kekasih Sabda.
"Sharena? Lo ngapain disini?" Tanya Sabda yang terkejut melihat Sharena masuk dengan membawa berberapa berkas yang ia butuhkan.
"Tuan Sabda. ini berkas yang Tuan Sabda Butuhkan." Tutur Sharena menyerahkan Dokumen itu.
"Taruh situ!" Celetuk Sabda yang merasa malas berbicara dengan Sharena yang saat ini dia bahkan sudah sama sekali tidak memiliki perasaan apapun lagi terhadapnya.
"Sabda kamu masih marah sama aku ya?" Ujar Sharena yang akhirnya tidak tahan lagi untuk mengatakan itu pada sabda.
"Lo kerja disini maksudnya apa hah? lo gak mungkin kan kalao lo nggak tahu ini perusaan Gue. Maksud lo apa ngelamar jadi sekertaris gue?" Tanya Sabda ketus.
"Sabda kamu kok kasar sih sama aku. nggak kayak dulu kamu lembut banget sama aku sabda.. aku masih sayang kamu.." Ujar Sharena seolah tidak tahu malu.
"Hahahah Sayang apaan Lo. Jijik gue dengernya lagian gue udah punya istri yang gue sayang. Lo nggak akan ada kesempatan lagi. lo sendiri yang ngekhianatin kepercayaan gue. kenapa lo nggak jalan lagi aja sama tuh cowok siapa namanya.. jijik gue!" ungkap Sabda ketus.
"aku sama devano nggak ada hubungan apa apa kok. kamu salah paham sabda!" Ucap Sharena.
"Devano?" Sabda seperti pernah mendengar nama itu dari mulut cinta tapi ia tidak terlalu ingat siapa itu devano. ternyata devano itu adalah nama cowok yang saat itu ia lihat sedang berciuman dengan sharena.
Kasih komentar dan Like nya yaa biar aku semangat 😇
__ADS_1