THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
EXTRA PART 3


__ADS_3

Sabda dan Cinta menuju bandara, Sabda menggendong Andra, sedangkan Cinta berjalan beriringan sambil menggandeng tangan Sabda, Cinta memmbawa serta baby sitternya dan pengawal untuk membawa barang-barang keperluan mereka.


Mereka menempuh perjalanan cukup panjang menuju LA, tempat Pramana dan Delia tinggal sekarang.


Sepanjang perjalanan Andra terlihat sangat tenang, tidak rewel sama sekali, ia malah tertidur selama di pesawat.


Cinta dan Sabda pun merasa tenang, karena mereka sempat cemas, ini kali pertama Andra naik pesawat dan pergi jauh dari rumah.


"Untung saja Andra anteng sayang, aku cemas kalau dia bakalan rewel, lihat deh lucu banget bobonya, pantesan Rama dan Rey sampai rela dateng terburu-buru untuk nemuin si gembul ini." ucap Sabda sambil menciumi pipi Andra yang masih tertidur.


"Iya lucu banget Andra, anaknya baik nggak rewel, dia tuh rewel kalau haus dan kalau mau pup aja, makanya aku yakin ajak Andra ke LA sayang, karena ku lihat Andra anaknya anteng." sahut Cinta.


Sabda masih memangku Andra di dalam pelukannya, sedangkan Cinta menyandarkan kepalanya ke bahu Sabda.


"Pasti oma dan opa seneng banget waktu lihat Andra nanti sayang, dan bisa jadi kita akan lama disana karena pasti di tahan nggak boleh buru-buru balik ke indo." ucap Sabda.


"Iya udah nggak apa-apa sayang, pekerjaan kamu gimana udah ada yang hendel kan?" tanya Cinta pada suaminya.


"Udah kok, pekerjaanku aman semuanya, di kantor juga kan ada Rama dan Rey yang bisa urus semuanya." jawab Sabda sambil tersenyum.


"Syukurlah kalau begitu, oiya kemarin Sharena kirim hadiah buat Andra, aku lupa kasih tahu kamu."


Sabda mengernyitkan kening mendengar ucapan Cinta barusan.


"Sharena?"


Cinta menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Iya, Sharena, dia sempat kirim chat juga ke aku, dia bilang minta maaf karena waktu lahiran Andra dia nggak bisa datang, dia juga minta maaf atas kesalahannya yang dulu, dia cuma mau memperbaiki hubungan pertemanan aja katanya." tutur Cinta.


Sabda hanya menganggukkan kepalanya.


"Ya, tidak apa-apa kalau memang dia ada niat baik, lagipula itu sudah lama sekali. buat apa juga kita perpanjang kan sayang." jawab Sabda.


Setelah menjadi papa, Sabda jadi lebih dewasa menghadapi berbagai macam hal, tidak seperti saat ia baru menikah yang lebih cenderung emosian.


Cinta merasa sangat senang akan perubahan suaminya itu.


Sabda melirik ke arah Cinta yang sedang senyum-senyum sendirian, ia memiringkan kepalanya sambil menatap heran kepada istrinya itu.


"Sayang kamu kenapa senyum-senyum sendirian gitu?" tanya Sabda ikut tersenyum.


Cinta malah tercengir saat Sabda bertanya hal itu padanya.


Sabda terkekeh mendengar ucapan istrinya tadi.


"Kamu lagi ngegombal ya sayang? coba ulangi lagi dong, aku kok seneng ya dengernya." sahut Sabda sambil menatap lurus mata istrinya itu.


"Apa sih kamu, emang nggak boleh kalau aku sesekali gombalin suami sendiri? tapi yang aku omongin bukan gombalan loh sayang, itu sebuah kejujuran." Cinta mengecup lembut sebelah pipi Sabda, membuat Sabda merona.


"Tuh kan kamu lucu banget, tiap aku cium pasti pipinya memerah."


Cinta mencubit pipi Sabda, Sabda mengaduh sambil tertawa.


"Aku juga beruntung punya kamu sayang, kamu tuh wanita paling cantik yang pernah aku temui sayang, udah cantik, baik, perhatian, pintar, pokoknya sempurna buatku." tutur Sabda sambil menatap Cinta dengan tatapan yang menawan.

__ADS_1


Cinta tersipu mendengar pujian suaminya.


"Andra juga beruntung punya papa ganteng, dan super baik, semoga Andra nanti ketika dewasa gantengnya nurun kamu ya." sahut Cinta tercengir.


"Pasti lah nurun aku, kan anak aku, kalau mirip Rama atau Rey nanti aku curigalah sayang." Sabda menajamkan matanya.


"Ihhh.. mana mungkin lah, kamu ada-ada aja sih.." jawab Cinta.


Sabda hanya tertawa kecil.


"Iyalah mana mungkin, siapa yang berani deketin istri Sabda Pramaditya, kalau ada yang berani urusannya bisa panjang dong." ucap Sabda sesumbar sendiri.


Cinta ikut tertawa, tanpa terasa mereka akhirnya sampai juga di LA, mereka juga sudah di jemput oleh supir pribadi Pramana, tanpa membuang waktu mereka segera menuju rumah Pramana dan Delia.


Andra terbangun karena mulai haus, Sabda dengan sigap segera mengambil asi yang sudah di hangatkan dan dimasukkan ke dalam botol, setelah itu ia mengecek suhunya, lalu memberikannya kepada Baby Andra, Cinta tersenyum bahagia melihat suaminya yang selalu sabar dan ikhlas mengurus bayi mereka. padahal ada babysitter, tapi selagi Sabda bisa membantu Cinta untuk urusan Andra, ia tidak segan untuk membantunya.


"Makasih sayang, kamu udah mau ikut ngurusin Andra, aku bangga sama kamu." tutur Cinta.


"Iyalah sayang, masa buatnya aja semangat, ngurusinnya nggak semangat." jawab Sabda malah membuat Cinta terkekeh mendengarnya.



_____________


Ini Extra Part ya jadi maaf kalau isinya nggak terlalu panjang 😅


Biar nggak pada penasaran aja sama kisah Sabda dan Cinta setelah punya anak. ku kasih beberapa extra part buat kalian. semoga suka ya.

__ADS_1


Jangan lupa Like dan Komentarnya


__ADS_2