THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Reason


__ADS_3

Cinta saat ini sedang duduk di hadapan suaminya, ia meraih dan mengelus lembut pipi suaminya itu yang terlihat memar karena tamparan para gadis tadi.


"Nta, kamu nggak marah kan karena tadi Stephanie seperti itu ? aku juga nggak sangka kalau dia bakalan nyium aku gitu." tutur Sabda yang masih meringis merasakan pipinya yang terasa perih.


"Sss.. perih juga ini ya, nggak sangka tenaga mereka kuat juga, kerasa banget pedes." tuturnya menyentuh tangan Cinta yang masih mengusap lembut pipinya yang memerah.


"Makasih yaa, kamu udah mau ngelakuin hal ini, aku jadi ngerasa bersalah. karena permintaan aku, kamu jadi kesakitan, baju kamu kotor begin, kalau kita pulang pasti mama akan nanya, kenapa kamu bisa sampai seperti ini." tutur Cinta mulai merasa ini adalah kesalahannya. kalau dia tidak meminta Sabda melakukan hal ini, mungkin Sabda tidak akan terluka. tapi dia lakukan ini hanya karena tidak mau kalau para wanita itu membenci apalagi mengutuk Sabda di kemudian hari, pikirnya.


Sabda meraih tangan Cinta, lalu mengecupnya pelan.


"Ini bukan salah kamu, justru aku yang makasih sama kamu sayang, karena berkat kamu, aku jadi dapat maaf dari mereka yang pernah aku perlakukan seenak hatiku sendiri, aku sekarang jadi merasa lebih lega, ini semua karena kamu, kedepannya aku nggak akan nyakitin hati perempuan lagi, terutama kamu, wanita yang paling aku cintai, Cinta." tuturnya dengan senyum yang melingkar di bibirnya.


Cinta berkaca-kaca mendengar hal itu, perlahan bulir-bulir bening itu mengalir dari ujung matanya, ia tak sanggup lagi menahan airmata haru.


"Sayang, kok kamu malah nangis? apa aku bikin kamu sedih? apa aku salah ngomong tadi?" tanyanya cemas.


Cinta menggeleng.


"Aku sayang sama kamu.." ucapnya lirih, dari sudut bibirnya yang sedikit bergetar.


Sabda meraih tubuh mungil itu, kemudian memeluknya dengan penuh perasaan.


"Aku juga sayang sama kamu.." jawabnya dengan bibir bergetar. perasaan seperti ini yang belum pernah ia rasakan pada wanita manapun, baru kali ini ia merasakan seolah dadanya sesak dengan nama Cinta, hatinya berdesir ketika menyebut nama itu.


"Kamu jangan nangis, aku sedih kalau lihat kamu nangis.." ucapnya seraya menghapus airmata yang membasahi pipi merah muda Cinta.


"Aku sedih, karena kamu jadi kesakitan begitu, pipi kamu sampai merah begitu." jawabnya masih terisak.


Sabda tersenyum lalu mendekatkan wajahnya, ia mengapit kedua pipi Cinta dengan tangannya, lalu ia sandarkan dahinya pada dahi Cinta.


"Aku baik-baik aja, sakit begini nggak ada artinya buatku, yang terpenting cuma kamu, kamu adalah orang yang aku cintai, jangan pernah berpikir kalau aku akan ninggalin kamu demi wanita lain, karena itu nggak akan pernah terjadi, kamu percaya kan sama aku?"


"Aku percaya kamu.." jawabnya membuat hati Sabda merasa tenang.


"Cinta, kamu adalah alasan aku melakukan semua ini.." tuturnya seraya mengecup kening Cinta dengan lembut.

__ADS_1


Cinta tidak tahu apa yang harus ia katakan lagi pada pria yang sudah berhasil membuatnya terjatuh dalam perasaan Cinta yang kian hari kian dalam tertanam di dalam lubuk hatinya.


***


Setelah itu mereka berdua pulang, meskipun pada awalnya Cinta merasa takut, kalau nanti Delia cemas saat melihat kondisi Sabda yang berantakan. namun akhirnya Sabda memutuskan untuk berganti pakaian dan mengobati luka memar bekas tamparan di pipinya, dan saat ini sudah tidak terlalu terlihat.


Sesampainya di rumah, Sabda dan Cinta tidak menemukan Delia di rumah.


"Kenapa mama nggak ada di rumah ya?" ucapnya pada Cinta.


"Coba kamu tanya sama pelayan, pasti mama kasih tahu mereka," jawab Cinta.


"Yaudah, aku tanya mereka dulu." Sabda pun akhirnya mencari keberadaan pelayan yang juga tidak dia temui di rumah.


"Aneh, kenapa pelayan juga nggak ada sih?" ucapnya bingung.


Drrrt


"Mama nelpon?" ucapnya seraya menatap layar ponsel miliknya.


Sabda : Udah Ma, mama dimana? kok rumah sepi banget?


Mama Delia : Maaf sayang, mama nggak sempat kabarin kamu. Mama tiba-tiba ada urusan mendadak jadi harus pergi ke tempat papamu, pelayan juga mama ajak, karena mama fikir, sebaiknya kalian di rumah berduaan aja gitu, biar nggak ada yang ganggu, kalau masalah beres-beres rumah kan gampang, kamu bisa meminta jasa tukang bersih-bersih online saja. tutur Delia membuat Sabda terkejut dan heran.


Sabda : Ya Ampun Ma, kok tiba-tiba banget sih? aneh banget, selalu deh mama kalau mau berbuat sesuatu, nggak nanya Sabda dulu.


Mama Delia : udah pokoknya Mama sekarang udah harus pergi ke LA, kamu sama Cinta baik-baik di rumah yaa


Delia menutup teleponnya sebelum mendengar jawaban Sabda.


"Astaga, Mama selalu aja seperti ini. Yasudahlah, biar gimanapun yang terpenting dia senang." tuturnya yang tidak mengerti kalau sebenarnya Delia ingin Cinta segera hamil, Delia merasa cemas, takutnya itu semua karena Cinta merasa kurang leluasa saat bersama Sabda di rumah. sementara Cinta selalu menolak kalau Delia ingin memberikannya rumah pribadi untuk di tinggali berdua dengan Sabda.


**


Sabda kembali menemui Cinta yang masih menunggunya di ruang tamu.

__ADS_1


"Sabda, kemana para pelayan di rumah?" tanyanya pada suaminya.


"Mereka ikut Mama ke LA, katanya sih mama ada urusan, terus pengen kita punya banyak waktu berduaan, ada-ada aja ide Mama, tapi boleh juga sih, iya nggak sayang?" ucapnya seraya menggandeng tangan istrinya.


"Ya ampun, emangnya harus sampai seperti itu ya, mama berlebihan banget." jawab Cinta.


Sabda Terkekeh mendengar ucapan Cinta barusan.


"Kamu baru tahu kalau Mama itu berlebihan orangnya? ya ampun Nta, aku mah udah biasa, dia emang begitu, idenya itu terkadang aneh, tapi kali ini aku seneng sih, jadi kan kita bisa bebas berduaan."


"Sabda, kamu itu apa sih, udah ayo biar aku obati luka kamu lagi, pipi kamu masih agak bengkak, harus aku kompres." tuturnya pada suaminya.


"Nggak mau ah, udah sembuh. aku nggak mau di obatin." jawabnya menyeringai.


"Kenapa muka kamu begitu? terus kamu maunya apa?" tanya Cinta terheran.


"Mau kamu..." jawabnya yang tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh Cinta dan membawanya kedalam kamar.


"Sabda, turunin ngga! kamu ngapain sih.." ucap Cinta terkejut.


"Ssst.. diem ah jangan berisik, aku cuma mau bawa kamu ke kamar, biar nggak capek jadi aku gendong kamu deh." tuturnya dengan senyuman menggoda.


"Aku nggak capek, kalau begini malah kamu yang capek, aku kan beraat.." tutur Cinta dengan wajah tersipu.


"Enggak, aku nggak capek. aku seneng malah." Jawabnya sambil melirik ke arah pintu kamar. mengisyaratkan agar Cinta membukakan pintunya.


Cinta pun membukakan pintunya. dan Sabda membaringkan tubuh istrinya diatas ranjang tempat tidur mereka.


Sabda malah menatap wajah Cinta begitu lekat, hingga membuat Cinta tertawan dan memerah.


"Kamu kenapa liatin aku kayak gitu?"


Sabda mendekati wajah Cinta.


"Karena kamu Cantik." ucapnya yang berhasil membuat Cinta tertegun dan terus bergeming karena tatapan suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2