THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Undangan


__ADS_3

Andra akhirnya tiba di halaman rumah Alya, Alya pun segera turun dari mobil Andra, Andra ikut keluar menemani Alya, Alya masih merasa canggung, ia bingung apa ia harus mengajak Andra mampir ke rumahnya atau tidak.


"Masuklah, aku mau kembali ke kantor, karena tadi aku cuma bilang keluar sebentar, setelah itu aku harus kembali lagi ke kantor." ucap Andra.


"Ah maafkan aku ya Mas, karena menjemput aku, Mas jadi harus meninggalkan pekerjaan Mas dulu, aku jadi tidak enak." sahutnya.


"Nggak kok, nggak masalah besok juga aku jemput kamu lagi, oiya malam ini kamu ada acara nggak?"


"Malam ini, nggak ada sih Mas, memangnya ada apa?"


"Malam ini aku ada undangan ke acara pesta ulangtahun temanku, kamu mau kan temenin aku kesana?"


DEG


Entah kenapa ia malah merasa berdebar-debar saat Andra memintanya menemani Andra.


"Alya kamu kok malah bengong?" Andra melambaikan tangan di depan wajah Alya.


"Maaf Mas, aku tadi melamun." jawabnya.


"Hm, jadi gimana kamu mau nggak temenin aku kesana?"


"Memangnya Mas Andra nggak malu ya, datang ke pesta bareng anak remaja kayak aku gini, kalau nanti dikira Mas bawa adiknya gimana?" tanya Alya sambil tercengir.


"Kamu ada-ada aja sih, adikku di rumah lebih kecil dari kamu Alya, lagipula apa urusannya dengan orang lain, aku mau datang bersama siapa itu kan urusanku, kamu nggak perlu memikirkan hal seperti itu." tukasnya.


Alya terdiam sejenak, sebelum akhirnya ia menyetujui ajakan Andra itu.


"Hm, oke aku mau, tapi Mas Andra janji ya jangan malu kalau jalan sama aku, aku ini seumur-umur belum pernah jalan sa cowok Mas, aku pasti bodoh dalam urusan seperti ini, jadi kuharap Mas Andra jangan ketawain aku ya." tegas Alya.


"Hahaha.."


Andra malah tertawa mendengar ucapan Alya tadi.


Alya mengenyitkan sebelah alisnya, sambil menatap heran.


"Kok ketawa?"tanyanya.

__ADS_1


Andra menghentikan tawanya, ia mencubit hidung Alya pelan, Alya terkejut, lagi-lagi memperlihtkan sikap polosnya yang membuat Andra kembali tergelak.


"Habisnya kamu lucu banget Alya, kenapa harus ngetawain kamu coba, kamu santai aja, ini cuma pesta ulang tahun, kamu nggak perlu merasa ini beban, lagipula aku ajak kamu, sekalian mau memperkenalkan kamu dengan teman-temanku," ucap Andra kali ini ia terlihat melingkarkan senyuman kecil di bibir seksinya.


'Astaga, ganteng banget dia kalau lagi senyum, kalau lagi ketawa juga, dia kok bisa ganteng kayak gitu ya? aku sampe heran, ada orang seganteng ini, dan dia bakalan jadi suamiku nanti, astaaagaaa..'


Alya malah terbengong lagi.


"Alya?"


Andra menggelengkan kepalanya, kemudian ia malah mengecup sebelah pipi Alya, hal itu membuat Alya terkejut bukan main.


Ia menyentuh pipinya yang barusan telah di kecup oleh Andra.


"Mas Andra? kok malah nyium Alya?" ucapnya masih terkejut.


"Maaf ya, abisnya kamu bengong terus, daripada bengong mending aku cium, eh kamu langsung sadar kan." ucapnya sambil terkekeh.


Alya benar-benar seperti orang bodoh saja, sedangkan Andra terlihat begitu santai, membuat Alya jadi bingung sendiri.


"Oke deh, jangan lupa nanti malam jam tujuh aku jemput ya.." Andra mengecup punggung tangan Alya kemudian masuk kedalam mobil, Andra melambaikan tangan kearah Alya, sementara Alya masih terbengong mendapati perlakuan Andra barusan.


"Ya tuhan, kenapa aku sampai deg deg begini sih, jantungku nggak beres, pandanganku udah ketutup dengan cogan, kenapa wajah dia terus ada didalam ingatanku sekarang sih!" decaknya, ia segera masuk kedalam rumahnya.


Sepanjang perjalanan Andra terus tersenyum sendirian, ia terbayang saat sedang main basket dengan Alya tadi, ia juga terbayang wajah imut Alya yang tidak bisa hilang dari ingatannya.


"Gue kok jadi keingetan dia terus ya, udah gila kali gue ya? sejak kapan gue malah nyaman ada di deket bocil kayak gitu, tapi dia cantik dan imut sih, bawaanya pengen nyium aja, gemes gimana gitu." tanpa sadar ucapan itu keluar dari mulutnya.


"Astaga! kenapa gue jadi lebay gini ya?" Andra kembali fokus menyetir, ia memang sudah memutuskan untuk berusaha beradaptasi dengan gadis pilihan kedua orangtuanya itu, ia tidak mau membuat Mamanya marah apalagi sampai jatuh sakit, karena Andra tidak mau menuruti keinginan orangtuanya itu.


***


Dikamarnya Alya yang sudah berganti pakaian itu langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur, ia merasa sangat lelah seharian, ia menatap langit-lagit kamarnya, tapi yang terlintas malah bayangan wajah tampan Andra lagi dan lagi.


Alya menggelengkan kepalanya cepat.


"Astaga kenapa aku jadi kepikiran Mas Andra terus ya? otakku udah nggak beres, kenapa sejak tadi wajah Mas Andra terus yang muncul sih!"makinya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Ia pun memejamkan matanya, ia merasa lelah hingga akhirnya tertidur.


Menjelang petang, Alya terbangun ia melihat langit mulai gelap, ia tersentak saat teringat kalau malam ini Andra mengajaknya ke sebuah acara pesta ulang tahun temannya, ia pun mulai panik karena belum menyiapkan apapun, ia segera membuka isi lemarinya dan mengeluarkan beberaba baju yang sekiranya cocok untuk ia kenakan malam nanti.


"Ini bagus nggak sih? kok kayaknya biasa banget ya? Ya ampun aku baru ingat aku nggak punya baju yang seperti itu, semua bajuku hanya baju casual biasanya, aku nggak ada gaun," ia mengacak rambutnya sendiri, karena merasa kesal.


Ia mencoba membongkar isi lemarinya lagi, dan ia menemukan satu gaun yang di hadiahkan papanya tahun lalu, gaun itu masih tampak baru karena Alya belum pernah mengenakannya.


"Hm, ini sepertinya cocok, aku pakai yang ini aja deh, ah akhirnya satu masalah selesai, kenapa aku jadi gugup gini ya, beneran kayak orang baru pertama kali jalan sama pacar, repot dan grogian," gumamnya.


Orangtua Alya malam itu tidak ada di rumah, sehingga ia langsung menunggu kedatangan Andra yang katanya akan menjemputnya jam tujuh malam ini, Alya duduk gelisah menunggu Andra, entah kenapa ia malah mondar mandir sendirian.


"Alya nggak boleh malu-maluin, bersikap biasa aja, jangan keliatan banget kamu nggak pernah jalan sama cowok!" ia terus berbicara sendirian.


Sampai akhirnya suara bel pun berbunyi.


"Astaga, gimana ini dia sudah datang!" decaknya.


Alya pun membukakan pintu rumahnya, dan benar saja Andra yang terlihat sangat menawan itu sudah ada di hadapannya.


"Mas Andra udah datang,"


"Hei, kamu keliatan..."Andra menggantungkan kata-katanya.


"Aku kenapa? aku aneh ya? jelek?" tanya Alya cemas.


"Nggak kok, justru sebaliknya kamu terlihat sangat cantik."


Sontak jantung Alya kembali berdebar bukan main, ia memejamkan matanya, ia merasa sangat gugup, wajahnya merona ketika Andra memujinya cantik.



Pantes Alya kebayang terus 🙄😌



Eh kamu udah datang Mas 😜😌

__ADS_1


__ADS_2