THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Kecupan yang mengejutkan


__ADS_3

Setelah Malam itu tidak ada yang terjadi pada Sabda dan Cinta.


Cinta merasa Sabda hanya mengatakan sesuatu yang tidak serius. meskipun ia sempat merasa berdebar debar. namun ia segera menepis perasaan itu.


ia sadar mana mungkin Sabda secepat itu sudah menyukainya.


Pagi ini Sabda harus berangkat ke kantor karna ia sudah mulai bekerja mengurus perusahaan Pramana Grup milik Papanya itu.


Cinta bangun terlebih dahulu untuk menyiapkan Sarapan Sabda. Cinta memutuskan untuk membuatnya sendiri meskipun ada banyak pelayan yang bisa membantunya.


Setelah menyiapkan Sarapan dan Kopi untuk suaminya. ia segera membangunkan Sabda yang masih tertidur.


"Sabda Bangun.. Ini sudah pagi. kamu kan harus ke kantor.." Cinta menyentuh tangan Sabda mencoba membangunkan sabda pelan. tapi jangankan bangun. bergerak saja tidak.


"Sabda kamu tidur atau pingsan sih? susah banget di bangunin..." Cinta akhirnya menggoyang goyankan lengan Sabda. namun bukanya bangun Sabda malah menarik tubuh cinta higga sekarang cinta sudah berada di pelukanya.


"Ya Tuhan.. Jantungku.. Kenapa jadi berdebar debar begini sih. Sabda ngapain sih kamu kok bukanya bangun malah meluk aku..." Ujar cinta yang mencoba melepaskan pelukan sabda.


Namun Sabda akhirnya terbangun dan menatap mata cinta yang sangat indah menurutnya.


"Kamu bilang tadi jantung kamu berdebar debar ya?" Tanya Sabda yang ternyata sengaja pura pura tidur.


"Hah? ka-kamu ta di dengaar.. " Cinta terbata bata menjawab pertanyaan Sabda yang masih terus memeluknya.


"Kenapa nggak jawab?" Sabda terus menatap cinta dengan pandangan yang begitu menusuk hati cinta. ia merasa pertahananya mulai goyah. ia sudah tidak bisa menahan perasaan ini lagi. namun ia terlalu merasa dirinya rendah dan dia tidak mau berbangga merasa sabda akan menyukainya. ia malah terlalu takut jika ia akan kecewa karena berharap lebih pada suaminya yang baru dikenalnya dengan situasi yang rumit menurutnya.

__ADS_1


"Sabda kamu salah dengar.." Cinta melepas pelukan sabda. dan langsung pergi keluar kamar sabda. ia menyentuh dadanya yang masih terasa berdesir. Jantungnya masih terasa berdebar debar. "Cinta kamu jangan kepedean deh. mana mungkin kamu pantas jatuh cinta sama seorang Sabda" Batinnya.


Sabda mengacak rambutnya ia merasa frustasi. karena cinta belum menyadari juga perasaanya pada cinta. padahal cinta sudah pernah bilang kalau dia mau berusaha menyukai sabda. Hal itu membuat Sabda merasa kesal sendiri.


"Lo **** apa gimana sih Sab! Kenapa bikin satu orang cewek buat mau deket sama lo aja susahnya minta ampun. sebentar kayak mau jinak tapi akhirnya ngehindar lagi. udah kayak burung dara aja si cinta" Gumamnya yang masih merasa kesal. ia memilih untuk mandi dan bersiap siap berangkat ke kantor.


**


Sabda sudah berpakaian Rapi namun ketika ia hendak mengenakan dasi tiba tiba Cinta masuk ke dalam kamar untuk memeriksa kembali apakah sabda sudah siap atau belum.


"Ah ternyata kamu sudah siap.." Ucap Cinta yang masih terlihat canggung.


"Iya ini tinggal pakai dasi aja kok nta" Sahut sabda mencoba tersenyum meski hatinya masih terasa sakit karena cinta yang terus menghindar darinya. seolah menarik ulur perasaan sabda. Padahal seumur umur belum pernah sabda merasa di tolak seperti itu dengan perempuan manapun selain cinta.


"Sabda mau aku bantu pakai dasi?" Cinta sajujurnya merasa bersalah atas sikapnya terhadap sabda.


"Bisa kok.."


"Nih coba pakaikan.." Sabda mberikam dasi miliknya lalu mendekatkan kepalanya tepat didepan wajah cinta yang saat itu sudah terlihat memerah.


"Kamu kok mukanya merah gitu nta.." Ucap Sabda terkekeh.


"apa sih kamu. udah sini aku pakaikan dasi kamu"


Akhirnya Cinta selesai memakaikan dasi untuk Sabda. ia segera mengajak Sabda untuk sarapan. sabdapun mengiakan. ia tersenyum terus merasa senang karena cinta ternyata memperhatikan dia. buktinya mau memakaikan dasi segala pikirnya. "Dia cuma masih malu aja sama lo sab. tenang aja nggak lama lagi kena lo cinta" Sabda membatin.

__ADS_1


Sabda terus memperhatikan cinta saat ia menyiapkan sandwich buatanya untuk sabda. lalu tidak lupa secangkir kopi.


"Ini makanlah.." Ujar cinta. Sabda mengangguk namun tidak berhenti memandangi cinta.


"Kalau makan lihat ke makanan kamu sabda jangan liat aku" Ucap Cinta yang merasa tidak karuan Saat sabda menatapnya terus menerus seperti itu.


"Hmm habisnya kamu cantik"Seolah tidak pernah bosan memuji kecantikan istri sahnya itu.


"Hmm.. kamu nggak bosan apa bilang gitu terus." Sahut cinta yang berusaha mengendalikan jantungnya yang sebenarnya sudah nyaris copot setiap kali sabda memujinya.


"habis gimana orang beneran cantik. aku kan nggak mah bohong. kata mama bohong itu kan dosa!" Ujar Sabda terkekeh. Cinta mendengus tidak memperdulikan ucapan sabda yang menurutnya hanya keisengan saja.


Selesai Sarapan sabda langsung menuju mobilnya untuk berangkat ke kantornya. Sabda lagi lagi terus menatap cinta membuat cinta jadi salah tingkah saja. Cinta melambaikan tangan kearah sabda saat sabda hendak menyalakan mesin mobilnya. lalu entah kenapa Sabda malah turun dari mobil dan menghampiri cinta.


"Cinta.." Panggil Sabda.


"Ada apa Sabda kok kamu gak jadi berangkat?" Cinta memiringkan kepalanya menatap Sabda terheran..


Tanpa aba aba Sabda langsung mendekat kearah cinta dan mengecup keningnya membiarkan nya beberapa saat lalu melepaskanya.


"Aku berangkat dulu.. kamu jaga diri di rumah. tunggu aku pulang yaa" Sabda tersenyum manis. namun cinta malah terbengong ia terkejut sekali. demi apapun wajahnya kini sudah merah karena malu.



Kalau Suka jangan Lupa like dan komentar yaa..

__ADS_1



__ADS_2