THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Will you Marry me?


__ADS_3

Hari ini Alya dan Andra, akan melakukan fitting baju, waktunya sudah semakin dekat saja, minggu depan acara pernikahan mereka berdua akan di gelar, Alya juga sudah memberitahu teman-temannya, tentang acara pernikahan dia dengan Andra, tentu saja teman Alya merasa terkejut, terutama Alisa dan Kiki sahabat Alya, mereka kaget karena tidak tahu sama sekali kalau Alya akan menikah.


"Kamu lagi chatting sama siapa? kok daritadi senyum-senyum sendirian?" tanya Andra.


Alya menaruh handphone miliknya kedalam tas, "Ini temanku, mereka lucu aja, jadi aku senyum deh, sahabatku, mereka kaget aku mau nikah." jawabnya.


Andra mengangguk angguk.


"Oh gitu, kalau cowok yang waktu itu nembak kamu gimana? masih suka nanyain kamu nggak?" tanya Andra merasa penasaran.


Alya menggeleng.


"Kalau nggak salah dia bakalan pergi ke luar negri deh kata temanku, dia mau kulian disana," sahutnya sambil mengayunkan kakinya, mereka berdua masih menunggu pelayan butik datang membawa gaun dan jas untuk pernikahan mereka berdua.


"Oh gitu, bagus deh jadi dia nggak perlu liat kamu nikah, pasti dia sedih tuh." ucap Andra sambil mengaitkan rambut Alya ke telinganya.


Alya tersenyum sambil menutup mulutnya, "Sok tahu kamu Mas, kamu pernah di tinggal nikah juga ya?" seringai Alya meledek Andra.


Andra terkekeh sambil mencubit pipi Alya.


"Dibilang aku belum pernah pacaran selain sama kamu, masih nggak percaya aja ya kamu.." jawabnya gemas.


Alya ikut tertawa juga, "Ya barangkali aja gitu, yaudah kalau memang nggak pernah, jadi aku bukan yang kedua dong, bangga." ucapnya sambil melingkarkan senyuman manis di bibirnya.


"Iya dong, kamu yang pertama dan yang terakhir." ucap Andra sambil menatap lekat kedua bola mata dihadapannya, dan keduanya pun saling berpandangan satu sama lain.


Tiba-tiba muncul pelayan yang sudah membawa pakaian pernikahan mereka, sontak keduanya terkejut, dan saling berpaling.


"Maaf, ini saya sudah bawakan gaun dan jas pesanan ibu Cinta Nirmala, bisa langsung di coba saja, ruang gantinya ada disana." Pelayan itu mengantar Andra dan Alya ke ruang ganti, dan merekapun segera kesana, mereka mulai mencobanya.


Setelah beberapa saat Andra selesai lebih dulu, ia memakai jas yang sangat elegan membuat ketampanannya semakin terlihat, para pelayan yang ada di butik tersebut sampai terpana menatap kagum pada sosok Andra.


Andra mendekat ke depan ruang ganti Alya, kenapa Alya lama sekali pikirnya.


"Alya, kamu udah selesai gantinya? kok lama?" tanya Andra.


"Mas, kamu bisa bantu aku nggak? ini kok aku susah naikin resletingnya,"


Andra ragu untuk masuk, ini kan kamar ganti cewek pikirnya.


"Memangnya nggak apa-apa kalau aku masuk?" tanya Andra.

__ADS_1


"Iya aku udah pakai bajunya kok, cuma susah naikin resletingnya aja." sahut Alya.


Karena Alya berbicara seperti itu, tanpa ragu Andra langsung masuk ke dalam ruang ganti.


"Mas tolong naikin resletingnya, aku kesulitan," dengan polosnya Alya meminta bantuan Andra, Andra menelan salivanya saat melihat punggung Alya yang polos itu, ia gemetar menaikkan resleting Alya, kenapa Alya malah menyuruhnya, dan kenapa dia sampai gemetaran seperti ini, dengan susah payah bahkan sampai berkeringat, ia akhirnya berhasil menaikan resleting tersebut.


Alya pun berbalik, "Makasih ya udah bantu aku, abisnya susah banget tadi," cengirnya polos seolah tanpa dosa, sudab membuat Andra gemetaran.


Andra mengelap keringatnya, Alya sampai keheranan kenapa Andra sampai berketingat seperti itu, pikirnya.


"Mas kok sampai keringatan gitu?" tanya Alya.


"Nggak apa-apa kok, udah yuk kita udah di tungguin sama orangnya diluar, ngomong-ngomong kamu cantik pakai gaun itu," puji Andra.


Alya tersipu, "Makasih, kamu juga keliatan keren." sahutnya.


"Keren dan ganteng kan?" ucap Andra, Alya terkekeh sambil memukul lengan Andra.


"Udah sana ah keluar, pengap disini berduaan," celetuk Alya.


"Sabar ya, nunggu Mas halalin kamu." ucap Andra, sontak membuat Alya gelagapan.


"Ih Mas Andra, udah sana buruan keluar." dorong Alya.


Setelah mereka selesai fitting, merekapun segera pulang, di perjalanan pulang, Andra iseng menawarkan Alya jalan-jalan.


"Alya, gimana kalau kita jalan-jalan dulu sebelum pulang, biar fresh gitu, kamu mau nggak?" tanya Andra.


Alya teridam sejenak.


"Mau kemana memangnya?" tanyanya.


"Kamu suka taman bermain nggak? gimana kalau kita kesana, terakhir aku ke taman bermain tuh waktu ulang tahun Angel, udah lama banget," Andra melirik sekilas ke arah Alya.


Alya mengangguk cepat, "Mau, ayo kita ke taman bermain, aku juga udah lama nggak kesana, mama dan papa sibuk terus, aku juga nggak ada saudara, mau ngajak temen juga susah, sibuk belajar." sahut Alya antusias.


"Oke kalau gitu, ayo kita ke taman bermain," Andra melajukan mobilnya menuju sebuah taman bermain yang tidak terlalu jauh dari lokasi mereka saat ini, berhubung ini gari kerja jadi taman bermain sepi.


Sesampainya di taman bermain, Alya dan Andra turun dari mobil.


Alya berlarian, ia kegirangan karna sudah lama sekali tidak bermain ke taman bermain.

__ADS_1


"Huaaa.. aku udah lama banget enggak ke tempat ini, ayo Mas kita ke dalam, udah nggak sabar nih aku, aku mau naik komedi putar, dan juga itu..." Alya seperti anak kecil, sangat gembira, ia tertawa sangat riang, Andra tersenyum kecil, ia merasa gemas melihat Alya.


"Iya ayo kita masuk," Andra menggandeng tangan Alya, mereka berdua pun masuk ke dalam taman bermain, Alya langsung mengajak Andra naik komedi putar, salah satu wahana yang wajib di coba di sebuah taman bermain.


"Mas, kita naik ini ya, aku mau.." ajak Alya memohon.


"Iya sayang, ayo kita naik, apa sih yang nggak buat kamu," sahut Andra, Alya mendadak merona, ia merasa malu, saat Andra lagi-lagi memanggilnya sayang.


"Kenapa kamu malah bengong, ayo naik, katanya mau naik?" Andra menggandeng Alya masuk ke dalam, Alya masih tersipu malu.


Di dalam sana Alya terkesima melihat pemandangan kota yang terlihat jelas dari atas komedi putar tersebut.


"Indah banget ya Mas pemandangannya, cantik banget." ucap Alya.


"Iya cantik, tapi masih lebih cantik gadis yang ada di depanku sekarang," sahut Andra.


Alya menoleh ke arah Andra, lalu Andra bersimpuh di hadapan Alya, dan Alya terkejut.


"Mas kamu mau apa?" tanya Alya.


"Alya, Will you marry me?"


Alya membulatkan mulutnya, ia terkejut bukan main.


"Mas Andra ngelamar aku?" tanyanya kaget.


"Iya cantik, kamu mau kan nikah sama aku?" Andra mengecup kedua punggung tangan Alya, membuat Alya terharu.


"Kamu jawab ya sayang.." ucap Andra, hal itu semakin membuat Alya salah tingkah, padahal mereka memang sudah akan menikah, tapi ia tidak sangka kalau Andra akan melamarnya seperti ini.


"Iya Mas, Alya mau." jawabnya, Andra tersenyum bahagia, ia memeluk tubuh Alya, "Makasih sayang," ucapnya, semakin membuat Alya merona.


________________


Author : Akhirnya bisa up TH juga


makasih yang masih setia nungguin ya. maaf author up nya gak setiap hari 😁


Jangan lupa like dan komen nya ya ges 😘


__ADS_1



See you next chapter ya gaes 🥰🥰😘


__ADS_2