
Arya masih memangku Putra sulungnya, Jimmy yang saat ini sudah tidak bernyawa dalam kondisi tubuh menyedihkan, air mata Arya terus menetes, tapi itu tetap tidak merubah kenyataan.
"Jimmy.. maafkan ayah.. kau seperti ini pun ayah hanya bisa menangis.. " ucap Arya terdengar berat disela-sela isak tangisnya. "sial! aku memang payah! " teriaknya, didalamnya terselip penyesalan yang mendalam.
cukup dekat dengan Arya, Utama dan Hajime berdiri menatapi Arya, mereka juga tidak bisa berkata-kata selain hanya diam.
sementara itu, Randa masih terduduk di tanah, matanya terus memandang ke bawah, sepertinya dia masih sangat bersedih.
sekitar lima puluh meter dari Utama dan yang lain, Jiro, Hiro dan pasukan tiger white yang hanya tersisa sedikit, terus memandang ke arah Utama. namun, mereka juga terlihat sangat tenang, sepertinya mereka tidak berniat untuk kembali menyerang.
Hajime masih bisa tersenyum, dia meregangkan tubuhnya seperti orang yang sangat lelah, "akhirnya selesai juga.. ini hari yang sangat melelahkan. " dia menatap Utama.
"tidak!" tiba-tiba Arya berdiri, sepertinya dia sudah puas dengan kesedihannya, "ini baru saja dimulai.. kehancuran sesungguhnya baru akan dimulai! " dia terlihat sangat serius dengan mata yang memandang ke suatu arah.
Utama dan Hajime terlihat terkejut, "apa maksudmu!? " keduanya sangat serius.
Randa berdiri dari duduknya, "maksud paman.. ini berhubungan dengan makhluk-makhluk aneh tadi!? " dia menatap Arya dengan wajah serius.
********
diantara gedung-gedung kota, terlihat sekitar lima orang sedang melayang di udara, mereka berpijak di atas sebuah Drone, di belakang jubah mereka terdapat gambar mawar hitam yang terasa berat dipandang, mereka terus memandangi sebuah rumah sakit megah dengan mata yang tertutup kacamata berlensa hijau, itu membuat wajah mereka sulit untuk dikenali.
"jadi ini, tempat yang ingin kau hancurkan!? " tanya seorang pria, pakaiannya serba hitam dan tertutup jubah, dia memandang ke arah rumah sakit yang ada di hadapan dengan senyuman kematian. sebut saja namanya Yamakoto.
"tempat ini yang membuat ku kehilangan segalanya..tidak ada alasan bagiku untuk tidak menghancurkannya. " jawab pria disampingnya, dia mengenakan pakaian seperti orang di atas, matanya menatap rumah sakit tersebut dengan mata penuh kebencian, hanya dirinya yang bisa melayang tanpa memijak Drone, dia adalah Keki.
"oh, sepertinya ada yang sangat marah. " ucap seorang wanita sambil tersenyum, tubuhnya tertutup karena memakai pakaian yang sama dengan orang-orang di atas, dia biasa dipanggil Felisa.
"sepertinya Miyu sudah mulai bergerak! " ucap pria yang lain, matanya menatap ke arah bawah, dia melihat manusia yang berwujud seperti serigala. walaupun pakaiannya menutupi semua tubuhnya, tapi kekar tubuhnya tetap terlihat, dia juga yang paling tinggi diantara yang lain, sebut saja namanya Toyo.
"sudah! ayo kita mulai! kita tidak mungkin membiarkan Miyu bersenang-senang sendirian!" ucap pria yang lain, dia bersuara begitu keras dan sepertinya tidak sabar lagi, namanya Artan.
Keki tersenyum, kemudian melemparkan jubahnya yang langsung melayang di udara, tubuhnya tertutupi dengan besi, bentuknya juga seperti robot,semua bagian tubuhnya dilengkapi berbagai senjata.
"baiklah,ayo kita mulai!" Keki tersenyum jahat, kemudian mengarahkan tangannya ke arah rumah sakit yang ada di hadapannya. sesaat kemudian, sebuah rudal melesat cepat. "hancurlah! "
beralih ke rumah sakit, didalamnya terlihat sangat banyak makhluk hidup, mereka berjalan kesana-kemari.
__ADS_1
"sepertinya anda sudah bisa pulang besok! "
"suster tidak berbohong 'kan? aku sudah sangat bosan di rumah sakit ini! "
begitulah, semuanya sibuk dengan penyakit masing-masing, mereka berharap bisa melanjutkan hidup dengan penuh kebahagiaan. biar bagaimanapun, sehat adalah anugerah yang paling sempurna.
tapi tiba-tiba...
Boooommm....
rumah sakit tersebut berganti menjadi ledakan yang super dahsyat, api dan hawa panas menerpa sekeliling, asap mengepul begitu hebat, sesaat kemudian terlihat rumah sakit tersebut sudah berganti menjadi puing-puing, semua orang yang didalamnya tewas tanpa menyisakan bekas. hanya kobaran api yang semakin melebar ke sekeliling menggantikan rumah sakit tersebut.
Utama dan yang lain menyaksikan kejadian itu, walaupun jarak mereka dengan rumah sakit tersebut sekitar dua kilo meter, namun jarak sedekat itu tidak mampu menutupi ledakan yang menghancurkan rumah sakit itu dalam sekejap.
"apa ini!? " Hajime melotot dengan wajah terkejut.
"ini.. apa yang terjadi!? " Utama memandangi kobaran api yang jelas terlihat.
"Black Rose!.. mereka mulai bergerak! " Arya terlihat sangat serius, wajahnya antara terkejut dan takut.
Hajime menoleh Randa, "makhluk aneh!? apa maksudmu!? "
Randa mengambil nafas panjang, lalu menatap Hajime, "saat kami diperjalanan, kami di serang makhluk-makhluk aneh, wujud mereka tidak beraturan, antara manusia dan hewan, dan.. itu juga yang membuat kami terlambat. " awalnya dia serius, namun diakhir dia terlihat bersedih, sepertinya kematian Jimmy kembali mengingatkannya akan kegagalan.
Utama memandang Randa, kemudian menoleh kearah kobaran api yang terus menyala, "Black Rose!? ternyata yang dikatakan Jimmy benar..! "
Jiro dan Hiro juga terkejut, mereka memandang kearah rumah sakit yang kini sudah digantikan dengan api dan asap yang terus memberikan sensasi kepanasan.
"ini.. apa yang terjadi dengan kota ini!? apa yang sebenarnya terjadi!? " Hiro bertanya-tanya.
"entahlah, sepertinya sesuatu yang buruk akan terjadi! " Jiro menjawab, "diam saja hanya akan menambah rasa penasaran, ayo kita ke sana! " kemudian berlari kearah tempat itu, namun dia juga melewati Utama dan yang lain.
"Jiro! itu berbahaya! " Hiro mencoba menahan, tapi saudaranya tidak perduli, akhirnya dia mengejar saja.
Hiro dan Jiro sudah melewati Utama dan yang lain, namun mereka seperti tidak perduli.
Boooommm...
__ADS_1
saat masih dalam terkejutnya, sekali lagi orang-orang itu dibuat terkejut, kali ini rudal melesat cepat dan menghancurkan sebuah gedung gedung kota.
ledakan itu sama dahsyatnya dengan ledakan pertama, hanya saja ini lebih dekat dengan Utama dan yang lain, seketika angin kencang dan hawa panas menusuk tubuh mereka bersama debu dan puing-puing yang beterbangan.
Jiro yang berada di depan menutupi wajahnya dari debu dengan tangan menyilang, "sial! siapa sebenarnya yang melakukan ini!? " dia terlihat kesal.
Hajime menoleh Arya, "paman, kau mengatakan kalau kau adalah anggota organisasi yang bernama Black Rose itu.. seharusnya kau tahu tujuan mereka apa?" dia terlihat serius dengan rambut yang diterpa angin kencang.
"itu memang benar! tapi mereka memiliki tujuan masing-masing.. masalah menghancurkan kota ini.. mungkin hanya dendam! " Arya menjawab sambil menahan hembusan angin.
Hiro dan Jiro mendengar ucapan Hajime dan Arya, "Black Rose!? sepertinya aku pernah mendengar itu! " ucap Jiro.
"kau benar! ini bukan pertama kali aku mendengarnya.! " sahut Hiro.
sesaat kemudian, polisi mulai bergerak, mereka berkeliaran ke segala arah untuk mengamankan para penduduk yang dalam bahaya.
beralih ke Black Rose, mereka memandangi kehancuran yang mereka timbulkan sambil tersenyum bahagia.
"ini masih di awal! " Keki melambung tinggi ke udara, Kemudian memutar tubuhnya ke segala arah, dia memandangi kota jakarta dari ketinggian.
"hahaha, akan ku hancurkan! akan ku hancurkan semua ini sampai benar-benar hancur! " dia tertawa sambil berteriak.
Yamakoto tersenyum jahat sambil melirik kearah Keki, "teruslah seperti itu.. hancurkan segalanya.. " batinnya.
Felisa memandang Keki, "hey, Keki! ledakan mu bisa membunuh Arya! aku masih ingin menyiksa penghianat itu! " dia tersenyum.
Keki melirik Felisa dingin, "apapun dan bagaimanapun jalannya.. tujuan pecundang seperti Arya.. hanyalah kematian! " dia berteriak.
Keki mengarahkan kedua tangannya kearah yang berlawanan, "hancurlah..! " kemudian rudal melesat cepat kearah gedung-gedung yang menjulang.
Toyo dan Artan melirik Keki, "cih, kenapa aku merasa dia sangat kejam? dia tidak biasanya seperti ini! " ucap Toyo.
Artan tersenyum, "aku suka dengan orang yang kejam. "
BOOOMMM... BOOOOMMM
ledakan terus terjadi, gedung-gedung hancur dan berantakan, kebakaran terjadi di mana-mana, asap tebal menambah kekacauan yang terus memburuk bersama jeritan dari orang-orang tidak bersalah.
__ADS_1