
"Sayang, kamu kok lama banget sih? nanti kita ketinggalan pesawat loh..." ucap Andra sambil menatap ke arah arloji di tangannya.
Hari ini Andra dan Alya berencana untuk pergi berbulan madu ke Macau, setelah menimbang beberapa pilihan, akhirnya mereka memilih Macau sebagai destinasi bulan madu mereka berdua.
"Iya, ini aku udah selesai kok, sabar dong." sahut Alya, ia keluar dari kamar, Andra tertegun melihat istrinya yang kelihatan cantik sekali, batinnya.
"Mas, kamu kok malah bengong sih?" tanya Alya bingung.
Andra tersenyum sambil mengecup pipi Alya lembut. "Enggak, aku cuma baru sadar aja, kalau bidadari itu ada juga yang tidak bersayap." tuturnya.
"Hah? maksudnya?" tanya Alya sambil menggaruk kepala, ia tidak mengerti apa yang dikatakan suaminya tadi.
"Iya, di depanku sekarang ada bidadari tak bersayap, cantik banget, aku sampai terkesima dibuatnya," sahut Andra.
Alya terkejut, setelah itu ia malah tertawa, "ada-ada aja kamu Mas, bisa deh nggombalin aku, yuk kita berangkat aja, daripada telat." ucap Alya sambil menggandeng tangan suaminya.
"Aku serius lah, istriku yang paling menarik, yuk kita jalan," sahut Andra.
Alya tersipu mendengar kata manis suaminya itu, entah sudah ke berapa kali suaminya itu mengatakan kalau dirinya yang tercantik, sampai membuat Alya seolah terbang melayang karena pujian suaminya itu.
Sesampainya di bandara, keduanya segera masuk ke dalam pesawat kelas eksekutif, mereka duduk di kursi mereka, tiba-tiba datang seorang pramugari yang sangat cantik, menghampiri Andra, sebagai seorang pramugari tentu saja harus ramah, tapi Alya melihat gelagat pramugari itu sepertinya terlalu berlebihan sikapnya terhadap Andra.
"Maaf, tapi saya sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi," ucap Andra menolak tawaran dari pramugari tersebut, Alya mencebik kesal, "dasar genit!" gumamnya pelan.
Wanita itu pun segera pergi meninggalkan Andra, walaupun begitu matanya terlihat beberapa kali berkedip ke arah Andra, hal itu membuat Alya semakin geram saja.
"Kamu kenapa sayang? kok cemberut?" tanya Andra.
Alya masih memajukan bibirnya, ia terlihat kesal.
__ADS_1
"Hei kok malah diam? kamu kenapa?" tanya Andra bingung.
"Kamu jangan ramah-ramah sama wanita lain sayang, aku nggak suka!" celetuk Alya.
"Hah? sama siapa?" tanya Andra tidak mengerti siapa yang dimaksud Alya itu.
"Pramugari yang tadi, dia kok liatin kamu sampe segitunya, sini deh aku bisikin ke kamu," ucap Alya.
Andra pun mendekatkan telinganya pada mulut Alya.
"Dia kayak nafsu gitu liat kamu, geli aku tuh, dia kedipin kamu memang kamu nggak lihat?" bisik Alya.
Andra membulatkan matanya, ia sama sekali tidak peduli dan tidak mau memperhatikan wanita lain.
"Sayang, aku mana peduli, lihatin dia aja aku nggak mau!" jawab Andra.
Alya masih terlihat kesal, "tapi dia gitu banget liatnya, aku nggak suka Mas!" sahut Alya.
Alya menajamkan matanya ke arah Andra.
"Istri mana yang nggak cemburu kalau lihat suaminya di lirik wanita lain, kamu kok enggak peka sih!" ucap Alya sambil mencebik.
"Iyaa sayangku, maafin aku, sini aku cium biar nggak marah lagi, lagian aku cuma sayang kamu, enggak peduli sama wanita lain," ucap Andra.
Alya menempel pada bahu suaminya, sambil memegangi lengan suaminya erat, "iya, aku tahu," ucapnya.
Andra tersenyum sambil mengecup puncak kepala istrinya.
"Manis banget sih, kalau lagi cemburu," ucapnya.
__ADS_1
Alya mendongakkan wajahnya menatap suaminya.
Andra langsung saja mengecup bibir merah Alya.
"Cinta kamu..." ucap Andra.
Alya tersipu malu, pipinya memerah.
"Malu kalau di lihat orang," ucap Alya.
Andra seolah tidak peduli, ia malah menarik dagu Alya, lalu memberikan ciuman dan pagutan kecil di bibir Alya. "ngapain malu," ucap Andra.
"Udah ah, ini kan di pesawat." sahut Alya sambil menutupi wajahnya yang memerah.
Andra tersenyum kecil, "dasar kamu, malu terus, kayak aku aja dong, biasa nggak usah malu, kiss dimana aja nggak masalah." ucap Andra.
Alya mencebik sambil memperlihatkan pipi merah mudanya.
"Dih kalau malu, pipinya merah, sini aku cium lagi," Andra hendak mengecup bibir Alya lagi, tapi Alya mencegahnya.
"Udah sayang, nanti aja jangan disini." tuturnya.
Andra mengangguk, "oke deh sayang," ucapnya.
Alya kembali menyandarkan kepalanya ke bahu Andra, ternyata ini rasanya bahagia, batin Alya.
______________________________
Author : Ngetiknya sambil senyum2 😂😂
__ADS_1
haluku overdosis, kalau aja jariku gak pegel ngetik, masih banyak haluku yan belum tertuliskan 😁😁🤧
Segini dulu, nnti di lanjut lagi ya readers 😘😘😘😘