THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
The Heirs 02 - Penjelasan


__ADS_3

Alya menahan rasa sesak di dadanya, ia masih tidak mengerti, dan belum sepenuhnya yakin dengan apa yang baru saja ia lihat, ia sejak tadi hanya diam, menahan perasaan dan airmata yang ingin segera ia tumpahkan.


Ia belum pernah merasakan kesedihan seperti ini sebelumnya, meskipun Alya dan Andra belum saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, tapi sepertinya Alya mulai menyimpan perasaan pada Andra.


'Mungkin mas Andra selama ini enggak beneran suka sama aku, ia hanya tidak mau menolak perjodohan ini, karena orangtuanya saja, aku yang sudah berlebihan, seorang pria dewasa seperti Andra, mana mungkin menyukai anak kecil seperti aku.'


Akhirnya airmata Alya tumpah juga, ia tidak bisa menahan rasa sakit di dadanya.


Aldo terkejut ketika melihat Alya menangis, ia segera menghentikan mobilnya.


"Alya, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Aldo, ia bingung kenapa tiba-tiba Alya menangis.


Alya masih sesunggukan, seolah sudah tidak bisa lagi menahan airmatanya lebih lama.


Alya mengangkat wajahnya, lalu menghapus airmatanya, "Aku nggak apa-apa kok, kamu bisa anterin aku pulang sekarang kan? biasa, ini masalah perempuan, aku lagi PMS makanya perutku sakit, aku jadi nangis." tuturnya menyembunyikan yang sebenarnya pada Aldo.


Aldo mengangguk.


"Oh, oke Alya, maaf ya, aku kira kamu kenapa kok tiba-tiba nangis."


"Iyaa, aku cuma lagi kesakitan, sakit banget, maaf ya kamu juga jadi liat aku nangis." Alya memang sedang merasakan sakit yang teramat saat ini.


Aldo pun segera melajukan mobilnya lagi, ia ingin agar Alya segera sampai rumah, ia tidak tahu sesakit apa Alya saat ini, yang ia tahu pasti sangat sakit, melihat Alya tidak bisa berhenti menangis.


"Rumah kamu yang di sebelah mananya Alya?" tanya Aldo.


"Kamu belok aja Al, udah sampai, rumahku yang ujung." suara Alya serak karena bercampur tangis.


"Oke, Alya kamu cepetan istirahat ya kalau udah sampai rumah." ucap Aldo.


Alya mengangguk saja.


Sesampainya di depan halaman rumah Alya, Alya segera membuka pintu mobil Aldo.


"Makasih Al, karena udah mau anterin aku, maaf karena aku sakit malah bikin kamu repot."


"Nggak kok, kamu istirahat ya Alya, semoga cepat sembuh." sahut Aldo sambil melambaikan tangan.


Alya juga melambaikan tangan, setelah di rasa Aldo sudah berlalu, ia segera masuk berlarian ke dalam rumah.


Mama dan papa nya sedang tidak ada di rumah, jadi tidak ada yang bertanya kenapa ia berlarian sambil menangis, hanya supir pribadinya yang merasa heran.


"Si non Alya kenapa ya, kok tadi keliatannya sambil nangis? apa mamang yang salah lihat?" gumam supir pribadi Alya.


Alya segera mengunci pintu kamarnya, ia menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang tempat tidurnya, lalu menumpahkan lagi airmatanya, ia menangis tersedu-sedu, entah kenapa ia merasa sangat sedih, masih terbayang saat wanita di restoran tadi, menggenggam tangan Andra dengan tatapan memohon.


"Alya, kenapa kamu nangis kayak abis di putusin pacar sih? kamu dan dia kan awalnya juga nggak saling kenal, jangan bilang kalau kamu udah jatuh cinta sama laki-laki itu, Alya kamu bodoh!" makinya pada dirinya sendiri.


***


Ditempat lain, Andra baru saja pulang dari restoran di mana tempat ia menemui Callista tadi.


Andra terpaksa menemui Callista, karena kalau tidak datang, Callista mengancam akan menyakiti dirinya sendiri, sebenarnya Callista hanya ingin meminta maaf pada Andra, karena kesalahannya di masa lalu, ia merasa hidupnya hancur semenjak kematian Damien, ia merasa bersalah pada Damien, karena dari awal orang yang ia suka adalah Andra, tapi ia terpaksa menerima cinta Damien, dengan harapan bisa melupakan Andra, ternyata tidak, Callista masih tetap mencintai Andra, tapi setelah kepergian Damien untuk selamanya, ia baru sadar kalau hanya Damien yang mencintainya dengan tulus, karena itu ia bersikukuh meminta maaf pada Andra, ia tidak ingin Andra juga ikut membencinya, dengan berat hati Andra akhirnya memaafkan Callista, walaupun ia masih belum rela melepaskan kepergian sahabatnya, yaitu Damien.

__ADS_1


"Aku belum kasih kabar sama Alya, kok daritadi aku telponin Alya nggak aktif ya?" gumam Andra.


Tiba-tiba Andra merasakan perasaan tidak enak, ia akhirnya memutuskan untuk menghampiri Alya ke rumahnya.


Andra juga bingung, kenapa ia selalu kepikiran Alya, padahal ia belum lama mengenal Alya, pada awalnya ia merasa Alya hanyalah anak kecil, tapi siapa sangka anak kecil itulah yang mampu membuat perasaan Andra luluh perlahan.


"Kenapa perasaan gue nggak enak gini sih, mudah-mudahan nggak terjadi apa-apa sama Alya deh." ia segera melajukan mobilnya, saat itu ia hanya ingin memastikan kalau Alya baik-baik saja.


Sesampainya di depan rumah Alya, Andra segera memarkirkan mobilnya, ia menekan bel rumah Alya, seorang asisten rumah tangga membukakan pintu.


"Aden cari siapa ya?" tanya ART tersebut.


"Alya nya ada?" tanya Andra.


"Non Alya belum lama baru sampai rumah, masuk dulu aden, biar saya panggilkan non Alya nya.


"Makasih," Andra pun duduk menunggu di ruang tamu. .


"Non, di ruang tamu ada yang cari non Alya."


"Siapa bi Inah?" tanya Alya.


Alya membuka pintu kamarnya.


"Siapa yang cari aku bi?" tanya Alya, matanya sembab karena habis menangis.


"Non Alya abis nangis? kok matanya sampai merah gitu, ada apa non?" tanya bi Inah.


"Itu Non, cowok ganteng, kayaknya calon suami non Alya yang waktu itu datang kesini deh, kalau bibi nggak salah ingat." tutur bi Inah.


"Hah?" Alya terkejut, untuk apa Mas Andra datang ke rumahnya, pikirnya.


"Kok Non Alya malah kaget? udah temuin aja Non, kali aja ada yang penting, Bibi buatin minuman dulu ya."


"Iya deh bi." jawab Alya lemas.


Alya sebenarnya tidak ingin bertemu Andra saat ini, tapi ia juga penasaran ingin tahu siapa wanita yang ia lihat tadi di restoran mengobrol bersama Andra.


Alya pun berjalan menuju ruang tamu, dimana Andra sedang menunggunya.


"Mas Andra." panggil Alya, ia duduk tepat di hadapan Andra.


"Alya, kamu nggak apa-apa kan?" tanya Andra, ia agak terkejut melihat mata Alya yang bengkak.


Bi Inah datang membawa minunan untuk Andra dan Alya.


"Makasih Bi,"


Keduanya pun kembali terdiam. Alya masih belum menjawab pertanyaan Andra tadi.


"Alya, kamu kenapa kok matanya bengkak? kamu habis nangis ya?" tanya Andra.


"Minum dulu Mas, nanti Alya jelaskan." jawabnya.

__ADS_1


Andra pun meminum seteguk, lalu menaruh kembali minuman itu ke meja.


"Kamu kenapa?" tanya Andra.


"Alya mau tanya sama Mas Andra, tapi aku harap Mas jujur ya sama aku." ucap Alya.


"Ada apa? kamu tanya aja, aku akan jawab jujur." sahut Andra.


"sebenarnya tadi Alya pergi ke restoran sama temen, terus aku liat Mas Andra lagi ngobrol sama seorang wanita, kelihatannya cukup serius, siapa wanita itu Mas?" tanya Alya berterus terang, ia ingin semuanya jelas.


Andra terkejut saat mendengar hal itu.


"Jangan bilang kamu nangis karena hal ini ya?" tanya Andra.


"Mas jawab aja dulu."


Andra meraup wajahnya, sambil membuang napas kasar.


"Oke aku bakal jelasin semuanya, tapi nggak disini, kamu ikut aku ya, karena ceritanya agak panjang," ujarnya.


"Oke," jawab Alya singkat.


Alya segera mengganti baju lalu ikut bersama Andra ke suatu taman yang suasananya cukup sunyi, sengaja Andra memilih taman, agar ia bisa lebih leluasa dan lebih rileks.


"Alya, kamu jangan salah paham, aku dan wanita itu nggak ada hubungan apa-apa, ia adalah mantan kekasih sahabatku, ia datang mengajak aku ketemuan, karena ingin meminta maaf,dulu aku dan dia pernah terlibat kesalah pahaman, yang mengakibatkan meninggalnya sahabat aku, Damien."


Alya terkejut saat mendengar hal itu.


Andra pun menjelaskannya panjang lebar pada Alya, hingga akhirnya Alya paham duduk masalahnya.


"Sekarang kamu udah tahu semuanya, aku harap kamu nggak salah paham ya, aku dan dia nggak ada hubungan apa-apa," tutur Andra.


"Siapa yang salah paham Mas, aku cuma mau tahu aja, bukan maksud apa-apa kok." sahut Alya kali ini ia bernapas lega, setelah tahu cerita sebenarnya.


"Kok kamu sampai nangis?" tanya Andra.


"Aku nangis, bukan karena apa-apa, Mas jangan salah paham." jawabnya.


Andra menggenggam tangan Alya.


"Maaf ya, kalau aku ada salah." ucap Andra.


"Ini belum lebaran kali Mas, udah maafan aja." Alya terkekeh, Andra juga ikut tertawa mendengar candaan Alya.


"Kamu nih bikin ketawa aja."


Keduanya kini sudah terlihat lebih baik, Alya juga sudah lega, begitu juga Andra yang merasa lega karena sudah melihat Alya baik-baik saja.


______________


Author : Maaf reader untuk the heirs aku hanya update senin-jumat ya. aku minta libur sabtu dan minggu, jariku sakit 😭😭


Doakan kesembuhan jari jemari lentiku ya reader 🥴😌 terlalu banyak ngetik 🙄🤭

__ADS_1


__ADS_2