
semua orang masih belum berhenti tercengang melihat aksi Utama yang barusan, ditambah lagi dengan tingkah Hajime yang tiba-tiba masuk lapangan, wasit sendiri hanya terdiam melihat aura yang ditunjukkan Hajime begitu kuat, peraturan pun seperti tidak berlaku.
Hajime melambungkan bola keatas, kemudian melompat tinggi dan memukul bola tersebut, "tahan jika kalian bisa! " teriaknya.
WUSSH
Utama tidak bergerak,matanya terus menatap Hajime, bola pun melintas di samping telinganya.
"sial! kenapa kau tidak menahannya!? " salah seorang kesal melihat tingkah Utama, orang itu mencoba menahan bola dari Hajime itu.
BUMM
ketika orang itu menggapai bola tersebut, ia terpental jauh terdorong bola yang saat ini bersarang di perutnya. ternyata pukulan Hajime bukan sembarang pukulan.
"*apa-apaan itu!? "
"yang benar saja, dia seperti monster!"
"mustahil, ini sangat mustahil, aku baru melihat orang yang seperti dia*. "
tidak hanya tim Utama, tim Hajime juga ketar-ketir.
disisi lain, para penonton di buat tercengang sekali lagi. Randa dan Diko yang menonton juga sulit mempercayai kejadian barusan.
"jadi ini yang namanya Hajime, ternyata dia sangat menakutkan. " ucap Randa.
"ya, dia tidak seperti manusia normal, dia bahkan memiliki mata dan taring yang tajam. " sahut Diko.
Tap
Utama mengambil bola, kemudian melempar bola keatas dan bersiap melakukan servis.
"Utama! jangan kalah..! " tiba-tiba ada wanita yang berteriak menyemangati Utama dari kursi penonton.
Utama yang awalnya hendak memukul bola,terdiam karena suara itu, bola pun terjatuh ke lantai.
"jangan kalah, Utama! " teriak wanita itu lagi. wanita itu adalah Yana yang saat ini berdiri dengan tangan melambai kearah Utama.
Utama menoleh, matanya menatap datar wajah Yana walaupun dari kejauhan, "ya, ampun. dia lagi, dia lagi. " batin Utama.
"dia melihat ku! ya, ampun... kau semakin keren saja, tatapan dingin mu itu semakin membuatku menyukaimu. " batin Yana.
Shinta yang berada di samping Yana menarik bahu Yana kebawah, "tenanglah sedikit! kau membuatnya gugup, dia jadi tidak bisa memukul bola. " ucapnya. "pantas saja kau begitu menyukai pria itu, ternyata dia sangat spesial. " batin Shinta.
"itu benar! lihat sekarang! semua orang memandangi kita karena tingkah mu! " sahut Flora yang berada di samping Shinta.
"bilang saja kalau kau mulai menyukai Utama! " bantah Yana mendekati Flora.
Flora berdiri kemudian menatap Yana yang juga menatapnya, "jika aku menyukainya, dari dulu pengganggu itu sudah mengejar ku.! " seperti ada aliran listrik diantara kedua mata itu.
Shinta melerai, "sudah, sudah, kalian harus akrab satu hari ini saja! jika tidak, mana mungkin kita bisa menang. " ucapnya.
"huh." Yana dan Flora saling membuang wajah.
"ya, ampun, kenapa sulit sekali membuat mereka akur? " Shinta berbicara dalam hati.
__ADS_1
Utama kembali mengambil bola, kemudian melemparnya keatas, lalu melompat tinggi dengan gerakan yang indah.
BUUMM
Utama memukul bola tersebut yang langsung melesat cepat kearah lawan.
"gawat! kenapa kearah ku? " tim lawan ketakutan.
Hajime mengejar bola tersebut, "minggir! " teriaknya lalu mendorong teman satu timnya.
BUUMM
bola di pukul balik oleh Hajime, namun Utama melesat cepat dan membalikkan bola itu lagi pada Hajime.
aksi saling balik membalikkan bola pun terjadi, Utama dan Hajime sudah terbawa suasana.
para penonton yang dari tadi sudah tercengang, kini semakin tercengang.
"Utama! " tiba-tiba ada yang berteriak.
"Utama! " "Utama! " "Utama! "
kemudian para penonton dari SMA Harapan Bangsa ikut menyemangati.
"*Hajime! ayo Hajime! "
"Hajime! "
" Hajime*! "
para pemain kebingungan melihat Utama dan Hajime, "yang benar saja, untuk apa kami bermain? kami bukan tandingan mereka.! " para pemain yang lain meninggalkan lapangan. kini tinggallah Utama dan Hajime yang bermain.
wasit semakin pusing melihat kondisi ini, "hey, kalian kenapa? kenapa jadi seperti ini? hey, kembali! pertandingan belum selesai.! " teriaknya memanggil para pemain yang keluar.
"kau saja yang bermain, kami tidak ingin mati muda. " jawab mereka.
waktu terus berlalu, Utama dan Hajime masih terus bermain, skor tidak bertambah karena bola tidak pernah menyentuh lantai.
Sella dan Feri juga bingung melihat kejadian ini, "apa ini? kenapa jadi seperti ini?" ucap Sella.
"ternyata masih banyak pemain voli yang hebat diluar sana. " Feri tersenyum.
Yana masih menatap Utama, "kau yang dulu dikenal pecundang, kau yang dulu diremehkan, sekarang... sekarang kau membuat semua orang mengubah pandangan mereka tentangmu.. kau yang sekarang benar-benar keren Utama. aku yakin setelah ini pasti banyak wanita mengejar mu.. dan diantara wanita-wanita itu... ada aku yang selalu mengharapkan mu..aku berharap kita bisa kembali lagi seperti dulu. " batinnya dengan mata yang berkaca-kaca.
di samping Yana terlihat Shinta dan Flora, mereka tidak bisa berbicara melihat pemandangan ini.
di suatu kesempatan, bola melayang tinggi di atas Net, Utama melompat untuk memburu bola tersebut. begitu juga dengan Hajime, dia melompat menerjang bola. kedua orang itu beradu cepat.
BUUMM
Utama dan Hajime secara bersamaan memukul bola. karena begitu kuatnya, bola itu tetap melayang di udara sambil berputar seperti gasing.
Utama mendarat dengan sebelah kaki dan sebelah tangan yang menyentuh lantai, kemudian kembali mengejar bola.
Hajime mendarat dengan posisi bagus, kemudian dia menjangkau bola tersebut.
__ADS_1
BUUMM
Utama dan Hajime meninju bola dengan sangat keras, bola pun keluar karena pukulan kedua orang itu.
wasit melemparkan bola, pertandingan kembali dilanjutkan.
Hajime menatap Utama, "sepertinya pertandingan ini harus segera diselesaikan! " ucapnya.
"ya, itu lebih baik! " jawab Utama.
Utama memukul bola yang melintas kearah Hajime. Hajime memukul bola itu dan tiba-tiba bola itu pecah.
"cih, sepertinya dia memang bukan orang sembarangan. " batin Utama.
karena terus seperti ini, pertandingan pun dihentikan.
disisi lain, Excel yang juga bertanding Basket mendapat kekalahan. begitu dia tahu bahwa Utama semakin populer, dia semakin jengkel.
"sialan! kenapa pecundang itu semakin hebat saja? " gumamnya.
sore harinya...
"aku sangat lelah.! " Randa menghela nafas sambil berjalan dengan langkah berat.
"aneh, padahal kau hanya duduk di kursi penonton. " sahut Utama yang berjalan di samping Randa.
"aku tidak menyangka, ternyata kau bisa juga membuat orang kagum padamu. " ucap Randa.
"Utama! Randa! tunggu! " tiba-tiba Diko berlari mendekati mereka.
Randa terkejut, "Diko!? bukankah seharusnya kau sudah pulang? " tanyanya.
Diko mengatur nafas, "ya, seharusnya.. tapi aku ingin memberi tahu kalau... kalau terjadi perkelahian antara kedua murid SMA kita. " ucapnya.
Randa menghela nafas, "sudah kuduga, hal seperti ini pasti terjadi. " ucapnya.
Utama dan Randa berjalan mengikuti Diko, mereka menuju tempat perkelahian.
"oh, sepertinya kalian ada sedikit masalah, ya. " tiba-tiba Hajime muncul menghalangi langkah ketiga orang itu.
"Hajime!? " Diko dan Randa terkejut.
Utama tetap tenang, "kalian berdua pergilah! biar aku yang mengurusnya! " ucapnya. "sudah kuduga, dia pasti datang dalam waktu dekat. " batin Utama.
"tapi.. dia terlalu berbahaya! " ucap Diko. "aku tidak akan meninggalkanmu.! " lanjut Randa.
"jika kau menganggap ku teman! percayalah padaku! " ucap Utama.
"justru karena aku menganggap mu teman, aku tidak akan meninggalkanmu disaat situasi seperti ini! " teriak Randa dengan ekspresi serius.
Utama melirik kesal, "ya, sudah. kau saja yang menghadapi orang ini! dan aku yang pergi. " ucapnya. "yang benar saja, aku hanya tidak ingin kau menjadi beban. " batin Utama.
"ya, ya, ya. aku pergi sekarang! " Randa dan Diko berlari terbirit-birit.
kini, tinggallah Utama dan Hajime yang beradu pandang. suasana disekitar seakan mengetahui akan terjadi pertarungan mematikan dimenit yang akan datang.
__ADS_1