
Sabda dan Cinta akhirnya sampai di kediaman Pramana dan Delia, kedatangan Sabda di sambut oleh para pelayan yang ada di rumah besar tersebut.
Para pelayan berbaris, bak menyambut seorang dari kerajaan saja, hal itu membuat Cinta takjub, Sabda memasang wajah datar, ia sambil menggendong baby Andra.
"Baby Andraaa..." Delia menghambur dengan segera mengambil alih Andra dari gendongan Sabda.
"Astaga.." decak Sabda, ia sampai terkejut akan kedatangan Delia yang sangat mendadak itu.
"Cintaa.. anak mama, kamu sehat kan sayang?" Delia mengecup kedua pipi Cinta.
"Ma,apa Mama sama sekali nggak ingat sama anak sendiri?" ucap Sabda sambil membuang napas kasar.
"Eh.. ya ampun anak mama yang paling ganteng, maafin mama ya sayang, habisnya mama terlalu kangen sama Andra dan Cinta, sampai lupa deh kalau ada kamu." tutur Delia seolah tanpa dosa berkata seperti itu.
"Memang benar mungkin Sabda ini anak pungut mama dan papa ya.." sahut Sabda sambil mencebik.
"Sayang, kok ngomongnya gitu sih sama mama." Cinta menajamkan matanya pada Sabda.
"Iya maaf." ucap Sabda malas.
"Udah ah, kamu kayak nggak kenal mamanya sendiri aja sih Sab, yuk masuk, papamu udah nunggu di dalam." Ajak Delia, ia terlihat sangat senang bisa bertemu dengan cucunya.
Sementara Sabda dan Cinta duduk di ruang keluarga, Delia membawa Andra menemui Pramana di ruangan kerjanya, Sabda dan Cinta pun sejenak bersantai merenggangkan otot mereka yang terasa kaku, selama perjalanan panjang di pesawat tadi.
"Kamu capek sayang?" tanya Cinta pada suaminya.
"Lumayan nih, tulang aku rasanya remuk, apalagi bahuku.. kayak mau patah.." ucap Sabda sambil memiringkan kepalanya sambil memegangi bahunya sendiri.
"Itu karena kamu sepanjang perjalanan memangku Andra, belum lagi di bandara kamu juga yang gendong Andra, aku bilang kan gantian sayang." ucap Cinta sambil memijat bahu suaminya.
"Nggak apa-apa sayang, aku lebih nggak rela lah kalau kamu yang kecapean gini, kasian, berat biar aku aja." ucap Sabda sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Bisaa aja kamu." Cinta mengecup pipi Sabda lembut.
"Nanti malam ya sayang?" ucap Sabda sambil mengedipkan sebelah matanya.
Cinta mengernyitkan kening.
"Nanti malam apa?" jawabnya tidak mengerti arti kode dari Sabda.
"Nanti malam kita itu.." Sabda menyatukan kedua jari telunjungnya.
"Hah?" Cinta menggaruk kepalanya, masih tidak juga paham.
"Sini kamu deketan dikit, aku bisikin biar kamu langsung paham," pinta Sabda, Cinta pun menuruti kemauan suaminya itu, ia duduk mendekati suaminya, kemudian Sabda mendekat kearah telinga Cinta, dan memulai membisikkan sesuatu di telinga Cinta.
"Apa?" Cinta terkejut mendenar hal itu.
"Jangan kaget gitu dong sayang, kata kamu sekarang luka operasimu udah nggak terlalu sakit? apa masih sakit ya?" tanya Sabda.
"Iya udah nggak sakit kok, yaudah deh nanti malam, tapi tunggu Andra bobo dulu ya.." ucap Cinta sambil memalingkan wajahnya.
"Kamu kenapa sih kalau ngomongin hal itu sama aku masih aja malu-malu, kok aku nggak pernah malu ya, ngomong aja giru cuek, kamu juga harusnya gitu sayang." ucap Sabda sambil mengecup punggung tangan Cinta.
"Bedalah sayang, kamu kan laki-laki, jadi lebih mudah mengatakan hal itu, kalau perempuan banyak pertimbangan kalau mau membicarakan hal yang seperti itu, pertama karena malu, kedua karna nggak terbiasa." sahut Cinta.
Sabda terdiam sejenak.
"Hmm gitu yaa... iya deh, aku juga lebih suka kamu yang malu-malu gitu sayang.." tutur Sabda, ia mendekatkan wajahnya ke arah Cinta, semakin dekat hinggabibir mereka saling bersentuhan, namun konsentrasi mereka seketika buyar saat Praman dan Delia muncul di hadapan mereka sambil menggeng Andra yang sudah terbangun.
"Maaf loh mengganggu kalian berdua, kalau mau di lanjut di kamar aja, biar mama yanf jagain Andra, jarang-jarang kan kalian bisa berduaan semenjak ada Andra." tutur Delia sambil menahan tawanya.
"Astaga, Mama.. kok Mama dan Papa muncul nggak kedengaran suara langkah kakinya sih?" ucap Sabda yang masih terkejut. Cinta tertunduk malu.
__ADS_1
"Sudah, Gimana kabar kamu Sabda, Cinta?" tanya Pramana sambil Menghampiri putranya dan memeluknya.
"Sabda baik Pa, Cinta juga baik." Sabda dan Cinta mengecup punggung tangan Pramana.
"Papa senang kalian mau bawa Andra kesini, Papa kangen banget sama Andra, kalian istirahat aja berdua di kamar. biar Andra sama Papa dan Mama." ucap Pramana, sedangkan Delia terlihat sibuk meledek Andra yang mulai bisa tertawa membuat Delia dan Pramana semakin gemas.
Bahkan kedua orang tua itu sampai melupakan keberadaan Cinta dan Sabda.
"Kita masuk kamar aja sayang, kita nggak di anggap disini." ajak Sabda sambil menggandeng tangan Cinta.
Cinta tertawa kecil mendengar hal itu.
"Biarin aja sayang, mereka saking rindunya dengan cucunya," sahut Cinta.
Sabda pun mengangguk.
"Iya, biarin deh mereka kangen kangenan dulu, kita juga kangen kangenan yuk sayang?" Sabda menyeringai.
"Aku capek ah, mau bobo." Cinta pergi meninggalkan Sabda masuk ke dalam kamar.
"Awas ya kamu..." Sabda mengejar istrinya masuk ke dalam kamar itu juga.
___________________________
Cherry mohon maaf kalau ada salah kata ya, cherry mau mengucapkan minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin ya readers 🙏
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Next lanjut besok ya.. .
__ADS_1