
Utama, Randa dan Hajime berjalan di pinggir lintas, mereka baru saja menyelesaikan sekolah hari ini dan menuju rumah.
"sampai jumpa! hari ini aku tidak akan datang ke rumah kalian. " Randa bergegas pergi meninggalkan Utama dan Hajime yang saat ini sudah sampai di depan rumah.
Hajime membuka pintu, "huh, entah sampai kapan aku harus mengenakan seragam ini? sekolah di jaman ini sangat berbeda dengan di jaman ku, disini tidak ada perkelahian." dia memandangi pakaiannya yang terlihat dekil.
Utama dan Hajime masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu kembali dan kemudian duduk santai.
Tok Tok
baru saja duduk, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"kenapa Randa cepat sekali!? " ucap Hajime kemudian melangkah menuju pintu.
"sepertinya itu bukan Randa! " ucap Utama.
Hajime membuka pintu, "siapa!? " dia melihat seorang pria yang tidak dia kenal.
orang itu menatap Hajime, "kau yang siapa!? " dia adalah Jimmy yang memang tidak kenal dengan Hajime.
Utama berjalan mendekati Hajime, kemudian menoleh orang yang baru saja datang, "kak Jimmy!? kenapa kau ada di sini? bukankah seharusnya kau masih di Amerika! " ucap Utama terkejut namun dengan nada datar. "orang ini.. jangan katakan dia datang membawa berita palsu lagi. " batinnya.
setelah itu, mereka semua berkumpul sambil berbincang,"hahaha, ternyata kau sudah memiliki teman selain Randa, ya. " Jimmy tertawa sambil menoleh Hajime.
Utama menatap Jimmy, "memangnya kau ke Jakarta ada perlu apa? bukankah kau lebih suka suasana Amerika? " ucapnya datar.
Jimmy tersenyum, "jangan berkata seperti itu! biar bagaimanapun, jakarta kota kelahiran ku. " ucapnya. "lagipula tujuanku kemari hanya untuk memusnahkan sampah-sampah di kota ini. " dia tersenyum jahat.
Utama terlihat serius, "apa maksudmu!? "
"Randa pernah berkata, orang yang mengabaikan temannya lebih buruk dari sampah. " Jimmy tersenyum jahat. "aku sudah cukup baik mengatakan mereka sampah. "
Hajime melirik tajam Jimmy, "orang ini.. insting serigala ku mengatakan dia datang ke kota ini dengan niat buruk. " batinnya.
keesokan harinya..
Utama, Hajime dan Randa sudah berada di depan rumah, sepertinya mereka bersiap untuk berangkat sekolah.
"kalian sudah mau berangkat, ya. " Jimmy muncul sambil tersenyum, sepertinya dia juga ingin pergi.
Randa menatap Jimmy, "kak Jimmy!? kau.. bukankah seharusnya kau di Amerika!? " dia terkejut.
Jimmy memperbaiki kacamatanya, " ada urusan yang harus ku selesaikan. " dia tersenyum.
Jimmy menatap Utama, "Utama, sampaikan pesan ku pada ibu dan kak Yanti! mungkin aku tidak akan bisa menemui mereka lagi. " dia tidak terlihat sedih.
"apa kau berniat melakukan bunuh diri lagi? " tanya Utama datar.
Jimmy menghela nafas, "Utama.. kau masih anak-anak, kau belum mengerti banyak hal. " ucapnya. "dalam waktu dekat ini, organisasi yang bernama Black Rose akan menyerang jakarta.. dan diantara orang-orang itu, ada ayah didalamnya. cepat atau lambat.. kota ini akan hancur.. " dia terlihat sangat serius.
Utama menatap datar, "apa yang membuatku bisa memegang kata-katamu? "
__ADS_1
"bukankah kakak sudah pernah mengatakan itu!? " sahut Randa.
Jimmy tersenyum, "waktu itu aku belum yakin kalau orang yang kulihat adalah ayah, tapi sekarang aku sudah jelas melihatnya. tapi.. tapi dia seperti sudah tidak mengenaliku.. " ucapnya. "Black Rose bukanlah organisasi biasa, mereka memiliki teknologi yang sangat hebat! eksperimen yang mereka lakukan sangat gila, sepertinya tidak sulit bagi mereka untuk menghancurkan kota ini.. ya, kota yang akan mereka hancurkan pertama kali. " dia tidak terlihat sedih.
Jimmy menatap langit, "aku.. kau.. ibu dan kak Yanti.. bahkan semua orang akan tewas mengenaskan.. sebelum itu terjadi, aku akan melakukan apa yang ingin kulakukan! "
"kata-katamu terdengar seperti seseorang yang sudah kehilangan harapan. " ucap Utama datar.
"aku memang sudah kehilangan harapan! " Jimmy menundukkan kepala, ".. aku ini hanyalah seorang pecundang! ditambah lagi dengan ayah yang sudah bergabung dengan organisasi Hitam itu. itu.. itu benar-benar membuat ku kehilangan harapan. " dia mengangkat kepalanya.
Utama, Randa dan Hajime menatap Jimmy dengan pikiran masing-masing, tidak ada yang berbicara diantara mereka.
Jimmy melangkah pergi, tapi dia tidak membawa tas ataupun koper, sepertinya dia hanya ingin menikmati suasana kota jakarta.
"kau mau kemana!? jangan katakan kalau kau akan bunuh diri!" tanya Utama sambil memandangi kepergian Jimmy.
"aku akan menyelesaikan urusan ku! cepat atau lambat kalian akan menyusul ku! " ucapnya, dia terdengar seperti bercanda.
"sudahlah, ayo kita berangkat! kita sudah hampir terlambat. " ucap Randa, kemudian mereka mulai berjalan.
baru beberapa melangkah, Hajime sudah terdiam, "teman-teman, sepertinya ada sesuatu yang ketinggalan, kalian pergi saja duluan! " ucapnya.
"baiklah! " Utama dan Randa terus berjalan.
setelah cukup jauh berjalan, Hajime melompat tinggi keatas gedung, "Jimmy.. tidak ku sangka Utama memiliki kakak seperti dia.. aku yakin kedatangannya membawa kehancuran. " dia terus melompati gedung-gedung, sepertinya dia berniat menyusul Utama.
Hajime berhenti di atas sebuah gedung,"sepertinya aku salah menduga, dia hanya ingin bertemu temannya saja. " gumamnya, dia melihat Jimmy yang sedang bertemu dengan beberapa orang.
Jimmy berjalan mendekati segerombolan orang itu, "hey, Rio! apa kau masih mengingat ku. " ucapnya dengan senyuman kematian.
"jadi kau masih menganggap ku sahabat, ya. " Jimmy tersenyum. "sepertinya aku akan mengurungkan niat ku."
Rio tersenyum, "aku memang menganggap mu sebagai sahabat, tapi itu dulu.. sebelum aku menyesalinya. " ucapnya dingin.
Hajime masih di atas, "itu.. bukankah itu tiger white!? untuk apa Jimmy berurusan dengan mereka!? " dia terkejut.
Jimmy tersenyum, "jadi begitu, ya.. orang yang mengabaikan temannya lebih buruk dari sampah! dan tugas ku memusnahkan semua makhluk yang lebih buruk dari sampah.! " dia berteriak.
Rio dan yang lain terkejut, "kau.. apa yang akan kau lakukan!? " mereka mundur, tatapan Jimmy memang sangat menakutkan.
"baiklah tiger white! " Jimmy tersenyum sambil merogoh saku celananya yang ternyata terdapat cairan kental berwarna ungu, "akan ku habisi kalian semua! " dia menyuntikkan cairan itu di bagian pahanya.
Rio dan yang lain sangat terkejut, "apa!? apa yang dia lakukan!? cairan apa itu!? " mereka mundur beberapa langkah.
"sial! cairan apa itu? aku terlambat menghentikannya! " Hajime melompat, seketika dia sudah berada di samping Jimmy.
"akh..! " sesaat kemudian, Jimmy terlihat sangat kesakitan, "akan ku hancurkan kalian semua!tiger white! " dia masih sempat berteriak menatap Rio dan yang lain.
"ini.. apa yang terjadi!? " semua orang terkejut.
"Aaakhh.! " Jimmy terus berteriak, perlahan tubuhnya menumbuhkan bulu yang sangat lebat, kuku dan taring mulai tumbuh bersama bentuk tubuhnya yang mulai tidak beraturan.
__ADS_1
cukup lama bereaksi seperti itu, Jimmy seketika sudah berubah menjadi monster yang sangat menakutkan, tubuhnya tinggi sekitar empat meter dan besar dipenuhi bulu, cara berdirinya seperti gorila, namun bentuk moncong serta tubuhnya seperti serigala.
Graaa
Jimmy mulai berteriak, sesaat kemudian dia menyerang Rio dan yang lain.
Hajime mencoba menghentikan Jimmy, "hey, kau! apa yang kau lakukan!? " teriaknya.
Baaam
tanpa basa-basi, Jimmy menghantam tubuh Hajime dengan tangannya, seketika tubuh Hajime terpental dan menghantam tembok yang langsung hancur.
Hajime mencoba berdiri, "sepertinya dia sudah tidak memiliki kesadaran! " dia terlihat kesakitan. "aku bisa saja menghadapinya, tapi.. aku tidak mungkin membunuhnya, dia adalah kakak dari Utama! " ucapnya. "sial! sepertinya aku harus memberi Utama terlebih dahulu! " dia pergi meninggalkan tempat itu.
"ayo mundur! " Rio dan yang lain mencoba berlari, tapi tiba-tiba Jimmy berada dihadapan mereka, "sial! sepertinya kita harus menghadapinya.. kalian! cepat minta bantuan! "
Rio menatap Jimmy yang saat ini sudah menjadi monster, "Jimmy.. seandainya kau mengerti tentang perasaan ku.. mungkin.. " batinnya. "sial! ini semua salahku! " dia berteriak lalu maju.
Rio mengeluarkan pisau dari pinggangnya, kemudian menancapkan nya di tubuh Jimmy, "kau bukanlah Jimmy yang ku kenal! " teriaknya.
Jimmy tidak kesakitan, dia membalas dengan pukulan mematikan yang langsung membuat tubuh Rio terpental jauh, kemudian tergeletak lemah, tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Jimmy yang sudah menjadi monster terus berteriak, dia menghancurkan semua yang ada, tembok-tembok hancur dengan sekali pukul, lawan juga semakin banyak yang tewas.
"sial! monster ini kuat sekali! "
"kau benar! pedang pun tidak sanggup melukainya. "
anggota tiger white kebingungan, mereka terus bertarung dengan harapan bala bantuan yang segera datang.
Trrraaang
tanpa basa-basi, Hajime melompat dan menghantam jendela kaca kelas 11c, tubuhnya masuk dengan sedikit luka akibat serpihan kaca.
semua orang terkejut, termasuk Utama dan Randa yang langsung berdiri.
Bu Patmi kebetulan ada di kelas, wajahnya terlihat marah bercampur terkejut, "Hajime!? kau memakai seragam sekolah tapi tidak sekolah, ibu akan memberi tahu orang tuamu! " ucapnya. "dan kau harus tanggung jawab dengan semua kekacauan ini! "
Hajime menoleh sekali, "ya, ampun.. wanita ini berisik sekali.. memangnya dia tahu orang tuaku seperti apa.? "
Hajime menatap Utama, "Utama.. kakakmu..! "
"apa yang terjadi!? " tanpa basa-basi, Utama melompat sekali melewati semua murid yang duduk di kursinya, kemudian berlari bersama Hajime.
"nani..!? " semua orang terkejut.
"hey, kalian! apa kalian tidak lihat ada ibu didalam!? teriak bu Patmi. " aku akan menghukum kalian besok! "
Randa berjalan ke depan, sepertinya dia ingin menyusul temannya dengan cara yang aman.
Bu Patmi menatap Randa,"kau.. apa kau ingin meninggalkan kelas mengikuti mereka!? " ucapnya ketus.
__ADS_1
Randa tersenyum, "tidak, tidak! aku hanya ingin ke toilet Bu! " dia tersenyum.
Randa keluar kelas, kemudian berlari tanpa arah, "sial! mereka meninggalkan ku!" umpatnya. "tapi setidaknya besok aku tidak akan mendapat hukuman! ternyata jalan ninja ku lebih hebat dibandingkan mereka. " dia tersenyum sambil terus berlari.