THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Terpaksa


__ADS_3

Alya sudah selesai mengenakan baju yang di persiapkan oleh mamanya, ia sudah terlihat sangat cantik mengenakan gaun itu.


"Sayang, tuh kan bener kata mama, kamu cantik kalau pakai gaun itu nak, yuk kita ke bawah. udah di tunggu sama tamunya loh," ucap Melisa pada putrinya.


"Ma, beritahu Alya, sebenarnya siapa sih tamunya? kenapa Alya harus menemui tamu itu? mama jangan bikin Alya jadi penasaran, mama kasih tahu Alya dulu, baru Alya mau menemui tamu itu." jawabnya dengan serius.


"Mm.. oke, mama kasih tahu kamu ya, tapi kamu janji jangan marah sama mama, ini semua mama lakuin karena mama yakin kalau ini yang terbaik buat kamu sayang.." tutur Melisa seraya menggenggam jari jemari putrinya itu.


Mendengar hal itu, malah membuat Alya merasa semakin curiga saja.


"Katakan apa tujuan mama?" ucapnya pada mamanya.


"Sayang, kamu tahu kan sahabat mama yang mama pernah ceritakan ke kamu? yang pernah menolong mama saat mama hampir mati karena kekurangan darah saat mama kecelakaan, saat itu Mama belum hamil, Mama baru menikah dengan papamu Nak."


"Maksud Mama, tante Cinta ? yang pernah mama ceritakan sama Alya ?" jawabnya ragu.


Melisa mengangguk.


Saat itu Melisa mengalami kecelakaan mobil, dan ia kehilangan banyak darah, kebetulan waktu itu tidak ada yang dapat memberikan darah untuknya, karena rumah sakit kehabisan darah dengan golongan darah AB seperti yang dimiliki Melisa, dan ternyata golongan darah Cinta sama dengan Melisa, akhirnya Cinta dengan ikhlas mendonorkan darahnya untuk menolong Melisa, sejak saat itu Melisa merasa berhutang budi pada Cinta.


"Iya, Mama itu pernah janji sama dia. kalau mama nanti punya anak, mama akan menjodohkan anak mama dengan anaknya. naah kali ini mama mau tepati janji mama kepadanya, kamu mau ya sayang? lagipula pria itu sangat baik kok, dan kamu pasti akan suka sama dia, wajahnya tampan loh sayang..." tutur Melisa seolah tanpa rasa bersalah sudah menjodohkan anaknya, tanpa sepengetahuan Alya, bahkan ketika Alya belum di rencanakan keberadaannya di dunia ini.


"Mama kok tega sih jodohin Alya kayak gini ma, Alya kan belum tentu setuju ma, kenapa mama malah menjodohkan Alya? Alya nggak mau ma.." tutur Alya yang menolak secara tegas.


"Sayang, kali ini saja turuti kemauan mama ya nak, mama selama ini selalu berusaha menuruti kemauan Alya, kali ini mama mohon, Alya turuti keinginan Mama, lagipula mama yakin, kalau dia adalah jodohmu sayang..." tutur Melisa lagi.


"Jodoh gimana Ma, Mama yang jodohin Alya, Alya nggak mau Ma, Alya masih mau sekolah dan kuliah. Alya masih SMA, kenapa mama jodohin Alya, mama mau buat masa depan Alya hancur?" ucapnya dengan nada suara meninggi. tidak disangka Melisa merasa tersentak, ia merasa sangat sedih mendengar penolakan keras dari putrinya itu.


"Maafin Mama, karena Mama udah bikin kamu kesel. sekarang juga Mama bakalan berbicara dengan tante Cinta, mama akan bayar hutang budi Mama dengan nyawa Mama sendiri sebagai balasannya." ucap Melisa dengan airmata bercucuran.


Alya terkejut mendengar ucapan Melisa barusan.

__ADS_1


"Apa maksud Mama? Mama mau melakukan apa?" tanya Alya yang mulai takut kalau mamanya melakukan hal yang tidak masuk di akal.


"Mama mau mati saja, kalau kamu menolak perjodohan ini, Mama nggak ada niat mau ngehancurin masa depan kamu, Mama itu sayang sama kamu.


tapi kamu malah salah paham dengan Mama." jawab Melisa masih dalam keadaan menangis.


Alya merasa berdosa karna sudah membuat mamanya menangis dan kecewa, namun ia sendiri tidak mungkin menerima perjodohan ini,meskipun ia akui selama ini mamanya tidak pernah menuntut apapun kepadanya, bahkan selalu menuruti keinginannya. ia merasa bersalah karena sudah mengecewakan mamanya kali ini.


"Ma, maafin Alya karena Alya udah bikin Mama sedih.. Mama jangan menangis ya ma, Alya minta maaf." ucapnya seraya memeluk tubuh mamanya dengan erat.


"Kamu nggak salah, Mama yang salah, Mama akan minta mereka pergi, Mama akan bayar hutang budi Mama dengan diri Mama sendiri," ucapnya lagi. membuat Alya semakin takut.


"Mama, jangan bicara begitu lagi. Maafkan Alya, oke ma, Alya mau di jodohkan dengan pria itu, tapi ada syaratnya ma." ucap Alya dengan terpaksa.


"Benarkah sayang? katakan apa sayaratnya ? mama akan coba penuhi itu." tutur Mahira merasa sangat senang.


"Alya cuma mau kuliah sampai selesai, Alya mau pernikahan ini nggak menghalangi cita-cita Alya, kalau mama bisa menjamin hal itu, maka Alya mau menerima perjodohan ini," ucapnya karena tidak ada pilihan lain pikirnya.


"Oke ma." Alya menghela napas panjang, ia terpaksa melakukan hal ini. ia tidak mungkin membiarkan mamanya menebus hutang budinya dengan dirinya sendiri. padahal hal itu sengaja dilakukan oleh Melisa, karena ia yakin putrinya tidak akan tega dan benar saja.


'Mama yakin Andra adalah pria yang paling tepat buatmu nak,' Melisa menghela napas panjang.


***


Melisa menggandeng tangan Alya menuruni anak tangga rumahnya, menuju ruang tamu.


Saat itu Cinta , Sabda dan pria yang akan di jodohkan dengan Alya, sudah menunggu-nunggu kedatangan Alya.


Alya hanya tertunduk malu tidak berani menatap wajah para tamu yang sudah berada di hadapannya.


"Sayang, beri salam untuk Tante Cinta dan Om Sabda ," pinta Melisa pada putrinya.

__ADS_1


Alya menarik napas kemudian membuangnya perlahan. ia mulai memberanikan diri menatap wajah orang yang ada di hadapannya itu.


"Selamat sore tante, om, " ucapnya dengan senyuman yang di paksakan.


Sabda dan Cinta tersenyum. sementara Andra sendiri hanya terdiam dan enggan melihat wajah Alya. ia hanya sibuk dengan ponsel miliknya saja sedari tadi. Melisa melihat hal itu merasa kesal.


"Selamat sore, ini yang namanya Alya ya, Cantik sekali, sangat imut.." ujar Cinta yang merasa sangat cocok dengan Alya yang menurutnya sangat cantik.


Begitu juga Sabda terlihat senang.


Rey melirik sekilas ke arah Andra yang sibuk sendiri bahkan tidak menatap wajah puterinya. ia hanya tersenyum kecil, menurutnya sikap Andra itu sangat mirip dengan Sabda saat masih Muda.


"Andra, kamu kok malah sibuk sendiri sih daritadi. mama nggak suka ah kamu kayak gitu Ndra," tutur Cinta pada puteranya itu.


Andra menghela napas panjang, ia masukkan kembali handphone itu kedalam sakunya.


Lalu ia mulai mengangkat wajahnya dan menatap ke arah gadis remaja yang ada di hadapanya saat itu, gadis itu hanya tertunduk tidak mau menatapnya.


"Alya kenalkan ini anak tante namanya Andra, Andra ini Alya, gadis yang mama ceritakan kepada kamu. " tutur Melisa.


Andra beranjak dari tempat duduknya, begitu juga dengan Alya. mereka saling berpandangan satu sama lain. sebelum akhirnya mereka berdua saling berjabat tangan.


"Astaga, Pria ini malaikat ya? Ganteng banget udah kayak Aktor Korea favorit aku.." Batin Alya.


"Ini sih masih bocah sekolah kayaknya. ya ampun mama, kenapa milihin gue jodoh anak remaja kayak begini sih, bakal repot deh urusannya kalau begini." batin Andra saat pertama kali melihat wajah Alya.


Biar bagaimanapun keduanya masih terlihat canggung satu sama lain.


sedangkan keluarga mereka sepertinya sudah sangat setuju dengan perjodohan ini.


__________

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2