
"Sayang, kita nggak nyusulin Andra sama Mama?" tanya Cinta pada suaminya.
"Oh iya, sebentar biar aku telpon Mama dulu." jawab Sabda, Cinta hanya mengangguk pelan.
"Hallo Ma?"
"Ada apa?"
"Sabda dan Cinta susul Mama dan Andra kesana ya?"
"Nggak usah Sab, Andra nggak rewel kok, kalian di rumah aja ya, nanti beberapa jam lagi juga Mama pulang, Andra baru mau bobo nih, dia udah kenyang minum asi." ucap Delia dari ujung telepon.
"Mama yakin? Andra nggak nanyain Cinta?" tanya Sabda.
"Nggak Sabda, udah ya Mama tutup dulu." Delia pun mematikan ponselnya begitu saja.
"Gimana? apa kata Mama?" tanya Cinta.
"Mama bilang, kita nggak usah menyusul kesana, Mama bakalan pulang sebentar lagi dan Andra juga anteng, dia dah mau bobo." tutur Sabda.
"Oh gitu, tapi aku kepikiran sama Andra, nggak biasa jauh dari Andra sayang." ucap Cinta merasa cemas.
"Aku ngerti, tapi kamu nggak perlu cemas sayang, Andra kan pergi sama Omanya, jadi pasti Omanya jagain dia kok." sahut Sabda.
"Terus kita ngapain?" tanya Cinta.
"Kita jalan-jalan aja gimana?" ucap Sabda, sebenarnya Sabda mengerti maksud Delia, Delia sengaja mengajak Andra bermain, karena ingin Sabda lebih banyak waktu berduaan dengan Cinta, Delia merasa semenjak memiliki anak, Cinta jadi kurang hiburan, karena sibuk mengurus Andra.
"Masa kita berdua aja sayang?" ucap Cinta masih teringat Andra.
"Kan Andra juga lagi jalan-jalan sama omanya sayang."
__ADS_1
Cinta pun terdiam sejenak, ia sejujurnya memang ingin berjalan-jalan berdua dengan Sabda, seperti masa saat belum punya anak dulu, tapi bagaimanapun hati seorang ibu akan terus ingat anaknya, seperti itulah perasaan Cinta saat ini.
"Sayang? kok malah bengong?" tanya Sabda.
"Maaf sayang, yaudah kita mau kemana?" tanya Cinta lagi.
"Udah kamu ikut aku aja yuk." ajak Sabda langsung membawa Cinta memasuki mobil.
Sabda melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia sesekali melirik ke arah Cinta, Cinta tampak masih merasa gelisah, karena jauh dari Andra.
Handphone Cinta berbunyi, ternyata ada pesan masuk dari Delia, Delia mengirimkan foto Andra yang sedang tertidur, sontak hal itu membuat Cinta merasa lebih lega, karena melihat Andra begitu nyenyak.
"Pesan dari siapa sayang?"
"Ini dari Mama, Mama kirim foto Andra yang lagi bobo, aku lega karena Andra nggak rewel sayang."
"Kalau gitu kamu nggak perlu cemas lagi kan? sekarang kita jalan-jalan sebentar buat refreshing, okey sayang.." ucap Sabda, Cinta pun menanggapinya dengan senyuman senang.
"Oke.."
Setelah lelah berjalan-jalan, Sabda dan Cinta memutuskan untuk makan di sebuah resto, saat Sabda dan Cinta sedang menikmati makanan berdua, tiba-tiba seorang wanita muncul menyapa Sabda dengan akrab, bahkan dia memeluk Sabda seolah sudah lama mengenal Sabda.
"Hello, apa kamu Sabda?" ucap wanita itu.
Cinta terkejut begitu juga dengan Sabda.
"Rose?" ucap Sabda pada wanita itu.
"Hei, kamu masih ingat aku?" ucap Rose merasa senang.
"Sorry Rose, kenalkan ini istriku, Cinta."
__ADS_1
Cinta hanya tersenyum kecut.
"Hai Cinta, Maaf aku tidak tahu kalau Sabda sudah menikah, jangan salah paham ya, aku dan Sabda hanya berteman saja kok." ucap Rose dengan wajah Ceria.
'berteman? kenapa harus memeluk?' Cinta hanya terdiam.
"Maaf Rose, aku dan Cinta harus pulang." Sabda tahu kalau suasana hati Cinta mulai berubah, terlihat dari raut wajahnya.
"Okay Sabda, See you.."
Sabda pun segera mengajak Cinta pulang, wajah Cinta sedaritadi hanya cemberut saja, sampai di dalam mobilpun Cinta hanya diam.
"Sayang, maaf ya tadi itu Rose temanku waktu di LA, cuma temen kok." ucap Sabda.
"Temen kamu udah biasa ya meluk kamu kayak tadi?" tanya Cinta masih dengan wajah muram.
"Nggak kok, tadi itu.. hmm maaf ya sayang, kamu bete ya, seharusnya kan kita have fun, tapi aku juga nggak sangka kalau bakalan ada Rose disana, udah lama juga aku nggak liat dia." tutur Sabda sambil menggaruk tengkuknya.
"Yaudah, sekarang kita pulang ya, aku kangen sama Andra," ucap Cinta sambil menghela napas.
"Oke sayang, oh iya, lusa kita harus pulang ke indonesia, Rey mau bertunangan minggu besok, Rama juga denger-denger udah ada pacar baru, jadi kayaknya kita harus pulang deh sayang."
"Hmm.. yaudah terserah kamu aja." jawab Cinta ketus.
"Sayang udah ya jangan ngambek lagi, bukan salahku kan tadi kalau Rose muncul sendiri, aku mah nggak pernah genit suerr," ucap Sabda sambil mengangkat dua jarinya.
"Haah.. iya.." Cinta berusaha tersenyum.
"Gitu dong, kalau senyum kan cantik." ucap Sabda sambil mengusap puncak kepala istrinya.
______________________
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan komen ya kakak.. 😘