
Tidak terasa sudah tiga hari Alya dan Andra berada di Macau, keduanya memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia.
Alya juga bulan depan sudah harus masuk Universitas, ia sudah menentukan pilihan kalau ia akan mengambil jurusan Kedokteran, hal itu ia putuskan setelah menimbang lagi sesuai passion dirinya, selama ini Alya memiliki keinginan untuk bisa mengobati banyak orang, terutama saat ia melihat banyak orang yang tidak mampu sulit mendapatkan penanganan kesehatan yang baik, ia juga ingin mengobati anggota keluarganya ketika ada yang sedang jatuh sakit, walau keputusan itu mendadak ia ambil, padahal sebelmnya ia tidak ingin mengambil kedokteran, tetapi pikiran itu malah begitu saja muncul.
"Sayang, aku mau minta pendapatmu, boleh?" tanya Alya pada suaminya.
Andra menoleh ke arah Alya, saat itu Andra sedang membaca koran pagi hari.
"Mau tanya apa sayang? tanya aja." jawabnya.
Alya menarik napas dalam, perlahan membuangnya.
"Aku mau kuliah kedokteran, gimana menurut kamu?" tanya Alya dengan raut serius.
Andra tersenyum tipis, "bagus sayang, Dokter itu adalah pekerjaan yang mulia, aku seneng kalau kamu ada keinginan mau mengambil jurusan kedokteran, aku setuju," jawab Andra sambil mengecup kening Alya.
Alya terlihat senang, ia melingkarkan senyuman di bibirnya, "oke kalau kamu setuju, aku juga awalnya enggak merencanakan untuk ambil kedokteran, tapi entah kenapa aku sekarang malah tertarik, seneng aja kayaknya kalau bisa bantu mereka yang lagi sakit, aku jadi bisa berguna untuk banyak orang," tuturnya.
Andra mengusap puncak kepala istri kecilnya itu, "iya dong, istriku pasti bisa, apalagi kamu dapat nilai terbaik di sekolah kan, aku yakin kamu bakalan bisa lolos masuk ke Universitas favorit, aku selalu dukung kamu," ucap Andra.
Alya mengangguk, lalu memeluk tubuh Andra, "makasih sayang, aku beruntung punya kamu," sahutnya sambil menenggelamkan wajahnya ke dada suaminya.
Andra tertawa kecil sambil mengecup lembut ujung kepala Alya.
"Aku yang beruntung karena punya kamu, kamu harus semangat ya," ucap Andra.
"Iya sayang, pasti semangat," jawab Alya.
__ADS_1
Sore harinya Alya dan Andra harus segera pulang ke Indonesia, mereka harus menempuh perjalanan yang cukup lama, sebelum pulang mereka sempat membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga dan juga teman-teman.
Setibanya di Indonesia, mereka di jemput oleh supir pribadi Andra, keduanya langsung masuk ke dalam mobil, Alya terlihat kelelahan, ia sampai tertidur menyandarkan kepalanya ke bahu Andra.
"Non Alya kecapean kayaknya Den," ucap supir Andra yang biasa di panggil Pak Gus itu.
"Iya Pak Gus. Alya kelelahan banget, biarin aja deh dia tidur," sahut Andra sambil mengelus telapak tangan istrinya.
"Iya Den, biarin aja non Alya tidur, kasian kalay di bangunin," sahut Pak Gus.
Sesampainya di rumah, Andra yang tidak tega membangunkan Alya, lebih memilih untuk menggendong Alya sampai ke dalam rumah, Pak Gus tersenyum melihatnya, ia merasa kagum dengan bossnya yang sangat lembut dan romantis memperlakukan istrinya.
"Pak, makasih ya, saya masuk dulu," pamit Andra.
"Iya Den, siap," jawab Pak Gus.
Andra menggendong Alya dan membawanya masuk ke dalam kamar, kemudian ia membaringkan tubuh Alya ke atas tempat tidur.
"Astaga, aku kok udah di kamar?" gumamnya.
"Kok kamu malah bangun?" tanya Andra sambil duduk di samping Alya.
"Iya aku kaget tadi kok kayak ada yang gendong aku, tapi aku gak sadar aku ngantuk banget, ternyata kamu yang gendong aku," ucap Alya sambil mengucek kedua matanya.
"Iya aku lah, masa Pak Gus?" sahutnya sambil tertawa kecil.
Alya mendengus, "iya kenapa kamu enggak bangunin aku aja Mas? kan jadi enggak berat gendong aku," ucap Alya.
__ADS_1
"Emang kenapa kalau aku gendong kamu? lagian kamu nggak berat sama sekali," jawab Andra.
Alya malah tertawa ketika mendengarnya.
"Iya istri kamu kecil dan kurus kayak gini, gimana bisa berat sih!" celetuknya.
"Makanya kamu jangan suka takut gemuk, jangan diet kalau makan ya makan aja," ucap Andra.
"Aku mana pernah diet, enggak diet aja aku udah kurus, apalagi aku diet bisa-bisa aku cuma tinggal tulang," sahut Alya sambil mencebikkan bibirnya.
"Eh kalau ngomong! enggak boleh gitu ah," Andra mengusap usap ujung kepala Alya.
Alya hanya tercengir menampakkam barisan gigi putihnya.
"Yaudah aku mau mandi dulu deh, baru tidur biar seger." ucap Andra.
"Aku juga mau mandi, kamu duluan aja," sahut Alya.
"Kenapa enggak bareng aja?" Andra tercengir.
Alya menggeleng, "enggak ah, bukannya mandi nanti malah ngapa-ngapain lagi!" sahut Alya.
Andra terkekeh sendirian, "emang kenapa? enggak apa-apa, yuk..." ajak Andra pada istrinya.
"Enggak mau ah," Alya menutup wajahnya malu.
"Hahahaha..."
__ADS_1
Andra merasa lucu melihat ekspresi Alya.
"Udah ah, sana kamu mandi duluan, nanti aku belakangan, sana cepet!" Alya mendorong pelan tubuh suaminya, Andra akhirnya menyerah, ia pun masuk ke dalam kamar mandi.