Tokoh Utama

Tokoh Utama
kekacauan di bar


__ADS_3

malam ini, dibawah gedung-gedung kota jakarta, di sebuah tempat yang kurang tertimpa cahaya, terlihat Alan dan segerombolan orang sedang berkumpul.


Alan menatap semua temannya, "siapa yang mau ikut menghancurkan tiger white, ikut aku! tapi jika takut mati, menjauh lah! ini bukan tempat untuk para pecundang! " teriak Alan begitu mendominasi, saat ini dia terlihat seperti pemimpin.


"kami siap menghancurkan tiger white! "


"kami siap mati demi balas dendam! "


orang-orang berteriak semangat, kemudian berjalan menuju arah yang dituju, sepertinya mereka belum tahu lawan seperti apa yang akan dihadapi.


disisi lain, Utama, Randa dan Hajime berada di rumah Randa, mereka sepertinya juga bersiap.


Utama menatap Randa, "kau tunggulah disini! kami segera kembali. "


Randa terlihat lesu, "padahal dulu aku yang selalu melindungi mu setiap kali kau dibully, tapi sekarang... kau sudah berani melakukan hal-hal gila walau tanpa tujuan.. " kemudian tersenyum.


"kami melakukan ini bukan tanpa tujuan. " ucap Utama.


"kami akan menundukkan tiger white dengan mengalahkan ketuanya. " sahut Hajime.


Utama mulai melangkah, "mereka sudah banyak melakukan kekacauan di kota ini, sudah saatnya untuk menyingkirkan mereka. "


Randa tertegun, "sepertinya kalian memang memiliki kekuatan untuk melakukan hal gila ini. " dia tersenyum. "kalau sudah begini, aku hanya bisa percaya pada kalian. jadi... apapun yang terjadi, kalian harus kembali! "


"ya,kau cukup percaya saja pada kami, jika kau ikut hanya akan menjadi beban." Hajime berucap datar.


Utama dan Hajime berjalan melewati kegelapan, setelah cukup jauh, mereka melompat keatas gedung untuk melihat pemandangan kota dimalam hari.


Hajime memandang bulan yang berbentuk setengah lingkaran, "insting serigala ku mengatakan akan terjadi pertarungan berdarah malam ini. " gumamnya.


Utama menatap Hajime, "ayo! Hajime. " kemudian keduanya melompati gedung-gedung untuk mempersingkat perjalanan.


setelah cukup lama dalam perjalanan, Utama dan Hajime berhenti di atas sebuah gedung, mereka menatap sebuah bar yang ada didepannya.


"apakah ini tempatnya? " tanya Hajime.


"seharusnya begitu. " jawab Utama.


Hajime tersenyum, "ayo! " dia melompat dari gedung itu, kemudian mendarat di depan pintu masuk.


Utama menyusul, mereka berdua pun masuk ke barat itu.


didalam bar tersebut sangat ramai, banyak pria-pria berjas yang sekedar mencari hiburan, banyak juga wanita cantik yang anggar body mulus, semua jenis alkohol pun ada disini.


Hajime memandang seorang wanita cantik yang menyenggolnya, "cih, ternyata orang-orang di jaman ini sangat menyenangkan. " dia tersenyum.

__ADS_1


Utama melirik, "bukan itu tujuan kita! dan.. jangan dipikirkan! "


"aku juga tidak tertarik dengan wanita-wanita disini,mereka semua sudah bekas. " Hajime tersenyum.


Utama dan Hajime melihat ke sekitar, tapi sepertinya tidak menemukan orang yang mereka cari.


"tempat ini terlalu ramai, ditambah cahaya lampu yang tidak beraturan. ini lebih sulit dari yang aku duga. " gumam Hajime. "apakah perlu kita membuat kekacauan? "


"tidak! itu akan mempersulit keadaan.! " jawab Utama.


"apa!? tiger white di serang! cepat bereskan orang-orang itu.! kalian mengganggu waktu ku saja! " saat itu terdengar seseorang yang berbicara lewat telpon.


orang itu berada dibelakang Utama dan Hajime, dia duduk satu meja dengan beberapa pria lainnya, di samping dia dan beberapa pria


lainnya terlihat wanita seksi menempel, di sekeliling mereka banyak orang-orang penuh otot, sepertinya orang-orang itu pengawal pria itu.


Utama dan Hajime menoleh kebelakang, lalu tersenyum.


Hajime menatap Utama, "sialan, kita terlalu bodoh! ternyata dia dibelakang kita! "


"yeah,tapi jika mendengar perkataannya barusan...sepertinya Alan sudah bergerak." ucap Utama.


"lalu.. apa yang harus kita lakukan.? " Hajime bertanya.


"kau hanya perlu membereskan orang-orang itu! setelah itu amati Alan dan yang lain.. Joko dan Hoki.. biar aku yang urus.. " Utama serius. "tapi sebisa mungkin.. jangan membuat. kekacauan ditempat ini.! "


"" itu lebih baik!" ucap Utama.


"ayo minum!" ucap pria tadi pada orang yang berada didepannya sambil mengangkat gelas, separuh wajahnya tertutup oleh tato, kepalanya botak, disampingnya terdapat sebuah koper. dia adalah Joko yang sepertinya baru saja melakukan transaksi narkoba dengan orang yang berada didepannya.


"aku bersenang-senang dulu! kau tunggu saja disini! " ucap pria yang lainnya, tubuhnya penuh dengan lemak, dia adalah Hoki yang saat ini berjalan berdampingan dengan wanita cantik, sepertinya dia akan mencari kamar.


"bersenang-senanglah! tapi jangan lama-lama! " ucap Joko.


"hari ini aku sangat beruntung. " Hoki tidak perduli.


"ayo mulai! " Utama dan Hajime bergerak.


Hajime mendekati Joko,"kau yang bernama Joko!? akan ku habisi kau! " ucapnya.


Baamm


Hajime mengangkat kakinya lalu menghempaskan keatas meja, gelas dan botol miras jatuh karena guncangan itu.


orang yang sebagai lawan bicara Joko panik, "ini!? apa-apaan ini!? " dia terlihat ketakutan.

__ADS_1


"tenang saja! kami akan segera membereskannya. " Joko terlihat tenang, kemudian melirik kearah orang-orangnya yang berotot.


"singkirkan kotoran ini! " tiba-tiba joko berteriak sambil menunjuk Hajime.


orang-orang berotot itu mulai bergerak, mereka berjumlah sepuluh orang lengkap dengan senjata.


Hajime tersenyum, "majulah! akan ku habisi kalian! "


Hajime menghantamkan kakinya kemeja hingga terbelah dua, kemudian melemparkannya kearah lawan yang langsung membelah dengan golok digenggaman.


"sepertinya pembicaraan kita cukup sampai disini. " Joko berucap pada lawan bicaranya, kemudian keduanya pergi.


Joko seperti tidak perduli dengan kondisi sekitar, dia menggandeng seorang wanita, di tangan yang lain membawa koper, dia menaiki tangga menuju lantai atas, sepertinya dia ingin bersenang-senang.


Hajime memukul salah satu lawannya, lalu menoleh Utama "hey, Utama! cepat kejar orang itu! orang-orang ini akan ku selesaikan dengan cepat! "


"baiklah! aku percaya padamu! " Utama berucap.


Utama mencoba mengejar Joko, namun baru beberapa langkah salah satu lawan mengarahkan senjata kearahnya. Utama melompat untuk menghindar, lalu Hajime menendang lawannya tadi hingga menghantamkan meja yang langsung hancur.


Hajime menatap Utama, "maaf Utama! sepertinya aku harus menghabisi mereka disini. "


"sepertinya itu bukan masalah besar,tempat ini juga tidak menyenangkan." Utama tersenyum.


"ternyata kau sangat cepat berubah pikiran. baiklah.. akan ku habisi mereka dalam waktu satu menit. " Hajime terlihat bersiap. saat ini hanya tersisa lima orang dari musuh yang bisa bertahan.


Utama berlari, "ingat! jika kau sudah menyelesaikan ini, tunggu aku di tempat Alan dan yang lain bertarung. "


Utama kembali mengejar Joko, dia menaiki anak tangga, kemudian mencari kamar dimana tempat Joko dan wanitanya bersenang-senang, sepertinya dia tidak perduli akan mengganggu.


Baamm


Hajime menghabisi lawannya dengan cepat, hanya sekali pukul saja untuk setiap orang.


"dia monster! "


"kekuatannya tidak masuk akal! "


para musuh yang masih bertahan berucap ketakutan.


Hajime tersenyum, "aku memang bukan manusia. "


Hajime mengangkat kursi tinggi-tinggi ,lalu menghantamkannya ke kepala lawannya yang langsung pecah, darah segar mengucur kemana-mana.


semua orang berteriak histeris melihat kejadian itu, hampir dari semua orang pergi tanpa basa-basi. perkelahian memang sering terjadi ditempat hiburan malam, namun kekacauan yang ditimbulkan Hajime sangat kelewatan.

__ADS_1


Hajime menatap semua lawannya yang tergeletak, dia tidak terlihat lelah sama sekali, "selain Utama, orang di jaman ini sangat lemah! "


Hajime memandang ke sekeliling, banyak dinding dan meja yang hancur "ya, ampun, aku mengacaukan tempat ini. " Hajime menoleh kearah lainnya, "Utama.. cepat selesaikan dan susul aku! " gumamnya lalu pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2