THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
EXTRA PART 2


__ADS_3

Hari ini Sabda dan Cinta berangkat ke LA mengunjungi Delia dan Pramana, Pramana tiba-tiba ingin bertemu dengan Kalandra, sementara karena kesibukan Pramana di LA membuat Praman belum bisa kembali ke Indonesia.


"Ahh perutku kok sakita ya.." Cinta meringis sambil menyentuh perutnya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Sabda pada Cinta.


"Perutku, luka operasiku sakit banget."


"Astaga, kita ke dokter sekarang ya, aku cemas gimana kalau luka operasi kamu berdarah lagi seperti waktu itu." ucap Sabda sambil perlahan memeriksa luka bekas operasi usus buntu Cinta.


"Sayang aku nggak apa-apa kok, kita kan harus segera berangkat ke LA, masa kita nggak jadi mengunjungi mama dan papa, ini hanya efek luka yang belum terlalu kering aja sayang." tutur Cinta berusaha tenang.


Bulan lalu Cinta harus melakukan operasi pemotongan usus buntu, karena itu kondisi Cinta belum terlalu pulih benar, dan juga kesibukan ia sebagai ibu rumah tangga, membuatnya kurang istirahat, Sabda merasa tidak tega pada istrinya.


"Sayang, kita bisa tunda keberangkatan kita ke LA loh, daripada kamu sakit, aku malah nggak tega sayang." tutur Sabda sambil mengusap pipi Cinta lembut.


Saat itu, Andra menangis karena terbangun dari tidurnya.


"Baby Andra bangun Pa, aku mau lihat baby Andra dulu ya." tutur Cinta pada suaminya.


"Astaga, Cinta kamu tuh terlalu sempurna sebagai istri, aku sering merasa belum mampu memberikan yang terbaik untuk kamu sayang." ucap Sabda sambil menyusul Cinta yang sedang menggendong Andra.


"Baby Andra kenapa sayang?"


"Nggak apa-apa kok Papa, dia cuma kehausan mau asi, aku berikan dia asi dulu ya, pesawatnya kan masih tiga jam lagi, masih ada waktu." ucap Cinta sambil tersenyum.


"Sayang.." panggil Sabda lirih, ia menghampiri dan memeluk tubuh Cinta.


"Kamu jangan terlalu capek sayang, kamu kena usus buntu karena makanan kamu seringkali nggak di perhatikan, terus kamu sekarang kecapekan kalau menurutku, aku nggak mau kamu sakit sayang.." ucap Sabda sambil mengecup kening Cinta.


"Aku nggak apa-apa kok, kamu jangan cemas ya.." sahut Cinta sambil membalas ciuman suaminya tadi, ia daratkan satu kecupan lembut di kening suaminya.


Cinta membaringkan lagi baby Andra di tempat tidurnya, setelah Andra sudah tidak kehausan lagi.


"Kamu bobo dulu gih, aku akan bangunin kamu kalau kita dah harus berangkat." tutur Sabda.


"Jangan ah, aku takut ketiduran, kasian Opa Pram dan Oma Delia kalau sampai kita tidak jadi mengunjungi mereka, mereka pasti sudah sangat rindu dengan Andra." sahut Cinta sambil tersenyum.


Sabda menatap lurus dua mata Cinta.


"Aku kadang heran,"


"Heran kenapa sayang?" tanya Cinta tidak mengerti.


"Kok ada bidadari sempurna seperti kamu ya? udah cantik, pintar, baik, dan lemah lembut, aku sering bertanya-tanya kebaikan apa yang pernah aku lakukan sampai aku bisa mendapatkan isteri seperti kamu sayang.." ungkap Sabda sambil mengusap bibir merah Cinta dengan jarinya.


Kemudian ia mendekatkan wajahnya, sambil mendaratkan ciuman lembut di bibir Cinta, hingga memberikan pagutan kecil, menyesap rasa manis di bibir ranum berwarna merah muda itu, hingga perlahan bibir itu saling terbuka dan memberikan decapan lembut, membuat keduanya terhanyut.


"Sayang, kamu nggak lagi mau minta itu kan?" tanya Cinta sambil terengah karena ciuman tadi.


"Memangnya nggak boleh sayang?"Jawab Sabda sambil tersenyum manja.

__ADS_1


"Bukan nggak boleh sayang, aku cuma takut kita ketinggalan pesawat, lagian perutku sayang, kalau tambah sakit gimana?" ucap Cinta sambil memasang wajah memelas.


Sabda mengusap wajahnya, ia terlupa kalau selama sebulan ini bahkan ia belum bisa melakukan hubungan dengan Cinta karena cemas dengan luka yang ada di perut Cinta yang seringkali masih terasa nyeri.


"Maafkan aku sayang, aku sampai lupa dengan lukamu, aku akan menunggu sampai lukanya benar-benar sembuh saja." ucap Sabda sambil memeluk tubuh Cinta.


"Sayang, kamu mau aku bantu pakai tangan?" tanya Cinta yang sebenarnya masih malu mengatakan hal yang seperti itu, tapi ia merasa kasihan dengan suaminya yang harus menahannya sendirian.


"Tidak sayang, aku kurang menikmati handjob, aku sabar kok sayang sampai kamu benar-benar pulih." sahut Sabda.


"Baiklah, aku hanya tidak tega sayang, tapi semenjak menjadi papa, kamu jadi lebih sabar, aku merasa bangga memiliki kamu sebagai suamiku sayang.." Cinta kembali memeluk tubuh suaminya.


Saat mereka berdua sedang berpelukan, tiba-tiba ponsel Sabda berdering.


Ia meraih ponsel tersebut dan menatap layar ponselnya.


"Rama? dia melakukan video call sayang."


"Angkat saja sayang." jawab Cinta.


"Aku angkat dulu ya." Sabda menggeser layar ponsel miliknya, saat itu langsung terlihat Rama dan Rey yang seperti biasa selalu berduaan, karena mereka belum juga menemukan kekasih.


"Hallo ngapain lo berdua tumben VC gue?" seru Sabda pada kedua sahabatnya itu.


"Gue dan Rey VC lo karena kangen mau lihat baby Andra yang gantengnya kayak om nya, yaitu gue." celetuk Rama tanpa ragu.


"Enak aja lo, kayak gue lah!" Rey ikut menimbrung.


"Eh itu suara Cinta yang ketawa ya?" tanya Rey pada Sabda.


"Hemm.." jawab Sabda.


"Hallo om semuanya, maaf ya Andra masih bobo nih.." Cinta mengambil alih handphone Sabda, kemudian menunjukkan wajahnya bersama Andra yang masih tidur, Andra terlihat sangat menggemaskan dengan pipinya yang seperti bakpao itu.


"Ulululu.. Andra lucu banget, lo tau nggak Cinta, gue sampe ngayal punya anak kayak Andra sumpah! saking gue kebayang terus muka imutnya Andra." celetuk Rama, Rey menjitak kepala Rama, Rama mengaduh kesakitan.


Hahahha


Sabda dan Cinta tergelak.


"Nasib lo Ram! gimana bisa punya anak, nikah aja belom, jangankan nikah? pacar aja belom punya! ngenes tau nggak!" sahut Sabda masih tertawa, begitu juga Cinta.


"****** lo di bully kan! gue mah jomblo tapi elegan, beda lo jomblo tapi ngenes!" Rey malah bangga.


"Sialan lo! sesama jomblo tahu diri lo!" sahut Rama, Rey dan Rama malah adu mulut berdua, membuat Cinta san Sabda ada hiburan, mereka terus tertawa melihat tingkah Rey dan Rama yang selalu bertengkar dimanapun.


"Kapan kalian dapat jodoh kalau berantem terus? udah nggak usah pada berantem sih, aku yakin nanti kalian pasti dapat jodoh yang baik. sabaar aja ya.." ucap Cinta dengan suara halusnya. seketika mendamaikan kedua orang yang sempat adu mulut saling hina tadi.


"Gila ya denger suara Cinta ngomong berasa kek dapat siraman rohani gue sumpah!" ucap Rama sambil mengelus dadanya.


"Gue juga, kayak dapat pencerahan giman gitu." Rey ikut menimpali.

__ADS_1


"Lo kira istri gue ustadzah? tapi Aamiin deh, bagi gue sih dia udah jadi ustadzah di hati gue." ucap Sabda sambil mengecup sebelah pipi Cinta.


"Mulai deh pamer kemesraan, pamit ah gue, males!" seru Rama, Rey pun sama.


"Setuju, jomblo mending minggir dah!" Rey mengusap usap ujung kepala Rama.


"Minggir woy geli gue di elus lo!"


Hahahah


Sabda dan Cinta tertawa lagi.



_____________


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author : Makasih yang mau baca sampai sini ya, di tunggu Like dan Komentarnya.


Sambil nunggu Sekuelnya siap, Cherry bakalan kasih Bonus part kayak gini aja ya, sekedar menghibur aja gak akan cherry kasih konflik 😘😘


Yang mau Vote jangan ke Karya ini ya. boleh sumbangin Votenya ke Karya My Husband Is Cold aja. yang ini belum naik Rank.

__ADS_1


__ADS_2