THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Mau nggak?


__ADS_3

Andra keluar dari kamar mandi, Alya sudah selesai berganti pakaian, ia sedang menyisir rambutnya, tak lupa menyemprot parfum yang selalu ia bawa di tasnya, Andra mencium aroma parfum tersebut, ia mengendus sambil melirik ke arah Alya.


"Kamu pakai parfum apa?" tanya Andra.


Alya membelalak melihat Andra sedang bertelanjang dada, ia hanya mengenakan handuk di bagian bawah, Alya memalingkan wajahnya, lalu menutup matanya.


"Alya kamu kenapa?" tanya Andra bingung.


"Mas Andra pakai baju dulu, Alya malu lihatnya." sahut Alya dengan wajah memerah.


Andra terkekeh sendirian, dia benar-benar akan menikahi gadis kecil yang sangat polos pikirnya, padahal kalau wanita lain yang melihat Andra seperti itu reaksinya pasti sudah seperti cacing kepanasan saja.


"Oke sayang, aku pakai baju dulu ya," tutur Andra.


Alya menyentuh dadanya yang terus berdegub kencang.


"Dia bilang sayang?" gumamnya pelan.


Andra menahan tawa karena mendengar ucapan Alya barusan.


'Bocil bikin gemes aja.'


Andra pun masuk ke kamar mandi untuk memakai pakaian.


Selesai mengganti pakaian, Andra mengajak Alya untuk sarapan terlebih dahulu, berhubung hari ini Alya juga libur sekolah, Andra bermaksud mengajak Alya jalan-jalan dulu.


"Alya, gimana kalau setelah ini kita nonton film?" Ajak Andra.


Alya berpikir sejenak, sejujurnya ia takut Mama dan papanya marah, apalagi semalam ia tidak pulang ke rumah.


"Alya takut Mama dan papa marah Mas." jawab Alya.


"Kamu nggak usah cemas, semalam aku udah hubungi Mama kamu, dan dia bilang asal kamu baik-baik aja dia nggak masalah." sahut Andra.


Alya terkejut, ia sampai tersedak.


"Astaga, pelan-pelan Alya," Andra memberikan segelas air untuk Alya.


"Mas Andra bilang sama mama kalau semalam kita sekamar?" ucap Alya sambil berbisik takut ada yang mendengarnya.


"Hahaha.." Andra malah tergelak.


"Mas, kok malah ketawa?" tanyanya heran.


"Mana mungkin aku bilang gitu ke Mama kamu, aku bilang kamu tidur dengan istri temanku, jadi orangtua kamu juga bisa bernapas lega." terang Andra.


Alya mengelus dadanya, ia sempat kaget dan cemas kalau Andra berterus terang pada orangtuanya. Mamanya punya riwayat sakit jantung, karena itu Alya takut kalau mamanya mendengar hal itu, maka mamanya sudah pasti akan shock.


"Mas Andra bikin Alya jantungan aja."

__ADS_1


Andra terkekeh melihat wajah Alya saat itu.


"Alya, kamu mau nggak pacaran dulu sama aku?" entah ada angin apa sehingga Andra malah mengeluarkan kata-kata itu pada Alya.


Alya terkejut lagi, ia mencerna kembali kata-kata Andra barusan.


"Maksud mas Andra?" tanyanya belum mengerti.


Andra tersenyum sambil menggenggam tangan Alya.


"Maksudku, sebelum menikah kita saling mengenal, dan aku mau kamu jadi pacarku." terang Andra dengan raut serius menatap kedua mata Alya.


Alya membulatkan mulutnya, ia tidak menyangka kalau Andra akan mengatakan hal itu padanya.


"Kok kamu malah bengong?"


Andra memiringkan kepalanya, menatap Alya dengan senyuman menawan, sehingga Alya jadi salah tingkah.


"Mas Andra yakin?" ucap Alya memastikan kembali.


"Iya, aku juga nggak mungkin menolak keinginan Mamaku, dia bakalan sedih banget, dan bahkan bisa jatuh sakit, kalau aku menolak perjodohan ini, jadi apa salahnya kalau kita mencoba memulainya, agar ketika menikah kamu nggak kaku dan canggung padaku," tutur Andra dengan tenang, berbeda sekali dengan Alya yang sudah berkeringat sejak tadi, ia terlihat sangat gugup saat ini.


"Kamu mau kan Alya?" tanya Andra lagi.


"Mas, Alya mau tapi Alya minta maaf sebelumnya, Alya belum pernah pacaran sama sekali, Alya sering di tembak sama cowok, tapi Alya nggak pernah berani nerima cowok tersebut, Alya nggak mau sakit hati, karena sahabat Alya ada yang sampai mau bunuh diri karena putus cinta." ucap Alya.


"Mas Andra jangan ketawa, aku kan serius," tegas Alya.


Andra pun menghentikan tawanya, lalu mengelus puncak kepala Alya.


"Maafin aku ya, aku ketawa karena merasa gemas sama kamu, kamu beneran polos, beda dari cewek yang pernah kutemui sebelumnya." sahut Andra.


Alya mengernyitkan kening.


"Mas Andra udah sering pacaran ya?" tanya Alya penasaran.


"Kalau aku dah sering pacaran, mana mungkin di umurku yang segini aku belum menikah, aku tuh cuma beberapa kali di dekati oleh gadis-gadis, tapi entah aku nggak tertarik sama sekali, aku malah heran saat ini dengan hatiku sendiri." tutur Andra.


"Heran kenapa?"


"Aku malah merasa tertarik sama kamu, Alya." ucap Andra dengan senyuman mautnya, membuat Alya bergetar.


'Astaga, apa yang dia bilang barusan? dia bilang dia tertarik sama aku? apa aku nggak salah dengar?'


Alya terdiam mematung.


"Alya kamu kok malah bengong? jadi aku di terima apa nggak jadi pacar kamu?" tanya Andra lagi.


Alya menarik napas kemudian membuangnya perlahan, ia mengumpulkan seluruh keberaniannya menjawab pertanyaan Andra saat ini.

__ADS_1


"Iya Mas, Alya mau." Jawab Alya sambil malu-malu.


Andra pun tersenyum puas, saat itu hatinya berbunga-bunga, ia benar-benar sudah kehilangan kendali, ia mendekat ke samping Alya, kemudian mengecup kening Alya lembut.


"Makasih ya, udah mau menerima aku." Andra mengelus sebelah pipi Alya yang merona.


Alya gemetaran saat itu, jantungnya serasa mau copot, darahnya mengalir seolah seperti air terjun, ia merasa berdesir saat Andra mengecup keningnya tiba-tiba.


"Iya Mas, Alya juga senang karena Mas Andra mau menyukai Alya."


"Siapa yang nggak suka liat cewek cantik, manis, menggemaskan dan polos seperti kamu, semua pasti suka, tapi sayang mereka tidak seberuntung aku."


Andra melingkarkan senyuman di bibirnya.


Alya membalas senyuman pria di sampingnya.


"Mas Andra bikin Alya jadi merinding, lihat kening Alya sampai berkeringat, sumpah ini pertama kalinya aky sedekat ini dengan seorang pria." ucap Alya berterus terang.


Andra menghapus keringat di dahi Alya, lalu mengelus pipi Alya lagi.


"Santai aja, anggap aja aku seperti orang yang sudah kamu kenal lama, aku akan jagain kamu, mulai sekarang dan seterusnya." tutur Andra.


Walaupun keduanya belum menyatakan cinta satu sama lain, tapi mereka saat ini sudah persis seperti pasangan remaja yang sedang dimabuk asmara, Andra yang sudah lebih dewasa saja terlihat bak ABG yang jatuh cinta saja.


"Makasih Mas, Alya seneng kalau mas Andra mau mengerti Alya, Alya berusaha untuk lebih mengenal Mas Andra." ucap Alya.


"Good, kalau begitu kita nonton dulu? kamu mau kan?"


Alya mengangguk mengiyakan.


"Iya Mas, Alya mau." jawabnya malu-malu.


"Yuk jalan, nanti sore aku antar kamu pulang, jarang-jarang kamu main seharian, anggap aja refreshing, okey."


"Oke Mas."


Andra menggandeng tangan Alya, Alya saat itu sudah tidak tahan lagi, jantungnya nyaris meledak saja pikirnya.


________________


Jangan lupa like dan komen ya...



Hmmmm 😍😍🤗



Gemess 😘🥰

__ADS_1


__ADS_2