THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat

THE HEIRS (Season 1 & 2) Tamat
THE HEIRS 02 - Awal Mula


__ADS_3

Kalya Mahira, gadis remaja berusia 17 tahun itu, ia masih duduk dibangku kelas 12 SMA.


Kalya atau yang akrab disapa Alya, ia adalah puteri tunggal dari pasangan, Reynard Pratama, dan Melisa Putri.


***


Pukul 06.15


Kriiiiingg


Suara alarm berbunyi nyaring, namun Alya malah melilitkan kembali selimutnya, seolah tidak mengindahkan bunyi alarm tersebut.


Kriiiing


Alarm itu berbunyi lagi, kali ini sudah pukul 06.30.


"Ya ampun, berisik banget sih!" ucapnya seraya menyingkirkan selimut tebal yang menutupinya, di raihnya jam weeker tersebut, sambil menyipitkan mata, sesekali menguap karena masih mengantuk agaknya, ia pandangi jam weeker tersebut dengan seksama.


Alya membulatkan matanya secara sempurna, ia pun berdecak.


"Tuhan.. nggak salah ini udah jam setengah tujuh? aku terlambat ke sekolah lagi deh hari ini."gumamnya dengan segera beranjak dari tempat tidurnya. ia terpontang-panting mencari dimana handuknya, setelah itu dengan secepat mungkin pergi mandi dan mengenakan seragam sekolah yang biasa ia kenakan.


"Gawat kamu Alya! ini hari senin tahu! kamu mau dihukum berdiri didekat tiang bendera lagi ya!" makinya pada dirinya sendiri.


Sedangkan upacara bendera dimulai 10 menit lagi.


"Alya, ya Tuhan.. kamu kenapa sih bisa kesiangan terus! jangan karena kamu jenius, terus kamu bisa meremehkan waktu ya!" seru mamanya kesal.


"Sudah ma, jangan ngomelin Alya, Alya udah nggak keburu nih. Alya langsung berangkat ya ma, pa." dengan sigap ia mencium punggung tangan mama dan papanya.


Rey hanya menggeleng dan melanjutkan sarapannya.


"Alya ! kamu nggak sarapan dulu?" tutur mamanya. namun dibalas gelengan oleh Alya yang sudah berlalu di antar oleh supir pribadinya.


"Non, kok telat lagi sih? padahal mamang udah nungguin dari subuh loh non," tutur supir pribadi Alya yang biasa dipanggil mang joni itu.


"Alya semalam begadang mang, jadi Alya kesiangan, lagian ngapain mang Joni nungguin Alya dari subuh sih, Alya masih ngorok jam segitu mah." tutur Alya sembari melihat jam tangan miliknya.


"Hehe, canda non, lagian si non ngapain sampai begadang segala ?" tanya mang Joni penasaran.


"Nonton drakor mang !" sahutnya serius.


Mang Joni membulatkan mulutnya.


"Ya ampun non, kirain mah belajar ! nggak tahunya nonton drama kuriah." jawabnya terkekeh.


"Korea mang ! bukan kuriah !" celetuk Alya. dibalas anggukan oleh supirnya.


"Sudah sampai nih non, kayaknya udah telat 5 menit deh, yang sabar ya non, kayaknya hari ini berdiri lagi deh di samping tiang bendera." supirnya menahan tawa.


Alya menghela napas.


"Mang Joni senang ya liat Alya dihukum. yaudah Alya masuk dulu deh mang." tuturnya meninggalkan supir pribadinya yang hanya menggeleng melihat Alya.


"Untung aja non Alya anaknya pinter, jadi nggak khawatir dapat nilai jelek, walaupun kesiangan terus!" gumamnya seraya melajukan mobil.


**


"Duh.. mati deh aku, alamat dihukum lagi inimah," gumamnya dalam hati.


Terlihat para siswa sudah berbaris mengikuti upacara bendera. sementara Alya yang terlambat harus berdiri di barisan siswa yang juga datang terlambat hari itu.


"Alya, kamu telat juga?" tanya seorang cowok populer di sekolahnya yang bernama Aldo.


Alya melirik sekilas.


"Aldo ? kamu ngapain kok bisa telat juga?" jawabnya merasa heran. padahal Aldo kan ketua osis, kok nggak mencontohkan teladan banget sih, masa datang telat juga. batin Alya.


Aldo tercengir.


"Iya nih, kesiangan bangun."jawabnya seadanya.


Alya mengangguk.


"Seenggaknya aku ada temennya deh pas dihukum nanti."batin Alya mengambil sisi positifnya.


Setelah upacara selesai, Alya dan Aldo masih berdiri menunggu hukuman mereka, karena mereka terlambat datang. terlihat salah seorang guru yang datang menghampiri mereka berdua.


"Alya ! kamu lagi, kamu lagi, kenapa sih kamu senang banget dihukum ! terutama kalau hari senin, bapak perhatikan kamu pasti langganan dihukum deh ! ingat kamu udah kelas 12 sebentar lagi lulus." tutur pak Basuki yaitu guru yang dikenal killer itu.


Alya hanya menunduk saja tidak menjawab apapun.

__ADS_1


pandangan Basuki teralihkan pada sosok Aldo, tidak biasanya Aldo yang dikenal rajin itu malah ikut terlambat. pikir Basuki.


"Aldo ? bapak nggak salah lihat nih? kamu kok bisa terlambat juga ? kalau Alya udah biasa, kalau kamu?" Basuki menggeleng.


Aldo hanya tercengir.


"Maaf pak, saya kesiangan hari ini,"jawabnya sambil melirik Alya yang masih terdiam tertunduk.


Basuki menghela napas.


"Kalian berdua, bapak hukum membersihkan toilet sepulang sekolah, sekarang kalian masuk kelas ! jam pelajaran pertama udah mau dimulai." tuturnya tegas.


Alya dan Aldo mengangguk, kemudian pergi menuju kelasnya.


Alya dan Aldo berpisah didepan ruang kelas yang berbeda. Alya yang mengambil jurusan IPA, sedangkan Aldo IPS.


"Daah Alya.." Aldo melambaikan tangan kearah Alya diikuti senyuman yang menawan. Alya hanya melempar senyum tipis. lalu masuk kedalam kelas.


"Alyaaaa... ya ampun kamu terlambat lagi kan ! kali ini kamu dihukum apa?" tutur gadis berambut pendek bernama Alisa yaitu sahabat Alya yang duduk sebangku dengannya.


"Seneng dia dihukum hari ini. soalnya dia dihukum bareng sama ketua osis yang femes itu!" celetuk Kiki, salah satu sahabat Alya juga.


"Yang bener kamu Ki ? jadi kamu dihukum bareng sama Aldo? duuh beruntung banget kamu Alya!" ujar Alisa heboh sendiri.


Alya mendengus, ia tidak peduli dengan ocehan kedua sahabatnya itu.


"Jangan berisik ah ! aku tuh masih ngantuk tahu aslinya, kalian tahu kan kalau hari minggu itu dari sore sampai lewat tengah malem, aku paling suka nonton drakor, itu sebabnya aku telat terus." ujar Alya sesekali menguap.


"Dasar kamu Alya, aku juga suka drakor, tapi nggak kayak kamu juga!" sahut Kiki, sementara Alisa menggeleng.


"Untung aku nggak terlalu suka drakor, aku cuma suka boyband." sahutnya tercengir.


"Sama aja woo..." seru Alya dan Kiki bersamaan.


***


Sepulang sekolah, dengan terpaksa, Alya harus menjalani hukuman, ia diminta membersihkan toilet bersama dengan Aldo.


"Alya, kamu duduk aja mendingan, biar aku yang bersihin. nggak tega aku liat kamu, cantik-cantik bersihin toilet." tuturnya melempar senyuman penuh maksud.


Alya menggeleng.


"Aku udah biasa dihukum." sahut Alya singkat.


Diluar gerbang sekolah, mang Joni sudah menunggu untuk menjemput Alya.


"Akhirnya non Alya keluar juga, udah selesai non bersiin kamar mandinya?" ucapnya tergelak.


Alya menajamkan matanya kearah supirnya itu.


"Jalan mang, Alya capek, laper tahu !" ucapnya ketus.


"Siap non.." sahut mang Joni tersenyum.


***


Siang itu di sebuah perusahaan properti yang cukup terkenal di ibukota.


Kalandra Pramana, ia adalah seorang presdir di perusahaan properti yaitu PT PRAMANA GRUP.


Sabda Pramaditya sendiri adalah nama dari Papanya. sedangkan Mamanya bernama Cinta Nirmala.


Kalandra atau yang lebih sering dipanggil pak Andra, oleh para karyawan-karyawannya.


Andra adalah sosok pria dewasa, mapan, dan tampan. usianya yang sudah menginjak kepala tiga itu, bahkan tidak terlihat tua sama sekali, ia bak seorang pria berumur dua puluh tahunan saja. di usianya yang sudah cukup matang tersebut, terlebih karir cemerlang yang dimilikinya tak ayal membuat para wanita mengantri untuk menjadi istrinya, namun sayangnya karena terlalu sibuk, bahkan Andra tidak sempat mencari pendamping hidup.


Tok Tok


"Masuk." ucapnya dengan suara agak serak, namun semakin mengeluarkan sisi maskulin yang dimiliki seorang Kalandra Malviano.


Seorang wanita cantik yang tidak lain adalah sekertaris pribadi Andra, ia masuk dengan senyuman yang menghiasi wajahnya, seolah ingin mencari perhatian boss tampannya itu.


"Pak Andra, ini berkas yang bapak butuhkan, saya sudah mengeceknya sesuai dengan permintaan bapak," tuturnya dengan suara dibuat-buat lembut.


"Hm, taruh saja diatas meja, silahkan keluar. saya sibuk." tutur Andra ketus.


"Baik pak, saya permisi."jawabnya seraya melirik kearah Andra, ia terus tersenyum menatap wajah Andra yang masih serius menatap laptop didepannya.


Andra menajamkan matanya kearah sekertarisnya itu.


"Kamu ngerti kan kalau saya bilang keluar. kenapa masih disini !" tuturnya ketus.

__ADS_1


"Maaf pak, saya keluar sekarang." jawabnya langsung bergegas meninggalkan ruangan bossnya itu.


"Ganteng banget memang pak Andra, galak juga nggak masalah, asal bisa lihat wajahnya yang udah kayak malaikat gitu. sumpah gantengnya overdosis." gumam sekertaris pribadi Andra itu yang sudah kembali ke ruangan kerjanya.


**


Di dalam ruang kerjanya, Andra yang masih serius menatap kearah laptopnya, tiba-tiba terganggu oleh bunyi handphone miliknya yang terus berdering.


"Siapa lagi yang nelpon di jam kerja seperti ini,"gumamnya seraya memperhatikan layar ponselnya.


"Astaga, mama.." ucapnya yang terburu-buru langsung mengangkat panggilan itu.


"Hallo, ada apa ma?"


"Andra, kamu bisa pulang sekarang nggak sayang? mama dan papa mau ajak kamu kerumah sahabat mama, yang semalam udah mama bilang ke kamu loh sayang.."


Andra memijat keningnya.


"Oke, Andra jalan sekarang."


"Makasih ya sayang, kamu hati-hati di jalan."


Andra mematikan teleponnya.


"Astaga.. mama ternyata serius mau jodohin gue dengan anak temannya itu, gini amat sih nasip gue, di jaman modern begini, masih aja harus di jodohin." tuturnya dengan nada kesal. ia hanya bisa menghela napas, lalu meninggalkan kantor untuk pulang kerumahnya, sesuai permintaan mamanya itu.


**


Sesampainya di rumah, Andra yang sudah disambut oleh kedua orang tuanya.


Dengan segera ia menghampiri mama dan papanya, ia kecup punggung tangan orang tuanya.


"Ma, pa. kenapa buru-buru sih? inikan baru jam tiga sore, bukannya kita berangkat malam ya ?" tanya Andra yang sudah terduduk di ruang tamunya.


Cinta tersenyum kemudian melirik wajah serius suaminya yaitu Sabda.


"Nggak jadi tuh, kelamaan. kita berangkat sekarang aja, iyakan pa?" tutur Cinta sambil tersenyum. sedangkan Sabda hanya berdekhem.


"Terserah mama saja, ikuti saja kemauan mamamu Ndra!" tutur Sabda pada putera sulungnya itu.


Andra memijat kedua alisnya. kemudian beranjak dari tempat duduknya.


"Iya deh, yaudah ayo.." ajak Andra dengan terpaksa mengikuti kemauan mamanya itu.


"Bang Andraaa ! bang Andra kok udah pulang sih?" seru gadis kecil berumur 14 tahun itu, yang tidak lain adalah Angela Agnesia Pramana, adik perempuan Andra satu-satunya.


"Adek abang udah pulang ekskul ya?" tanya Andra seraya mengusap puncak kepala adik kesayangannya itu.


"Iya, bang Andra mau kemana? kok baru pulang udah pergi lagi? terus mama dan papa kenapa pergi juga? kok Angel nggak diajak sih!" ucapnya cemberut.


Sabda hanya menggeleng melihat tingkah gadis kecilnya itu.


"Agnes dirumah aja ya, lagian kan Agnes capek baru pulang ekskul," sahut Cinta.


"Iya, lagian abang cuma sebentar. kamu dirumah aja ya." ucap Andra tersenyum.


"Iya deh bang," dengan nada kecewa gadis kecil itu menurut.


"Yaudah, mama, papa dan abang Andra pergi dulu ya, kamu dirumah baik-baik ya." tutur Cinta mencubit pipi chubby puterinya itu.


***


Sepanjang perjalan, Andra hanya terdiam, sementara Cinta sedang sibuk dengan gadgetnya. sama halnya dengan Sabda, meskipun saat ini perusahaan sudah diberikan kepada Andra, namun Sabda masih memiliki beberapa anak perusahaan yang harus ditangani sendiri olehnya.


Andra mengerutkan kening, sambil terus mengendarai Camaro Bumblebee miliknya.


_________________________________



KALANDRA PRAMANA



KALYA MAHIRA


__________________


Author : Hallo readers, akhirnya season dua di mulai ya, sempet bingung mau buat judul baru atau ku gabung disini, dan akhirnya kubuat disini deh, semoga kalian tetep mau baca ya.


Judulnya Cherry ganti jadi The Heirs, karena ini kan di gabung ya season 1 & 2.

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Komentarnya, semoga kalian juga suka sama Cast nya ya 😂😂


ku susah nentuinnya, ini juga di bantu sama teman sesama author loh. tolong di hargai ya. bagi yang nggak suka Korea mohon maklum ya, karena cherry suka 😆😘


__ADS_2