THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
Sabda Cinta ~ Restu Orang Tua


__ADS_3

"Saya minta Maaf kalau latar belakang saya seperti ini. Saya memang baru mengenal Tuan Sabda. Tapi saya tidak pernah ada niat buruk dalam hati saya kepada Tuan Sabda."


Ucap Cinta yang hanya berkata Jujur. Pramana melihat ketulusan yang ada dalam hati Cinta yang terpancar dari tatapan matanya dan juga tutur kata yang di ucapkan oleh Cinta. akhirnya Pramana menyetujui Pilihan Sabda untuk menikah dengan Cinta.


"Baiklah Sabda. Papa menyetujui pilihanmu. Papa rasa Cinta adalah Gadis yang Baik karena dia Jujur"Ucap Praman tersenyum.


Sudah lama Sabda dan Delia tidak melihat Pramana tersenyum. Sabda hanya membalas dengan Senyuman dingin. meskipun dia merasa simpati dengan Cinta namun juga tetap saja Ini hanya sebuah pernikahan Kontrak saja baginya.


Delia langsung menghampiri Cinta dan memeluk Cinta dengan Erat. "Cinta mulai saat ini kami adalah keluarga untukmu" Ucap Delia mengusap lembut punggung Cinta perlahan.


Cinta hanya memabalas pelukan dari Wanita yang nantinya akan menjadi ibu mertuanya itu. "Aku rindu pelukan seorang ibu"Gumam Cinta dalam hati yang tidak terasa membuat ia kembali menangis.


Sabda melihat Cinta yang sedang menangis hanya memasang Tampang Angkuh tidak peduli. Baginya yang terpenting saat ini adalah ia tidak lagi akan dikejar kejar pertanyaan kapan menikah oleh orang tuanya dan tidak perlu di jodohkan.


Sedangkan dalam hatinya tidak ada keinginan untuk menjalani pernikahan dengan wanita manapun. Baginya wanita hanyalah orang yang hanya akan dijadikan suruhan saja untuknya. "Wanita semuanya sama saja" Gumam Sabda dalam hati. ia memijat dahinya perlahan.


Tiba tiba ia teringat dengan sosok wanita yang sudah membuatnya menjadi seorang yang angkuh dan sangat dingin terhadap wanita seperti sekarang ini. wanita itu adalah Cinta pertama Sabda yang pergi meninggalkan Sabda mencampakkan Sabda tanpa memikirkan perasaan Sabda.


"Sabda!" Tegur Pramana melihat Sabda yang hanya termenung saja sejak tadi.


"Iya Pa," Jawab Sabda yang langsung sadar dari lamunanya.


"Papa sudah memutuskan Kamu dan Cinta Harus segera Menikah Setelah Wisuda S2 Kamu minggu depan!" Tegas Pramana pada Anak semata wayangnya itu.


"Apa? Minggu Depan?" Sabda Dan Cinta terkaget bersamaan.


"Kalian berdua kenapa malah kaget begitu. Kamu lagi Sabda. kan Papa sudah bilang kalau kamu bawa Calon istri ya berarti harus segera di nikahi kenapa harus terkaget begitu." Ucap Pramana.

__ADS_1


Sementara Delia juga cukup Kaget Karna suaminya mengambil keputusan Tanpa Meminta pertimbangan dirinya terlebih dahulu.


Namun ia tidak bisa membantah ucapan Suaminya itu.


"Cinta, kamu nggak Masalah Kan?" Tanya Pramana.


"Cinta Terserah Sabda saja Tuan" Jawab Cinta yang dalam hati sebenarnya merasa ini terlalu cepat bahkan ia rasanya ingin berteriak di depan muka Papa Sabda bahwa ia sangat keberatan. Tapi pikiran itu harus ia buang jauh jauh.


"Papa, Kalau memang itu yang Papa Mau Yasudah terserah saja lah!" Ketus Sabda sambil meminum segelas air putih yang ada di hadapanya.


Cinta yang daritadi merasa Lapar namun rasanya ia terpaksa harus kenyang karena di suguhi pemandangan yang sangat membuat dirinya merasa Kikuk dan sangat Canggung.


Delia melihat Sikap Cinta yang serba salah merasa kasihan dan tidak tega kepada Cinta. ia sadar ini pasti sulit untuk Cinta menerima keadaan Sabda dan Papanya yang sama sama Kaku dan Cuek. Delia juga sering merasakan hal itu.


"Cinta sini duduk dekat Mama nak" Ucap Delia meminta Cinta duduk di sebelahnya. Cinta hanya menurutinya saja dan langsung duduk di sebelah Wanita yang lebih cocok di panggil kakak oleh Sabda. itu menurut penilaian Cinta.


"Iya Tante" Jawab Cinta.


"Jangan Panggil Tante dong, Panggil Mama saja. bukan begitu Pa?" Tanya Delia melirik suaminya yang Masih makan.


"Iya Cinta, Panggil Papa dan Mama saja. Makanlah kamu pasti lapar." Ucap Pramana. sedangkan Sabda sama sekali tidak memandang kearah Cinta. ia seperti sedang tenggelam dalam pikiranya sendiri. Cinta akhirnya memakan Makanan yang ada di hadapanya karena ia juga memang merasa lapar.


Setelah Pertemuan yang cukup melelahkan Hati dan Mental Cinta itu. akhirnya Sabda mengantar Cinta pulang. Sepanjang Jalan Sabda tidak berbicara sepatah katapun kepada Cinta. membuat Cinta semakin merasa canggung dan bingung saja.


"Heh Cewek!" Panggil Sabda.


"Aku punya nama" jawab Cinta kesal.

__ADS_1


"Justru itu. Nama kamu kenapa aneh sih. aku ngerasa Aneh aja gitu harus manggil kamu Cinta Cinta. Cih! Kamu Nggak punya nama panggilan lain apa?" Ujar Sabda dengan wajah yang Angkuh seperti biasanya.


"Itu Nama pemberian Orang tuaku. kamu nggak berhak mengomentari. Panggil Saja Nta karena teman temanku juga suka memanggilku Nta" Sahut Cinta.


"Nta? Haha bener bener deh!" Sabda Terkekeh membuat Cinta menjadi semakin kesal saja dengan kelakuan Sabda yang menurutnya tidak punya sopan santun itu.


"Haaaah Bagaimana bisa aku sampai berurusan dengan orang semacam ini sih!" Gumam Cinta memaki dirinya sendiri dalam hati.


"Baiklah Nta, Aku akan panggil kamu Nta deh. tapi tolong jaga sikap mu! Ingat siapa dirimu! Hubungan ini hanya sebatas Pernikahan Kontrak. setelah kontrak selesai maka urusan kita juga selesai." Tegas Sabda Pada Cinta


"Siapa juga yang mau menjadi istri sungguhan! Mana mungkin kalau bukan karena aku berhutang padamu. aku juga tidak akan sudi mejadi istri kontrak dari seorang Arrogan sepertimu" Maki Cinta Dalam hati.


"Rumahmu dimana?" Tanya Sabda.


"Jalan Serendipity no 2" Ucap Cinta ketus.


"Ok!" Sahut Sabda singkat. ia memutar kemudinya menuju rumah Cinta.


Sesampainya di depan rumah cinta terlihat seorang Pria yang sedang duduk diatas sepeda motor. orang Itu adalah Devano yang sedang menunggu Cinta.


"Siapa dia?" Tanya Sabda Pada Cinta yang sudah melepas seatbelt dan bersiap turun dari mobil.


Cinta tidak menjawab pertanyaan Sabda ia langsung turun dari mobil. "Terimakasih sudah mengantar. kalau ada urusan bisa langsung hubungi aku. tapi tolong jangan ikut campur urusan pribadiku" Tegas Cinta yang berlalu meninggalkan Sabda.


"Cih! Siapa peduli!" Ketus Sabda sambil melaju meninggalkan Cinta.


Cinta terus berjalan dengan perasaan Gusar dalam hatinya. ia merasa saat ini ia sudah melakukan suatu kebohongan besar. melihat orang tua Sabda yang sangat Baik. Lalu dia malah melakukan Pernikahan Kontrak dengan anaknya. Bukan Main main urusan ini sekarang jadi semakin rumit. ia tidak menginginkan kehidupan yang seperti ini. ia hanya ingin hidup yang tenang dan damai.

__ADS_1


"Ayah Ibu, Nenek. kenapa hidupku jadi seperti ini. kenapa aku sendirian sekarang.." Rintih Cinta dalam hati.


__ADS_2