THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Mandi Bersama


__ADS_3

Keesokan harinya, Andra menyipitkan matanya, ia menoleh ke sebelahnya, ternyata Alya masih terlelap, Andra mengelus pipi Alya lembut.


"Kamu pasti capek," ucap Andra.


Alya menggerakkan kepalanya, ia terbangun karena mendapati belaian suaminya di pipinya.


"Mas, kamu udah bangun duluan?" tanya Alya.


"Baru saja bangun, kamu kalau masih ngantuk tidur aja lagi," Andra mengecup kening Alya.


Alya tersenyum kecil, "Nggak kok, aku udah nggak ngantuk, aku may bangun," sahutnya.


Andra membelai pipi Alya, lalu mengusap bibir Alya dengan jarinya, entah kenapa Andra seolah tidak bisa berpaling menatap bibir wanita yang ada di hadapannya, yang selalu berhasil membuatnya terbuai.


Andra mendaratkan ciuman lagi di bibir Alya, Alya memejamkan matanya lagi, "good morning," ucapnya perlahan melepaskan ciuman tersebut, Alya masih memenjamkan matanya, Andra jadi tertawa melihatnya.


"Mas, udah selesai belum?" tanya Alya dengan polosnya.


"Kamu ngapain merem kayak gitu, aku udah daritadi juga, lucu banget sih," Andra menggigit pipi Alya pelan.


"Aw.. sakit Mas, kok di gigit sih," ia mendengus jengkel.


Andra mengacak rambut Alya, "Maaf sayang habisnya aku gemes sama kamu, yaudah kita mandi yuk, setelah itu sarapan," ajak Andra.


Alya mengernyit, "mandi aja duluan Mas, baru setelah itu Alya yang mandi, masa mandi bareng sih!" ucap Alya, mendadak pipinya kembali bersemu.


"Kenapa memangnya? aku ngajak kamu mandi bareng, bukan mandi sendiri-sendiri loh," sahut Andra.


Alya membulatkan matanya, "Ih nggak mau Mas, malu, Aku mandi sendiri aja." tegas Alya.


Tiba-tiba Andra malah menggendong tubuh Alya, membawanya ke kamar mandi, Alya berpegangan pada bahu suaminya, "Mas turunin aku! kok malah di gendong sih, aku bisa jalan sendirian," ucap Alya tapi Andra tidak mendengarkan ucapan istrinya itu.


Andra meletakkan tubuh Alya ke dalam bathub.


"Nah kan kita bisa mandi bareng, kamar mandinya cukup luas untuk kita berdua," tutur Andra.


Alya semakin merasa malu, terutama saat Andra mulai membuka piyama tidur Andra, dan memperlihatkan tubuh sixpactnya di hadapan Alya.


Sontak Alya langsung menutup matanya, padahal semalam Alya sudah melihat jelas seluruh tubuh suaminya itu.

__ADS_1


"Sayang kamu kok malah tutup mata sih, kamu masih malu sam aku?" tanya Andra yang sudah ikut masuk ke dalam bak mandi.


Alya masih menutup matanya, perlahan Andra mulai membuka pakaian Alya, Alya memalingkan wajahnya, ia sangat malu sekali, tapi suaminya terus saja menggodanya.


Andra mulai menyalakan air hingga mengisi sebagian bathub tersebut, Alya masih terdiam sambil menutup matanya, sementara saat ini pakaiannya sudah dilucuti oleh suaminya.


"Sayang, kamu kok masih merem aja sih?" Andra mendekatkan tubuhnya, ia mulai memeluk Alya, saat itu jantungnya berdebar sangat kencang, 'Ya Tuhan kenapa dia sangat agresif,'


Perlahan Alya membuka matanya, ia melihat Andra yang sudah dalam keadaan basah, semakin bertambah seksi saja pikirnya.


"Kamu kenapa? masa masih malu sih sama aku? lucuu banget, bikin aku gemas aja." ucap Andra sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Alya.


"Gimana nggak malu, aku baru pertama kali kayak gini Mas," sahut Alya.


"Hm, kamu pikir aku udah pernah kayak gini sebelumnya?" tanya Andra.


Alya mengedikan bahu, "mana aku tahu," jawab Alya sambil mencebik.


Andra terekekeh melihat Alya memajukan bibirnya, Andra malah melahap habis bibir Alya, hingga Alya terkejut dan gelagapan.


"Kamu ih, ngagetin aku aja!" decaknya.


Andra tertawa kecil, "habisnya kamu gemesin banget sih, yaudah sini biar aku bantu gosokin badan kamu ya," ucap Andra.


Andra menaikkan sebelah alisnya. "Yaudah kalau gitu aku aja deh, aku minta tolong sama kamu, gosokin badan aku," Andra memberikan shower puff kepada Alya.


"Aku?" tanya Alya.


"Iya sayangku, kamu.. siapa lagi, aku nggak mau lah di gosokin sama cewek lain," jawab Andra.


"Ih kamu mah, ada-ada aja, awas aja klo berani," Alya menajamkan matanya kearah Andra.


"Lagian kamu masih tanya aku tadi, yaudah buruan kamu gosokin badan aku," pinta Andra.


Alya menatap lurus ke arah dada bidang Andra yang terlihat kokoh dan keras, Alya semalam sudah menyentuhnya, dan dada bidang itu berhasil membuatnya menggila, tapi kali ini rasanya ia sangat malu sekali, sementara Andra malah menahan tawa melihat ekspresi bengong Alya.


"Ayo mulai sayang," pinta Andra, ia menarik tangan Alya dan menempelkannya tepat di dadanya.


Alya terkejut saat menyentuh dada bidang itu.

__ADS_1


'Astaga, aku bahkan nggak pernah berani nonton adegan seperti ini di drama korea kesukaanku, dan kali ini aku melah melakukannya, bahkan semalam.. Ya Tuhan, aku malu banget...'


Alya mulai menempelkan shower puff tersebut ke dada suaminya, lalu menggosoknya perlahan.


Hal itu malah membuat Andra semakin gemas saja, ia menarik tubuh Alya lalu menciumi habis bibir Alya lagi.


Lagi dan lagi seolah ia tidak pernah merasa cukup.


"Mhhh..." Alya kesulitan bernapas dibuatnya.


"Mas, kita kan mau mandi," ucap Alya setelah suaminya melepaskan ciuman tersebut.


Andra tertawa kecil, "maaf ya sayang, aku kebawa suasana," jawab Andra.


Alya menggigit bibir bawahnya, "udah aku kedinginan berendem di air sejak tadi, lihat nih kulitku sampai berkerut," tutur Alya sambil menunjukkan jarinya yang mengkerut kedinginan.


"Oke sayang, ayo kita selesaikan mandinya, maaf yah... habisnya kamu sih yang bikin aku nggak tahan," tukas Andra.


Alya menggeleng, "nanti lagi kan bisa, aku nggak mau di kamar mandi," tolak Alya.


"Iya, maafin aku ya..." jawab Andra.


Keduanya pun melanjutkan aktifitas mandinya, setelah selesai mereka segera mengganti pakaian dan pergi ke meja makan, saat itu pelayan yang sengaja di pekerjakan oleh Andra untuk meringankan pekerjaan rumah Alya, sudah menyiapkan berbagai macam makanan untuk sarapan.


"Mas, kok udah banyak makanan aja?" tanya Alya terkejut.


"Iya kan ada yang masakin," jawab Andra, "yuk makan," ajaknya.


"Tapi kan harusnya aku yang masakin Mas Andra," sahut Alya.


Andra mengelus rambut Alya. "no problem sayang, kamu masak atau nggak masak, aku tetep sayang kamu, lagipula aku bisa bayar pelayan, untuk apa kamu yang capek," tutur Andra sambil mengecup punggung tangan Alya.


Alya semakin kehabisan kata-kata, suaminya terlalu sempurna baginya.


"Makasih Mas," ucapnya.


"Iyaa, udah yuk kita makan aja," Andra menarik kursi dan mempersilahkan Alya untuk duduk.


Andra dan Alya menikmati sarapan pagi bersama, di hari pertama, setelah mereka semalam melewati malam pengantin mereka yang begitu indah, kehidupan yang sangat bahahia untuk pernikahan Alya dan Andra, semoga saja seterusnya seperti ini, tapi bukan kehidupan namanya jika tidak ada ujian serta cobaan, semoga saja cinta keduanya terus semakin tumbuh dan bersemi, hingga semakin menguatkan pondasi rumah tangga keduanya.

__ADS_1


___________________


Author : Maaf ya baru bisa up 🤧🤧🤧 aku udah bilang untuk novel ini nggak janji rajin up ya 🙄 makasih buat yang udah mau baca dan nungguin kelanjutannya 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2