
"Woy Sab! Kenapa Lo malah bengong sih? Jadi gimana apa sebenarnya Lo memang udah jatuh cinta sama Cinta istri lo itu?" Tanya rey memecah lamunan Sabda seketika.
"Biasa aja lo kalau ngomong nggak usah teriak gitu. gue bisa tuli !" Rey hanya terkekeh mendengar ocehan Sabda itu.
"Iya jadi gimana Sab? lo bener kan udah jatuh cinta sama si cinta?"
Sabda hanya terdiam sesaat.
"Gue nggak tahu. yang jelas gue nggak mau sampai dia salah paham sama gue. lo tahu kan gue udah nggak ada rasa sama Sharena. gue mohon lo bilang deh sama sharena. lo kan semperlt deket sama dia rey. Lo bilang lah jangan ganggu hubungan gue sama Cinta. Gue cuma lagi berusaha buat deket aja dulu sama cinta. biar gimanapum sekarang bokap nyokap gue cuma setuju gue nikah sama Cinta" Tutur Sabda pada sahabatnya itu
"Gue akan bantu lo. kalau masalah Sharena biar gue yang urus. mendingan sekarang lo pulang aja siapa tahu cinta udah ada di rumah. lagian ini kan udah sore sebentar lagi gelap juga" Sahut rey mencoba menenangkan perasaan Bossnya itu.
"Lo bener juga. kalau gitu gue balik deh. Eh iya si Rama kemana dia kok nggak ada di kantornya?" Tanya Sabda yang sejak siang tidak melihat Rama.
"Rama ada tadi cuma dia ada urusan katanya sama Client. Gaya dia sekarang semenjak kerja disini jadi tekun bange dia. mau ngumpulin duit buat kawin katanya.. hahaha" Rey tergelak tak lama kemudian Sabda juga ikut tergelak.
"Biarin aja lah suka suka dia. yaudah gue cabut dulu ya. Lo selesain kerjaan lo deh" Seru Sabda yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Siap Boss!" Sahut Rey
***
__ADS_1
Sabda akhirnya memutuskan untuk langsung ke rumah. ia berharap Cinta ada di rumah. ia sudah tidak sabar ingin menjelaskan kepada Cinta tentang semuanya kalau antara dia dan Sharena tidak ada hubungan lagi.
"Gue ngerasa Gila kalau dekat dekat dengan Lo Nta.. Gue juga ngerasa Hampa kalau nggak ada Lo. kalau Lo marah sama gue. Apa memang gue udah jatuh cinta sama Lo nta? apa ini cara Tuhan pertemukan gue dengan jodoh gue yaitu Elo? Gue nggak mau nunda lagi. gue harus bilang sejujurnya sama Cinta tentang perasaan Gue kali ini. Tunggu gue pulang Nta.. Pliisss.." sabda membatin.
Sesampainya di Halaman Rumahnya. Sabda terkejut saat melihat ternyata Cinta baru saja diantar pulang oleh seorang Pria.
Entah kenapa Sabda merasa tidak asing dengan wajah pria tersebut. karena saat ini Sabda bisa melihat lebih jelas wajah Pria itu.
"Itu kan.. Cowok yang gue pernah lihat lagi ciuman sama si Sharena! Astaga iya bener gue nggak salah lihat itu dia orangnya. Ngapain dia malah dekat dekat dengan Cinta!" Sabda yang tiba tiba merasa kesal. bukan karena teringat saat kejadian Sharena berciuman dengan pria itu tapi karena ia tidak Rela kalau Cinta dekat dekat dengan Pria ******** seperti itu pikirnya.
Sabda akhirnya keluar dari mobil dan langsung menggampiri Cinta serta Pria itu.
"Siapa Lo kenapa lo bisa sama istri gue?"Bentak Sabda pada pria yang ada bersama cinta.
"Devano? Oh jadi lo devano selingkuhanya si Sharena ya? Iya kan? Ngapain Lo deketin istri gue? jawab!" Sabda kali ini benar benar tidak salah. pria itu memanglah Devano cowok yang ketahuan sedang berciuman dengan Sharena saat Sharena masih menjadi pacar sabda.
"Lo ngomong apa sih? Sharena siapa gue nggak kenal?" sahut Devano yang mencoba mengelak.
"Sialan lo berani ya pura pura lugu di depan gue. Pergi lo dari hadapan gye sebelum habis kesabaran gue sama lo!" Sabda yang malas mengotori tanganya akhirnya ia lepaskan Devano.
"Cinta, Sorry aku pulang dulu ya. kamu hati hati" Ucap Devano yang segera pergi meninggalkan Sabda dan juga Cinta.
__ADS_1
"Siaalaan.. kenapa si sabda bisa tahu kalau gue dan sharena pernah ada hubungan!" Gumam Devano. ia pun segera menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu.
**
Sementara Cinta yang merasa kesal dengan Sabda. entah itu karena melihat Sabda sedang berciuman dengan Sharena atau Karena Sabda memarahi Devano. yang jelas dalam pikirannya saat ini hanya ada satu fakta yang menurutnya paling benar. "Sabda kamu masih suka sama Sharena sampai sampai kamu mau hajar Vano juga karena Sharena" Gumamnya dalam hati.
Cinta langsung Masuk ke dalam kamar dan tidak menutup pintunya. ia hanya langsung menelungkupkan tubuhnya keatas ranjang tempat tidurnya. ia merasa sedih dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis. sementara Sabda yang masih terbawa emosi ia segera menghampiri Cinta.
"Cinta kamu ada hubungan apa sama cowok ******** tadi hah?" Sabda membentak Cinta saat itu. ia sangat Marah karena melihat Cinta diantar pulang oleh Pria yang menurut Sabda adalah tidak lebih daripada Seorang ******** itu.
"..." Cinta hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Sabda. ia hanya terus menangis. ia sangat sakit mendengar sabda bahkan membentaknya.
"Cinta lihat aku kenapa kamu diem? ada hubungan apa kamu dengan cowok brengsekk itu hah?" Sabda tetap kekeh bertanya Sampai mendapatkan jawaban yang pasti dari cinta.
Mendengar Hal itu Cinta langsung bangun dan berdiri di hadapan Sabda. Matanya sembab karena terus menangis. ia mengusap sebagian air matanya yang masih mengalir membasahi pipinya yang merah.
"Kamu nggak perlu tahu apa hubungan aku sama dia. kamu urus hubungan kamu dengan Mantan Kekasih kamu tadi Sabda! Kenapa kamu bentak aku. siapa yang terpergok lagi Ciuman hah? Kamu kan Sabda? Kenapa kamu malah Bentak aku sekarang. Vano itu cuma nganter aku pulang karna dia lihat aku nangis tadi. apa kamu marah karena tahu kalau Vano pernah coba merebut Sharena dari kamu? Aku udah tahu semuanya Sabda kamu cuma lagi Cemburu kan sama Vano karena Sharena!" Cinta berbicara dengan nada tinggi. tubuhnya gemetar bahkan setelah itu ia merasa lemah hingga menjatuhkan dirinya terduduk diatas kasur.
Sabda Bergeming mendengar setiap perkataam Cinta barusan. Ternyata sikap Marahnya malah membuat Cinta bertambah salah Paham Terhadapnya.
Sabda bersimpuh di hadapan Cinta yang terduduk dan masih mengepalkan tanganya. dengan airmata yang masih terus mengaliri pipinya.
__ADS_1
Sabda menggenggam erat kedua tangan Cinta lalu mengecupnya lembut. Sontak hal itu membuat Cinta menengadahkan pandangannya pada suaminya itu.
"Maafkan aku Cinta. Kamu salah. aku bukan sedang cemburu karena Sharena. aku hanya nggak mau kamu di apa apakan oleh Pria brengsekk itu. Cinta kamu jangan salah Paham. maaf karena aku Kasar sama kamu.." Sabda terus menatap lekat dua pasang mata yang ada di hadapanya saat ini. sementara Cinta bergeming ia tidak sangka kalau itu yang akan keluar dari mulut Sabda.