
Cinta dan Sabda hari ini harus kembali ke indonesia, ia sudah berjanji dengan Rey akan menghadiri acara pertunangan sahabat Sabda itu, Delia dan Pramana memutuskan untuk ikut ke Indonesia bersama dengan Sabda dan Cinta, karena ia merasa tidak ingin jauh dari Andra.
Semuanya sudah siap, merekapun akhirnya terbang menuju indonesia, sepanjang perjalanan seperti biasanya, Andra terlihat sangat tenang, hingga mereka pun sampai juga di Indonesia.
Supir pribadi Sabda pun sudah sejak tadi menunggu untuk menjemput Sabda Cinta dan kedua orangtuanya.
Merekapun segera pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Sabda, Cinta dan Andra langsung beristirahat di kamarnya, Andra sudah terlihat pulas tertidur, setelah babysitter membantu Cinta membersihkan Andra.
"Sayang, kamu istirahat ya, kamu pasti capek." tutur Sabda.
"Kamu mau kemana?" tanya Cinta melihat Sabda seperti ingin pergi.
"Aku ada janji sama Rey dan Rama, sebentar aja sayang, aku bakal langsung pulang kok." ucap Sabda.
"Tapi kan kamu baru aja sampe sayang, kamu nggak capek?" tanya Cinta.
"Aku udah biasa dulunya, pulang pergi dari LA, kamu nggak perlu cemas ya, sebentar aja kok." ucap Sabda meyakinkan Cinta.
"Hmm, yaudah tapi langsung pulang ya?"
"Siap!" jawab Sabda sambil mengecup kening Cinta, tak lupa mengecup Andra yang sedang tidur juga.
"Aku pergi dulu ya.."
"Hati-hati sayang.."
Cinta pun membaringkan tubuhnya. ia merasa cukup lelah, ia tidak mengerti kenapa Sabda tidak merasa kelelahan sama sekali, pikirnya.
***
Sesampainya di tempat Sabda janjian dengan Rey dan Rama, Sabda bertemu dengan Devano, Pria yang menyukai Cinta dan sempat memiliki hubungan dengan Sharena.
"Sabda?" ucap Devano terkejut saat berpapasan dengan Sabda.
Sabda mengernyitkan kening, ia tidak menanggapi sapaan pria itu, ia ingat kalau dia adalah Vano, cowok yang pernah menyukai Cinta.
"Sab, lo mau kemana? gue kan tadi nyapa lo?" ucap Vano menarik tangan Sabda.
Sabda menghempaskannya kasar.
"Nggak ada kepentingan, buat apa gue ngobrol sama lo." jawab Sabda ketus.
"Gue tahu gue pernah ada salah sama lo, tapi kan itu juga udah berlalu Sab, gue kesini karena baru aja nemuin Rama dan Rey, sahabat lo." ucap Vano.
Sabda tersentak mendengar hal itu.
"Ngapain lo nemuin mereka berdua?" tanya Sabda.
"Gue mau kasih undangan nikahan gue sama Sharena, lo datang ya sama Cinta, gue mohon."
Sabda terkejut bukan main mendengar hal itu, jadi yang dimaksud Sharena calon suami yang Sabda nggak akan kenal itu adalah Devano, pikirnya.
"Jadi lo nikah sama Sharena?"
Devano mengangguk, ia memberikan selembar undangan dari dalam tasnya.
"Nih buat Lo dan Cinta Sab! gue harap lo mau datang, gue pergi dulu." ucap Vano meninggalkan Sabda.
__ADS_1
Sabda terdiam, dia masih belum percaya, tapi buat apa juga di pusingkan pikirnya, toh malah bagus kalau Vano menikah dengan Sharena, maka tidak akan ada lagi yang bisa mengganggu Cinta.
Sabda pun berjalan masuk ke ruangan dimana Rey dan Rama sudah menunggunya.
"Sab! lama banget lo! gue udah beruban nungguin lo." ucap Rama seperti biasa.
Sabda melempar undangan ke meja yang ada di hadapannya.
"Lo dapat juga Sab? ketemu Vano lo?" tanya Rey.
"Gue nggak sangka ternyata Sharena jadi nikahnya sama Vano, cowok selingkuhan dia dulu," ucap Sabda sambil menggeleng.
"Lo kenapa? sakit hati?" samber Rama.
"Stress kali!" jawab Sabda ketus.
"Hahaha ya kali lo sakit hati Sa, cantikan Cinta lah kemana-mana, ngapain lo musingin cewek lain, lagian dah bekas! najiiis!" ucap Rama kasar.
"Jaga mulut lo Ram." sahut Rey.
"Lo nggak terima? mau lo kemanain Melisa!" celetuk Rama lagi.
"Gue mah udah nggak ada rasa, cuma gue nggak kayak lo. ngomong nggak disaring." Rey menjitak ujung kepala Rama.
"Sialan lo!"
"Udah diem, maksud lo apa udah bekas Ram?" tanya Sabda penasaran.
"Sharena Hamil, karena itu Vano nikahin dia." jawab Rama santai.
"Apa?" Rey dan Sabda kaget bersamaan.
"Gila! nggak sangka gue," Rey tampak terkejut.
"Gue sih nggak heran, Sharena genit. untung gue kuat iman." Kata Sabda.
"Lo beneran nggak pernah nyicipin Sab?" Sahut Rama.
"Mit amit deh, gue mah segel. cuma buat istri tercinta, bukan fasilitas umum, Sorry!" jawab Sabda ketus.
"Hahhaha, iya iya, percaya gue."
Merekapun tertawa bersama-sama.
***
Hari Pertunangan Rey dan Melisa.
Sabda dan Cinta sudah berada di lokasi Pesta pertunangan Sahabatnya yaitu Rey dan Melisa.
Sabda tidak lupa mengajak serta baby Andra, hal itu menarik perhatian banyak orang, kedatangan seorang calon pewaris keluarga Pramana yaitu Kalandra.
"Sayang, mereka semua kok melihat kita seperti itu?" tanya Cinta merasa tidak nyaman.
"Wajarlah sayang, papa kan kemarin baru mengumumkan kalau Kalandra anak kita akan jadi pewaris selanjutnya di keluarga Pramana, kamu harus biasakan ya, Anak kita bukan orang biasa nantinya." jawabnya pada Cinta.
"Hmm.. begitu ya." Cinta hanya melemparkan senyuman pada tamu undangan yang datang.
Kemudian mereka menghampiri Rey dan Melisa, yang sudah resmi bertunangan.
__ADS_1
"Selamat ya buat kalian." ucap Sabda menyalami Melisa dan memeluk sahabatnya Rey.
Cinta pun sama, ia memberi selamat pada Melisa dan Rey.
"Thanks Sab, Cinta, kalian mau datang." ucap Rey.
"Waahh, baby Andra lucu banget." Melisa mencubit pelan pipi Andra yang chubby.
"Andra memang ngegemesin sayang." sahut Rey pada tunangannya.
"Makanya kalian cepetan nikah. biar punya yang kayak Andra," celetuk Rama yang entah darimana muncul bersama dengan kekasih barunya.
"Dasar lo Ram, udah kek makhluk ghoib muncul tiba-tiba." sahut Sabda.
"Sorry, kenalin nih cewek gue, namanya Amanda."
"Hallo semua aku Manda." ucap Gadis berambut blonde itu.
"Hallo, Aku Cinta,"
"Hai, aku Melisa."
"Gue Rey dan yang paling ganteng ini Sabda." tutur Rey, Sabda tertawa kecil.
"Tumben lo jujur." sahut Sabda terkekeh.
"Iya ya, Sabda ganteng banget yank." ucap Manda pada Rama.
"Nggak usah di perjelas Yank," Sahut Rama Malas.
Mereka pun mengobrol sampai acaranya selesai, setelah itu pulang ke rumah masing-masing.
Sesampainya di rumah, Cinta langsung mengganti pakaian dan menidurkan Andra, ia merasa cukup lelah akhirnya memilih membaringkan tubuhnya diatas kasur.
Sabda yang juga sudah selesai mandi, ikut berbaring di samping Cinta.
"Capek ya sayang?" tanya Sabda.
"Iya lumayan nih." jawabnya.
"Makasih ya sayang, sejak kehadiran kamu membawa kebahagiaan buatku, aku merasa hidupku sangat lengkap dengan hadirnya kamu dan Andra." tutur Sabda sambil mengelus pipi Cinta.
"Kamu tumben ngomong gitu, tapi aku juga mau bilang makasih sama kamu, karena kalau nggak ada kamu, mungkin aku sepi sendirian, lucu ya pertemuan kita dulu, aku kadang ketawa kalau ingat."
"Iya, itu yang namanya takdir jodoh, Cinta aku beneran Cinta banget sama kamu." Sabda mengecup kening Cinta dengan lembut.
"Aku juga cinta kamu Sabda." jawab Cinta juga ikut mengecup kening suaminya.
_________________________
Season 1 sudah selesai yaa..
Lanjut season 2 besok akan aku up disini juga ya..
Semoga kalian masih terus baca ya. 😇😇
Bonus Foto Cinta
__ADS_1