Tokoh Utama

Tokoh Utama
malam berdarah


__ADS_3

Hajime berjalan dari atas, dia melompati gedung-gedung mencari keberadaan Alan dan yang lain.


Tap


Hajime berhenti di atas sebuah gedung, dia melihat sekumpulan orang didepan bar, "jadi mereka disini, ya. " dia tersenyum.


Alan dan teman-temannya berdiri didepan sebuah bar, sepertinya mereka menantikan kedatangan anggota tiger white. namun, sebagian kecil dari mereka sudah terluka, mungkin itu disebabkan pertarungan yang baru saja mereka lakukan di bar tersebut.


"cih, kenapa mereka lama sekali? aku sudah tidak sabar menebas kepala mereka. " ucap temannya sambil memegang pedang.


"hey, kau jangan berlagak kuat! saat bertarung tubuh mu saja gemetaran. " ledek yang lain.


Alan menatap teman-temannya, "bisakah kalian tenang sedikit!? aku yakin sebentar lagi mereka datang. " ucapnya datar. "siapkan mental kalian! aku yakin mereka akan datang dalam jumlah besar. "


semua temannya menatap Alan, kemudian mereka terdiam dengan wajah yang cemas, sepertinya mereka juga takut jika menghadapi pasukan tiger white yang terkenal kejam.


Tap Tap Tap


disaat itu, muncul segerombolan orang ketempat itu, mereka adalah tiger white yang jumlahnya sekitar seratus orang, diantara orang itu ada Mika dan Rio, ditangan mereka melekat berbagai macam senjata, pisau, pedang, celurit, serta tongkat yang terbuat dari besi.


Alan menatap segerombolan orang itu, "aku pikir kalian tidak akan berani menampakkan wajah. " dia tersenyum.


Mika tersenyum, "ternyata kau lagi! apa kematian Alex begitu membuat mu frustasi sampai kau ingin menyusulnya cepat. "


"cih, aku pikir mereka seperti apa, ternyata hanya sekumpulan anak kecil." ucap yang lainnya.


disisi lain, teman-teman Alan terlihat ketakutan, jumlah mereka memang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan lawan.


Alan menatap teman-temannya, "hilangkan keraguan kalian! dan... ayo serang! " teriaknya.


Mika tersenyum, "walaupun mereka anak-anak, tapi jika mereka yang meminta... apa salahnya kita habisi.! " teriaknya.


Alan berlari menuju lawan, sesekali dia mengayunkan samurai untuk mencabut nyawa lawan. dibelakang Alan, teman-temannya juga memaksa diri untuk maju walau dalam keraguan.


Tang Ting Ctang


kedua kubu itu saling bergesekan, decitan pedang terus terdengar, kedua kubu itu saling membunuh satu sama lain, malam kota jakarta dihiasi dengan kericuhan.


Hajime memandang dari kejauhan, "tidak ku sangka.. ternyata di jaman sekarang masih banyak pengguna pedang. " gumamnya.


Alan menyerang sambil membantu temannya yang dalam kesulitan. namun, disaat dia membantu salah satu temannya, temannya yang lain ditebas dengan pedang, orang itu pun tewas mengenaskan.


Alan menatap temannya yang tewas, "cih, akan ku balas kalian! " dia menoleh orang yang sudah membunuh temannya.

__ADS_1


Alan bergerak cepat, dia menebas bahu lawan, menusuk hingga membelah, sementara serangan lawan belum ada yang menyentuhnya.


setelah beberapa saat bertempur, kedua kubu itu terlihat menjaga jarak, sepertinya mereka ingin mengambil nafas sesaat.


disekitar mereka, banyak orang yang tergeletak,ada yang sudah tewas, ada juga yang hanya terluka. mereka adalah korban dari pertarungan berdarah ini, namun diantara orang-orang itu kebanyakan anggota tiger white.


Mika dan yang lain menatap Alan, "anak itu sangat cepat! dia ujung tombak yang harus kita tumpulkan! " ucap salah seorang.


"kau benar! semakin lama anak itu semakin ganas, setiap gerakannya sangat berbahaya. kita harus berhati-hati.! " sahut Mika dengan wajah ketakutan.


Alan menatap teman-temannya yang sudah berkurang dan terlihat kelelahan, "kalian semua, mundur lah! biar aku yang menghabisi mereka. " ucapnya tegas.


"apa maksudmu? " kami masih sanggup bertarung denganmu! " ucap salah satu temannya.


"kami tidak akan membiarkan mu bertarung sendirian! kami lebih baik mati! " sahut yang lain.


"hehehe, kita sudah berbuat sejauh ini.. kami bertarung bersama mu bukan karena terpaksa.. kami akan membantu mu menuntaskan dendam yang selama ini kau pikul sendirian! " ucap yang lainnya, awalnya dia tertawa, namun diakhir dia berteriak serius.


Alan mengalihkan pandangannya, "terimakasih teman-teman.. Terima kasih.. " ucapnya serak. "tapi aku.. tapi aku.. sudah tidak ingin kehilangan orang-orang yang aku sayangi.. cukup kak Alex.. cukup dia saja. " ucapnya terdengar haru.


semua temannya mendekati Alan, "*tidak Alan! apapun yang terjadi, kami akan bersamamu! kami tidak akan pernah meninggalkan mu! "


"walaupun kami harus mati.. kami tidak akan pernah menyesal*. " ucap yang lain.


Alan menatap teman-temannya, "cukup teman-teman! " teriaknya. "dari awal..aku sudah tahu akan berakhir begini, aku mengajak kalian hanya untuk penyemangat ku.. kalian sudah berbuat lebih jauh dari yang aku harapkan, sekarang... pergilah! " ucapnya.


Alan mengangkat samurainya, "maafkan aku teman-teman! aku tidak bisa bersama kalian lagi.. " dia mencoba untuk tersenyum.


"jadi kau... dari awal sudah menduga akan berakhir begini? kau sudah tahu kau akan mati!? " teriak salah seorang.


Alan mulai melangkah, "jika kalian menganggap ku sahabat.. jangan halangi aku! " ucapnya. "aku memang ingin menyusul kak Alex. tapi sebelum itu.. " Alan menunjuk Mika dengan samurainya, "aku harus memenggal kepalanya! " dia menatap Mika tajam.


teman-teman Alan terdiam, mereka memandangi Alan yang mulai melangkah ke arah musuh, hanya air mata yang bercucuran.


Alan menoleh kebelakang, "tetaplah hidup teman-teman! " dia tersenyum.


Alan menatap Mika dengan wajah menakutkan, "bersiaplah! karena aku tidak bisa membunuh dengan cara yang lembut. "


Mika menatap Alan dengan wajah ketakutan, "teman-teman! lindungi aku! dia ingin membunuhku! " dia bersembunyi dibalik teman-temannya.


"kau tenang saja! kami tidak akan membiarkan mu tewas. " ucap temannya.


Alan bersiap, "kalau begitu.. lihatlah cara bertarung ku ini! " dia mulai bergerak.

__ADS_1


Alan berlari ke arah Mika, namun seseorang mencoba menghalangi dengan mengarahkan tebasan. Alan menangkis serangan lawan dengan tebasan, kemudian membelah tubuh lawan dengan sekali tebas, darah segar muncrat dari tubuh orang itu.


"cih, anak ini benar-benar cepat! " para lawan mulai panik.


Alan kembali menyongsong orang-orang yang menutupi Mika. "matilah! " teriaknya lalu menusuk perut lawan.


salah seorang mengarahkan tebasan ke tubuh Alan yang langsung menghindar, kemudian Alan membalas dengan mengayunkan samurainya ke kepala lawan yang langsung terbelah.


Alan terus berlari dan terus berlari, tidak perduli seberapa jauh Mika yang ingin ia jangkau, sekujur tubuhnya sudah dibasahi dengan cipratan darah milik lawan yang ia bunuh, kini tinggal dua orang yang terlihat melindungi Mika.


semua teman Alan memandangi kejadian itu, mereka merasakan ini akan menjadi perjuangan terakhir yang dilakukan Alan, air mata tidak berhenti mengucur bersama alunan musik kepedihan yang seolah terdengar.


kedua orang itu mengarahkan tebasan ke arah Alan secara bersamaan, namun tiba-tiba Alan sudah melewati mereka.


"akh..! " kedua orang itu memuntahkan darah, kemudian menoleh Alan. sesaat kemudian mereka menyadari bahwa tubuh mereka sudah terkena tebasan bersama darah yang mengalir deras, keduanya tergeletak di tanah.


Alan menatap Mika yang terlihat sangat ketakutan, "sekarang tinggal membunuh kau saja! " teriak Alan.


Mika memandangi teman-temannya, "ayo teman-teman! habisi dia!" teriaknya, namun semua orang tidak berani mendekat, sepertinya mereka takut ditebas Alan.


Alan melompat tinggi sambil mengayunkan samurainya lurus, sepertinya dia ingin membelah tubuh Mika menjadi dua.


Mika mengeluarkan pisau, lalu bersiap menangkis tebasan Alan.


Ting


kedua senjata itu berbenturan, tubuh Mika terdorong kebelakang lalu terjatuh, sepertinya dia kalah dalam hal senjata.


Alan melompat sekali lagi, "matilah! " teriaknya sambil mengarahkan tebasan ke arah Mika yang sudah tidak bisa apa-apa.


disaat itu, salah seorang muncul lalu menangkis serangan Alan dengan tongkat besi. Alan berputar sekali lalu menendang orang itu, kemudian menusuknya tanpa ampun, sekali lagi samurai Alan memakan darah.


"minggir! beri kami jalan!" disaat itu, ada yang berteriak dari arah belakang pasukan tiger white.


"siapa!? " pasukan tiger white menoleh kebelakang, kemudian memberi jalan.


Tap Tap


muncul dua pemuda berwajah sama, mereka berjalan diantara pasukan tiger white, ditangan mereka melekat sebilah katana yang sepertinya haus akan darah.


"itu Jiro dan Hiro! " teriak salah seorang, dia terlihat sangat senang.


"tidak ku sangka mereka akan turun tangan! " sahut yang lainnya.

__ADS_1


kedua pemuda itu adalah Jiro dan Hiro bersaudara, wajah mereka tidak bisa dibedakan, hanya arah poni mereka saja yang bisa menjadi tanda, Jiro memiliki poni panjang yang menutupi mata sebelah kanan, sementara Hiro sebaliknya.


Mika memandang Jiro dan Hiro sambil tersenyum, "kalau mereka sudah ada disini.. aku sudah aman." batinnya.


__ADS_2