THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The heirs 02 - Menyakitkan


__ADS_3

Bel pun berbunyi, menandakan bahwa jam pelajaran sudah selesai, Alya keluar dari kelasnya, ia berpapasan dengan ketua osis yang cukup populer di sekolah itu.


"Hai Alya.. kamu mau langsung pulang?" sapa Aldo pada Alya.


"Ekhem, sorry ya Alya, aku dan Kiki mau balik duluan, kalian ngobrol aja yang enak. oke byee!" Alisa menarik tangan Kiki yang malah terbengong, tidak mengerti maksud Alisa , kenapa tiba-tiba malah menarik paksa dirinya.


Alya menghela napas panjang, ia hapal betul maksud kedua sahabatnya tadi, padahal dia dan Aldo tidak mungkin ada hubungan apapun, pikirnya.


"Iya Aldo, aku mau langsung pulang, kalau gitu aku duluan ya..." ucap Alya sembari melambaikan tangan ke arah Aldo.


"Alya..." panggil Aldo, ia menghampiri Alya yang berjalan di depannya.


"Ada apa?" tanya Alya.


"Kalau kamu nggak keberatan, aku boleh nggal anterin kamu pulang?" Aldo awalnya ragu mengatakan hal itu, tapi akhirnya ia memberanikan diri untuk mengatakan hal itu pada Alya.


Alya terdiam, dia bingung harus bagaimana menolak ajakan Aldo, ia sudah janji akan menunggu Andra menjemputnya.


"Maaf Aldo, tapi aku udah ada yang mau jemput, ini aku barusan chat orangnya, supaya datang, jadi maaf aku nggal bisa nerima ajakan kamu ya, Aldo." tolaknya halus.


Aldo tetap bersikap santai, Aldo memang dikenal cowok yang ramah, meskipun demikian, Aldo sebelumnya tidak memberikan perhatiam lebih pada gadis manapun, selain Alya.


Aldo sudah lama, menaruh perasaan pada Alya, tapi sikap Alya yang cuek terhadap cowok, membuat Aldo ragu untuk memulai mendekati Alya.


"Iya, nggak apa-apa kok, supir kamu yang udah jemput ya?" tanya Aldo lagi.


Alya menggeleng cepat, saat ia hendak menjawab pertanyaan Aldo tadi, tiba-tiba handphon miliknya berdering.


"Sebentar ya Aldo, aku angkat telponnya dulu,"


Aldo mengangguk mempersilahkan.


karena


Alya mengangkat telpon itu yang tidak lain adalah telpon dari Andra.


"Hallo." ucap Alya sambil melirik sekilas ke arah Aldo yang ternyata memperhatikannya saat ini.


"Alya, maaf banget, hari ini aku nggak bisa jemput kamu, ada hal yang beneran nggak bisa aku tinggalin, seseorang mengajak aku bertemu, dan kalau aku tidak menemuinya, maka aku akan berada dalam masalah, kamu mau kan maafin aku Alya?" tutur Andra memberi penjelasan.


Alya terdiam, ia berpikir siapa orang yang sedang ingin di temui oleh Andra, kemapa kalau tidak menemui orang itu, Andra akan berada dalam masalah? pertenyaan itu muncul di benaknya saat ini.

__ADS_1


"Alya kamu masih dengar aku kan?" tanya Andra.


"Ah iya, yaudah nggak apa-apa Mas, aku ngerti kok, lagipula ada teman Alya yang ngajakin pulang barengan." Alya menatap Aldo sekilas, ternyata Aldo masih menunggu Alya.


"Maafin aku ya, seharusnya aku yang anteri kamu pulang, aku beneran nggak sangka kalau akan terjadi hal seperti ini, siaal!" tiba-tiba suara Andra berubah seperti sedang marah, hal itu membuat Alya menjadi semakin curiga, cemas, dan bingung.


"Mas, baik-baik aja kan?" tanya Alya.


"Maafin aku tadi kebawa emosi, aku baik-baik aja kok, kamu hati-hati ya, aku janji setelah urusanku selesai, aku bakalan kabarin kamu."


"Iya mas, yaudah semoga urusan mas Andra juga segera selesai ya,"


"Iya, Aamiin, aku tutup ya." dan telpon pun tidak terputus.


Alya kembali menghampiri Aldo yang masih menunggunya.


"Kok kamu masih disini?" tanya Alya.


"Iya, aku masih nunggu kamu, barangkali kamu berubah pikiran, dan mau pulang bareng aku." jawabnya.


"Hmm.. memangnya kamu nggak merasa repot kalau nganterin aku?"


"Nggak kok, aku malah seneng." sahut Aldo.


"Its okay, aku seneng kalau bisa nganterin kamu pulang, yuk, kebetulan aku lagi bawa mobil," Ajak Aldo.


"Memang biasanya kamu naik apa ke sekolah?"


"Aku biasanya bawa motor, ya tergantung mood aja, hari ini aku sengaja bawa mobil, niatnya untung-untungan kamu mau aku anterin pulang, eh ternyata aku masih beruntung, bisa anterin kamu." Aldo melingkarkan senyumannya, ia terlihat sangat bahagia bisa mengantar Alya pulang.


Alya mulai merasa tidak enak hati, sepertinya Aldo menaruh perasaan padanya, tapi ia tidak mau terlalu percaya diri, bisa saja Aldo memang hanya ramah saja, batin Alya.


Akhirnya Alya pun pulang di antar oleh Aldo, saat di perjalanan pulang, Aldo mengajak Alya jalan ke sebuah Mall, sebenarnya suasana hati Alya saat ini sedang buruk, ia tiba-tiba merasa tidak enak perasaan, ia kepikiran Andra terus menerus, akhirnya ia pun mau di ajak jalan bersama Aldo, dengan harapan setelah berjalan sebentar, bisa membuat pikirannya jadi lebih tenang.


"Alya, kamu beneran nggak apa-apa kan aku aja jalan sebentar? soalnya aku lihat kamu murung sejak tadi, siapa tahu setelah jalan-jalan, suasana hatimu berubah." ucap Aldo.


Alya hanya membalas dengan senyum tipis sekilas.


"Iya, aku nggak apa-apa kok Al." sahutnya.


"Gimana kalau kita makan?" ajak Aldo.

__ADS_1


Alya terdiam sejenak, sebenarnya ia memang sudah merasa lapar, memikirkan Andra sejak tadi, membuatnya lupa kalau ia belum makan.


"Boleh." jawab Alya.


Aldo terlihat sangat senang, karena Alya mau menerima ajakannya untuk makan.


Sesampainya di sebuah restoran, Alya duduk bersama Aldo, mereka memesan makanan, setelah itu mulai makan, Alya tanpa ragu melahap makanan yang ada di hadapannya, sampai habis.


"Kamu belum makan sejak pagi ya?" tanya Aldo sambil tercengir.


Alya mengangkat wajahnya sambil tercengir.


"Hu um, aku belum makan, maaf ya." sahut Alya cuek.


"Alya, sorry ada makanan di bibir kamu." ucap Aldo.


"Ha? dimana?" Alya menyentuh bibirnya.


"Sini biar aku yang bersihin, maaf ya Alya." Aldo menyentuh bibir Alya mengusap sisa makanan yang tertinggal disana.


Saat itu perasaan Alya biasa saja, ia tidak merasa ada perasaan berdebar, tidak seperti saat ia berada di dekat Andra.


Saat itu Alya terkejut, ia melihat Andra sedang duduk berdua dengan seorang wanita cantik, wanita itu menggenggam tangan Andra, terlihat sedang memohon kepada Andra, mendadak Alya shock, ia membulatkan matanya, selera makannya hilang, di pikirannya berkecamuk tentang siapa wanita itu, sedang apa mereka berduaan, sepertinya membicarakan hal yang serius.


"Mas Andra?"ucapnya dengan bibir bergetar.


Aldo merasa bingung, siapa nama yang barusan Alya sebut, kenapa wajah Alya berubah, seperti sedang marah.


"Alya? are you okay?" tanya Aldo.


"Al, bisa nggak kalau kita pulang sekarang, aku mendadak pusing." Alya menunduk, ia tidak ingin melihat Andra yang sedang berduaan dengan wanita.


"Astaga... kenapa kamu nggak bilang sejak tadi?" Aldo segera beranjak mengajak Alya pulang.


"Maaf ya Al, lain kali kita bisa makan lagi,saat ini kondisiku kurang fit." Alya menahan air matanya yang sudah berada di ujung kelopak mata, ia tidak ingin terlihat menangis di depan Aldo.


"Iya, kamu harus istirahat yaa..."


Alya mengangguk, perasaannya kali ini sedang kacau, entah kenapa ia sangat sakit hati melihat Andra bersama wanita lain.


____________

__ADS_1


Maaf reader kalau aku up nya telat. aku gak bisa janji up tiap hari. tapi aku usahakan seminggu 5x up ya 🥰🥰🥰


__ADS_2