Tokoh Utama

Tokoh Utama
penyelamatan Yana


__ADS_3

"lepaskan aku! kalian akan mendapat masalah jika ayahku tahu! " teriak Yana sambil meronta.


saat ini Yana berada di sebuah ruangan dengan tubuh terikat di sebuah kursi, disekelilingnya terdapat beberapa orang,Joko serta Jiro, Hiro dan kelima orang yang membawa Yana.


Jiro menatap kelima orang itu, "untuk apa kalian membawa wanita ini? "


"kami akan meminta uang sebagai tebusan!" jawab salah seorang.


"uang, ya. " ucap Jiro. "jika dibandingkan dengan uang, aku lebih tertarik dengan darah. " dia menatap tajam.


kelima orang itu tidak berani menatap Jiro, "ya, ampun.. orang ini semakin menakutkan saja. " bisik salah satu.


"kalau masalah uang, kami tidak tertarik. " Hiro meninggalkan tempat itu, kemudian Jiro menyusul dari belakang.


Yana menoleh ke sekeliling, "hey, lepaskan aku! kalian tidak boleh bersikap kasar pada wanita! " Yana terus meronta, namun tetap tidak berguna, "Utama.. kau jahat! aku benci padamu! " teriak Yana kesal, dia sangat marah dengan Utama yang tidak perduli.


"wanita ini sangat berisik! "


"kau benar! dia tidak berhenti mengoceh! "


kelima orang itu bosan dengan teriakan Yana.


Joko menatap kelima anak buahnya,"darimana kalian dapatkan wanita ini!? apa kalian yakin dia orang kaya? " tanyanya dingin.


kelima orang itu tersenyum, "bos tidak perlu khawatir! dia ini sangat kaya, itu bisa dilihat dengan mobil mewah yang ia kendarai. " jawab Roy.


"kami juga tidak mengerti kenapa temannya bersikap tidak perduli. " sambut yang lain.


Yana mengingat perkataan terakhir Utama yang mengatakan dirinya hanyalah pengganggu, "Utama..! aku benci kau! " teriaknya sangat keras.


semua orang menutup telinga, "bisakah kau tidak berteriak!? " mereka kesal menghadapi Yana.


sesaat kemudian, Joko mendekati Yana, "hey, gadis manis.. jika kau ingin bebas, beritahu ayahmu dan bawa uang tebusan. " ucapnya lembut. "yah, itu kalau kau memang anak orang kaya. " lanjutnya.


Yana menatap Joko, "benarkah!? berapa banyak uang yang kau inginkan!? ayahku pasti akan membayarnya." jawabnya cepat dan terdengar polos.


"sepertinya anak ini memang dari keluarga kaya. " batin Joko.


Joko menatap Yana tersenyum, "kenapa kau begitu yakin? memangnya orang tuamu seperti apa? "


Yana tersenyum, "kau tahu pak Yasya, dia adalah ayahku. " jawabnya sombong.


Joko terdiam sejenak dan berpikir, "Yasya.. sepertinya nama itu tidak asing.. aku ingat! dia adalah pengusaha sukses yang sangat terkenal. " dia langsung bersemangat.


kelima orang itu melirik Yana, "anak ini sangat polos. " bisik salah seorang.


Joko menatap Yana, "sekarang berikan ponsel mu! aku yang akan bicara pada ayahmu! " dia bersemangat.


jauh dari tempat itu, tepatnya di rumah Yana yang megahnya luar biasa, terlihat Yasya sedang duduk santai, sangat jarang dia bisa seperti ini.


"halo.. apa!? berapa banyak uang yang kau inginkan!? baiklah, aku sendiri yang akan ke sana. " Yasya mengangkat telpon dengan suara keras, sepertinya lawan bicaranya adalah Joko.


Yasya terlihat bersiap, "Yara..! Yoro..! " dia sambil berteriak.

__ADS_1


"ada apa tuan!? " secepat mungkin, Yoro dan Yara muncul dengan raut wajah ketakutan.


Yasya menatap tajam, "kenapa Yana bisa diculik!? bukankah aku sudah berkali-kali mengingatkan kalian untuk menjaganya! "


"apa!? Nona diculik!?"kedua orang itu terkejut.


Yoro menatap Yasya, "ma, maaf tuan! Nona sendiri yang melarang kami untuk mengikutinya. " ucapnya lembut.


"itu benar tuan! Nona berkencan dengan kekasihnya.. eh, temannya. " sahut Yara. "kami benar-benar tidak tahu akan berakhir seperti ini. "


"sekarang cari orang itu! dan seret dia kemari! " tegas Yasya. "sudah berani mendekati putriku, tapi tidak bertanggung jawab atas keselamatannya. " lanjutnya pelan.


*******


"hah, ini hari yang panjang. " gumam Utama, dia baru sampai didepan rumahnya.


Utama membuka pintu, lalu masuk kedalam.


"kau sudah pulang, ya. " Hajime menyambut dengan sapaan, "bagaimana kencan hari ini? apakah menyenangkan? " dia terlihat baru saja bangun tidur.


Utama menatap Hajime, "jadi kau.. tahu kalau Yana ke rumah ini!? " kenapa aku tidak melihat mu? "


Hajime tersenyum, "yah, kebetulan aku ngantuk sekali, jadi aku membiarkan dia sendiri. " ucapnya. "dia memang cantik, tapi tidak menarik! lagipula dia sangat menyukaimu. "


Hajime mendekati Utama, "pulang sampai malam begini.. jangan-jangan kau dan dia sudah melakukan sesuatu, hehehe.. " dia memasang wajah mesum.


Braak


"sialan! kau memang pernah hampir membunuh kami! tapi jika menyangkut tentang Nona Yana, kami rela mati! " teriak Yoro penuh amarah.


Utama mendekati kedua orang itu, "hey, jika kalian punya masalah, setidaknya harus bersikap sopan. " ucapnya datar.


Yara mencengkram kerah baju Utama, "pria menjengkelkan seperti mu, tidak pantas mendapatkan Nona Yana! " dia berteriak lalu meninju pipi Utama yang langsung terlempar.


Baaam


tubuh Utama menghantam meja yang ada, kemudian dia terduduk dan tidak bergerak.


Hajime menatap Yoro dan Yara, "sialan! beraninya kau memukul sahabat ku didepan mataku! " dia melangkah maju.


"Hajime..kau tidak perlu ikut campur! " Utama menahan Hajime.


Hajime menoleh, "memangnya kenapa? "


"orang ini membiarkan Nona kami diculik. " jawab Yoro. "padahal dia bisa saja menghabisi orang-orang itu dengan kemampuannya. " sahut Yara.


"benarkah itu Utama? kau membiarkan Yana dalam masalah seperti ini! " Hajime mendekati Utama sambil tersenyum.


Utama menundukkan kepalanya, "itu benar! wanita itu selalu membuat masalah.. dan kebetulan aku terlibat pertarungan..aku membiarkan dia menjadi korban, dengan begitu.. dengan begitu dua masalah terselesaikan. " Utama mengangkat kepala, kemudian tersenyum tanpa rasa bersalah.


Hajime menatap Utama tajam, "hehehe, jadi kau hanya ingin menyelesaikan masalah.. " dia tersenyum jahat. "tapi setidaknya kau jangan menambah masalah untuk orang lain.! " teriaknya terlihat serius.


"mengorbankan wanita yang sangat mencintaimu. " Hajime mencengkram kerah baju Utama, "dasar bodoh! dasar payah! dasar pengecut! kau sangat tidak pantas menjadi tokoh utama! " dia terlihat sangat geram.

__ADS_1


Utama menatap Hajime, "Hajime.. kau.. "


Hajime melepaskan cengkraman nya, tubuh Utama terjatuh, "selesaikan semua ini sendirian! aku tidak akan membantu mu! " Hajime pergi masuk ke kamar.


Yoro dan Yara memandang Hajime, "orang itu benar! orang yang tidak memiliki hati nurani seperti dia, tidak pantas disukai oleh Nona Yana. " kemudian menoleh Utama.


Utama menundukkan kepalanya, "kalian berbicara soal hati nurani.. bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki perasaan seperti ku dapat mengerti.. orang yang sama sekali tidak memiliki emosi.. sial! " batinnya.


Utama menatap Yoro dan Yara, "akan ku selesaikan semua ini.. kalian ikutlah denganku.! "


Utama, Yoro dan Yara menuju tempat Yana disekap, mereka berlari di kegelapan malam sambil berbincang.


"jadi mereka meminta tebusan sebesar satu milyar, ya. " ucap Utama setelah diberitahu. "itu bukan jumlah yang kecil. "


Utama menoleh Yara, "kau! beritahu pada ayah Yana untuk diam di rumah, dia tidak perlu membayar uang sebanyak itu. "


"memangnya kau punya rencana apa? aku merasa kau begitu yakin." tanya Yara.


"tidak! itu hanya akan membuat ayah Nona Yana bertambah marah, kita harus bertindak tanpa sepengetahuan dia. " bantah Yoro.


Utama menatap datar kedua orang itu, "kalau kau sudah berkata seperti itu, aku juga tidak bisa bicara lagi. "


sesaat kemudian, mereka sudah berada didepan gedung tempat Yana disembunyikan.


Baamm


tanpa basa-basi, Utama menendang pintu sampai hancur, debu-debu berterbangan.


Yoro dan Yara menatap Utama tidak percaya, "orang ini.. benar-benar gila.. "


Baamm.. Buumm


Utama menghancurkan setiap pintu yang ada, namun sejauh ini mereka belum melihat keberadaan Yana.


"ya, ampun.. kenapa kalian berisik sekali!? apa kalian sudah membawa uangnya? " tiba-tiba seseorang muncul dan berbicara, dia berada di ambang pintu tepat didepan Utama dan yang lain.


"jadi mereka didepan, ya. " ketiga orang itu menuju ruangan yang ada di depan, kemudian masuk tanpa banyak bicara.


" Nona Yana, kami datang untuk menyelamatkan mu! " Yoro bersemangat.


ketiga orang itu masuk, mereka bisa melihat Yana walau dalam kegelapan.


Yana menyadari ada yang akan menyelamatkannya, "Yoro..! Yara..! tolong aku! aku sudah bosan ditempat ini.! "


"tenang saja Nona! kami akan menyelamatkan mu! " Yara tersenyum lega.


"apa kalian sudah membawa uangnya? kalau tidak, jangan berharap wanita ini bisa kembali. " Joko berjalan mendekati, kemudian kelima anak buahnya mengikuti dari belakang, sejauh ini mereka belum menyadari Utama juga ada disitu.


Yoro dan Yara menatap Joko, "jadi ini.. ketua tiger white.. dia sangat menakutkan! " keduanya menelan ludah.


"tempat ini sangat gelap, tidak bisakah kau menyalakan lampu baru berbicara. " Utama berucap dari kegelapan.


"siapa kau!? " Joko menatap Utama, tapi masih belum bisa mengenalinya, "hey, kalian! kenapa tempat ini gelap sekali!? cepat nyalakan lampu! " dia terlihat kesal.

__ADS_1


__ADS_2