THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Bagaimana harus memulainya..


__ADS_3

Delia melepas pelukanya perlahan. lalu ia mengapit dua pipi Cinta dan menatap mata cinta yang sudah basah.


" Tetaplah Jadi Menantu Mama, apa kamu Mau?" Tanya Delia.


Cinta terdiam lagi. ia hanya melirik Sabda. ia tahu Sabda tidak mencintainya. diantara mereka berdua belum ada rasa cinta satu sama lain. namun mengejutkan Sabda malah mengangguk menatap Cinta seolah memberitahu Cinta Agar menerima tawaran Delia tadi.


"Apa maksud Sabda? kenapa dia mau aku setuju untuk tetap jadi menantu di keluarga ini" Gumam Cinta dalam hati.


"Bagaimana Cinta? Jawablah.." Ucap Pramana.


"Ba-Baiklah Cinta bersedia menjadi menantu dari keluarga ini" Jawaban yang keluar dari mulut Cinta itu sontak membuat Perasan Sabda Lega.


"Astagaa... kenapa gue malah merasa Lega begini waktu dengar jawaban si cinta. jangan bilang gue mulai suka sama ni cewek!" Gumam Sabda dalam hati.


Sementara Delia dan Pramana merasa bahagia. meski sempat bersitegang akhirnya keadaan itu sudah membaik. bahkan Cinta tidak perlu lagi membohongi keluarga Sabda yang kini sudah menjadi keluarganya juga. saat ini yang perlu di lakukan hanyalah berusaha membiasakan diri menjadi istri seorang Sabda Pramaditya. "Astaga cintaaa... apa kamu udah gila???"


***


Setelah keadaan mencekam berakhir akhirnya Cinta kembali ke kamarnya.


ia membaringkan tubuhnya diatas ranjang. sambil menutupi wajahnya dengan Bantal. ia berpikir apa yang seharusnya ia rasakan saat ini. di satu sisi ia merasa tenang karna tidak perlu membohongi Mama dan Papa mertuanya lagi. tapi di sisi lain ia merasa canggung dengan Sabda. apa sekarang dia benar benar harus menjadi seorang istri dari Sabda Pramaditya?


di tengah kegalauanya tiba tiba Sabda masuk ke dalam kamar. lalu duduk di samping Cinta.


"Heh.. bangun Lo gue mau Ngomong" Ujar Sabda sambil menyingkirkan bantal yang sedang menutupi wajah cinta.


Cinta terkesiap tidak sadar kalau Sabda ada di sebelahnya saat ini. ia langsung beranjak dari posisinya.


"Kenapa?" Tanya Cinta yang sudah duduk di sebelah Sabda.


"Gue mau ngomongin masalah perubahan rencana awal kita nikah. sekarang semua udah diluar rencana. gue juga udah nggak mungkin bohongin orang tua gue. entahlah semenjak gue kenal lo malah gue jadi lembek gini" ujar Sabda sambil memijat keningnya.


"Lembek gimana maksud kamu?"


Cinta terheran tidak mengerti maksudnya Lembek itu apa.


"Ya sekarang gue jadi suka ngerasa bersalah sama nyokap bokap gue padahal sebelumnya gue nggak peduli yang terpenting hidup gue nggak diatur atur. tapi sekarang gue jadi cemen begini. lembek banget gue ngerasanya."

__ADS_1


Sabda mengacak acak rambutnya lalu membaringkan tubuhnya diatas kasur.


"itu bukanya malah bagus? Artinya kamu udah lebih peduli sama orang tua kamu. lagipula kamu kan udah dewasa Sabda. bukan saatnya kamu berperilaku seenaknya lagi. kasian orang tua kamu" Tutur Cinta sambil memilin jari jemarinya sendiri.


"Mungkin Lo bener. tapi sekarang gue jadi bingung harus gimana. kenapa gue malah jadi punya istri begini sekarang. sedangkan gue aslinya belom siap sama sekali. lo ngertilah maksud gue nta!"


"Iya emang kamu pikir aku siap apa nikah sama kamu? Aku juga sebenernya nggak mau" sahut Cinta berkata jujur.


"Cih! Lo emang nggak pernah apa ngerasa suka sedikit aja gitu sama gue? kayaknya ogah banget jadi istri gue nta!" sabda menyeringai.


"Itu..." Cinta sejujurnya seringkali merasa berdebar debar saat ada di dekat sabda. contohnya seperti saat ini. tapi dia tidak tahu arti perasaan itu.


"Itu.. aku nggak berani lah suka sama kamu sabda"


"Kenapa nggak?"


Sabda tiba tiba terbangun lalu mendekatkan wajahnya pada cinta. ia perlahan menarik dagu Cinta Lalu mendekatkan bibirnya dengan bibir cinta.


"Katakan kenapa nggak bisa?" Ucap Sabda lagi.


Napasnya sudah semakin terasa berhembus tepat di depan bibir cinta. membuat ia kalangkabut merasa gugup.


"Kenapa? Apa lo segitu nggak sukanya sama gue?" Sabda tetal terus mendekat kearah cinta tapi Cinta memundurkan tubuhnya.


"Lo nggak mau coba buat suka sama gue?" Sabda merasa sudah tidak mengenal dirinya lagi. ia bahkan sudah bertanya sesuatu yang seharusnya tidak ia tanyakan pada cinta.


"Sabda cukup jangan gini.. " Cinta memalingkan wajahnya secepat mungkin.


Sabda langsung beranjak dan pergi meninggalkan cinta saat itu.


"Sabda kamu mau kemana?" Tanya Cinta merasa Sikap sabda tiba tiba aneh.


"Gue mau keluar. Lo dirumah aja. gue cabut dulu" Ujar Sabda dan ia pun langsung pergi keluar saat itu juga.


Dibalik pintu kamarnya Sabda menyentuh dadanya sendiri. "Lo udah stress Sab! jantung gue kenapa jadi berdebar debar gini Njiiir.. Brengsek!! Masa gue udah jatuh cinta beneran sama tuh cewek! Siaalaaaan..."


Sabda Pun segera bergegas pergi dari rumah. ia harus menenangkan dirinya yang saat ini merasa sangat kacau.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Sabda hanya mengingat Cinta terus. ia merasa kesal dengan dirinya sendiri. ini semua salah dia karena awalnya menawarkan bantuan kepada cinta. sekarang ia merasa terjebak sendiri di dalam situasi yang nggak seharusnya terjadi. terlebih lagi apa yang dia rasakan saat ini begitu aneh menurutnya..


"Brengsek!! Gue udah gila karena tuh cewek! Gue harus gimana coba sekarang. sialaan. Sabda Lo kenapa jadi begoo gini sih Sab. gunakan otak lo dong Sab!"


**


Sabda akhirnya memutuskan untuk menemui Sahabatnya yaitu Rama dan Rey untuk sekedar menghilangkan perasaan aneh yang sedang ia rasakan saat ini pikirnya.


Sabda mulai mengetik Chat personal kepada kedua sahabatnya yang sudah tergabung dalam satu Grup Chat yang hanya beranggotakan mereka bertiga saja. Entah kenapa mereka membuat grup Chat yang lebih mirip dengan anak alay jaman sekarang. tapi yang jelas itu memudahkan untuknya menghubungi sahabatnya itu. Sabda menghentikan Mobilnya di pinggiran jalan ia mulai mengetik pesan kepada kedua sahabatnya di dalam grup chat yang ia namakan Grup Dedemit.


**Grup Dedemit


Sabda P : Woyy lo pada dimana sekarang!


Reyhans : Gue di tempat biasalah. penganten baru ngapain keluyuran. mending kelungkupan aja di rumah lah ada yang bening juga! 😂


Sabda P : Stress Lo! Si Rama ada nggak disono?


Rama P : Ngapa Lo nyariin gue?


Reyhans : Lagi sensi dia Sab! Hahah


Sabda P : Sensi ngapa Lo Ram!


Rama : jangan di dengerin si rey ngomong. kurang sajen tuh anak!


Reyhans : Njirrr dikata gue jin apa!


Sabda P : Gila lo semua. yaudah gue meluncur deh ke bascamp.


Rama : Tiati di jalan Sab!


Reyhans : Yoo jangan lupa nanti Lo bayarin kita kita yee.. 😆


Sabda P : Sial lo semua**..


Sejenak Sabda terkekeh membaca percakapan ia bersama teman temanya itu.

__ADS_1


Ia langsung melajukan mobilnya lagi menuju tempat teman temanya berkumpul saat ini.


__ADS_2