THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Main Basket


__ADS_3

Sepulang sekolah Alya langsung menuju ruang gant, ia masih harus mengikuti ekskul basket, padahal sebentar lagi Ujian akhir sekolah, tapi karena ia merasa senang dengan olahraga yang satu itu, ia rela untuk meninggakan pelajaran tambahan untuk ujian hanya demi bisa main basket.


Setelah mengganti baju, Alya segera pergi ke lapangan, ia mulai bergabung dengan para adik kelas yang sedang bermain basket, karena Alya memang suka sekali dengan olahraga basket, ia mudah bergaul dengan anak-anak yang tergabung dalam club basket tersebut.


Setelah satu jam akhirnya Alya selesai juga main basket, ia mengambil air minum yang ada di dalam tasnya kemudian meneguknya.


Saat Alya sedang santai, tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya, ia adalah Andra, sontak Alya terkejut bukan main, saat melihat pria yang baru saja datang, Andra membawa sebuah bola ditangannya, Alya menelan salvanya sambil terbengong.


"Apa yang Mas Andra lakukan disini? Astaga Mas Andra pasti udah nungguin aku daritadi ya? maaf Mas Andra, Alya tadi terlalu asyik main, sampai lupa kalau Mas Andra mau jemput." tutur Araa dengan senyuman yang dipaksakan.


Andra terduduk di samping Alya, kemudian memberikan bola yang ada di tangannya kepada Alya.


"Nggak kok, aku baru datang, tadi kutanya teman-temanmu, mereka bilang kamu lagi main basket, aku samperin karena penasaran sekaligus nggak nyangka, ternyata kamu suka basket ya?"


Alya menganggukkan kepalanya.


"Iya Mas, hari ini seharusnya Alya belajar tambahan, tapi Alya lebih suka main basket, jadi Alya lebih milih main basket aja, paling besok di hukum sama guru, bersihin toilet lagi." celetuk Alya.


Andra tertawa kecil mendengar hal tersebut, ia tanpa sadar mengacak puncak kepala Alya, hal itu membuat Alya terlihat malu.


'Dia kok pake nyentuh kepalaku segala sih? Astaga kenapa jantungku jadi dagdigdug gini sih, aku kenapa?'


Alya berusaha bersikap wajar walaupun ia merasa gemetaran juga.


"Kamu mau pulang, atau mau main sekali lagi?" Tanya Andra.


"Hmm? memangnya Mas Andra bisa main basket?" tanya Alya penasaran.


"Mau coba? yuk aku temenin." jawab Andra tersenyum, hal itu membuat Alya semakin salah tingkah.


'Astaga senyuman dia, kok dia ganteng banget sih, bener juga kata Kiki, dia bahkan seksi, postur tubuhnya, senyumannya, semuanya beneran sempurna.'


"Hei? kok kamu malah melamun?" Andra melambaikan tangannya di depan wajah Alya.


Alya segera menyadarinya, ia menggelengkan kepalanya cepat, kemudian tersadar dari lamunannya tadi.

__ADS_1


"Maaf Mas Andra, boleh deh yuk kita main sekali lagi, setelah itu pulang." Alya pun segera berdiri, menuju ke tengah lapangan, Andra melepaskan jaket yang ia kenakan, kemudian ia mulai bermain bersama Alya.


Alya mulai mendribbel bola, hal itu membuat Andra cukup terkejut melihat kemampuan bermain Alya.


Ia tidak menyangka kalau seorang anak yang katanya meraih nilai sempurna di sekolahnya, ternyata juga pandai bermaij basket.


Andra mencoba merebut bola dari Alya, Alya tidak ingin kalau Andra mendapatkan bola tersebut, ia terus menghalau Andra, sampai akhirnya ia lengah karena menatap Andra yang menurutnya sangat keren saat bermain basket, dan bola tersebut pun akhirnya berhasil Andra dapatkan.


"Jangan bengong dong." bisik Andra malah membuat konsentrasi Alya jadi buyar seketika.


Alya masih terdiam hingga akhirnya Andra. berhasil memasukkan bola kedalam ring, Alya segera sadar kalau ia telah kecolongan.


Alya pun berusaha merebut bola yang ada pada Andra, tapi karena tubuh Andra yang cukup tinggi, sehingga Alya kesulitan meraih bola tersebut, Alya terus berusaha tapi malah ia hampir terjatuh, untung saja Andra dengan sigap segera melempar bola tersebut dan meraih tubuh Alya, tapi ia malah kehilangan keseimbangan dan akhirnya iapun terjatuh, sedangkan Alya masih berada diatas tubuhnya.


Alya menatap mata Andra, begitu juga dengan Andra, keduanya bergeming tidak berkedip.


Sampai akhirnya Alya lebih dulu tersadar, kemudian ia segera bangun.


"Maaf Mas Andra, aku tadi tidak sengaja, maaf membuat Mas Andra terjatuh, belum lagi aku malah terjatuh diatasnya, udah jatuh tertimpa tangga ya Mas ibaratnya." Alya berusaha tertawa, walaupun ia sebenarnya tadi itu tidak lucu sama sekali, yang ada ia malah merasakan jantungnya terus berdebar-tebar tanpa henti.


Andra juga terlihat salah tingkah, ia tidak menyangka kalau baru kali ini ia merasa gugup berada di hadapan wanita yang bahkan lebih pantas menjadi adiknya itu.


Mendengar hal itu, Alya semakin merasa berdebar bukan main, tapi ia berusaha bersikap wajar.


"Mas Andra bisa aja sih, yaudah sebaiknya kita pulang aja deh, aku juga udah lumayan capek."


"Oke deh, kamu nggak mau ganti baju dulu, biar aku tunggu di parkiran okey?"


"Hm, oke deh Mas, aku ganti baju dulu ya," Alya pun segera pergi ke ruang ganti.


Andra menyentuh dadanya yang terasa aneh, ia terus menyentuhnya sambil berpikir kenapa ia bisa berdebar-debar ketika berda di dekat Alya tadi.


"Ada yang nggak beres nih, kenapa gue malah grogi gini sih tiba-tiba, padahal kalau ada cewek deketin gue tuh biasanya nggak pernah gue ngerasain hal ini, siaal masa sih gue udah jatuh cinta sama tu anak bocil, memang sih Alya cantik, imut, gemesin, tapi selera gue kan? Astagaaa! jangan-jangan sela ini selera gue kayak Alya itu lagi." ucap Andra sambil memijat keningnya, ia segera menuju tempat parkir, menunggu Alya kembali dari ruang ganti.


Selesai mengganti baju, Alya segera menghampiri Andra, tapi sebelumnya tidak lupa ia melihat ke cermin, ia menyentuh kedua pipinya yang terasa panas sejak tadi.

__ADS_1


"Ya Tuhan, kenapa aku jadi gugup gini sih? setiap kali deket dengan Mas Andra, aku nggak mungkin secepat ini jatuh cinta sama dia, bahkan dia itu lebih tua dari aku, apa mungkin dia nantinya bakalan bisa mencintai aku? kenapa sih ini semua bikin aku pusing." ucap Alya berbicara sendiri di depan cermin.


Ia segera menghilangkan perasaan itu jauh-jauh, ia tidak mau terbebani akan hal ini, ia sudah bertekad untuk berusaha mengenal Andra lebih jauh lagi, meskipun usia mereka berjarak cukup jauh.


Alya menuju ke parkiran, disana Andra sedang berdiri tepat di samping mobilnya, Andra segera membukakan pintu mempersilahkan Alya masuk kedalam mobilnya.


"Makasih Mas." tuturnya.


Andra melajukan mobilnya keluar dari sekolah Alya, ia akan langsung mengantar Alya sampai ke rumahnya.


Keduanya terdiam, tidak ada yang mengajak berbicara satu sama lain, suasana menjadi semakin canggung saja.


"Kamu mau ambil kuliah jurusan apa Alya?" tanya Andra membuka obrolan.


"Hm, aku suka karya seni lukis, seperti Mama, tapi aku jarang melukis, aku mungkin akan ambil jurusan seni nanti." tutur Alya.


"Baguslah kalau kamu suka seni lukis seperti mama kamu, aku sebenarnya sangat menyukai karya-karya mamamu, aku tidak menyangka kalau orang tua kita bersahabat sejak dulu."


"Ah benarkah? iya karena setelah menikah Mama dan Papa tinggal di luar negeri, jadi mereka jarang untuk bertemu, sehingga kita juga sampai tidak saling mengenal satu sama lain, sebelumya."


"Iya benar, mungkin kalau kalian tidak tinggal di luar negri, kita sudah saling mengenal sejak dulu." tutur Andra yang sepertinya mulai merasa nyaman berada di dekat Alya.


"Mas Andra ya, bisa aja kalau becanda." sahutnya.


___________________


Bonus Foto



Kalandra 🥰😘



Kalya 😍🤗

__ADS_1


Untuk Cast yang lainnya menyusul yaa.. masih fokus sama kelanjutan cerita aja.


Jangan Lupa Like dan Komentar ya.


__ADS_2