Tokoh Utama

Tokoh Utama
bertarung untuk yang terakhir


__ADS_3

"apa kau yakin akan pulang hari ini.? " Utama bertanya dengan ekspresi datar.


Jimmy tersenyum, "ya, polusi jakarta membuatku rindu suasana Amerika. dan.. kau tidak perlu mengantarku ke bandara.! "


Utama tersenyum pahit, "ya, aku harus sekolah, tidak mungkin mengantarmu. " ucapnya sambil memperlihatkan seragam SMA yang saat ini ditubuhnya.


"jaga dirimu baik-baik! " Jimmy melangkah pergi sambil menenteng kopernya. sementara Utama terus memandang kepergian Jimmy sampai tidak terlihat.


Tap


Randa datang dengan mengenakan seragam, "kak Jimmy sudah pulang, ya. " ucapnya.


Utama memakai sepatunya, "begitulah." mereka pun berangkat ke sekolah.


begitu sampai sekolah, semua wanita mulai berteriak memanggil Utama yang bergaya tidak perduli, sepertinya dia semakin populer.


mereka berdua masuk kelas dan belajar. setelah beberapa saat, Bel berbunyi menandakan waktu istirahat, semua murid menuju kantin.


disaat Utama dan Randa sampai kantin, mereka melihat Hajime yang sepertinya ada masalah dengan anak kelas 12.


"aku belum pernah melihat mu, apa kau anak baru di sekolah ini? " ucap anak kelas 12 itu,dia biasa dipanggil Bayu. disampingnya ada Excel yang sedang menikmati makanan, sepertinya dia sahabat Bayu, namun tidak mau ambil pusing.


Hajime tidak perduli, dia juga tidak menoleh, hanya daging ayam yang ia nikmati.


Bayu memukul meja, "kau mengabaikan ku, ya. sepertinya kau cukup bernyali.. " Bayu mencengkram kerah baju Hajime, kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Hajime dengan tatapan tajam.


Hajime tersenyum,"kau sangat menjengkelkan.! "


Baamm


tanpa basa-basi, Hajime mengadu kepalanya dengan kepala Bayu. Bayu kehilangan keseimbangan, cengkraman nya juga terlepas, disaat itu Hajime meninju hidungnya hingga mimisan.


Trang


tubuh Bayu membentur meja makan, piring dan gelas berjatuhan ke lantai, lalu pecah berserakan.


semua orang yang menyaksikan itu terkejut dan berteriak, ternyata dibalik ketampanan Hajime tersimpan jiwa petarung yang sangat menakutkan.


Hajime menatap Bayu sambil tersenyum, "aku paling benci orang lemah yang berlagak kuat. "


Excel menatap Hajime, kemudian menatap Bayu, "kau dipermalukan didepan banyak wanita. jika aku jadi kau, aku tidak Terima." dia tersenyum.


Bayu kembali berdiri, "aku akan mengalahkannya dengan sekali pukulan. " dia menatap Excel.


Excel tersenyum, "itu sudah seharusnya.! lagipula lawan mu hanya anak kelas 11."


Hajime menatap Excel dengan dingin, "aku benci dengan orang yang banyak bicara, kenapa kau tidak bergabung saja, temanmu ini terlihat sangat lemah. " dia menunjuk Bayu.


Excel meneguk minumannya, "aku juga tidak berharap agar kau menyukaiku. " dia tersenyum.


Hajime mendengus, "cih, itu terdengar seperti jawaban seorang pecundang. " kemudian tersenyum.


Bayu bersiap,"aku datang! " kemudian maju.


Bayu mengayunkan tinju kearah Hajime yang tetap diam ditempat, "mati! "


saat tinju itu hampir menyentuhnya, Hajime mengayunkan kakinya secepat kilat kearah perut Bayu yang langsung terlempar dan menghantam meja serta kursi, kemudian disusul dengan suara kaca berpecahan.


"akh.. dia cepat sekali." Bayu tidak sanggup berdiri.


Excel juga terkejut, "orang ini benar-benar gila, aku bahkan tidak melihat gerakan kakinya. " dia mulai ragu.


Hajime mendekati Bayu yang tergeletak,lalu memijak dadanya, "ini akibatnya kalau tidak kuat berlagak kuat. " ucapnya kemudian memandang kearah pemilik kantin yang terlihat ketakutan. "dan kau harus membayar semua kekacauan ini, mengerti! " tegasnya.


"iya, a,aku pasti bayar semuanya. " Bayu terbata-bata.


Hajime berjalan kearah pintu, sepertinya ia tidak ingin membuat kacau tempat itu.


disisi lain, Utama masih berdiam diri didepan pintu,"cih, orang ini terus membuat kacau, sepertinya aku harus menghentikannya. " batinnya sambil menatap Hajime yang semakin dekat dengannya.


Randa menatap Hajime yang kearahnya, "Utama, perutku sangat lapar, aku duluan masuk saja! " dia menyingkir dari pintu, dia terlihat sangat ketakutan.


Tap


Hajime dan Utama berpapasan,"akan kita selesaikan semua ini secepatnya! " bisik Utama.


Hajime tersenyum dengan taring serigalanya yang keluar, "aku juga berpikir begitu. " ucapnya. "baguslah! akhirnya kita sepemikiran dalam satu hal."


******

__ADS_1


Utama berdiri kokoh di atas gedung, tiupan angin mengurai rambutnya dan menutupi wajahnya.


didepannya Hajime berdiri sambil tersenyum, tatapan tajam yang khas tidak lepas dari sosok Utama.


"selama ini aku selalu menghindar darimu. tapi kali ini.. aku akan menghabisi mu. " ucap Utama datar.


Hajime tersenyum, "lakukan saja sesukamu.! " Hajime berekspresi menakutkan, kemudian cakar serta taring mulai keluar. "tapi asal kau tahu.. pertarungan yang terakhir aku masih belum menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya.. " dia terlihat berbeda dari yang sebelumnya.


Utama bersiap,"pertarungan terakhir? ini memang bukan yang pertama, tapi ini akan jadi yang terakhir.! "


"aku datang! " Hajime bergerak cepat.


Wuushh


kecepatannya sangat tinggi hingga tidak terlihat, seketika dia sudah berada di hadapan Utama.


"apa!? " Utama terkejut, sepertinya dia tidak sempat menghindar.


Hajime menghantamkan cakarannya ke perut Utama, setinggi mungkin Utama terhempas ke udara.


walau tidak kesakitan, tapi Utama juga terkejut, "sial! dia jauh lebih cepat dari yang sebelumnya. " batinnya.


Hajime melompat tinggi memburu Utama yang masih terhempas, kemudian melayangkan cakarnya sekali lagi.


Utama mencoba menahan dengan kedua tangannya, namun tubuhnya masih terlempar kearah bumi.


Wuushh


dengan sangat cepat, tubuh Utama ditarik gravitasi bumi. saat tubuh Utama hampir menyentuh tanah, tiba-tiba Hajime sudah berada dibawah dengan kaki yang siap menendang.


"sial..! " Utama memutarkan tubuhnya dan mencoba melawan gravitasi tersebut, namun tetap tidak bisa.


"mati kau! " teriak Hajime lalu menendang tubuh Utama dengan sangat keras.


Baamm


dengan sangat cepat tubuh Utama terpental setelah terkena tendangan maut Hajime, kemudian menghantam tembok hingga hancur entah berapa lapis, debu pun beterbangan bersama puing-puing yang berserakan.


sesaat kemudian, Utama menyingkirkan puing-puing yang menimpanya, "ya, ampun.. lagi-lagi aku tidak bisa menyerang diawal pertarungan. " dia tersenyum, berjalan membelah gumpalan debu, lalu melompat tinggi kearah Hajime.


Tap


Utama menatap Hajime, "percuma kau menyerang ku! kau tidak akan bisa mengalahkan ku. aku tidak merasakan sakit sedikitpun. " dia berdiri kokoh,seperti tidak ada yang kurang.


"aku sudah tahu itu! tapi setidaknya diawal pertarungan kau akan kalah. disaat itu, akan ku cabik cabik tubuhmu sampai beberapa bagian. " Hajime tersenyum sambil menunjukkan cakarnya yang semakin panjang.


Utama tersenyum, "kalau itu rencana mu, sebaiknya kau cepat! aku merasakan kemenangan ku sudah dekat. "


"merasakan kemenangan mu? orang yang tidak punya emosi sepertimu, tidak pantas berbicara tentang perasaan.! " Hajime terlihat serius, dia menggerang kesakitan, perlahan tubuhnya berubah menjadi serigala, namun belum seutuhnya,sekitar tujuh puluh persen saja serigala dan sisanya manusia. "cih, demi mengalahkannya, aku terpaksa menggunakan wujud yang aku sendiri sangat membencinya.. " batinnya.


Utama terlihat serius, "sepertinya dia berniat menggunakan kekuatan penuhnya. " batinnya.


Utama melompat kearah Hajime, namun cakaran Hajime langsung menyambut hingga Utama terlempar jauh dan tergeletak.


Utama mencoba untuk berdiri, saat masih setengah berdiri, Hajime menyerang dengan cakarnya, Utama terpental dan kembali tergeletak.


Hajime menerjang kearah Utama yang masih tergeletak. Utama berguling-guling untuk menghindar, berdiri lalu melompati gedung sampai paling atas.


"jangan berpikir kalau kau bisa lolos! " Hajime menyusul Utama sampai atas.


setelah keduanya di atas gedung, mereka saling pandang dengan posisi yang siap bertarung.


Hajime melesat kearah Utama yang langsung melompat untuk menghindar.


Baamm


serangan Hajime merobohkan sebagian atap gedung.


Hajime menoleh kearah Utama yang belum mendarat, setelah itu menerjang dengan menghempaskan telapak tangannya ke perut Utama.


tidak berhenti di situ, saat tubuh Utama masih terlempar keatas, Hajime dengan cepat menunggu di atas, lalu menyambut Utama dengan tendangan gaya berputar.


tubuh Utama terhempas ke atap gedung, namun gedung itu tidak roboh sama sekali.


Utama kembali berdiri, "ayo berusahalah lebih keras! " dia tersenyum.


Hajime menggertak giginya, "dasar keras kepala! " dia kembali menerjang.


tap

__ADS_1


Utama melompat untuk menghindar, namun dengan sangat cepat, Hajime mencengkram kedua pergelangan kaki Utama dengan tangannya, lalu menghempaskan tubuh Utama ke atap gedung secara berkali-kali.


*Baamm


Buumm*


tubuh Utama membuat atap gedung hancur sana-sini, namun Hajime semakin membabi buta, dia terus melakukan hal yang sama.


"ini yang terakhir! " Hajime menghantamkan tubuh Utama ke atap gedung itu dengan sangat kuat, gedung itu hancur dan berlubang seperti sumur, sementara tubuh Utama terus terhempas ke lantai bawah.


Hajime berjalan mendekati atap gedung yang hancur karena tubuh Utama, "apakah berhasil? " dia menghentikan langkahnya, sepertinya dia merasakan sesuatu yang buruk.


Kraak


benar saja, sesaat kemudian, tembok tempat Hajime berpijak retak dan pecah, kemudian kakinya ditarik ke bawah.


"sial! " Hajime melihat Utama mencengkram kedua kakinya.


Utama melemparkan tubuh Hajime ke bawah, entah berapa lantai yang hancur karena menghantam tubuh Hajime.


"sial..! " Hajime terlihat sangat kesal, tubuhnya tertimpa tembok yang hancur.


Hajime menyingkirkan benda-benda yang menimpanya, tapi dia masih belum berdiri.


Tap


tiba-tiba Utama muncul," sepertinya ini sudah waktunya bagiku untuk membalas mu! " lalu menendang kepala Hajime yang langsung terpental keluar gedung.


Hajime tergeletak di tanah,sesaat kemudian dia kembali berdiri, "dia membuatku mencapai batas.. dia memang sangat kuat! " batinnya sambil terengah-engah, didepannya terlihat Utama sudah berdiri tenang.


"sudahlah! menyerah saja! kau tidak mungkin bisa mengalahkan ku! " ucap Utama.


Hajime menundukkan kepalanya,"kalau menyerah memang berguna.. tidak perlu kau menyuruhku.! " ucapnya.


Hajime bersiap, kemudian melesat cepat kearah Utama, "mati kau! " teriaknya saat dekat dengan Utama yang hanya diam ditempat.


Baamm


pukulan Hajime membuat tanah hancur dan gumpalan debu, "apa!? dimana dia!?" Hajime tidak melihat Utama ada diantara tanah yang hancur, ternyata serangannya tidak berhasil mengenai lawan.


"kau mencari apa? " tiba-tiba terdengar suara Utama dari atas.


"apa!? " Hajime menoleh ke atas, tapi sudah terlambat, tinju Utama sudah sangat dekat.


"matilah.! " Utama berteriak lalu menghantamkan tinjunya ke tubuh Hajime bagian belakang.


Baamm


serangan Utama sangat dahsyat, tubuh Hajime menghempas tanah yang langsung hancur lebur dan menyisakan retakan luas, kemudian disusul dengan kepulan asap tebal.


beberapa saat kemudian, kepulan asap yang menutupi tubuh Hajime mulai memudar, dia sudah kembali menjadi manusia seutuhnya, dia mencoba berdiri namun sudah tidak bisa, tubuhnya benar-benar kehabisan tenaga.


"aku dikalahkan hanya dengan satu pukulan? tokoh utama di novel ini memang sangat hebat.! batin Hajime.


Utama berjalan kearah Hajime, " menyerah lah! dan kembali ke asal mu! " Utama menghentikan langkahnya di depan Hajime yang masih berusaha berdiri.


Hajime tertawa kecil, "aku lebih baik mati disini dari pada menjadi tokoh utama di novel yang berhenti ditengah jalan. " ucapnya.


"kalau begitu.. kenapa kau tidak membunuh diri saja? " Utama tersenyum.


"aku juga tidak akan berakhir menyedihkan seperti itu.! " jawab Hajime. "kenapa tidak saja yang membunuh ku? "


Utama terdiam sejenak, "kau adalah satu-satunya orang yang mengerti tentang kehidupan yang tidak nyata ini, kau sama sepertiku.. sama-sama mengetahui kalau kita berada di dalam imajinasi seseorang." ucapnya. "dan itu cukup menjadi alasan kenapa aku tidak ingin membunuhmu. " lanjutnya.


Hajime tersenyum, "ternyata tokoh utama di cerita ini memang berbeda, mencoba bersikap lembut padahal tidak memiliki perasaan.. " dia tertawa kecil.


Utama memberikan tangannya, "jadi kau tidak ingin kembali,ya.. kalau begitu, bantulah aku di novel ini.! akan sulit melewati dunia ilusi ini tanpa seseorang yang bisa diajak bicara..jujur saja..aku sangat benci kenyataan yang tidak nyata ini" ucap Utama.


Hajime menolak tangan Utama, "jangan berpikir terlalu naif.. aku tidak akan membantu mu. karena aku hanya ingin menjadi tokoh utama. " ucapnya.


Utama tersenyum, "kenapa kau begitu tertarik dengan tokoh utama? kau tahu.. Uchiha Sasuke tidak kalah populer dibandingkan dengan Naruto. "


Hajime tertegun menatap Utama, kemudian tersenyum, dia menerima lambaian tangan Utama dan berdiri, "mohon kerja samanya! aku akan berusaha menjadi tokoh terbaik.! "


Utama membantu Hajime berjalan, "aku harap kita menjadi teman baik setelah ini! " ucap Utama. "ternyata anime kesukaan Randa berguna juga disaat seperti ini. " lanjutnya dalam hati.


Hajime tersenyum, "ngomong ngomong,Uchiha Sasuke itu siapa? Naruto itu apa? " tanyanya.


"apa? jadi kau belum tahu, ya.! " ucap Utama berteriak. "aku punya seseorang yang akan menjelaskan itu padamu. " lanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2