THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Aku Lemah karenamu


__ADS_3

Cinta masih bergeming menatap mata Sabda dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Kenapa Sabda bersikap seperti ini terhadapku? kenapa dia bilang dia tidak sedang cemburu dengan Sharena? Lalu karna apa dia marah?" Cinta terus bertanya tanya dalam hatinya. Sementara Sabda masih terus Menatap Lekat kedua mata Cinta yang masih basah.


"Cinta, aku mau bicara sesuatu hal yang penting kepadamu.." Ucap Sabda Lirih. Belum pernah cinta mendengar suara Sabda yang begitu lemah dan lembut seperti saat ini. ia hanya terus bergeming tidak menjawab perkataan Sabda barusan. Air matanya masih menetes. ia sadar hatinya sudah di penuhi dengan nama Sabda Pramaditya. Laki laki yang kini sudah menjadi suaminya.


"Cinta tolong jawab pertanyaanku kali ini dengan sejujurnya. jangan menghindar dan dengarkan kata hatimu. ku mohon.." Lagi lagi sabda mengucapkan kalimat itu dengan begitu Lemah. menandakan arti yang cukup dalam dari setiap ucapanya tadi.


"Apa?"


Satu kata yang keluar dari mulut Cinta. Ia hanya terus menatap Mata Sabda. ia tidak bisa mengalihkan Tatapanya. baginya Tatapan sabda kali ini sangat berbeda. ia merasakan ketenangan saat menatap mata suaminya.


"Cinta kita sudah menikah kan?"


Pertanyaan Sabda itu Agak terdengar Aneh menurut Cinta. Apa maksud Sabda bertanya hal seperti itu. tapi ia mencoba menjawabnya sesuai dengan kenyataanya mereka berdua memang sudah menikah.


"Iya kita sudah menikah. lalu kenapa?"


Cinta menjawabnya dengan penuh kejujuran. berharap setelah ini ia mengerti kenaps Sabda malah bertanya hal seperti itu.


"Cinta, Maukah kau menjadi Cinta dalam hidupku?"


DEG!!


Cinta terlongong bengong. tidak mampu berkata apa-apa. Lidahnya kelu. Ia masih terpinga-pinga, tercengang keheranan, mendengar perkataan Sabda barusan.


Sementara Sabda terus menatap Mata cinta yang sudah membulat sempurna dan mulutnya menganga seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia ucapkan.


Debu dan Bisu menyeruak seolah tida tahu harus berkata apa saat ini. Cinta hanya sanggup mengeluarkan airmatanya lagi dan lagi. ia melepas genggaman tangan Suaminya dan mulai mengatur napasnya lagi yang sempat terengah tadi.


Cinta mendesah seolah beban berat naru saja terembus keluar dari hidungnya. ia ingin sekali menjawab perkataan Sabda tadi.


Ia mendongak, Menatap mata Sabda lagi. dan merasakan Darahnya Berdesir.


"Cinta kenapa kamu diam saja?" Tanya Sabda lagi.


"Sabda, Apa kamu serius dengan perkataanmu barusan?"


Cinta Masih menatap lekat sepasang mata yang begitu bening yang ada di hadapanya.


"Aku belum pernah bersungguh sungguh seperti saat ini sebelumnya." Jawab Sabda yang meraih tangan cinta lagi.


"Kenapa? kenapa kamu mau menjadikanku Cinta dalam hidupmu?" Tanya Cinta yang sangat ingin tahu apa alasan Sabda.


"Kenapa?" Sabda terenyuh ia terus berpikir kenapa dia menginginkan Cinta menjadi Cinta dalam hidupnya.


Lalu ia menghela Napas. ia sudah sangat yakin terhadap perasaanya saat ini.

__ADS_1


"Karena aku Mencintaimu.. Cinta Nirmala"


Cinta Terkesiap mendengar ucapan Sabda.


matanya melebar, Mulutnya merapat ia tidak sanggup berkata kata lagi. ia melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman yang begitu manis. ia merasa sangat terkejur tapi juga sangat bahagia karena ternyata Sabda memang mencintai dirinya.


Emosinya meluap. perasaan Haru yang semakin menyeruak hingga aliran darahnya terus berdesir hebat.


"Aku juga.. Aku juga mencintaimu.. Sabda.."


Ia memeluk tubuh Suaminya dan menghirup aroma tubuh pria berwajah sangat manis itu.


ia terus mengeratkan pelukanya. ia merasa kali ini perasaanya tidak mungkin salah. ia sudah mencintai Pria yang saat ini sudah menjadi suaminya. meskipun perasaan itu hadir setelah mereka menikah.


"Kamu nggak bohong kan sama aku? kamu beneran Mencintai aku juga?" Sabda mengapitkan kedua pipi Cinta yang merah. ia ciumi kening dan hidung cinta yang mancung. ia biarkan ciuman itu menetap lebih lama disana.


"Aku nggak bohong aku juga mencintaimu, Sabda.."


Kali ini kedua mata mereka saling beradu tatap. tatapan yang tidak biasa. ada hawa panas yang mengalir dalam tubuh mereka.


Ada sengatan yang tidak pernah mereka rasakan sebelumnya.


Perlahan bibir mereka saling bertemu dan berpagut mesra.


Kecupan yang sangat teramat lembut hingga membuat mereka terhanyut.


Saat Cinta sudah berbaring diatas Ranjang. dan Senyuman indah yang sudah terlukis di wajah keduanya.


"Kamu Sangat Cantik.." Sabda tidak pernah bosan berkata hal itu pada wanita yang menurutnya memang memiliki kecantikan tiada tara.


Saat ia menyadari bahwa pertemuanya dengan cinta adalah Takdir yang Maha memiliki Cinta.


"Terimakasih.." Cinta memalas senyuman itu.


Sabda yang sudah merasakan hawa panas di sekujur tubuhnya kini mulai menyentuh jari jemari milik Wanitanya. ia kecup pelan hingga membuat Cinta berdesir hebat.


Lalu sentuhan itu segera beralih ke bagian sensitif yang lainya.


membuat mereka tidak bisa menguasai keinginan itu lagi.


keinginan untuk saling memiliki Satu sama lain.


sudah cukup lama mereka menunggu hingga perasaan mereka semakin jelas. untuk saling memadu kasih selayaknya pengantin baru.


"Apa kamu mau melakukanya?" Tanya Sabda dengan penuh kelembutan.


"Iya" Jawab Cinta lirih.

__ADS_1


Sabda tersenyum dan menjawab pernyataan tadi dengan kecupan di kedua mata, meluncur perlahan ke hidung, terus meluncur melewati bibir hingga leher, terus dan terus menyeret kepalanya hingga sampai di selangkang yang mulai mendidih. Membuatnya merintih. Membuat tiap inci tubuhnya memohon lebih dan lebih.


Dan akhirnya mereka melakukanya malam itu.


Cinta terkulai Lemas dan tertidur di samping suaminya yang masih terus menatap wajahnya.


"Kenapa aku baru menyadari kalau kamu adalah wanita yang paling Cantik yang pernah aku temui, Untung saja kamu sudah menjadi milikku. aku tidak akan biarkan siapapun menyentuh apa yang sudah menjadi milikku" Ujar Sabda seraya menyibak beberapa helai rambut yang menutupi wajah Istrinya itu.


Ia mengecup kening Cinta dengan penuh kelembutan. Sementara Cinta masih terlelap seolah merasa begitu lelah.


Hingga akhirnya Sabda ikut mengistirahatkan tubuhnya sambil memeluk Istrinya penuh perasaan. Sementara senyumnya terus mengembang ia merasakan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hai Hai Readers.. akhirnya kisah percintaan mereka baru akan di mulai yaa.. setelah mereka menyatakan perasaan mereka satu sama lain..


Semoga kalian masih terus setia membaca cerita ini ya. memang alurnya agak lambat tapi nantinya akan Terus di kembangkan lagi.


Maaf juga karena untuk Karya ini Nggak bisa banyak banyak Upnya.


Kalau Suka silahkan Tekan Love Favorit


Tekan Like dan Berikan Komentar kalian Yaa..


semoga Cerita ini bisa terus berlanjut sampai Tamat.


Goomawoo ~


Baca juga Karyaku yang berjudul My Husband Is Cold ya yang saat ini sudah masuk Season 2.


Sehat Sehat Yaa Readers

__ADS_1


Jangan Lupa Bahagia meski Korona Masih ada 😰


__ADS_2