THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Kencan pertama


__ADS_3

Andra dan Alya tiba di pusat perbelanjaan, disana mereka berdua bergandengan tangan, layaknya pasangan kekasih pada umumnya, Andra mengajak Alya membeli tiket untuk menonton film.


"Kamu mau nonton apa?" tanya Andra pada Alya.


"Terserah mas aja, Alya ngikut, Alya nggak suka film indonesia sebenernya." sahut Alya.


"Kamu sukanya film barat?" tanya Andra lagi.


"Bukan Mas, Alya suka drama korea," tutur Alya sambil tercengir menampakkan gigi putihnya yang berbaris rapi.


"Astaga, jadi kamu sukanya drama korea? udah seperti adik perempuanku aja, dia seharian kerjanya nonton drama korea, kalau nggak di marahin sama mama, dia bisa ngabisin waktu di kamar terus menerus, sambil nonton drama, aku suka ketawa aja lihatnya."


"Benarkah? keren banget, aku jadi mau ketemu sama adiknya Mas Andra deh, pasti asik banget kalau ngobrol bareng."ucap Alya sambil tersenyum.


"Pulang dari sini, kamu mampir aja ke rumah ya,dia pasti lagi sibuk nonton di kamarnya mantengin laptopnya, sekalian kamu kenalan kan nggak apa-apa sama calon adik ipar." tutur Andra.


Alya tersenyum kecil, pipinya memerah saat Andra menyebut adiknya sebagai calon adik ipar Alya.


"Iya boleh Mas." jawabnya.


"Hmm.. kita nonton ini aja ya, film romantis, apa kamu mau film horror?"


"Jangan horror, Alya nanti mimpi buruk lagi." Sahut Alya menolak.


Andra terkekeh mendengar hal tersebut,


ia mengacak rambut Alya, kemudian memesan dua tiket film romantis, tak lupa ia menambahkan satu bungkus popcorn dan minuman.


"Aku udah pesen tiketnya, tenang aja ini film romantis, bukan film horror, jadi kamu nggak akan mimpi buruk, apalagi kalau nontonnya sama aku." tutur Andra.


"Mas Andra bisa aja bikin aku deg degan nih." sahut Alya polos.


"Kamu lucu banget Alya, udah yuk kita masuk, filmnya udah mau di mulai," Ajak Andra, Alya pun mengangguk.


Andra dan Alya duduk di barisan tersepi, karena tidak ada orang yang duduk di barisan itu.


"Hmm.. yang nonton kok dikit ya Mas?" tanya Alya.


"Nggak tahu deh, udah biarin aja, yuk duduk." ucap Andra.

__ADS_1


Alya pun duduk, mereka menatap Layar lebar yang ada di hadapannya, Andra pun terlihat serius menatap layar.


Film pun sudah dimulai, Alya tidak tahu film apa yang saat ini sedang ia tonton, dibanding menyaksikan film, Alya malah sibuk menatap ke arah Andra, jantungnya berdegub kencang, ia masih merasa berdebar-debar ketika ada di dekat Andra.


Alya mencoba menghilangkan rasa gugupnya dengan mengunyah popcorn, ia mengambil popcorn di hadapannya, tapi tangannya malah menyentuh tangan Andra yang tidak disangka sedang mengambil popcorn juga.


Mereka berduapun saling menatap, Alya malah bergeming melihat sorot mata Andra yang sangat dalam, ia menelan salivanya saat Andra malah meremas pelan jari jemarinya, kemudian tanpa ia sangka Andra mendekat ke arah wajahnya, lebih dekat hingga semakin dekat, sampai tidak ada jarak lagi antara wajah keduanya, Waktu seakan berhenti saat itu, Alya tidak dapat bergerak, Andra terlalu dekat bahkan desah napasnya pun sangat terasa di depan wajah Alya, hingga akhirnya Andra menempelkan bibirnya pada bibir Alya, sontak ia membulatkan matanya sempurna, ia menahan napasnya karena merasa terkejut bukan main, menyadari hal itu Andra langsung menjauhkan dirinya, ia sudah kehilangan kendali, pikirnya.


"Maafin aku, aku tadi..." Andra yang biasanya bersikap tenang dan santai, saat itu malah terlihat bodoh, ia bahkan salah tingkah, begitu juga Alya wajahnya sudah memerah karena malu.


"Kamu nggak marah kan? maafin aku ya, aku tadi reflek, Astaga kamu pasti marah ya..." ucap Andra merasa menyesal.


Alya menggelengkan kepalanya.


"Nggak apa-apa Mas, Alya juga minta maaf waktu Alya mabuk, Alya juga malah mencium mas Andra, aku juga salah,"


"Kamu nggak salah, kamu kan nggak sadar, aku beneran minta maaf soal yang tadi, maaf ya kalau bikin kamu kaget," ucapnya lagi.


"Iyaa, nggak apa-apa Mas, yaudah ayo lanjut nonton lagi,"


Andra mencoba menenangkan dirinya, sejujurnya suasana saat itu yang mendorong ia untuk mengecup bibir Alya, bahkan ia merasa ingin merasakan lagi rasa manis bibir gadis yang ada di sampingnya itu, tapi ia sadar kalau Alya bukan gadis yang suka di perlakukan seperti itu.


Mendadak perhatian Alya tertuju pada sebuah toko dvd, ia mengajak Andra untuk masuk ke dalamnya.


"Mas, Alya mau lihat-lihat kesana boleh kan?" tanya Alya sambil menunjuk toko dvd tersebut.


"Boleh, ayo kita kesana." jawabanya.


Alya sangat antusias ia berlarian masuk,Andra hanya tertawa kecil sambil mengikutinya dari belakang, ia berjalan dengan elegan sambil memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku celana, Alya masih sibuk memilih beberapa kaset dvd korea, sementara para penjaga toko terkesima dan terkagum menatap Andra yang bak seorang model itu.


Alya terganggu dengan suara histeris para penjaga toko yang terdengar menyebut nama Andra, ia segera menoleh ke arah suara itu berasal.


Ia melihat Andra yang sedang duduk menunggu Alya sambil memainkan handphone, dan beberapa penjaga toko yang tidak lain adalah para gadis itu mulai mengerumuni Andra.


Entah kenapa Alya merasa kesal, ia menghampiri Andra, lalu duduk di sebelahnya.


"Mas, Alya nggak jadi beli, yuk kita pulang aja."Ajak Alya.


"Kenapa nggak jadi?" Andra terheran padahal tadi Alya terlihat antusias sekali pikirnya.

__ADS_1


"Nggak jadi aja Mas, yuk pulang,"


Seorang penjaga toko malah menghampiri Alya dan tersenyum ramah padanya.


"Dek, mau kakak bantu pilih dvd yang kamu suka? ngomong-ngomong ini kakak kamu ya? boleh kenalan nggak?" ucap gadis itu, Alya membulatkan mulutnya, ternyata mereka semua menganggap Alya adalah adik Andra.


"Aku bukan adiknya." sahutnya ketus.


Para gadis itu terkejut mendengar hal itu.


"Oh kamu pasti sepupunya ya?" tanya gadis lain.


Alya menahan rasa kesalnya, entahlah dia kok malah merasa kesal mendengar hal itu.


Andra beranjak dari duduknya, kemudian menggandeng tangan Alya.


"Maaf saya harus perhgi, calon istri saya tidak menemukan yang dia suka disini, permisi." tutur Andra, ia segera mengajak Alya meninggalkan toko tersebut.


Para gadis penjaga toko terkejut bukan main mendengar hal itu.


"Calon istri?" mereka berdecak tidak percaya, kalau gadis kecil yang mereka kira adalah adik pria tampan itu, ternyata


malah calon istri pria tersebut.


Alya juga ikut terkejut saat Andra lagi-lagi tidak ragu menyebut Andra sebagai calon istri.


"Kamu kalau merasa nggak nyaman seperti tadi, kamu boleh bilang ke mereka tentang status kita, dan lagi kamu kan udah setuju kalau kita pacaran, jadi nggak perlu kamu tutup-tutupin juga Alya, daripada kamu merasa seperti tadi." ucap Andra sambil berjalan santai, ia tersenyum melirik Alya sekilas.


"Iya Mas, maaf soalnya aku masih belum biasa aja."


"Nggak apa-apa, kamu nggak salah, kalau gitu kamu jadi nggak mau ke rumahku? aku kenalkan dengan adik perempuanku."


"Iya Mas, jadi." jawab Alya.


____________________


Author : Maaf ya cherry gak bisa up tiap hari karena kemarin juga author kecapean jadi nggak bisa up novel yang ini, tapi akan cherry usahakan up sebisa cherry ya.


jangan lupa like dan komentarnya ya semua..

__ADS_1


Makasih 😘😘😘🥰


__ADS_2