Tokoh Utama

Tokoh Utama
Kedatangan Miyu


__ADS_3

Hajime memandang kearah monster-monster yang terlihat begitu lapar, kemudian tersenyum dengan tubuh yang mulai bersiap.


"baiklah para monster.. aku datang! " seringai Hajime, kemudian melesat cepat kearah segerombolan monster.


puluhan monster ganas itu mengerumuni Hajime, kemudian mengeroyoknya dengan cakaran dan gigitan.


Baaamn.. Buuumm..


tiba-tiba belasan monster terlempar jauh, ditengah-tengah monster itu terlihat Hajime tersenyum jahat, sorot matanya memperlihatkan jiwa serigalanya dengan cakar yang memanjang, hampir seluruh tubuhnya dipenuhi dengan darah.


Utama menatap Hajime, "serigala menghadapi monster.. lawan yang pantas. " batinnya.


Randa dan Arya memandang kearah Hajime dengan wajah terkejut, "Hajime.. dia mengalahkan monster itu dengan mudah! " ucap Randa tidak percaya.


"anak ini.. dia seperti bukan manusia biasa.. apa yang membuat tubuhnya menjadi sekuat ini!? " batin Arya memandang Hajime tidak percaya.


Hiro yang memang mengambil nafas sejenak memandang Hajime, "cih, dia membuat darah ku mendidih! " dia tersenyum jahat, lalu melesat kearah segerombolan monster yang terus saja bertambah.


masih ditempat itu, terlihat Jiro dan pasukannya terus bertempur, mereka menyerang monster-monster itu dengan gencar.


"sial! monster ini tidak ada habisnya! " ucap salah seorang.


"kau benar!entah darimana mereka berasal! " sahut yang lain.


Jiro menatap pasukannya, "mereka benar! ini tidak ada habisnya! " gumamnya sambil mengatur nafas.


sesaat kemudian, banyak pasukan tiger white yang bertumbangan, mereka tidak sanggup menghadapi monster ganas yang jumlahnya tidak terhitung.


Jiro menoleh ke suatu arah, dari situ monster-monster terus berdatangan.


"mereka memang mudah dikalahkan, tapi kalau jumlahnya sebanyak ini.. " Jiro terlihat kesal,wajahnya mulai dibanjiri dengan keringat, "sial! ini lebih merepotkan dari yang kubayangkan! " dia berteriak, kemudian kembali mengayunkan pedangnya untuk menebas, seketika beberapa monster langsung terbelah dan terpotong.


kondisi terus memburuk, tapi Utama, Randa dan Arya hanya diam ditempat, mereka memandangi Hajime yang bertarung dengan bringas.


Randa menoleh Utama, "Utama, bagaimana ini? sampai kapan kita akan diam seperti ini? " dia terlihat bingung.


Utama tidak menoleh, "jika kau mempunyai nyali, silakan maju! jika tidak, diamlah!" ucapnya datar.


Randa terdiam, kemudian menundukkan kepalanya, "sial! aku memang tidak berguna! " batinnya.


Arya memandang kearah monster itu, "dimana Miyu? kenapa dia belum muncul juga? " batinnya.


disaat itu, seekor monster datang mendekat, monster itu mengarahkan cakaran kearah Arya dan Randa yang tidak menyadari.


Utama menyadari itu, kemudian melompat untuk menahan sambaran monster itu.


Baamm..


serangan monster itu menghantam tubuh Utama, sesaat berikutnya Utama terhempas cukup jauh.


"Utama! " Arya dan Randa berteriak kaget, kemudian menoleh kebelakang karena menyadari ada sesuatu.


"gawat, gawat, gawat! " seketika Randa memucat, dia melihat monster yang sangat menakutkan dengan taring panjang yang siap menerkam.


"lari..! " Randa dan Arya berlari cepat, mereka menjauh dari monster tersebut.


Utama kembali berdiri, dia menatap monster itu dengan datar, "padahal aku sudah melakukan banyak pertarungan hari ini..tapi sepertinya tubuh ku sudah kembali dingin. " gumamnya. "menghadapi seekor monster untuk pemanasan. sepertinya tidak terlalu buruk! "


monster itu mengejar Randa dan Arya, namun tiba-tiba Utama berdiri dihadapannya. monster itu menggerang, taringnya terlihat jelas bersama air liur yang terus menetes.


Utama menatap monster itu, "aku lawan mu! "

__ADS_1


monster itu langsung menerkam dengan sambaran cakarnya, namun Utama tetap diam ditempat dengan ekspresi tenang.


sekali lagi, cakar itu menghantam tubuh Utama yang langsung terlempar dan tergeletak, namun sesaat kemudian dia kembali berdiri dengan tenang.


monster itu menatap Utama, kemudian bersuara keras seperti menjerit, lalu kembali menyerang Utama.


Utama tetap diam, "bagus.. teruslah serang diriku.. "


monster itu menyambar Utama berkali-kali, berkali-kali juga Utama terjatuh, namun dia kembali berdiri dan siap menerima serangan monster itu.


Randa menatap kejadian itu, "Utama.. dia masih bisa bertahan dari serangan monster itu.. " ucapnya dengan wajah cemas, "sial, aku memang tidak berguna! aku tidak memiliki nyali yang cukup untuk menolong. " batinnya.


Arya menatap Utama, "gawat! kalau begini terus..bisa-bisa Utama.. " dia terlihat bingung, "jika aku menggunakan itu sekarang.. " dia berpikir keras.


Hiro juga menyadari Utama yang bertarung melawan monster itu, "ada apa dengannya!? menghadapi seekor monster seharusnya mudah baginya.. " dia menatap Utama yang berkali-kali terjatuh.


Hajime menoleh Utama sambil menghadapi monster-monster, "semua orang hanya melihat Utama yang jatuh berulang kali.. mereka tidak mempertanyakan apakah ada orang yang masih bisa bernafas setelah terkena serangan monster itu berulang kali. " dia tersenyum. "pertarungannya menghadapi monster itu hanyalah pemanasan.. itu artinya dia sudah kembali normal.. dia adalah tokoh utama yang tidak bisa merasa sakit. "


monster itu melompat ke arah Utama, dia mengarahkan dua cakarnya yang tajam kearah wajah Utama.


Utama menahan dengan lengan kanannya, awalnya dia tertunduk, tapi lama-kelamaan tubuhnya kembali tegak mendorong kedua cakar monster itu.


"ini sudah saatnya..! "


Baaamm


tiba-tiba monster itu terpental sangat jauh dan membentur puing-puing yang berserakan, kemudian tergeletak dengan perut yang bolong dan meneteskan banyak darah. sepertinya dia sudah tewas.


disisi lain, terlihat Utama yang sepertinya habis meninju sesuatu, tinjunya masih didepan dengan bercak darah yang masih basah.


Hajime menoleh Utama, "cih, sepertinya dia akan menggila.. aku ingin melihat dia bertarung sampai batasnya. " dia tersenyum. "yah, walaupun sepertinya dia tidak memiliki batas."


Arya menatap kejadian itu dengan mata melotot, "bagaimana mungkin!? bagaimana mungkin pukulannya bisa membuat monster itu melayang sejauh itu!? " dia terlihat sangat terkejut.


Utama menoleh kearah monster-monster itu, "aku tidak tahu darimana monster ini berasal.. tapi aku akan menghabisi semuanya walaupun mereka terus bertambah!"


Utama berlari kemudian melompat, seketika dia sudah bergabung dengan Hajime serta Hiro yang terus bertarung. sementara Arya dan Randa hanya bisa terkejut melihat kecepatan Utama.


Utama mulai bergerak, dia meninju dan menendang,seketika belasan monster terlempar jauh, kemudian disusul dengan jeritan para monster yang meringis kesakitan.


Hajime melirik Utama, "orang ini.. setiap kali aku melihatnya bertarung.. rasanya darahku semakin panas.! " dia tersenyum.


Hajime dan Utama berdekatan, punggung keduanya bertemu bersama pandangan mereka yang berlawanan, saat ini mereka dikelilingi puluhan monster.


Hajime menoleh ke sekeliling yang penuh dengan monster ganas, "Utama.. apa kau sudah siap!? " dia tersenyum.


"yeah, aku sudah siap sejak aku berada di sini. " jawab Utama sambil tersenyum


"tidak biasanya kau bersemangat seperti ini.." Hajime tersenyum.


"ayo maju! " Utama dan Hajime bergerak kearah berlawanan, mereka menghancurkan tubuh monster itu dengan mudahnya, semakin waktu melaju, semakin banyak darah yang menetes.


"hosh.. hosh.. " di samping itu, terlihat Hiro mulai kelelahan, dia memandang kearah Utama dan Hajime dengan penuh rasa tidak percaya.


"apa-apaan mereka? mereka memang gila, seumur hidup aku baru melihat manusia sekuat mereka! " gumamnya, "tidak! hanya guru yang bisa menandingi mereka. "


Hiro menoleh kearah Jiro dan pasukan tiger white yang saat ini berjarak sekitar lima puluh meter, disitu terlihat Jiro dan yang lain sudah menghabisi banyak sekali monster, namun tidak sedikit dari mereka yang terbunuh, walaupun begitu monster-monster itu terus berdatangan.


"sial! sebenarnya siapa orang dibalik semua ini? aku akan menghabisinya sendiri! " Hiro terlihat kesal.


Tap

__ADS_1


disaat itu, tiba-tiba muncul seorang wanita berambut merah dengan panjang sebahu, alisnya sangat tajam dengan lengkungan yang lembut, dilihat dari depan tubuhnya bagaikan gitar Spanyol, jika dari samping montok depan belakang, dia mengenakan pakaian ketat serba hitam dan sepatu hak tinggi. dia adalah Miyu, salah satu anggota Black Rose yang paling berbahaya.


Miyu tersenyum menatap Arya, "akhirnya aku menemukan kau, dasar penghianat! "


Arya menatap Miyu dengan ekspresi datar, "akhirnya kau muncul juga..Miyu.. "


pandangan mata semua orang kearah Miyu, mereka menghindari pertarungan dengan monster-monster itu dan mendekati Arya, termasuk pasukan tiger white.


"dengan sangat terpaksa, sepertinya kita akan bergabung kali ini. " Hiro tersenyum menatap Utama.


"jika ingin bergabung, sebaiknya kau harus mengerti perasaan saudara mu. " jawab Utama melirik Jiro yang terlihat tidak senang.


Jiro tersenyum, "memangnya siapa yang ingin bergabung dengan anak ingusan seperti mu! " ucapnya sombong.


"bisakah kalian diam! " Hajime berucap datar, namun itu cukup membuat semua orang terdiam.


Hajime menoleh Arya, "paman, siapa wanita itu? kenapa dia terlihat sangat tidak menarik!? "


"dia adalah Miyu.. orang yang menciptakan monster-monster ini! " jawab Arya.


Miyu tersenyum jahat, "ternyata kau sudah mempersiapkan anak-anak ini untuk menghadapi ku, ya. " ucapnya. "hahaha, akan ku habisi kalian semua! "


Arya menatap Utama, "Utama.. ayah mempunyai sesuatu untuk mu.. " dia seperti akan mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


Utama tidak perduli, dia melangkah maju, " berikanlah pada orang lain, aku tidak butuh semua itu. " ucapnya datar tanpa melihat apa yang akan diberikan Arya untuknya.


Utama menatap Miyu dengan tatapan kosong yang menyebalkan, "jadi kau.. orang yang harus ku habisi, ya.. "


Hajime melangkah mengikuti Utama, "sebenarnya aku tidak ingin melukai wanita. " dia tersenyum, "tapi sepertinya sudah tidak ada cara lain. "


Miyu menatap Utama kesal, "dasar anak kecil! beraninya menatap ku seperti itu! akan ku buat kau berlutut di kakiku! " teriaknya.


Hajime tersenyum, "ya, ampun.. selain tidak cantik, dia juga sangat cerewet. "


"apa katamu!? siapa yang kau sebut cerewet, hah!? " Miyu semakin marah, "akan ku patahkan hidung mu di menit berikutnya! "


"aku harap kau tidak akan menarik kata-kata mu. " Utama mulai bersiap.


"sialan, ayo cepat maju! " Miyu terus berteriak.


"ayo maju! " Hajime berlari kearah Miyu, dia mengarahkan cakarnya untuk mengoyak tubuh Miyu.


dengan sangat mudah, Miyu menghindari serangan Hajime, dia kembali berdiri santai.


"Utama, sekarang! " tiba-tiba Hajime berteriak.


"apa!? " Miyu terkejut, dia menoleh kearah tempat Utama berdiri, namun dia sudah tidak melihat Utama.


"dimana dia!? dimana!? " Miyu menoleh kanan dan kiri, namun tetap tidak melihat Utama.


Miyu melihat seperti ada bayangan dibawahnya, namun terlihat tidak jelas karena cuaca yang mendung, kemudian menoleh ke atas.


"apa!? cepat sekali! " Miyu melihat Utama melayang di atasnya dengan tinju yang siap menghancurkan.


Booomm


detik berikutnya, tempat Miyu berpijak hancur dan tertutup debu, retakan tanah berserakan kemana-mana dan sebagian ada yang melayang di udara.


Miyu mendarat cukup jauh dari tempat itu, sepertinya dia sempat menghindari pukulan Utama.


Miyu menggertakkan giginya, "sial! anak itu seperti monster, sepertinya Arya sudah memperkuat tubuh anak itu untuk persiapan! " dia terlihat kesal.

__ADS_1


Hajime melirik tajam kearah Miyu, saat ini dia dalam posisi jongkok, "dasar wanita ******! akan ku habisi kau. "


disisi lain, Utama yang dari tadi tertutup debu akibat pukulan mautnya, sudah terlihat karena debu itu mulai menipis. dia berjalan mendekati Hajime, kemudian menatap Miyu.


__ADS_2