THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Pagi yang Indah


__ADS_3

Kekasih


Tetaplah di sini bersamaku


Menatap gigil pagi dengan embun-embun berjatuhan di ujung daun


Duduklah sejenak


Nikmati mentari meruapkan wangi rumput liar, menciumi kulitmu dengan keharuman Tersenyumlah


Angin tak akan pernah bosan membelai ranum tomat pipimu.


~ Anonymous


PAGI HARI


Cinta menyipitkan matanya yang masih terasa berat. sejenak ia menguceknya dan mulai sadar ternyata Sinar Mentari sudah mengintip dari balik jendela.


Ketika ia tengah merenggangkan tanganya yang entah kenapa terasa kaku.


Matanya terkesiap melihat sosok Pria yang sedang tertidur di sampingnya.


Lalu ia memutar kembali ingatannya tentang semalam.


"Ya Tuhan.. Semalam aku dan Sabda. Astaga benarkah ini, kenapa aku malah tidak sadar. Lihat kemana bajuku.. Aku sangat malu..."


Cinta menutup wajahnya dengan kedua tangannya. ia menarik selimut dan membalut tubuhnya yang masih polos.


Sabda menggeliat mencari cari keberadaan Cinta dengan mata yang masih terpejam. lalu di raihnya tubuh cinta yang masih meringkuk di dalam selimut tebal.


"Sabda! Bangun ini sudah pagi. lepaskan aku sabda," tutur Cinta yang merasa salah tingkah.


"Memalukan sekali..." gumamnya pelan.


Sabda mulai membuka matanya. ia melihat wajah istrinya samar.


"Sayang, Kenapa pagi-pagi sudah bangun. tidurlah lagi.. ini kan hari libur.." Sabda meraih lagi tubuh cinta dan membaringkannya diatas tempat tidur. ia mengendus menghirup aroma harum rambut istrinya itu yang justru membangkitkan sesuatu yang ada di dalam dirinya saat itu.


"Sabda lepaskan.. Ini sudah pagi, ayo bangun. jangan tidur lagi.. kenapa kamu libur? inikan bukan hari minggu." Pinta Cinta yang masih terus berusaha melepaskan pelukan suaminya itu.


Sabda melengkungkan senyuman di bibirnya. ia masih tetap memeluk tubuh sang istri yang saat ini merasa sangat malu.


"Aku masih mau berduaan denganmu. tidurlah sebentar lagi. lagipula aku tidak akan bekerja hari ini. jadi habiskan hari ini di dalam kamar saja bagaimana?" Senyuman Sabda menyeringai membuat Cinta merasa merinding.


"Astaga, Bukankah semalam kamu sudah mendapatkanya. lagipula aku ingin bangun. aku mau mandi, Tubuhku rasanya sangat lengket." Tutur Cinta.

__ADS_1


Sabda akhirnya melepaskan pelukanya itu.


"Baiklaah kalau kamu mau Mandi. tapi bagaimana kalau kita mandi bersama saja?" Sabda lagi lagi menggoda Cinta.


"Ti-tidak Mau, Buat apa mandi bersama. aku mau mandi duluan." Cinta beranjak ke dalam kamar mandi dengan keadaan tubuhnya dibalut dengan selimut. Sabda terkekeh melihat istrinya itu.


"Jadi seperti ini rasanya jadi pengantin baru. baru tahu gue.


Ternyata sangat menyenangkan. Pantas saja dua demit itu seneng banget ngegodain gue. Kalau mereka tahu sekarang gue dan cinta udah saling suka. kira-kira reaksi mereka gimana ya? Hahhaa"


Sabda Terkekeh ia meraih Ponselnya lalu mengirimkan pesan pada Grup yang beranggotakan dirinya, Rey dan Rama.


Grup Demit


Sabda P : Oy lagi pada ngapain lo berdua?


Beberapa saat kemudian..


Rama : Woy Bos besar kenapa nggak masuk lo hari ini. sialan lo gue jadi banyak kerjaan nih!


Rey : Boong jan percaya sama si Rama. tuh buktinya dia lagi chattingan sama kita disini! :p


Rama : Njiirrr.. Lo juga Pe'ak!


Rey : Hahahaha btw lo ngapa nggak ke kantor Sab? gimana masalah Lo sama cinta udah kelar?


Sabda P : Gue nggak masuk mau pacaran dulu lah sama bini. emangnya lo pada jones! wkwkwk


Rama : Anjiiiirr.. Sekarang nyebutnya bini. udah Gol emangnya Lo sab? wkwk


Rey : Brisik lo anak bau kencur nanya gol segala kek paham aja lu hahaha


Rama : Paham gue kalau masalah gituan mah. :)


Sabda P : Lo pada sebelahan tapi pake Chatingan. Somplak emang! awkwkok


Rama : Jangan potong gaji gue sab. gue disuruh si Rey. sumpah :')


Rey : Sialan lo. yaudah lah gue mau kerja dulu. lo mah enak bos tinggal libur semau lo sendiri Sab!


Rama : Iya kapan kita dapat bonus :v


Rey : Dasar nggak tau diri lo Ram. baru masuuk 2 hari minta bonus :/


Sabda : Tenaaaaang.. Gue kasih bonus entaran. yaudah gue mau mandi besar dulu laah.

__ADS_1


Rama : Anjiiiiirrrrr... Udah sejauh itu gila!


Rey : Norak Lo Mbing! Mantep Sab itu baru Laki!! :)


Sabda yang tidak berhenti tertawa melihat percakapa ke dua temannya itu. sampai-sampai tidak sadar kalau Cinta sudah selesai mandi dan saat ini sedang ada di hadapanya.


"Sabda! Kamu ngapain ketawa tawa sendirian gitu. kamu sehat kan?" Tanya Cinta sambil memiringkan kepalanya menatap Sabda yang tercengir sendirian.


"Eh kamu udah selesai mandinya. kok nggak sadar aku. Iya nih ngetawain Rama sama Rey lucu.." Sahut Sabda sambil tersenyum.


"Oh.. Seru ya punya teman. aku nggak punya teman selain Vano. dia itu teman aku satu satunya." tutur Cinta.


Mendengar Nama Vano mendadak wajah Sabda berubah.


"Kamu nggak boleh berteman lagi sama Si Vano itu." Tutur Sabda tegas.


"Kenapa memangnya? Aku penasaran sebenarnya apa kesalahan Vano sampai kamu benci banget sama dia Sab?" Tanya Cinta penasaran.


"Aku mandi dulu ya sayang.. Setelah itu nanti aku jelaskan ke kamu. jangan salah paham yaa.. aku cuma nggak mau ada yang ganggu kamu. itu aja kok" Sabda mengecup ujung kepala Cinta lalu beranjak masuk ke kamar mandi.


Cinta terdiam sejenak lalu senyuman manis terlukis di wajahnya. ia merasa sangaat bahagia karena saat ini Sabda bersikap sangat manis terhadapnya.


Cinta akhirnya mengganti pakaian dengan baju santai. lalu ia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. namun ketika ia ke dapur tiba-tiba para pelayan sudah lebih dahulu menyiapkan sarapan yang sangat lengkap sudah tersaji di atas meja makan dan tertata rapi.


"Bi, Ini semua Bibi yang menyiapkan?" Tanya Cinta kepada salah seorang pelayan di rumah itu.


"Iya Nona Cinta, Tuan Pramana dan Nyonya Delia yang meminta kami untuk menyiapkan semuanya sebelum nona cinta dan tuan sabda bangun." Tutur pelayan itu.


"Mama dan Papa.. Kapan Mama dan Papa menghubungi bibi?" Tanya Cinta yanv merasa sangat rindu dengan kedua mertuanya itu.


"Semalam Nyonya Delia yang menelpon ke rumah. Saya mau melanjutkan pekerjaaan saya dulu yaa Non," Sahut pelayan itu undur diri.


"Iya Bi, terimakasih." Jawab cinta tersenyum.


"Cinta kangen sama Mama Delia. Kenapa Mama Delia nggak mau tinggal bareng denganku dan Sabda yaa.."


"Pagi Sayang.." Sabda yang tiba-tiba muncul mengagetkan cinta yang sedang melamun.


"Sabda kamu kalau jalan nggak kedengeran suara langkah kakinya deh." Sahut Cinta yang masih terkaget.


"Kamu ngomong kayak gitu seolah aku ini Hantu aja yang jalannya melayang." Tutur Sabda yang sudah duduk di hadapan Cinta.


"Bukan gitu. Mana mungkin ada Hantu kayak kamu!"


"Kenapa memangnya? Karena aku ganteng ya?" Sabda mengedipkan sebelah matanya kearah Cinta. lalu mengaitkan jari nya membentuk lambang Love.

__ADS_1


Cinta pun tersenyum membalasnya dengan tanda yang sama.



__ADS_2