THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Di takdirkan bersama


__ADS_3

Malam itu Delia dan Pramana sudah bersiap siap untuk berangkat ke bandara menuju LA.


Cinta yang membantu Delia bersiap tidak terasa malah menjatuhkan airmatanya saat Mama mertuanya itu sudah siap berangkat.


Delia melihat Cinta yang sedang mengusap airmatanya merasa terkaget.


"Cinta, Anak mama kenapa kamu menangis?" Deline menyentuh dua bahu cinta lalu menatap mata cinta yang sudah basah.


"Cinta tidak ingin Mama pergi. cinta pasti kesepian" Ucap Cinta sambil terus mengusap airmatanya.


"sayang kemarilah.." Delia memeluk cinta dengan erat lalu mengecup kening menantunya itu.


"Kamu membuat Mama jadi tidak ingin pergi. tapi Mama harus pergi sayang. setelah kalian berdua merasa sudah lebih akrab satu sama lain kalian bisa datang ke LA untuk mengunjungi Mama dan Papa. kamu jangan menangis dong. Mama jadi merasa berat meninggalkanmu sayang.." Ujar Delia yang tidak terasa malah ikut menangis.


Pelayan datang menghampiri mereka. ia memberi tahukan kalau Pramana dan Sabda sudah menunggu Delia dan Cinta di mobil. Delia langsung mengajak cinta untuk segera ikut ke bandara mengantar Mama dan Papa mertuanya itu.


Sepanjang Perjalanan Cinta terus memeluk Mama mertuanya itu. sedangkan Sabda menyetir di sampingnya Pramana yang masih terus melirik Istri dan menantunya yang sepertinya tidak rela di pisahkan itu. begitu juga sabda terus melihat kearah kaca spion.


"Kenapa kamu menangis cinta? Tenang saja Mamamu tidak apa apa. kalian bisa datang ke LA kalau rindu." Ucap Pramana yang terkesan santai namun sebenarnya ia terpaksa melakukan ini agar Sabda dan Cinta bisa lebih dekat satu sama lain.


"Iya Papa.." Cinta hanya bisa menjawab seperti itu. jujur ia memang merasa berat ketika harus di tinggal pergi oleh Delia. karena setiap berada di dekat Delia. cinta selalu merasakan kasih sayang tulus dari seorang ibu. begitu pula delia yang juga merasa berat namun ia sadar ini semua demi kebaikan putra dan menantu kesayanganya itu.


Sesampainya di Bandara, Sabda Dan Cinta memeluk Pramana dan Delia sekali lagi sampai akhirnya Pramana dan Delia masuk ke dalam pesawat.


"Cinta, Kamu baik baik saja kan?" Tanya Sabda yang terlihat biasa biasa saja saat orang tuanya pergi. ia malah menghawatirkan cinta karena terlihat begitu sedih saat ditinggal Mamanya.


"Aku sedih karena Mama pergi. aku baru merasakan kasih sayang seorang ibu Tapi mama malah pergi.." Cinta akhirnya terisak lagi.. Sabda yang tidak tega akhirnya memeluk Istri kecilnya itu.


"Tenanglah Nta.. kalau kamu rindu kita akan urus semuanya supaya bisa menyusul mereka ke LA. jangan cemas. setelah urusan perusahaan selesai. aku janji akan membawa kamu ke tempat Mama. kamu jangan sedih yaa" Ujar Sabda sambil terus mengusap punggung cinta tidak sadar kalau hawa hangat mulai mengalir di dalam tubuh mereka. jantung mereka berdebar debar bersamaan.


"Maafkan aku Sabda karna aku sangat cengeng. Maaf merepotkanmu.." Cinta melepas pelukan sabda. ia cemas kalau sabda merasa terganggu dengan sikap cinta. padahal sabda jutstru merasa senang bisa memeluk istrinya itu.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah merepotkan kok. yuk kita pulang ini sudah malam..." Ajak Sabda lalu Cinta pun mengiakan.


Sesampainya di rumah sabda dan cinta langsung masuk ke dalam kamar. cinta memutuskan untuk mandi dan membersihkan tubuhnya lalu mengganti pakaian dengan Pakaian tidur. sedangkan Sabda setelah itu bergantian pergi mandi juga.


Saat cinta sedang duduk diatas kasur sambil menatap kearah ponselnya tiba tiba sabda keluar dari kamar mandi dalam keadaan bertelanjang dada. hanya mengenakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. ada air yang menetes dari rambutnya yang belum kering.


Cinta refleks menutup matanya karena Malu. melihat hal itu Sabda malah terkekeh.


"Kamu kenapa Nta? Sampai tutup mata begitu? " Tanya Sabda masih terkekeh.


"Kamu cepetan pakai baju sabda. jangan begitu" Sahut Cinta yang sudah memerah pipinya.


"Iya iya.. sebentar.." Sabda langsung memakai pakaian tidurnya namun kemudian malah duduk dihadapan cinta dan memberikan handuk kepada cinta.


"Ini untuk apa sabda?" Tanya Cinta yang heran kenapa sabda memberikanya Handuk.


"Tolong bantu aku mengeringkan rambut dong" Pinta Sabda dengan memasang wajah manis membuat Cinta lagi lagi terpesona. memang suaminya itu sangat manis dan tampan sehingga cinta sekalipun tidak bisa mengalihkan pandanganya.


"Ayolah aku hanya ingin kamu yang mengeringkan rambutku" Sahut Sabda.


"Hmm.. baiklah.." Cinta akhirnya membantu sabda mengeringkan rambutnya.


"Sudah kering.." Cinta memberikan handuknya kepada Sabda lalu ia berbaring diatas kasur. ia menjauh dari sabda yang masih terus memperhatikanya. ia merasa saat ini perasaanya sangat aneh. ia tidak ingin Sabda tahu kalau ia sedang berdebar debar.


"Kamu kenapa cinta? Karena aku minta kamu keringin rambut terus kamu kesel ya?" Tanya Sabda yang juga tidak mengerti ada apa dengan cinta.


"Apa dia beneran nggak suka ama gue ya. sejelek itukah muka gue. besok gue mau nanya ama dua anak demit deh.." gumam sabda dalam hati.


"Bukan begitu kok sabda. aku nggak papa. kamu gak mau tidur?"


"Ini mau tidur kok." Sabda mematikan lampu kamarnya saat ini hanya ada lampu tidur dengan cahaya samar saja. terlihat cinta yang tidur membelakangi sabda. sejujurnya sabda ingin sekali memeluk istrinya itu namun ia takut cinta marah.

__ADS_1


"Gue kenapa gini sih. apa karena gue laki laki normal ya. gue selalu ngerasa pengen nyentuh cinta. Ya Allah gue harus gimana kalau begini. udah nggak tahan pengen gue sikep aja ini cewek. tapi nanti Marah" Kata hati Sabda.


"Kenapa aku jadi berdebar debar gini terus sih. Sabda kan suami aku. aku dosa nggak sih kalau tidur membelakangi dia begini. tapikan aku sama sabda awalnya cuma nikah kontrak gak serius. mana aku tahu kalau jadinya malah nikah beneran gini" Kata hati cinta.


Setelah keduanya sama sama berbicara dalam hati. akhirnya cinta memutuskan untuk berbalik dan menghadap kearah sabda. saat ia berbalik benar saja kedua pasang mata mereka saling bersitatap. Sabda yang terkejut karena cinta tiba tiba berbalik ke arahnya ia hanya terus memandangi wajah cantik cinta. lagi lagi ia tidak kuasa menahan diri untuk mengatakan kalau..


"Cinta, Kamu cantik.."


kata kata itu lagi yang keluar dari mulut sabda. meskipun sabda sudah berulang kali mengatakan itu tetap saja selalu berhasil membuat cinta berdesir.


"makasih sabda..." Cinta kali ini hanya tersenyum dan terus menatap sabda yang juga tersenyum kearahnya.


"Cinta kamu tahu nggak sih kenapa sekarang kita jadi malah nikah beneran gini?"


"Hmm.. karena ketahuan sama Mama dan Papa" jawab cinta polos.


"Bukan cinta..."


"Terus kenapa?" Tanya cinta.


"Karena kita di takdirkan untuk bersama" Jawab Sabda yang entah darimana mendapatkan kata kata seperti itu. membuat cinta speechless dan bergeming.


"Anjiiirrr.. gue kenapa jadi romantis amat gini woyy..." Batin sabda.



Kalau Suka tinggalkan komentar yaa..



Jangan Lupa Like dan tekan Love nya ❤❤

__ADS_1


__ADS_2