
"Lo Cantik" Sabda langsung mengalihkan pandanganya dari cinta. entah apa yang mendorong ia mengatakan itu. dia hanya merasa bahwa cinta adalah cewek yang paling cantik dibandingkan cewek manapun yang pernah ia temui. termasuk Sharena cinta pertamanya.
Cinta terdiam tidak menjawab. Pipinya sudah bersemu merah merona saat ini.
ia tidak menyangka kalau sabda memuji dirinya cantik. padahal sebelumnya sangat sulit buat sabda untuk sekedar berbicara lembut saja kepada cinta.
"Lo mau nggak pergi nonton sama gue?" Sabda menatap cinta berharap cinta mau pergi jalan jalan denganya.
"Boleh.." Jawab cinta yang sebenarnya memang merasa bosan juga karena di rumah saja.
"Oke, Yuk Jalan.." Sabda berdiri seraya mengulurkan tanganya kepada Cinta.
Cinta tersenyum lalu menberikan tanganya kepada Sabda. merekapun berjalan beriringan.
Sabda Membuka Pintu mobilnya lalu mempersilahkan cinta untuk masuk ke dalam mobil. lagi lagi Sabda kali ini tersenyum dengan manis membuat Cinta menjadi merasa berdebar debar.
"Silahkan Masuk Cantik.." Ucap Sabda yang terlihat sangat bahagia saat itu. Cinta tertawa kecil merasa ada yang aneh dengan Sabda tapi terlihat lucu baginya.
***
Mempesonanya kamu
Menyungging senyummu
Menghiasi raut wajahmu
Mendiamkan detak jantungku
Mataku jadi pencuri senyummu
Yang menghantam jantungku
Yang menghantam jantungku
Bingung tak menentu
Dengan kehadiranmu
Mungkinkah menerimaku
Kutakut kehilanganmu
Bila kau tahu perasaanku
Yang jatuh cinta padamu
~ Kahlil Gibran ~
***
"Kamu kenapa senyum terus sejak tadi. nggak biasanya deh" Cinta melirik Sabda yang sedang menyetir namun bibirnya tidak berhenti tersenyum membuat cinta merasa Sabda memang sangat tampan membuat hatinya serasa berdesir hebat seperti saat ini.
"Nggak Tahu. rasanya Gue lagi seneng aja. gue juga nggak tahu kenapa" Sabda melirik cinta sekilas lalu senyumnya lagi lagi terlukis jelas di bibirnya.
"Kamu aneh deh Sabda. seneng tapi nggak tahu alasanya kenapa" Cinta terkekeh.
"Mungkin karna Lo nta!" Ucap sabda dalam hatinya.
__ADS_1
"Sialaan apa gue beneran suka sama cinta ya?" Lagi lagi ia meracau sendirian dalam hatinya.
***
Sesampainya di sebuah pusat perbelanjaan Sabda menggandeng tangan Cinta memasuki Mall tersebut.
Cinta hanya mengikuti kemana sabda akan membawanya kali ini.
"Sabda??..." Suara seorang cewek memanggil namanya. Sabda dan cinta pun menoleh ke arah suara itu.
"Sabda itu elo kan? Lagi apa lo Sab? Ciyee cewek baru nih.." Ucap cewek berambut pendek dengan mengenakan rok mini itu.
Cinta menatap cewek itu sekilas lau menunduk. Sedangkan Sabda memasang tampang Acuh tidak peduli.
"Gue nggak ada waktu ngeladenin Lo. gue mau jalan dulu. oiya lo dah kenal kan sama dia? Istri gue" Ucap Sabda yang kemudian menunjukkan tangan cinta yang sudah ia genggam lalu diciumnya lembut.
Sontak itu membuat Cinta tercengang lagi. "Kenapa dia kayak gitu lagi? Jangan jangan perempuan itu pacarnya juga lagi" Pikir cinta.
"Oh jadi ini istri Lo Sabda. palingan jug lo perlakuin Sama kan kayam cewek lo yang dulu dulu cuma buat jadi babu" ujar cewek berambut pendek itu ketus.
"Dia istri gue jelas beda. pergi lo sana. empet gue liat muka lo. kok bisa gue dulu jadiin lo babu gue" Sabda berdecih lalu pergi meninggalkan perempuan itu yang terlihat sangat kesal dengan ucapan Sabda barusan.
"Sabda..." Panggil cinta
"Hm.."
"dia pacar kamu?"
"bukan"
"terus dia siapa?"
Sabda hanya terus menggandeng cinta ke tempat ia akan membeli tiket untuk menonton Film.
sedangkan cinta hanya terdiam saja.
"Mau nonton film apa nta?" Tanya Sabda.
"Terserah kamu deh" Jawab cinta seolah tidak bersemangat.
"Kenapa Lo kok cemberut aja. nggak seneng gue ajak nonton?" Tanya sabda lagi.
"Nggak papa. cuma kepikiran ucapan cewek tadi aja" Sahutnya.
"ucapan yang mana? Ngapain juga di pikirin jelas jelas nggak penting" Sabda melengos begitu saja. ia memesan sendiri dua tiket nonton tanpa bertanya lagi pada cinta.
"Aku kesel.. apa kamu juga bakal jadiin aku pembantu seperti cewek kamu yang dulu dulu?" Tanya Cinta.
"Astaga nta.. ya nggak mungkin lah. mau habis aku di kutuk sama mama dan papa. kamu kan istri aku" ucap sabda yang tidak sadar dengan gaya bicaranya sudah memakai kata "aku kamu".
Cinta tersenyum lebar merasa senang dengan perkataan sabda barusan.
"Kenapa senyum senyum gitu kamu. baru sadar kalau aku ini ganteng ya?" Celetuk sabda menyeringai.
"Haha mana mungkin sih. aku seneng aja kalau kamu ngomongnya nggak pakai kata Lo gue lagi" sahut cinta
"Oh.. yaudah aku nggak ngomong gitu lagi sama kamu deh" Sabda tersenyum lagi. cinta pun tersipu malu. demi apapun juga ia merasa sangat gugup saat itu.
__ADS_1
Akhirnya Film yang mereka tunggu pun di mulai.
Saat itu suhu di ruangan bioskop itu sangat dingin. Sabda melihat Cinta yang mulai sedikit menggigil sesekali meniup tanganya sendiri.
"Kamu kedinginan?" Bisik Sabda di ujung telinga cinta sontak membuat Aliran darah cinta terasa hangat padahal tadinya ia kedinginan.
"A-ku.. tidak kok" jawab Cinta tergugup.
"kemarikan tangan kamu" Pinta sabda.
"Ini.. buat apa?"
Sabda langsung menggenggam erat tangan cinta. "Masih dingin nggak?" Tanya sabda lagi.
"Kamu lucu sabda. badan aku yang dingin bukan cuma tangan aku. tapi nggak papa kok udah agak anget" Cinta tercengir.u
"Hmm.. Pakai ini" Sabda memakaikan Jaketnya kepada cinta.
"kok dikasih ke aku. nanti kamu loh yang dingin.."
"Nggak mungkih lah nta, aku kan cowok kuat. masa gini aja dingin.." Ucap Sabda di tengah tengah film yang sedang di putar.
Cinta melirik kearah sabda dan tersenyum manis. "Makasih Sabda" Ucap Cinta
Sabda yang terpaku menatap wajah cinta yang saat ini sudah menjadi istrinya itu. namun diantara mereka masih terasa canggung satu sama lain. sabda terus melirik cinta hingga pandanganya tertuju pada bibir manis cinta yang berwarna merah ke pink-an.
"Cinta"
"Hm?"
"aku boleh nggak minta sesuatu sama kamu?"
"minta apa? "
"tapi janji kalau kamu nggak mau jangan marah ya.. cukup bilang aja nggak mau"
"kamu lucu banget sih sabda. yaudah iya emangnya kamu mau minta apa sih?"
"Cinta boleh nggak aku cium kamu lagi?"
Deg Deg Deg Suara deru jantung Cinta yang kian berdebar debar saat itu, ia tidak sangka kalau sabda malah meminta hal itu. ia tidak mungkin menolak bagaimanapun sabda adalah suami sahnya. tapi ia merasa sangat malu. bagaimana menjawabnya.
"Kamu nggak mau ya? yaudah nggak papa. lagian itu juga kalau boleh.."
"Sabda.. kamu boleh cium aku kok.."
Demi apapun saat itu Sabda sangat terkejut tidak menyangka kalau cinta akan setuju dengan permintaanya itu.
"Beneran Nta?"
"iya"
Sabdapun mendekatkan wajahnya kepada wajah cinta lalu perlahan mencium bibir manis cinta. kali ini dengan sangat lembut tidak ingin membuat cinta merasa risih ataupun terluka hatinya seperti pertama kali dia merenggut ciuman itu dari cinta.
Kalau suka boleh tekan like dan tinggalkan komentarnya yaa..
__ADS_1