THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Kehamilan Kalya Mahira - Penutup Season ke 2


__ADS_3

"Selamat Ibu Alya positif hamil."


Alya dan Andra terkejut ketika mendengarnya.


"Apa Dokter? isteri saya hamil?" tanya Andra memastikan lagi ucapan dokter tersebut.


Alya menutup mulutnya, ia tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. "Aku hamil?" gumamnya kaget.


"Benar Pak, Bu. Dari hasil pemeriksaan yang ada menyatakan bahwa Ibu Kalya Mahira positif hamil, saat ini usia kandungan Ibu Alya menginjak tiga minggu." terang dokter itu lagi.


"Astaga! jadi benar kamu hamil sayang." Andra memeluk Alya seketika, ia merasa sangat bahagia, sementara Alya masih tidak percaya, apa benar bahwa ia saat ini sedang mengandung? kenapa ia tidak merasakan ada yang aneh pada tubuhnya, ia hanya merasa mual saja, dan juga lebih mudah kelelahan. Apa itu semua tanda bahwa ia memang sedang hamil? batin Alya.


"Mas, apa benar aku hamil?" tanya Alya yang masih belum yakin.


"Loh kok kamu malah nanya lagi? kan, kamu dengar sendiri tadi kata dokter, apa kamu belum yakin?" tanya Andra kembali.


"Ibu Alya, saat ini hasil pemeriksakan menyatajan kalau Ibu Alya memang sedang mengandung," sahut dokter.


Kedua mata Alya berkaca-kaca, seketika sekujur tubuhnya merinding, "jadi aku memang hamil?" ucap Alya sambil menyentuh lengan suaminya.


"Iya Sayang, kamu hamil. Kita sebentar lagi akan menjadi orang tua. Mama dan Papa pasti seneng banget, kalau tahu sebentar lagi mereka akan menimang cucu." jawab Andra sambil memeluk lagi tubuh Alya.


Alya menangis di pelukan suaminya, ia tidak menyangka kalau Tuhan akan secepat ini memberikan kepercayaan kepada mereka. Di usia Alya yang masih sangat muda, tahun ini Alya baru akan berulang tahun yang ke-19. Akan tetapi itu bukan menjadi masalah buatnya, Andra dan Alya yakin kalau Tuhan sudah merencanakan semua yang terbaik untuk mereka.


Setelah memastikan semuanya, Alya dan Andra pun segera pulang ke rumah. Saat di perjalanan Alya masih termenung, sambil mengelus perutnya sendiri.


"Sayang, jadi aku akan menjadi seorang bunda?" tanya Alya sambil melirik ke arah suaminya.


Andra tersenyum tipis. "Iya, sebentar lagi kamu bakal jadi seorang bunda, dan aku akan jadi seorang ayah," jawabnya.


"Baby, kamu sehat ya dalam kandungan bunda, supaya bunda bisa tetap kuliah, menjelang kamu lahir, bunda akan istirahat, bunda janji." tutur Alya berbicara sambil mengelus perutnya lembut.


Andra terdiam, sejujurnya ia cemas dengan kondisi Alya dan kandungannya, kalau Alya tetap akan kuliah juga, tapi tekad Alya untuk kuliah sangat kuat. Sehingga ia tidak mungkin melarang Alya.

__ADS_1


"Sayang, aku enggak apa-apa kan, kalau tetap lanjut kuliah selama hamil?"


Andra mengangguk, "enggak masalah sayang, asalkan kamu janji untuk hati-hati, jangan kecapean. Kamu kan masih hamil muda, ingat pesan dokter tadi, kamu harus banyak istirahat, enggak boleh terlalu banyak aktifitas dulu." sahutnya.


"Iya, aku ingat kok."


Andra kembali fokus menyetir, Alya sejujurnya ada rasa takut dalam dirinya. Ketika di usianya yang masih muda, ia juga sedang menimba ilmu, tapi di satu sisi Tuhan memberi kepercayaan kepadanya untuk hamil. Ia senang dan bahagia, tapi selain itu ia juga menyimpan ketakutan, karena cemas tidak bisa menjaga kehamilannya itu. Hanya saja Alya berusaha menghilangkan segala pikiran buruk itu.


Sesampainya di depan rumah mereka. Keduanya di kejutkan dengan mobil orang tua Andra dan Alya yang terparkir di halaman rumah mereka.


"Itukan mobil Mama dan Papa?" ucap Alya.


"Iya, mungkin mereka janjian, datang barengan ke rumah kita sayang."


Andra dan Alya pun segera keluar dari mobil, mereka segera masuk ke dalam rumah. Ternyata benar saja, Sabda, Cinta, Melisa juga Rey sedang duduk di ruang tamu, mereka menunggu kedatangan Andra dan Alya.


"Hei kalian akhirnya pulang juga, kami semua udah nunggu kalian, habis darimana?" tanya Cinta pada Alya, menantunya.


"Biarin mereka duduk dulu Ma," sahut Sabda.


"Ma, Pa, kok enggak ngabarin dulu kalau mau kesini?" tanya Andra.


"Iya Ma, Pa, tumben enggak ngabarin?" timpal Alya.


"Kami cuma mau tau kabar kalian aja, kebetulan kita janjian, terus datang bareng deh." ucap Melisa.


"Yang terpenting, Papa dan Mama udah lihat kalian hidup rukun dan sehat, itu adalah hal yang membahagiakan." sahut Rey.


Andra tersenyum sambil melirik ke arah isterinya. Ia ragu antara memberitahukan kabar kehamilan Alya sekarang atau nanti saja, mengingat sudah pasti kalau orang tuanya tahu bahwa Alya sedang hamil, maka orang tua mereka akan sibuk dan repot mengurus semuanya. Andra cemas kalau Alya akan merasa terganggu. Tapi Alya mengusap punggung tangan Andra. Sambil menganggukkan kepala, mengisyaratkan agar Andra tidak apa-apa kalau mau memberitahu kepada orang tua mereka, mengenai kabar kehamilan Alya.


"Kalian kenapa? kok malah diam aja?" tanya Sabda heran melihat keduanya.


Andra akhirnya memberi tahu orang tuanya. "Ma, Pa, sebenarnya tadi kita baru pulang dari rumah sakit." ucapnya.

__ADS_1


Orang tua mereka terkejut. "Astaga! siapa yang sakit?" tanya Cinta.


"Kalian sehat kan?" tanya Rey cemas.


"Ma, Pa, tenang dulu. Andra dan Alya sehat kok, sebanarnya kata dokter, Alya positif hamil." terang Andra.


Mendengar hal itu, sontak membuat orang tua mereka terkejut, mereka juga merasa sangat bahagia yang tidak terkira, mendengar kabar kehamilan Alya yang sudah mereka nantikan.


Akhirnya mereka akan segera di karunia cucu juga, seuatu yang selama ini, mereka idam-idamkan.


"Alya selamat ya," Cinta memeluk tubuh menantunya.


Sementara Rey menepuk bahu Andra.


"Selamat Andra, kamu sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah."


Andra tersenyum, "iya Pa, mohon doanya, supaya Alya di berikan kesehatan sampai persalinan nanti." jawab Andra.


Melisa menghampiri Alya, ia ikut memeluk tubuh puteri tunggalnya itu. "Sayang, Mama gak sangka kalau kamu di usia yang semuda ini, akan segera menjadi seorang ibu, selamat ya sayang."


Semuanya yang ada di ruangan itu merasa bahagia. Hadiah terindah untuk pernikahan Alya dan Andra. siapa sangka pernikahan mereka yang di awali sebuah penolakan dari diri mereka masing-masing. Justeru pada akhirnya membawa kebahagiaan.


Andra yang selama ini menutup diri untuk wanita, bahkan tidak terpikir untuk menikah sebelumnya, juga Alya yang tidak menyangka kalau jodohnya adalah seorang pria dewasa yang usianya jauh di atasnya.


Keduanya saling mencintai satu sama lain, bahkan sebentar lagi mereka kan di karunia keturunan, sebagai pelengkap dalam sebuah rumah tangga yang bahagia.


______________________________


Author : Mohon maaf readers, karena The Heirs harus selesai sampai di sini dulu. Cherry menutup season kedua ini dengan kehamilan Alya. untuk kisah Alya setelah melahirkan, Cherry belum bisa lanjutkan. karena Cherry harus menamatkan novel Cherry yang lainnya juga.


Tapi Cherry usahakan kasih extra part 🙏 cuma enggak janji ya 🙈🤭


Terima Kasih untuk readers yang setia nungguin kelanjutan The Heirs, semoga sejauh ini kalian terhibur ya. 😍😍😘

__ADS_1


Sampai ketemu di novel cherry selanjutnya ya 😘


Saat ini yang sedang on going My dear arrogant husband, jangan lupa mampir dibaca ya 🤧🤧🤭😘


__ADS_2