THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Pengantin baru


__ADS_3

Hari ini tepat satu minggu usia pernikahan Andra dan Alya, Alya berencana mulai memilih universitas untuk melanjutkan pendidikannya.


Sebelum menikah dengan Andra, Andra berjanji akan mengijinkan Alya melanjutkan kuliah sesuai keinginan Alya, saat ini Alya bingung ia masih ragu mengambil jurusan apa, akhirnya ia meminta pendapat pada Andra.


"Mas, menurut Mas sebaiknya aku ambil jurusan sesuai hobi atau jurusan yang paling banyak di cari di perusahaan terkenal?" tanya Alya sambil duduk diatas kursi panjang yang ada di rumahnya, sedangkan Andra tersenyum sambil mengelus ujung kepala Alya, "kalau menurutku pilih yang kamu suka aja, lagipula kamu kalau mau kerja, bisa kerja di kantorku, enggak perlu cari kerja di perusahaan lain," sahutnya.


"Hm, aku enggak mau lah bergantung sama kamu terus Mas, aku juga mau mandiri," ucap Alya.


Andra mengernyit, "mandiri?", tanyanya, kata mandiri sepertinya tidak di mengerti Andra, mandiri apa maksudnya, Alya kan sudah menjadi istrinya, sudah seharusnya bergantung pada dirinya, pikir Andra.


"Apa aku salah ngomong?" tanya Alya.


Andra menggeleng, ia mengusap lembut sebelah pipi istri kecilnya itu.


"Kamu enggak salah kok, cuma sekarang kan kamu udah jadi istriku, wajar kalau kamu bergantung sama aku, aku malah seneng kalau kamu begitu," jawab Andra.


Alya terdiam sejenak, "aku kalau bergantung sama kamu terus, nanti kesannya manja dong, apa karena aku masih kecil?" sahutnya sambil memajukan bibirnya.


Andra mengecup sekilas bibir Alya, membuat Alya kaget.


"Ih Mas kok malah cium?" tanyanya dengan wajah merona.


"Abis kamu manyun gitu, aku kan jadi gemes, udah intinya kamu pilih aja jurusan sesuai yang kamu suka dan nyaman, kalau masalah pekerjaan, kamu nggak usah mikirin dulu sayang, kan ada aku," ucap Andra sambil mengelus elus pipi Alya.


Alya menarik napas dalam, lalu membuangnya, seperti ini sepanjang hari bersama Andra, Alya rasanya seperti mau pingsan, jantungny terus berdebar-debar, sedangkan seluruh tubuhnya berdesir karena aliran darahnya terasa begitu cepat.


"Kita enggak pergi bulan madu?" tanya Andra.


Alya terengong, "bulan madu?" tanyanya kembali.


Andra mengangguk, "kamu nggak ada tempat yang mau kamu kunjungi gitu? atau kita keliling dunia aja gimana?" tawar Andra tidak segan.


Alya terkekeh, "butuh waktu lama kalau keliling dunia, aku kan harus kuliah Mas," jawab Alya.


Andra menggaruk keningnya, padahal maksudnya ingin membuat Alya senang, ia ingin memberikan sesuatu yang membuat Alya tidak bisa lupa, dengan mengajak Alya berkeliling dunia berdua, tapi Alya malah masih fokus melihat beberapa brosur pendaftaran masuk universitas.


"Kamu jadinya nggak mau bulan madu nih?" tanya Andra lagi.


Alya terdiam, "bukan nggak mau Mas, tapi jangan keliling dunia, karna aku bulan depan harus mulai kuliah," jawab Alya.


"Hm, yaudah kalau gitu," mendadak mood Andra berubah, ia terlihat seperti sedang tidak semangat, setelah mendengar Alya terus menerus membahas masalah kuliah.


Alya memerhatikan wajah suaminya yang datar, tidak seperti biasanya saja, pikirnya.


"Mas, kamu kenapa?" tanya Alya.


Andra menggeleng, "enggak apa-apa, kamu lanjutin lihat brosurnya ya, aku mau ke kamar cek laptop, siapa tahu ada email masuk dari kantor," sahut Andra ia beranjak bangun dan pergi meninggalkan Alya.


Alya tahu sepertinya suaminya sedang merajuk, moodnya berubah seketika.

__ADS_1


Ia pun segera menyusul suaminya yang baru akan masuk kedalam kamar.


Alya memeluk tubuh Andra dari belakang.


"Mas, kok kamu malah ninggalin aku? kamu marah ya?" tanya Alya sambil menempelkan wajahnya di punggung suaminya.


Andra mengusap lembut punggung tangan Alya, "enggak sayang, masa aku marah." jawab Andra.


"Kok kamu malah ke kamar, maafin aku kalau tadi sibuk sendirian," ucap Alya terlihat bersungguh-sungguh.


Andra pun segera berbalik, menghadap ke arah Alya, ia menyentuh dagu Alya lembut, "aku nggak marah kok," ucapnya sambil menatap lurus ke arah mata Alya.


Alya mencebik, "bohong, buktinya kamu masuk ke kamar, ninggalin aku," sahut Alya.


Andra mengecup lembut bibir Alya, sambil melumaatnya pelan, Alya memejamkan mata, sambil mengeratkan cengkeraman tangannya pada pinggang Andra.


"Aku enggak marah sayang, cuma aku maunya kita bulan madu, kamu kuliahnya bisa nyusul, gitu maksud aku," jawab Andra setelah melepaskan ciumannya tadi.


"Oh gitu, kamu bilang dong sayang, aku kan enggak ngerti, kalau kamu diam." sahut Alya.


"Coba ulangi lagi..." pinta Andra.


Alya memiringkan kepalanya, "apa?" tanyanya tidak mengerti.


"Panggil aku sayang, seperti tadi," jawab Andra sambil mengusap lembut bibir merah Alya.


"Hmm.... yaudah aku diem aja, kalau kamu enggak mau," ucap Andra sambil memalingkan wajahnya.


Alya menggigit ujung kukunya, ia sejujurnya malu sekali mengatakan hal itu.


"Emm.. ia sayang, sayang, maafin aku ya.." ucap Alya sambil menyentuh dua lengan kekar Andra itu.


Andra tersenyum puas, "gitu dong sayang, istriku yang paling cantik," ucapnya sambil memeluk tubuh mungil Alya.


Alya sangat malu sekali, tapi ia sangat suka pelukan suaminya, menurutnya sangat nyaman, ia juga suka aroma tubuh Andra yang sangat maskulin dan seksi menurutnya.


"Sayang, aku suka wangi tubuh kamu," ucap Alya sambil menemggelamkan wajahnya ke dada suaminya.


Andra tertawa kecil, "ayo kita ke kamar," ajak Andra.


Alya mendongak, "mau apa?" tanyanya.


"Katanya kamu suka wangi tubuhku, ayo ke kamar, kan nggak enak nyium sambil berdiri, pegel dong," ucap Andra sambil tertawa kecil.


Alya memukul lengan suaminya pelan. "kamu gitu mulu mikirnya," ucap Alya tersipu.


"Ayo sayang, kita kan masih pengantin baru," ucap Andra.


Alya tertunduk malu, "enggak tahu ah," jawab Alya.

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lama, Andra segera menggendong tubuh mungil Alya, "biar cepet, aku gendong kamu," ucapnya.


Alya terkejut, "Mas turunin ih, kok gendong segala sih," ucapnya.


Andra tidak memperdulikan ucapan Alya.


"Aku mau bobo seharian sama kamu aja, kamu enggak boleh nolak." Andra membaringkan tubuh istrinya ke atas kasur empuk yang ada di kamarnya.


Alya menutup wajahnya malu.


"Kamu mau ngapain?" tanya Alya pura-pura tidak tahu, padahal ia sangat mengerti hal apa yang di inginkan suaminya.


Sebagai pria dewasa dengan usia yang cukup jauh diatas Alya, Andra memang cenderung lebih agresif ketika diatas tempat tidur, Alya saja sampai kewalahan menghadapinya.


"Aku kan lembut sayang, kamu jangan takut," bisik Andra di telinga Alya, ia menggigit kecil cuping telinga Alya yang terasa lembut.


Sekujur tubuh Alya seolah tersengat aliran listrik, "Mm.. kamu selalu aja gitu," sahut Alya sambil menggigit bibir bawahnya.


"Memangnya kamu enggak suka? katanya kamu suka wangiku?" Andra mulai membuka kancing bajunya, hingga terlihat dada bidang yang memiliki sixpact itu.


Alya menelan salivanya, "Aduh kamu bikin aku malu, sengaja ya kamu," ucap Alya polos.


"kamu kayak baru pertama kali aja sayang, kan kita udah beberapa kali," sahut Andra sambil mengarahkan tangan Alya agar menyentuh dadanya.


"kamu selalu ada disini sayang," ucap Andra.


Alya benar-benar sudah tersihir oleh pesona Andra yang membuatnya mabuk kepayang.


"Kamu... enggak tahu ah," ucap Alya, ia malah memeluk tubuh Andra erat, sambil menghirup lagi aroma tubuh pria yang terpaut usia belasan tahun diatasnya itu.


"Love you sayang," bisik Andra.


Alya mendongakkan wajahnya, "love you too, suamiku," jawab Alya.


Andra menempelkan bibirnya, dan keduanya saling berpagut, hingga hal itu terjadi lagi, sesuatu yang membuat keduanya ingin mengulangnya lagi dan lagi.


____________


Author : haduuu aku tuh gemeter klo ngetiknya sambil bayangin visual Kalandra, 😅😅😅🤧


Maaf ya reader, ini upnya gak bisa banyak, aku juga gak buat banyak konflik di novel ini, karena ini ku buat santai, makasih buat yang masih setia baca kelanjutan kisah the heirs ya 🥰🥰🥰🥰





Mau kasih foto Andra yang seksi tapi gak jadi 🤧🤧🤧😅💃💃 babay readers see you next chapter ya... 😋😋😋

__ADS_1


__ADS_2